Semua Anak Makassar Berhak Punya Akta Kelahiran

Usai menghadiri Pertemuan Koordinasi dan Pengumpulan Data Pencatatan Kelahiran Bagi Anak-Anak Rentan di Kota Makassar, saya membuat tulisan yang dimuat di BaKTI News No. 130 (Oktober – November 2016).
Baca selengkapnya

Songsong Tantangan Masa Depan Bersama dengan Oleh-Oleh Khas Kekinian

Saat ini sedang marak dibicarakan mengenai artis-artis yang buka toko kue, seperti di kota Makassar. Di Makassar ada Bosang (milik Ricky Harun) dan Makassar Baklave (milik Irfan Hakim). Saya menghadiri undangan soft launching kedua toko kue yang mengusung brand yang sama dengan nama toko kuenya tersebut. Sebagai undangan, saya sangat menghargai tuan rumah dan seperti biasa, saya menuliskannya ke dalam blog ini. Tentu saja saya tak akan menjelek-jelekkan tuan rumahnya tetapi saya berusaha menuliskan review dengan jujur. Kalau enak, pasti saya bilang enak. Kalau ada ganjalan terkait rasa, akan saya tuliskan juga.
Baca selengkapnya

Kisah Foto Instagramku: Talkshow Televisi Tema Pendidikan

Ngeblog membuka jalan saya menuju stasiun televisi. Bukan karena jadi selebriti, macam artis gitu, yaa tapi lebih kepada sharing serba-serbi dunia menulis yang saya jalani selama ini. Sepertinya buat sebagian orang, ibu rumahan yang aktif menulis (dan ngeblog) itu luar biasa. Sesekali ada celetukan, “Ibu-ibu kan biasanya doyan gosip, ini koq ada yang doyan nulis!” Hiks, begitulah stigmanya 😓. Makanya ketika ada ruang di stasiun televisi, mamak-mamak yang senang menulis ini bisa masuk layar kaca.

Baca selengkapnya

Oreo Blast Makassar Baklave, Oleh-Oleh Khas Makassar yang Sungguh Terlalu

Ada satu jenis biskuit yang warnanya teramat gelap. Biskuit itu sering dimodifikasi menjadi berbagai bentuk minuman dan makanan. Menjadi sajian khusus di kafe-kafe di negeri ini. Juga menjadi bahan baku resep-resep andalan yang ditayangkan di stasiun-stasiun televisi. Mulanya biskuit itu ngetop dengan cara makannya yang tak biasa. Yaitu dengan “dijilat”, “diputar”, dan “dicelupin”. Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, putra sulung saya pernah minta dibuatkan minuman yang bahannya bersumber dari biskuit ini. Enak juga ternyata. Kini, setelah sekian tahun berlalu saya menemuinya lagi di sini ....
Baca selengkapnya

Kebahagiaan yang Sederhana ala Rotun, Mom Blogger Bergelar Nyak

Namanya Rotun. Ia dikenal dengan nama Nyak Rotun di dunia blogging. Saya pernah membaca salah satu tulisannya yang menceritakan bahwa kata “Nyak” tersemat di depan namanya sejak zaman sekolah (kalau tidak salah SMA). Sampai sekarang nama itu masih melekat. Setelah ia menjadi ibu dari seorang putri dan seorang putra – Wafa dan Ayyash, “gelar” NYAK tetap menempel pada namanya. Bahkan dalam keseharian obrolan kami di grup 4 Arisan Link Blogger Perempuan, dia disapa cukup dengan kata “Nyak” saja oleh seisi grup.
Baca selengkapnya

Satu Kemasan Bakmi Mewah untuk Seisi Rumah

Seperti anak-anak lain di Indonesia, anak-anak saya suka sekali makan mie. Biasanya pula, jika dikreasikan atau diolah dengan cara berbeda, mereka tetap suka. Jangankan anak-anak, ya, orang dewasa saja suka dengan mie. Mie jadi kuliner umum di Indonesia yang disukai semua kalangan dan usia. Mie instan pun selalu saja jadi salah satu barang yang paling laku, mulai dari super market besar sampai warung kecil di dalam gang.
Baca selengkapnya

Menuju Advokasi Peliputan dan Penulisan Isu Perempuan dan Anak

Diskusi Media Soal Anak dan Perempuan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar pada tanggal 31 Desember lalu itu merupakan langkah advokasi peliputan dan penulisan isu perempuan dan anak. Diskusi kali ini merupakan diskusi keempat. Saya hadir pada diskusi pertama namun berhalangan datang pada diskusi kedua dan ketiga. Harapannya, setelah diskusi keempat ini akan lahir buku saku atau buku panduan dalam peliputan dan penulisan isu perempuan dan anak.
Baca selengkapnya

Peran Perempuan dalam Berkebangsaan

Catatan dari diskusi Peran Perempuan dalam Berkebangsaan dengan DR. Arqam Azikin
Bermula dari percakapan santai, usai menghadiri Community Event-nya Regus, tercetus ide untuk mengundang DR. Arqam Azikin di pertemuan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) Makassar. Ketika itu, Pak Arqam datang terlambat. Sedianya ia akan menyampaikan sedikit uraian pada Community Event tapi batal. Lalu Abby mengajaknya ke ruang 530, ngobrol dengan saya dan Kak Novie.
Baca selengkapnya

Tulisan menarik lainnya: