Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Misteri Kabar Kematian

“Apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya”. Surat An-Nahl Ayat 61
Baca selengkapnya

Resolusi Sehat: Agar Sakit Jangan Kelamaan

Sakit jangan kelamaan, yes? Namun mamak-mamak ini tetap manusia biasa. Bukan jenis super woman yang bisa sakit, punya rasa lelah, rasa sedih, dan aneka rasa tak enak lainnya. Namun peran sebagai ibu, istri, sekaligus anak membuat si mamak harus selalu kuat mengingat tak ada ART yang membantu.
Baca selengkapnya

Melipur Lara dengan HP Murah Impian: Saat Harbolnas, di ShopBack

Saya sudah mulai gelisah, sudah pukul 8 malam anak bujang belum pulang. Sebelumnya kami nyaris bersamaan ke luar rumah, pukul setengah tiga siang tadi. Saya dan kedua adiknya menghadiri Syukuran 11 Tahun Anging Mammiri, sementara dia ke rumah kawan seorganisasi ekstra kurikuler di sekolahnya. Rumah kawannya itu tak jauh namun saya hanya tahu kira-kiranya saja, saya tak tahu pasti di mana letak rumahnya.
Baca selengkapnya

Main Wayang, Kegiatan Anak Jaman Now & Old

Bermain itu dunia anak-anak. Sering kali menjadi sebuah dilema bagi saya jika harus mengajarkan bahan pelajaran sekolahnya dengan cara mendikte atau menghafal karena saya tahu, lebih sulit bagi anak-anak menyerap pelajaran dengan cara seperti itu. Kalau di luar sekolah, pikiran mereka memang dipenuhi aneka hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan. Putri mungil saya ketika bosan berada di rumah, sering bete sembari mengatakan “bosan” supaya saya membolehkannya ke luar rumah untuk bermain bersama kawan-kawannya atau mengajaknya bepergian.
Baca selengkapnya

Kisah Ketakutan di Balik Lampu Dinding

Sejak dulu, orangtua saya selalu menyediakan lampu dinding unik yang dinyalakan pada malam hari, saat tidur. Saya lupa apa sebabnya, saya kemudian tidak suka menggunakan lampu yang cahayanya sangat kurang ini. Saya lebih suka tidur dengan cahaya terang, dengan kata lain, lampu tidak dimatikan sama sekali. Saya merasa tidak nyaman sama sekali tidur dalam cahaya minim.
Baca selengkapnya

Tentang Hubungan Kami pada Jarak yang Terlipat

Satu hal yang amat saya syukuri di dunia ini adalah memiliki hubungan yang baik dengan kedua adik saya. Saya bersaudara 3 orang. Sebenarnya ibu saya melahirkan 5 orang anak tetapi yang sulung dan bungsu meninggal maka jadilah saya sulung dari 3 bersaudara.
Baca selengkapnya

5 Cara Mengatasi Masuk Angin dan Penyakit yang Mengikutinya

Umur tak bisa bohong, terkait bahwa stamna fisik saya sering mudah mengalami penurunan. Apalagi saya pernah menjalani operasi (pembuangan) amandel/tonsil yang menyebabkan sejak saat itu daya tahan tubuh saya mudah turun. Saya menjadi alergi udara dan minuman dingin. Alergi minuman dingin tak menjadi masalah buat saya. Sejak sering sakit amandel, saya pelan-pelan menyugesti diri saya bahwa minuman dingin itu tak enak karena bisa bikn saya sakit.
Baca selengkapnya

Ngobrol Seru di Car Free Day Sudirman

Sebenarnya bukan karena tidak mau move on dari reuni tapi karena teman-teman alumni SMA 2 Makassar seangkatan menjadi bagian dari Ikatan Alumni (IKA) SMADA maka saya berminat menghadiri acara olah raga bersama IKA SMADA di area car free day, Jalan Jendral Sudirman pada tanggal 30 Juli lalu. Tapiii bukan untuk ikut olah raganya, cuma mau bertemu, ngobrol santai, dan ikut sarapan kue-kue yang disiapkan karena bertepatan pada hari itu angkatan 92 kebagian menjadi penanggung jawab konsumsinya. 😁
Baca selengkapnya

