Tampilkan posting dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua posting

Bukan Siapa-Siapa

Bukan Siapa-Siapa

Siapa dia?
Dia bukan siapa-siapa
Yang tak tunduk pada sesiapa
Dia hanya pengelana
Yang mencoba menggapai cinta Sang Maha Cinta
Lalu kelak pulang ke kesejatian beserta rindu yang membara

Siapa saya?
Saya hanya manusia biasa
Yang tertatih-tatih mengikuti langkahnya
Baca selengkapnya

Bukan Sekadar Enggan Berbicara

Pernahkah Anda berada dalam situasi merasa seperti kelebihan beban karena banyaknya informasi yang tidak diduga terekam oleh indera sehingga Anda tidak tahu hendak mengatakan apa? Sampai perlu waktu sekian lama untuk mengendapkannya dan memikirkannya hingga akhirnya memutuskan untuk menuliskannya? Menulis dianggap perlu, untuk membantu mengurai benang kusut yang terasa di benak dan perasaan untuk kemudian melihat dengan lebih jelas. Pernahkah?
Baca selengkapnya

5 Alasan Memberi Pelajaran pada Oknum Driver Taksi Online yang Nakal

Saya jadi ketagihan memanfaatkan layanan GoJek sejak mendapatkan hadiah voucher GoPay. Hadiah itu saya peroleh saat menghadiri pertemuan dengan GoBox, sebuah bagian dari layanan yang disediakan GoJek Indonesia. Mulanya, karena masih pakai HP lama yang hanya support sinyal internet 3G, voucher GoPay hanya saya pakai satu kali, untuk membeli makanan.
Baca selengkapnya

Pertanyaan Mengesankan

Saban maghrib, seorang pedagang bakso bakar stand by di depan rumah – di pojok kanan tepatnya. Sering kali saya bisa mendengar dengan jelas perbincangannya dengan para pelanggannya dari dalam rumah. Oleh para pelanggannya, si pedagang bakso bakar ini disapa “Mas”.

Saat itu, seorang anak mengajak si Mas ngobrol.
Baca selengkapnya

Kafe yang Salah

Padahal saya sudah pernah ke rumah Fahira, kawan Athifah. Seharusnya saya tahu rumahnya. Rumahnya terdiri atas bangunan dua lantai. Yang bagian bawahnya dijadikan kafe sementara Fahira sekeluarga tinggal di lantai duanya. Kali ini saya harus ke sana lagi untuk menjemput Athifah yang tanpa bilang-bilang pergi ke sana sepulangnya dari sekolah. Untungnya saya mendapat kabar dari salah seorang kawan Athifah yang lain jadi saya menyusulnya ke sana. Kali ini saya kalang-kabut karena papanya tak bisa menjemputnya seperti biasa dikarenakan adanya pekerjaan penting yang harus Papa selesaikan.
Baca selengkapnya

3 Alasan Mengapa Harus Menggunakan Tiket.com

Saya pernah terlibat dalam kasus “salah pesan tiket pesawat” (kisahnya bisa dibaca di tulisan berjudul Sosialisasi Peduli Sahabat: Ujian Atas Kesungguhan dan Keyakinan). Rasanya maluuu luar biasa. Musababnya adalah karena aneka rasa tegang, menjelang kegiatan Sosialisasi Peduli Sahabat sehingga tiket untuk nara sumber kami yang dipesan ternyata tepat pada hari dia membawakan materi. Padahal seharusnya kami memesan tiket sehari sebelum acara berlangsung.
Baca selengkapnya

Slonong Akun

Saya sering salah akun saat berkomentar di post Instagram kawan-kawan sejak aplikasi IG saya diinapi oleh 4 akun. Tiga di antara akun-akun itu dibuat oleh si bujang (sulung). Yang satu akun pribadinya, yang duanya lagi akun kelas dan akun kegiatan ekstra kurikuler yang dia ikuti di SMA-nya.
Baca selengkapnya

SMADA 92 Berbagi: Episode Bus Mamminasata

Sayang sekali saya tak bisa mengikuti semua kegiatan yang diselenggarakan teman-teman SMA seangkatan. Namun demikian, saya senang sekali mengetahui kawan-kawan melakukan kegiatan “SMADA 92 Berbagi" pada tanggal 26 Maret lalu. Kegiatannya sederhana saja tetapi bermanfaat bagi anak-anak yang diajak berkeliling kota dengan moda transportasi darat ini.
Baca selengkapnya

