Senin, 29 Juni 2015

Komunikasi dan Edukasi Seksual untuk Anak di Era Digital (2)

Anda bisa membaca tulisan sebelumnya di sini dan di sini.

Yang cukup menggelikan, Tika menyentil kebiasaan orang tua yang membolehkan anak-anak mereka bermain dengan gadget mahal tetapi ketika anaknya menjatuhkan atau menumpahkan cairan kepada gadget tersebut, marah-marahlah orang tuanya, pakai teriak-teriak lagi.

“Orang tua begitu, nggak oke banget. Siapa suruh barang mahal dijadikan mainan. Buat anak itu hanya mainan. It’s just a toy! Kalau saya, mau saya tambah-tambahin begini: ‘Ayo, Nak, dijatuhin lagi, kalo perlu didudukin Ipad-nya!’ Biar saja orang tuanya gemas. Siapa suruh kasih anaknya main gadget,” kata Tika.

Minggu, 28 Juni 2015

Komunikasi dan Edukasi Seksual untuk Anak di Era Digital (1)

Tulisan pendahulu dari tulisan ini bisa di baca di sini

Urusan buka rekening di bank OCBC NISP – penyelenggara talkshow Komunikasi dan Edukasi Seksual untuk Anak di Era Digital sudah beres. Saya sudah berhak masuk ke ruangan Sandeq di hotel bintang 5 yang terletak di Jalan A. P. Pettarani ini.

Ruangan Sandeq dipenuhi orang-orang berpakaian merah atau bernuansa merah. Red was the dress code of this event. Mereka duduk di meja-meja bundar yang tersebar di dalam ruangan itu. Hanya sedikit orang yang duduk di kursi-kursi tanpa meja yang ditata beberapa saf di bagian belakang.

Sabtu, 27 Juni 2015

Tentang Lelaki dari Bank yang Tak Menghubungi Lagi

Syarat untuk mengikuti talkshow parenting yang menampilkan Tika Bisono – seorang psikolog kondang dari Jakarta sebagai nara sumbernya itu sebenarnya tak berat. Hanya membuka tabungan dan menyetor sejumlah dana. Tak ada yang perlu dibayar lagi, hanya membuka rekening. “Benefit-nya kembali kepada Moms,” demikian kata Mas Hilman – contact person dari Tabloid Mom and Kiddie yang menjadi salah satu sponsor acara ini.

Judul materi yang diberikan Tika Bisono pada tanggal 13 Juni itu menarik dan bermanfaat sekali: KOMUNIKASI DAN EDUKASI SEKSUAL UNTUK ANAK DI ERA DIGITAL. Walaupun demikian, saya sempat ragu, ikut atau tidak. Seorang lelaki – saya duga dari bank, menghubungi saya via ponsel beberapa kali. Ia meyakinkan saya, akan membantu urusan buka rekening sehingga saya tak perlu datang ke banknya. Katanya ia yang akan datang ke rumah saya membawakan formulir pengisian rekening. Formulirnya saja dulu, uangnya menyusul di lokasi acara. Saya pun berubah pikiran, menjadi lebih mantap hendak ikut talkshow tersebut.

Rabu, 24 Juni 2015

1/4 Kilogram dan 2 Ons yang Beda Jauh

Ini kisah nyata dan contoh bahwa Matematika memang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Pembeli: Berapa harga bawang merah seperempat kilo?
Penjual: Sembilan ribu rupiah.

Sang pembeli melihat ada bungkusan-bungkusan plastik kecil berisi sejumlah bawang merah maka ia bertanya.

Jumat, 19 Juni 2015

Serunya Ber-Augmented Reality dan Gebyar Tahapan BCA

Zaman kuliah dulu, saya pernah punya rekening tabungan sendiri, di bank pemerintah. Saat itu hanya bank itu satu-satunya yang mudah diakses karena kantornya ada di kampus. Setelah nikah, namanya ibu rumah tangga, rekening saya jadi “menyatu” dengan rekening suami di bank pemerintah yang lain. Beralih ke rekening bank ini karena di bank itulah gaji masuk tiap bulannya.

Saya lupa alasannya apa (soalnya sudah belasan tahun lalu), suami juga membuka rekening di BCA. Kalau saya duga,, karena kemudahan aksesnya. Waktu itu mesin ATM BCA jumlahnya jauh lebih banyak daripada ATM bank pemerintah. Tapi rekening BCA itu akhirnya ditutup setelah suami saya mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Pasalnya rekening itu mengharuskan saldo minimal sebanyak Rp. 500.000. Saldo minimal itu tidak bisa selalu kami penuhi. Kembalilah rekening bank “menyatu” lagi ke rekening bank pemerintah.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...