Silver Reunion: Spesial Kelas Fisika 2

Masa SMA adalah kenangan tersendiri yang menetap dalam ruang memori banyak orang. Mungkin karena itulah, saat silver reunion (reuni perak) SMAN 2 Makassar seangkatan saya dihadiri oleh banyak alumni. Banyak kawan dari luar kota yang hadir. Bahkan beberapa orang kawan yang tinggal di negara lain sempat menghadiri acara reuni. Dan tidak lengkap rasanya, kalau tidak ada reuni kelas ...
Baca selengkapnya

Meriahnya Acara Puncak Silver Reunion SMADA 92

Lanjutan dari tulisan berjudul Silver Reunion SMADA 92: Anjangsana Nostalgia

Acara puncak Silver Reunion SMADA 92 pada malam hari tanggal 30 Juni 2017 berlangsung di Hotel Swiss Belinn. Karena menyanggupi menemani Nine membawakan puisi tentang persahabatan di atas panggung, saya datang lebih awal. Masih sore, sekira pukul setengah enam, saya sudah tiba di ruangan paling besar yang ada di lantai dua.
Baca selengkapnya

Silver Reunion SMADA 92: Anjangsana Nostalgia

Penantian sejak tahun lalu akhirnya berujung juga. The daysilver reunion SMA Negeri 2 angkatan 92 pun tiba. Tanggal 30 Juni pagi, saya bertemu kawan-kawan seangkatan di ruang pertemuan kantor PT. Telkom, di jalan Balaikota. Angkatan 92 yang dimaksud di sini adalah yang berada di SMAN 2 tahun 1989 – 1992. Tidak harus selama 3 tahun bersekolah di SMAN 2 (SMADA), boleh juga yang sempat sekolah selama setahun atau dua tahun. Misalnya kelas dua saja yang sekelas dengan kami atau hanya pada kelas 1 dan 2.
Baca selengkapnya

Kursus Bahasa Inggris Online yang Asyik, Bisa Via WA/BBM/Line/Skype

Saat duduk di bangku SMA saya memilih jurusan Fisika (coba tebak, tahun berapa itu). Namun demikian, pada dua mata pelajaran yang berkenaan dengan BAHASA (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) di rapor, saya sering kali mendapatkan nilai tinggi. Sementara nilai mata pelajaran eksakta saya, tidak selalu setinggi nilai mata pelajaran bahasa. Weh, ini anak eksakta atau anak bahasa, ya. 😌
Baca selengkapnya

HBH IKATEK UNHAS 2017: Dari Liga Futsal Hingga Jasad Ikan Paus

HBH (Halal Bi Halal) Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin pada tahun ini berlangsung pada tanggal 28 – 29 Juni. Temanya Membumikan Silaturahmi untuk Berpacu Meraih Bintang. Acara pagi tanggal 28 Juni di Lapangan Karebosi tak bisa saya hadiri. Suami saya yang juga alumnus (Elektro angkatan 88) yang sempat menghadirinya, bersama putra sulung kami yang sekarang duduk di kelas 2 SMA. Saya baru hadir pada siang hari tanggal 28, di gelanggang futsal.




Sesaat di Liga Futsal

Pada siang harinya, di Gedung Futsal milik PT. Telkom (di jalan A. P. Pettarani), saya datang bersama suami. Kangen juga merasakan atmosfer maskulin ala anak Teknik. Pertandingann futsal ini diadakan dalam dua liga. Saya datang juga karena ingin melihat teman-teman seangkatan saya bertanding. Ini kali pertama angkatan 92 ikut dalam liga futsal. Beberapa kawan sejurusan (Elektro) juga turut bermain. Sayangnya, di babak semi final, tim futsal angkatan 92 harus menerima kekalahan dari tim futsal angkatan 90.😀 

Yah, tidak apa-apa, sih. Namanya juga “pengalaman pertama”, ya. Sudah lumayan bisa masuk babak semi final. Semoga saja pada tahun-tahun berikutnya bisa menang.

Tim futsal 92 dan cheerleader-nya. Foto: Ocha Haruna.
Laga futsal. Foto: Ocha Haruna
Yang menyenangkan di sini, saya sempat bertemu dengan 3 teman perempuan seangkatan (harap maklum mengapa saya senang, perempuan kan makhluk langka di FT 😁). Mereka adalah Nine dan Uche (Arsitektur) dan Ocha Haruna (Sipil). Juga sempat ngobrol lama dengan Nova Saridhani (Mesin ’93). Dan bertemu dengan Nyung – kawan blogger yang baru saya tahu ternyata dia dari Arsitektur 2003.