Mengusir Tikus dengan Bunyi yang Tak Terdengar

Pernah merasakan tidak enaknya rumah kemasukan tikus? Saya pernah. Duh. Melihat kotorannya berceceran di mana-mana, sangat menjijikkan. Masih untung kalau dia tidak mendapatkan makanan di atas meja makan. Kalau lolos sampai ke atas meja makan, apa boleh buat, makanan yang sudah tercemari harus dibuang juga. Soalnya si tikus ini makan makanan kita sembari kencing dan BAB di situ. Bayangkan penyakit yang bisa disebabkannya (seperti leptospirosis, pes, dan kutu tikus). Waks!
Baca selengkapnya

Gaya Berpakaian dan Ketulusan dalam Berteman

Yah, katakanlah saya ketinggalan zaman atau kampungan. Karena saya tidak punya koleksi pakaian wanita terbaru. Saya sekarang berada dalam zona nyaman saya. Sudah bisa menjalani kehidupan dengan menjadi diri saya sendiri tanpa perlu pusing dengan pendapat orang lain. Saya tahu batasan mana yang penting/bermanfaat bagi saya dan mana yang tidak. Saya tahu apa tujuan saya dan apa yang harus saya lakukan untuk menuju ke sana. Yaah, tidak dipungkiri ... kadang-kadang ada alpanya, juga, sih 😅.
Baca selengkapnya

Cerita di Balik Sop Tahu Ceria

Menyediakan makanan bagi putri saya rasanya seperti gambling, apakah dia akan suka atau tidak. Suatu kali saya pernah membuatkan masakan yang saya yakin dia pasti suka karena sebelumnya dia memakan makanan jenis ini dengan lahap ... eh, ternyata dugaan saya salah. Dia hanya mencoba satu kali suapan. Habis itu: A BIG NO.

“Tidak enak, ada tomatnya!” nona mungil ini berkeras. Oh oh oh, betapa kekinya hati ini. Padahal perasaan saya sudah bungah duluan, mengira dia akan memuji masakan saya!
Baca selengkapnya

8 Alasan Mengapa Saya Betah di Regus

Beberapa bulan terakhir ini, saya sering ke Regus untuk sebuah pekerjaan. Biasanya saya perginya setelah waktu zuhur dan pulang di waktu sore. Betah saya di sana. Saking betahnya di Regus, beberapa kali saya sampai lupa diri, pulang terlalu sore. Begitulah kalau melakukan pekerjaan yang merupakan passion sendiri. Rasanya tidak seperti sedang bekerja 😊.
Baca selengkapnya

Orientasi Mahasiswa Baru dan Setan yang Menyusup

Saya dulu kuliah di fakultas yang Opspeknya (dulu orientasi mahasiswa baru disebut Opspek di kampus saya) terkenal keras: Fakultas Teknik UNHAS. Ibu saya dag dig dug saat tahu masa menghadapi Opspek akan saya hadapi. Beliau melakukan usaha “pencegahan” untuk melindungi saya dari kekerasan. Soalnya kan ini “fakultas maskulin”. Perempuan hanya segelintir di dalamnya. Seangkatan dan sejurusan saya (Elektro, tahun 1992), hanya ada 15 perempuan di antara 105 laki-laki.
Baca selengkapnya

Satu Kemasan Bakmi Mewah untuk Seisi Rumah

Seperti anak-anak lain di Indonesia, anak-anak saya suka sekali makan mie. Biasanya pula, jika dikreasikan atau diolah dengan cara berbeda, mereka tetap suka. Jangankan anak-anak, ya, orang dewasa saja suka dengan mie. Mie jadi kuliner umum di Indonesia yang disukai semua kalangan dan usia. Mie instan pun selalu saja jadi salah satu barang yang paling laku, mulai dari super market besar sampai warung kecil di dalam gang.
Baca selengkapnya

Ketika Hard Disk Penuh, Lakukan Hal Ini

Karena sudah pernah mengalami kerusakan laptop, data di laptop saya yang sekarang masih aman. Maksudnya, karena data di laptop yang lama kan hanya sebagian yang pindah ke laptop yang sekarang. Jadinya lebih lega pemakaian ruang hard disk pada laptop yang sedang saya gunakan ini. Rasanya belum perlu memikirkan tempat penyimpanan baru. Beruntungnya saya, notebook nyaris saya pakai sendiri dan kebanyakan berupa tulisan yang ukuran per file-nya tak seberapa. Sementara data milik suami dan anak-anak hanya sedikit saja yang ada di laptop yang saya gunakan sehari-hari ini.
Baca selengkapnya

Berani Benar Saya Menerima Ajakan Baca Puisi Rendra di Depan Banyak Orang!

