Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts

Siapa yang Menangis?

Siapa yang Menangis?Sehari setelah ibu meninggal, tetangga sebelah menyampaikan bahwa beliau mendengar suara tangis perempuan pada waktu-waktu kepergiannya. Penyampaian ini membuat saya tertegun. Suara siapa yang didengarnya? Karena seingat saya tidak ada yang menangis keras saat itu. Saya tak mendengarnya.

Baca selengkapnya

Apa Setelah 3 Dekade Angkatan 92 FT Unhas?

Apa Setelah 3 Dekade Angkatan 92 FT Unhas? – Datang ke media setelah acara? Itulah kami, angkatan 92 Fakultas Teknik Unhas yang baru selesai reunian 3 Dekade. 😁 Bukan tanpa alasan sih, ya. Inginnya datang ke kantor redaksi Tribun Timur sebelum lebaran tapi situasi dan kondisi ternyata tak memungkinkan dan kami baru bisa diterima setelah hari pelaksanaan (tanggal 7 Mei).

Baca selengkapnya

Seperti Cowok Cantik Bermobil Merah

Seperti Cowok Cantik Bermobil Merah – Cowok cantik itu menarik perhatian. Beberapa kali, saat saya sedang berdiri di pekarangan rumah, saya melihatnya melintas dari arah kos-kosan sebelah kiri rumah ke arah lapangan masjid sebelah kanan rumah. Pertama kali melihatnya saya terpukau karena dia terus mematut-matut wajahnya di depan kamera HP yang ter-setting kamera depan.

Baca selengkapnya

Siapa Sangka Melotot Bisa Menyelesaikan Masalah

Siapa Sangka Melotot Bisa Menyelesaikan Masalah – Mau tak mau, selama bersekolah kita dulu mengalami bukan hanya hal-hal menyenangkan. Ada masanya di mana kita menghadapi persoalah khas anak seusia kita. Bisa jadi, persoalan datang dari teman atau pengajar yang karakternya tak terduga.

Baca selengkapnya

Permak Baju di Penjahit Makassar Akademis

Permak Baju di Penjahit Makassar Akademis – Rasanya gemas ya, kalau baju yang masih bisa dipakai tiba-tiba tangkai retsletingnya lepas. Hal itu terjadi pada saya. Mau dibuang kan sayang, bajunya masih bisa dipakai. Jahit sendiri tak mungkin, saya tidak suka menjahit dan memang tidak bisa jahit. Satu-satunya yang terpikir adalah mencari tukang permak baju.

Baca selengkapnya

Drama Ojek Online: Matikan Aplikasi Jika Tak Siap

Drama Ojek Online: Matikan Aplikasi Jika Tak Siap – Semoga berkah bagi para driver ojol yang sedang berjuang. Senang sekali ketika dikabari oleh seorang driver melalui pesan pribadi di aplikasi pesan makanan online, "Kalau masuk waktu shalat Jumat, saya shalat dulu ya, Kak. Tidak apa ji?" Dia menanyakan apakah tidak mengapa jika dia shalat Jumat begitu waktu shalat Jumat masuk.

Baca selengkapnya

Yang Waras Mengalah

Yang Waras Mengalah – Di depan pagar, salah satu pot bunga "warisan Papa" hilang, diambil orang. Sayang ya sebenarnya karena kalau diminta, pasti saya kasih. Kalau nyolong ya bagaimana ya ... dapat pot bunga berbuah dosa jadinya.

Baca selengkapnya

Es Krim Tak Sampai

Saat mengajak dua anak terkecil belanja bulanan, mereka minta dibelikan es krim. Es krim menelisik ruang-ruang memori, menemukan ada Mama di situ. Dahulu - saat saya kecil hingga gadis. Mama bukan penggemar es krim, beliau menyukai es krim beberapa tahun terakhir ini. Sesekali beliau minta dibelikan es krim, di samping permen mint merek tertentu. Suami saya yang paling sering dimintai tolong membelikannya permen. Untuk es krim, kalau bukan anak-anak saya yang dimintai tolong, Mama menyuruh saya membelikannya.

Baca selengkapnya

Drama Ojek Online: Petanya Berbeda?

Drama Ojek Online: Petanya Berbeda? – Memesan jasa ojek online untuk mengirim barang sudah sering saya lakukan. Biasanya kalau pengendara motornya pandai membaca peta, dengan cepat dia menemukan lokasi rumah kami. Waktu awal-awal ojek daring ada di Makassar, masih banyak pengemudi yang tidak tahu baca peta. Terlihat dari sulitnya dia menemukan rumah kami.