Mengenai hasil liga futsal, saya mendapatkan informasi, hasilnya sebagai berikut:
Zona Bintang (super senior, angkatan 87 - 2000):
  • Juara 1 angkatan 2000.
  • Juara 2 angkatan 87.
  • Juara 3 bersama angkatan 90 dan 97.
Zona bumi (2001 – terakhir):
  • Juara 1 angkatan 2006.
  • Juara 2 angkatan 2001.
  • Juara 3 bersama angkatan 2009 dan 2004
Selamat ya, Brothers. 👍

Focus Groud Discussion: Waste to Energy

Acara berikutnya yang saya memang niatkan hadiri adalah Focus Group Discussion. Karena tak bisa menghadiri acara puncak pada malam harinya, saya usahakan datang menghadiri FGD pada tanggal 29 pagi – siang di Fort Rotterdam. Pasnya lagi, pak suami juga berminat menghadiri FGD yang saya minati, yang temanya Energi Terbarukan (Waste to Energy).

FGD Waste to Energy
Saat tiba di gedung chapel di Fort Rotterdam, tempat diskusi dilangsungkan, acara baru saja mulai. Pak Jacky Latuheru (Praktisi Energi - The World Bank Indonesia) menyampaikan data yang dipunyainya, bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah laut terbesar ke-2 di dunia.

Sampah di negara kita rata-rata 60-65% organik. Sisanya anorganik. Kalau diolah dengan baik akan menghasilkan energi. Kalau tidak akan menghasilkan emisi yang menyebabkan pemanasan global. Misalnya gas metana yang dihasilkan sampah organik, 21 – 25 kali lebih besar daripada karbondioksida (CO2). Hal ini bisa menyebabkan perubahan energi. Efek perputaran iklim satu tempat yang alamnya rusak menyebabkan perubahan di tempat lain. Perilaku masyarakat yang suka membakar sampah, juga menghasilkan aneka gas yang mencemari lingkungan. Mulai dari gas monoksida, CO2 , dioksin, dan lain-lain yang dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Namun pengolahan sampah yang baik bisa meminimalisir dampak lingkungan, menghasilkan aneka hal bermanfaat, sekaligus bisa menjadi sumber energi, seperti listrik. Meski bisa dilakukan dalam skala kecil, industri pengolahan sampahlah yang dipresentasikan oleh Pak Jacky. Tersebab oleh keinginan besarnya agar masalah sampah di kota Makassar bisa terselesaikan dengan baik. Mengingat “produksi” sampah di kota ini mencapai 1200-an ton per harinya. Besar sekali potensi pengolahan sampah di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa ini.

Yang dimaksud dengan Waste to Energy yang dibicarakan hari ini adalah Adalah proses menghasilkan energi berupa listrik dan / atau panas dari pengolahan limbah utama. Sebagian besar proses WtE menghasilkan listrik dan / atau panas secara langsung melalui pembakaran, atau menghasilkan bahan bakar yang mudah terbakar, seperti metana, metanol, etanol, atau bahan bakar sintetis.

“Teknologi yang kami pegang di-endorse oleh US Air Force,” tutur Pak Jacky. Bantar Gebang di Bekasi adalah contoh pengolahan sampah terbesari di Indonesia (seluas 110 Ha). “Di Bali sudah dikembangkan tetapi tidak berjalan.’Teknologi yang dipakai plasma arc gasification atau plasma gasification process (PGP),” lanjut Pak Jacky lagi.

Pak Jacky menjelaskan, jika sistem pengolahan sampah berlangsung dengan baik maka baru masuk ke TPA saja, semua sampah sudah terpilah saat dimasukkan ke dalam sistem pengolahan sampah. Langsung diproses berdasarkan jenisnya. ZERO WASTE TO LANDFILL, istilahnya. “Semua sampah ‘dimakan’. Disortir. Dihasilkan energi. Waste is not problem. Akan dijadikan kosong!” pungkas Pak Jacky.


Mau lihat pengolahan sampah yang keren di negara maju? Ini dia!

Pak Jacky menceritakan mengenai negara-negara yang pengolahan sampahnya bagus, seperti Swedia dan Jerman. Di Jerman, ada detektor di selokan-selokannya untuk mendeteksi pembuangan sampah yang tidak semestinya. Saat terdeteksi, langsung dilaporkan, dan ditegur pelakunya. Swedia, sudah menjadi negara pengimpor sampah untuk dijadikan Waste to Energy yang menghasilkan energi panas dan listrik.