Saya belum pernah baca puisi, jadi awalnya saya pikir mudah saja menolak tawaran Anna untuk ikut meramaikan pembacaan puisi pada ajang bertajuk Membaca WS Rendra di UPRI (Universitas Perjuangan Indonesia) yang dilaksanakan tanggal 19 November lalu. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya, masih bulan Oktober, Anna sudah meminta kesediaan saya.
Baca selengkapnya

Catatan Galau Usai Berita Pagi di Televisi

Ketika berita-berita pagi menghidangkan aneka kasus yang membuat bulu di sekujur tubuh merinding. Apa kabar Indonesia? Mungkin berlebihan tapi kemudian muncul pertanyaan ... apa kabar generasi penerus Indonesia?
Baca selengkapnya

Explore the World: Serunya Bermain di 4 Negara

Kesempatan emas, jalan-jalan ke 4 negara berbeda untuk dua anak saya yang terkecil tidak saya lewatkan. Tanggal 29 Oktober lalu, Athifah dan Afyad berkesempatan mengunjungi Belanda, Jepang, Brazil, dan beberapa tempat di Indonesia. Wih macam gaya kali, ya saya menuliskan ini hahaha. Bukan ke negaranya betulan, sih melainkan ke arena Explore the World-nya Dancow, area seluas 462 m2 di atrium Mal Panakukang.


Eksplorasi 4 Negara


Anak-anak excited karena ada aneka hal yang bisa dimainkan dan dijelajahi di sana. Ada permainan dan kegiatan yang sudah mereka kenal seperti mewarnai, memancing ikan, dan bercocok tanam. Juga ada aneka hal yang baru mereka lihat, seperti aksen-aksen dan desain area yang khusus menggambarkan keadaan di 4 negara. Aksen khusus yang saya maksud adalah keterangan-keterangan yang mengedukasi yang ditempel di pagar pembatas area. Misalnya keterangan tentang origami, harimau, milking cow, dan kimono.

Banyak hal menarik bisa ditemukan di “tiap negara”. Seperti melihat pohon sakura dan berfoto dengan kostum kimono di Jepang, bermain perosotan dan kolam bola serta berfoto bersama harimau secara augmented reality di Brazil, kincir angin dan memerah patung sapi yang menghasilkan susu di Belanda, bermain pasir pantai dan berfoto bersama lumba-lumba secara augmented reality di Indonesia.

Selain itu, hal-hal berikut ini juga menjadi daya tarik di area Explore the World: lomba mewarnai berhadiah, kesempatan minum susu gratis melalui cup-cup mungil yang dibagi-bagikan oleh kakak-kakak berseragam kuning, dan booth Consultation. Di booth Consultation ini bunda atau ayah bisa mengonsultasikan masalahnya pada psikolog dan ahli gizi yang stand by.

Lomba mewarnai
Augmented reality, berfoto bersama harimau

Booth Jepang
Sementara suami saya menemani anak-anak bermain, saya memerhatikan seantero area Explore the World. Sesekali saya melayangkan pandangan kepada kedua anak kami untuk mengawasi mereka. Syukurnya, kali ini mereka tidak terlalu pecicilan. Mereka bermain setiap bagian sampai tuntas, tidak kelayapan seorang diri. Hanya saja kami tidak ikut ngantri di Photo Booth meski kostum kimononya lucu-lucu. Soalnya antriannya panjang. Bisa-bisa waktu habis untuk mengantri hingga semua area tidak tereksplorasi dengan baik. Athifah masuk siang kelasnya di hari ini, makanya waktu digunakan seefisien mungkin. Patokannya, jam 12 teng, Cinderella eh kami sudah harus meninggalkan tempat supaya masih sempat shalat zuhur dan anak-anak masih sempat makan siang sebelum Athifah berangkat sekolah.

Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal


Setelah suami saya pergi bersama kedua anak kami, saya kembali ke area Explore the World untuk mengikuti press conference bersama teman-teman blogger dan jurnalis dari berbagai media. Press conference-nya kira-kira sama dan sebangun dengan seminar parenting yang digelar di ruangan lain di mal ini pada pagi hari tadi.

Press conference ala talkshow berjudul Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal ini berlangsung seru. Shahnaz Haque sebagai moderator memandu acara dengan gaya hangatnya. Mulanya, secara bergantian para nara sumber menyampaikan presentasi kepada hadirin, dilanjutkan dengan tanya-jawab.


Carissa Putri dan Shahnaz
Ratih Ibrahim (yang berdiri). Di belakang: Shahnaz, Riza, dan Sari


Sari Sunda Bulan
Duo ahli dari Dancow Parenting Center yang membagikan pengetahunnya adalah Ratih Andjayani Ibrahim (psikolog) dan Sari Sunda Bulan (ahli gizi). Untuk diketahui, Nestle Dancow berkomitmen untuk memberikan rangkaian produk untuk setiap tahapan usia si kecil serta terus berinovasi melampaui produk (beyond the product) dengan menyediakan Dancow Parenting Center ini.