Baca selengkapnya

Pesta dan Kerinduan

Pesta dan Kerinduan – Pasca kedua orang tua meninggal, cukup lama saya keluar rumah selain berbelanja. Tanggal 23 November saya menghadiri acara Promosi Doktornya suami ponakan di UNM. Di saat seperti ini jadi ingat kedua orang tua lagi karena biasanya yang menghadiri undangan seperti ini adalah kedua orang tua. Saat muncul di ruangan besar itu, ponakan mengingat omanya (mama saya) lagi. Matanya terlihat berair dan mengatakan “seharusnya” omanya yang datang.

Baca selengkapnya

Suara Konsumen: Kirim Paket 6 Hari

Suara Konsumen: Kirim Paket 6 Hari – “Belum pi ada paket … ada resinya?” adik saya mengirim chat Whatsapp hari Kamis pagi. Paket yang dia maksud adalah obat-obatan putrinya yang saya kirim hari Senin tanggal 13 Desember. Biasanya sih sudah tiba, untuk jenis pengiriman yang sama.

Baca selengkapnya

Pertemanan Positif Serupa Semangat FrenZone

Pertemanan Positif Serupa Semangat FrenZone - “Tante-tante itu teman Mama sejak SMP, kalau bertemu bisa lama ngobrolnya,” saya menjelaskan kepada Athifah mengenai sahabat-sahabat saya. Sekitar 3 tahun yang lalu Athifah menemani saya mengunjungi sahabat yang masih dalam suasana berdukacita karena saudarinya meninggal. Saudarinya ini teman saya juga karena si sahabat dan saudarinya dulu setingkat di SMP yang sama hanya beda kelas.

Baca selengkapnya

Sayur Kelor dan Ingatan Tentang Ayah

Masih ada bungkus kacang ijo terakhir yang dibeli bapak saya pada Sabtu lalu. Biasanya kalau ada daun kelor, beliau pergi membeli sendiri kacang ijo di warung sayur dekat rumah, lalu menyodorkannya pada saya tanpa berkata-kata. Saya sudah paham, maksudnya supaya saya masak sayur daun kelor dengan kacang ijo. Maklum, orang Bugis akrab dengan sayur kelor.

Baca selengkapnya

Keliling Kota Sembari Kumpul Smartpoin

Keliling Kota Sembari Kumpul Smartpoin - “Ndak seru!” protes si bungsu Afyad. Katanya jalan-jalan ke pasar tidak seru. Papanya mengajaknya ke pasar untuk membeli beberapa barang, dia mau saja waktu itu. Lucunya, beberapa hari kemudian dia protes keras.

Baca selengkapnya

Cerita Tentang Rumah Masa Depan

Cerita Tentang Rumah Masa Depan – Rindu dengan bulir bening menggenang mengantarkan saya menyapa sepupu-sepupu dari pihak Mama pagi ini. Tiba-tiba teringat keakraban Mama dengan kerabatnya. Bagaimana kekhasannya menelepon dan saling bertukar kabar dengan mereka.

Baca selengkapnya

Nasi Kuning Terakhir Ibunda dan Harta yang Paling Berharga

Nasi Kuning Terakhir Mama dan Harta yang Paling Berharga - “Mama mau makan nasi kuning?” tanya saya. Perempuan 78 tahun yang pernah membawa saya dalam rahimnya ini menatap dengan sorot mata lemah. Beberapa saat kemudian, Mama berada di ruang makan menyantap nasi kuning Gorontalo buatan Kak Noi bersama Uyi, adik laki-laki saya.

Baca selengkapnya

Jangan Lakukan Hal Ini kepada yang Sedang Berduka

Jangan lakukan hal ini kepada yang sedang berduka karena mereka sedang dalam kondisi psikis yang sedang tidak baik-baik saja sekaligus kondisi fisik yang sedang kelelahan. Saya berani menulis hal in karena belum lama ini berada pada kondisi berduka “kuadrat”, sehabis ibunda berpulang, dua hari kemudian ayahanda yang dipanggil Allah.

Baca selengkapnya

Menjawab Tanya Seputar Kepergian Mereka

Menjawab Tanya Seputar Kepergian Mereka – Ada di antara pertanyaan-pertanyaan yang muncul seputar berpulangnya Mama (tanggal 5 September) dan Papa (tanggal 7 September) yang tak bisa diabaikan. Mama dan Papa berpulang di rumah dan dimakamkan secara protokol covid-19. Beberapa pertanyaan berpotensi menimbulkan salah paham yang bisa buruk akibatnya maka saya anggap, perlu menuliskan beberapa hal.

Baca selengkapnya