Bagaimana dengan Indonesia?

Terdiri atas 416 kabupaten dan 98 kota, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan implementasi WtE (Waste to Energy). Obligasi pengelolaan sampah adalah kebijakan pemkot/pemkab (pemerintah kota/pemerintah kabupaten) setempat. “Tapi sebagian besar tidak ada kemampuannya. Alasannya klasik – tidak ada dana dan lain-lain. Padahal, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008, pemerintah harus mengelola sampah. Ada penalti kalau tidak melaksanakan,” tutur Pak Jacky.

UU Nomor 18 tahun 2008 itu didukung juga dengan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah, dan Permen ESDM No 44 tahun 2015 Tentang Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) Dari Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Kota. Namun keberadaan Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 yang mengatur Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Penyediaan Tenaga Listrik kurang mendukung peraturan-peraturan terdahulu.

“Hanya segelintir Pemda di Indonesia yang membayar untuk pengelolaan sampah – salah satunya adalah Bantar Gebang. Tidak ada fleksibilitas dalam birokrasi pemerintah. Untuk mengurus surat-surat saja sering kali dilempar dari satu bagian ke bagian lain. Soalnya pengelolaan sampah butuh uang. Padahal ketika investor datang, pengelolaan sudah bagus, bisa dilaksanakan WtE. Sayangnya tidak demikian realitanya,” ujar Pak Jacky.

Menurut Pak Jacky, banyak investor yang mau bekerja sama jika sistem pengolahan sampah (yang merupakan kewajiban pemerintah) sudah siap. Harus ada pembatas dari ruang terbuka di TPA supaya tidak mencemari udara. “Sayangnya, penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan tidak ada. Sampah dibuang begitu saja. Dengan demikian, tidak tecipta iklim yang bagus untuk mendukung industri WtE. Kalau full support dari pemerintah, 17 bulan sudah bisa siap sistemnya (cepat, ya). Kita perlu swasta untuk berinvestasi karena pemerintah tak sanggup,” lanjut Pak Jacky lagi.

Inilah tantangannya:
  • Peraturan nasional tidak mendukung pengembangan EBT, khususnya pengelolaan sampah kota.
  • Peraturan Feed in Tariff  (FIT) tidak mendukung pengembangan investasi pembangunan WtE.
  • IKATEK Unhas jika sudah siap dengan “PT”-nya bisa berkontribusi. “Kepada kawan-kawan yang duduk di pemerintahan: cobalah punya hati untuk memasukkah pengelolaan sampah dalam programnya! Ini peluang berkolaborasi. Kalau tak bisa mewujudkan sistem yang lengkap, landfill-nya saja. Investor sebenarnya berjejer, sayangnya peraturan saling bertabrakan,” pungkas Pak Jacky. Oya, landfill adalah sebuah area yang menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan metode dan perlakuan tertentu.
Persiapan acara puncak di malam 29 Juni. Sayangnya, saya tidak bisa hadir 😔

Humanisme pada FGD Teknik

Bagi saya, yang paling menarik dari penyampaian Pak Jacky pada siang itu adalah kenyataan yang diperolehnya pada sebagian besar kota di Indonesia yang diriset. Yaitu, di mana ada penyumbatan ada sampah-sampah diapers (popok sekali pakai) dan pembalut kewanitaan di dalamnya. Ada pula ditemuinya 3 tempat sampah berjejer tapi sampahnya malah dibuang di sekeliling tempat sampah. Dalam tempat sampahnya malah kosong.
FGD hampir selesai ketika saya menyadari, saya satu-satunya perempuan dalam ruangan itu. Ah, ini materi maskulinkah? Bagi saya materi ini menarik, bukan bahasan teknisnya tapi wawasan yang saya dapatkan dari FGD ini. Saya kira, bukan khusus untuk lelaki. Perempuan juga perlu tahu. 

