Rabu, 15 April 2015

Bahasa Bugis Kaya Makna

Tulisan ini bukanlah representasi pengetahuan saya tentang tutur Bugis karena saya tidak menguasai bahasa ini walau ada darah Bugis (berasal dari Ayah) dalam diri saya jadi, pasti masih banyak kekurangan di dalamnya. Tulisan ini hanyalah sedikit catatan mengenai apa yang saya alami dan amati. Sebelumnya, tulisan ini sempat saya kirimkan ke sebuah lomba pada tahun lalu tapi tidak berhasil memenangkannya. Waktu menuliskannya, saya berdiskusi dengan suami yang bisa menggunakan bahasa Bugis secara aktif. 
Tulisan  ke-3 dari 3 tulisan. Tulisan ke-1 dan 2 bisa di baca di sini dan di sana
Walaupun beberapa daerah di Sulawesi Selatan sama-sama menggunakan Bahasa Bugis, pemakaiannya tidak semuanya sama. Salah satu yang unik adalah di daerah Lise.

Selasa, 14 April 2015

Kekayaan Tutur Bugis

Tulisan ini bukanlah representasi pengetahuan saya tentang tutur Bugis karena saya tidak menguasai bahasa ini walau ada darah Bugis (berasal dari Ayah) dalam diri saya jadi, pasti masih banyak kekurangan di dalamnya. Tulisan ini hanyalah sedikit catatan mengenai apa yang saya alami dan amati. Sebelumnya, tulisan ini sempat saya kirimkan ke sebuah lomba pada tahun lalu tapi tidak berhasil memenangkannya. Waktu menuliskannya, saya berdiskusi dengan suami yang bisa menggunakan bahasa Bugis secara aktif. 
Tulisan  ke-2 dari 3 tulisan. Tulisan 1 bisa dibaca di sini 

Bahasa Bugis dan Makassar Berbeda

Jangan mengira suku Bugis dan Makassar itu sama, ya. Walaupun sama-sama mendiami provinsi Sulawesi Selatan, kedua suku ini berbeda.

Dinamisnya Urusan Honor Penulis

Asyiknya menulis di media yang terutama adalah bisa berbagi dengan banyak orang. Apalagi kalau medianya terdistribusi sampai ke kabupaten-kabupaten lain di seluruh provinsi ini.

Nah, salah satu daya tarik menulis di media adalah mendapat honor. Biasanya saya menagih ke media ybs di bulan berikutnya setelah tulisan dimuat. Biasanya sih langsung dikasih. Tinggal memperlihatkan KTP dan tanda tangan maka honor sudah bisa dikantongi.

Bulan Februari lalu, seperti biasa, saya datang ke media tersebut. Oleh resepsionis, saya disuruh menuliskan nama, nomor rekening, tanggal berapa tulisan dimuat, dan nomor telepon.

Oh, peraturan berubah, rupanya. Maka saya menuliskan semua yang diminta dan pulang ke rumah.

Keunikan Tutur Bugis

Tulisan ini bukanlah representasi pengetahuan saya tentang tutur Bugis karena saya tidak menguasai bahasa ini walau ada darah Bugis (berasal dari Ayah) dalam diri saya jadi, pasti masih banyak kekurangan di dalamnya. Tulisan ini hanyalah sedikit catatan mengenai apa yang saya alami dan amati. Sebelumnya, tulisan ini sempat saya kirimkan ke sebuah lomba pada tahun lalu tapi tidak berhasil memenangkannya. Waktu menuliskannya, saya berdiskusi dengan suami yang bisa menggunakan bahasa Bugis secara aktif. 
Tulisan 1 dari 3 tulisan 

“Ini Kita pe belebas?” lelaki yang berasal dari Manado itu bertanya kepada kawannya, seorang lelaki Bugis. Ia sedang mencari belebas (mistar)-nya. Ia mengenali mistar yang terletak di hadapan mereka berdua itu sebagai miliknya. Kitadalam dialek Manado, mengacu kepada kata ganti orang pertama tunggal, (saya).

Rabu, 08 April 2015

Ziarah ke Dunia Ophi Ziadah

Cerdas!

Kesan itu yang saya dapatkan tentang empunya blog http://www.ophiziadah.com/. Saya menyapanya dengan sebutan “Mak Ophi” karena kami akrab di grup Kumpulan Emak Blogger. Weits, akrab? Atau sok akrab? J

Sayangnya, saat ingin mengenalnya lebih dekat (lho, katanya akrab!?), saya tak menemukan “about me” di blognya. Saya harus masuk ke akun Google Plus-nya. Di situlah saya dapatkan keterangan ini:
Mom of Trio Alinga-Zaha-Paksi ~ Legislative Drafter ~ Love to Write = Writer Wanna Be ~ Dreamer ~ Aku selalu ingin bergerak karena aku yakin hanya dengan bergerak, cepat atau lambat aku akan sampai. Salam Silaturahim :)

Jumat, 03 April 2015

Menjelajahi Blog Lelaki Bugis

Mendapat tugas me-review blog seorang senior dalam dunia blogging dan citizen journalism dalam ajang Sipakatau-nya Komunitas Blogger Anging Mammiri, saya menjadi dumba’-dumba’ (deg-degan). Takut salah!

Mansyur Rahim alias Anchu, yang menggunakan nama Lelaki Bugis (Lebug) ini menjadi gampang diingat karena menggunakan nama yang unik dan juga memiliki penampilan yang unik dengan rambut keriting panjangnya yang khas.

Saya beberapa kali membaca tulisan di blognya dan terkesan dengan kreatifitasnya dalam mengolah ide. Misalnya dalam tulisan tentang Risna yang mendadak dijadikan selebriti oleh media elektronik tanah air, dia menyoroti tentang pemakaian istilah “artis social media” yang disematkan pada Risna oleh media-media itu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...