Senior Brand Manager Dancow Excelnutri+, Riza Nopalas mewakili Nestle juga tampil sebagai nara sumber. Nestle memproduksi beberapa macam brand, salah satunya adalah Dancow Excelnutri+ dengan 3 varian: 1+, 3+, dan 5+. Selain mereka ada Carissa Putri, aktris yang membagi kisah perannya sebagai bunda dari Quenzino Acana Naif (3 tahun).

M. Reza Pahlevi, Regional Sales Manager Sulawesi Dancow membuka talkshow dengan menyampaikan bahwa Excelnutri+ Dancow memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dengan nutrisi yang pas.

“Tiga hal penting dalam tumbuh kembang anak adalah cinta, nutrisi seimbang, dan stimulasi. Cinta kasih yang tulus memungkinkan kita menjalankan tanggung jawab sebagai ibu dengan penuh dedikasi,” Ratih Ibrahim membuka presentasinya mengenai tumbuh kembang anak.


Berfoto dengan kimono kuning di booth foto

Konsultasi gizi dan psikologi di booth Consultation

Bisa bermain pasir di Indonesia.
“Satu tahun masa eksplorasi, penuhi kebutuhan gizi anak. Jaga anak supaya tidak sering sakit. Delapan puluh persen imun ada dalam saluran cerna, ungkap Sari. Sari juga menyebutkan contoh-contoh nutrisi saluran cerna, sebagai berikut: serat pangan inulin; bakteri baik strain spesifik Lactobacillus Rhamnosus; vitamin A, C, dan E; dan mineral selenium dan zinc. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang asupan bakteri baiknya tercukupi tingkat sakitnya rendah. Anak seharusnya mendapatkan asupan gizi yang seimbang dengan jenis dan jumlah yang sesuai dan diperlukan. Perhatikan prinsip keanekaragaman namun batasi garam, gula, dan minyak.

Selanjutnya, Ratih dan Sari secara bergantian dan saling mengisi membawakan presentasi seputar tumbuh kembang anak.

Proses eksplorasi anak tidak selalu mudah. Penting bagi ayah dan bunda memberikan stimulasi pada bermacam aspek perkembangan anak. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri anak. Dengan rasa percaya diri, anak memiliki harga diri yang bagus. Harga diri yang bagus akan membuat anak menjadi orang yang secara pribadi sehat.

Secara khusus, Carissa Putri menceritakan hal-hal yang dijalankannya sebagai ibu. Dia memberikan makanan yang aneka ragam pada putranya. Salah satunya dengan browsing resep-resep masakan supaya putranya tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja sekaligus mengenalkan aneka rasa. Carissa bersama suaminya berusaha selalu mendukung eksplorasi anaknya, misalnya dengan cara tidak melarang dan memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Memancing

Augmented Reality: berfoto bersama lumba-lumba, naik banana boat

Naik "kuda"
Riza Nopalas menceritakan secara khusus mengenai Dancow Excelnutri+ dan Explore the World. Menurutnya, visi dan misi Dancow adalah menjadi mitra orang tua untuk menemani tumbuh-kembang si kecil. Di dalam kandungan Dancow Excelnutri+ ada nutrisi untuk perlindungan tubuh dan tumbuh kembang otak.

Sesi tanya-jawab berlangsung seru, usai mendengarkan semua nara sumber berbicara. Saya mencatat beberapa yang menarik. Seperti pertanyaan Lia Djabir mengenai berapa kebutuhan susu anak. Sari menjawab, “Dua sampai tiga gelas.” Karena anak-anak harus dibiasakan makan dan dibiarkan merasa lapar menjelang waktu makan utamanya. Saya pun menyempatkan diri bertanya mengenai hal-hal yang membuat harga diri anak bagus. Ratih menjawab, supaya orang tua tidak banyak memakai kata JANGAN, jangan cuek kepada anak ketika ia butuh perhatian, dan ketika anak patut dipuji maka pujilah tetapi jangan lebay atau berlebihan.

Reza Pahlevi

Kimono adalah ....

Berkebun

Memerah susu di "Belanda". Benar-benar ada susunya!
Selalu saja ada reminding setiap mengikuti acara seperti ini. Sampai sekarang, setelah belasan tahun menjadi orang tua, saya masih saja melakukan banyak kesalahan dan memiliki banyak kekurangan. Masih banyak hal yang saya harus perbaiki. Di Arena Explore the World ini, bukan hanya anak-anak saya yang bersenang-senang dan belajar banyak hal dalam aneka stimulan yang disiapkan Nestle. Saya pun belajar kembali melalui talkshow di press conference ini. Terima kasih Dancow, Nestle, dan semua nara sumber.


Makassar, 5 November 2016
Baca selengkapnya