Konsultan, Senior Field Researcher & Coordinator, Environment & Natural Resources di The World Bank yang dulunya angkatan 83 di Teknik Mesin UNHAS ini menitip pesan mengenai perlunya kepedulian edukasi kepada keluarga sebagai induk awal penghasil sampah. Jangan buang sampah di saluran air. Pada tanggal 4 Februari 2017 lalu seekor ikan paus ditemukan terdampar di pantai Pulau Sotra, Norwegia. Para peneliti dari University of Bergen yang menanganinya menyimpulkan kondisi paus ini terlalu parah. Akhirnya mereka menyuntik matinya karena kesakitan akibat mengalami gangguan usus. Terdapat limbah plastik bekas di dalam perut ikan paus tersebut. Mamalia itu ditengarai salah kira kantong-kantong plastik itu sebagai cumi-cumi yang biasa dijadikan santapannya.

Hm, saya pun memimpikan kota ini bebas sampah, juga bebas polusi lingkungan. Kota ini sudah terlalu padat dengan kendaraan bermotornya. WtE akan menjadi solusi yang sangat menguntungkan warga kota. Kapan, ya bisa terlaksana?

Makassar, 10 Juli 2017

Catatan:


Sayangnya, hanya FGD yang dipandu Kak Habibie Razak ini saja yang saya hadiri karena kami sudah harus pulang sebelum FGD sesi berikutnya (Tentang ROAD MAP Teknik Perminyakan UNHAS) sebab ada agenda lain yang perlu dihadiri.
Baca selengkapnya

Alarm yang Terabaikan dan Sang Penyelamat

Alarm adalah andalan saya untuk membangunkan sahur saat Ramadhan. Kalau bukan alarm jam meja, ya alarm HP, atau malah keduanya. Begitu pun pada Ramadhan tahun ini. Namun kali ini saya harus puas dengan alarm HP milik saya saja karena jam weker sudah lama pensiun dini.
Baca selengkapnya

Bukan Siapa-Siapa

Bukan Siapa-Siapa

Siapa dia?
Dia bukan siapa-siapa
Yang tak tunduk pada sesiapa
Dia hanya pengelana
Yang mencoba menggapai cinta Sang Maha Cinta
Lalu kelak pulang ke kesejatian beserta rindu yang membara

Siapa saya?
Saya hanya manusia biasa
Yang tertatih-tatih mengikuti langkahnya
Baca selengkapnya

Bukan Sekadar Enggan Berbicara

Pernahkah Anda berada dalam situasi merasa seperti kelebihan beban karena banyaknya informasi yang tidak diduga terekam oleh indera sehingga Anda tidak tahu hendak mengatakan apa? Sampai perlu waktu sekian lama untuk mengendapkannya dan memikirkannya hingga akhirnya memutuskan untuk menuliskannya? Menulis dianggap perlu, untuk membantu mengurai benang kusut yang terasa di benak dan perasaan untuk kemudian melihat dengan lebih jelas. Pernahkah?
Baca selengkapnya

5 Alasan Memberi Pelajaran pada Oknum Driver Taksi Online yang Nakal

Saya jadi ketagihan memanfaatkan layanan GoJek sejak mendapatkan hadiah voucher GoPay. Hadiah itu saya peroleh saat menghadiri pertemuan dengan GoBox, sebuah bagian dari layanan yang disediakan GoJek Indonesia. Mulanya, karena masih pakai HP lama yang hanya support sinyal internet 3G, voucher GoPay hanya saya pakai satu kali, untuk membeli makanan.
Baca selengkapnya

Pertanyaan Mengesankan

Saban maghrib, seorang pedagang bakso bakar stand by di depan rumah – di pojok kanan tepatnya. Sering kali saya bisa mendengar dengan jelas perbincangannya dengan para pelanggannya dari dalam rumah. Oleh para pelanggannya, si pedagang bakso bakar ini disapa “Mas”.

Saat itu, seorang anak mengajak si Mas ngobrol.
Baca selengkapnya

Kafe yang Salah

Padahal saya sudah pernah ke rumah Fahira, kawan Athifah. Seharusnya saya tahu rumahnya. Rumahnya terdiri atas bangunan dua lantai. Yang bagian bawahnya dijadikan kafe sementara Fahira sekeluarga tinggal di lantai duanya. Kali ini saya harus ke sana lagi untuk menjemput Athifah yang tanpa bilang-bilang pergi ke sana sepulangnya dari sekolah. Untungnya saya mendapat kabar dari salah seorang kawan Athifah yang lain jadi saya menyusulnya ke sana. Kali ini saya kalang-kabut karena papanya tak bisa menjemputnya seperti biasa dikarenakan adanya pekerjaan penting yang harus Papa selesaikan.
Baca selengkapnya