Selasa, 02 Desember 2014

Giveaway: Istri yang Baik

Tulisan ini merupakan sticky post, akan tetap berada di urutan teratas sampai insya Allah tanggal 2 Desember, bila Anda ingin membaca tulisan terbaru saya, ada di bawah postingan ini J

Jumat, 21 November 2014

Pekerja Kantoran Juga Butuh Traveling

Judul buku: Employee Traveler of the Month: Lombok Series
Penulis: Dan Sapar
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-02-3610-0
Ketebalan: 247 halaman

Barangkali ini satu-satunya buku traveling yang dikemas dengan cara berbeda. Seolah dua buku berjudul Employee Traveler of the Month dan Lombok Series yang saling didempetkan, penyajiannya begitu menawan karena dituliskan dengan bahasa gaul dengan selipan-selipan kelucuan khas penulisnya. Membaca setiap halamannya menimbulkan keasyikan tersendiri karena selain gaya bertutur penulisnya khas, disain buku ini menarik. Selain disain sampulnya yang sangat eye catching, ada aksen dan huruf berwarna biru yang apik mewarnai seantero halaman buku. Sungguh buku yang tidak membosankan.

Mari simak gaya bertutur penulisnya: tarif bemo ini sekali jalan jauh-dekat harganya sama yakni Rp. 3.000,00, nggak peduli mo cakepnya kayak Asmirandah sekalipun atau udah punya pacar sepuluh pun harga tetap sama. Jomblo menahun pun tarifnya tetap sama meski masang muka paling memelas sekalipun sambil bilang ke sopirnya, “Bang, saya jomblo udah sepuluh tahun!” (halaman 37).

Senin, 17 November 2014

6 Kriteria Tempat Kursus Komputer, Kursus Web, dan Kursus SEO Terbaik

Banyak orang yang menyadari bahwa di zaman ini, untuk dapat memiliki daya saing tinggi, kemampuan dan keterampilan – baik soft skill maupun hard skill harus ditingkatkan. Soft skill contohnya adalah kemampuan public speaking dan kemampuan memimpin. Sementara hard skill contohnya adalah keterampilan menggunakan komputer. Maka contoh spesifik upaya yang dilakukan adalah mencari tempat kursus komputer, kursus web dan kursus SEO terbaik.

Referensi dari mulut ke mulut melalui kawan atau kerabat biasanya menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari tempat kursus. Namun demikian ada cara lain yang bisa digunakan untuk mencari informasi, yaitu melalui internet.

Kursus komputer banyak sekali. Dalam memilihnya, tentu kita tak mau asal-asalan. Ada 6 kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih tempat kursus yang tepat, seperti:

Minggu, 16 November 2014

Begini Rasanya Bila Bertemu Anggota Barisan Sakit Hati

"Anaknya yang besar kelas berapa, Bu?" tanya seorang ibu.

"Kelas dua es em pe," jawab saya sopan.

"Es em pe mana?"
tanyanya lagi.  Saya lalu menyebutkan nama sekolah si sulung.

"Cucuku mau saya masukkan di situ, Bu. Tapi tidak lulus. Padahal bagus ji tes mengajinya. Bagus ji tesnya yang lain, ndak tahu juga kenapa ndak lulus. Jadi saya masukkan di SMP A," ibu itu menyebut nama SMP swasta. Nama sekolah itu baru saya dengar.

Untuk masuk di sekolah Affiq ada serangkaian tes yang harus dijalani. Selain tes-tes tertulis 3 bidang studi yang diujiannasionalkan dan tes Pendidikan Agama Islam, ada pula tes tilawah.

"Kalau di sekolahnya anak ta' banyak yang didapat pakai shabu-shabu, isap lem. Kalo di sekolahnya cucuku bagus ki. lebih bagus lagi dari sekolah anak ta'. Di sekolahnya anak ta' banyak permainan," cerocos ibu itu lagi.

Sabtu, 15 November 2014

Sensasi yang Berbeda di Kompasiana

Semua bidang tulis-menulis yang coba saya jelajahi memiliki sensasinya masing-masing ketika sampai pada sebuah titik yang membahagiakan (maaf bila sedikit lebay ya he he he). Misalnya sebagai kompasianer (penulis Kompasiana), saya sesekali mengidamkan menempati posisi headline. Terakhir tulisan saya masuk headline itu sudah lama sekali, pada bulan Januari 2013 lalu.

Tak terduga tulisan yang saya posting tadi malam menempati index headline sejak tadi malam hingga malam ini. Rasanya itu “sesuatu banget” walaupun menulis di Kompasiana tidak ada honornya karena Kompasiana ini semacam blog juga, tempat jurnalis warga biasa menuliskan catatan-catatan mereka.

Kenapa menjadi headline (HL) itu membahagiakan? Karena jelas, hal itu tak mudah. Admin Kompasiana memilih sedikit dari ratusan (atau ribuan?) tulisan yang masuk setiap harinya tentunya dengan kriteria tertentu. Salah satunya – kalau boleh sedikit sok tahu – saya kira dari nilai beritanya. Karenanya, mereka yang membuka www.kompasiana.com biasanya akan melihat dulu tulisan-tulisan apakah yang ada dalam daftar HL.

Bukan Pak Satpam

“Helmnya Athifah beberapa kali ketinggalan di sekolah. Pernah malah disimpankan sama pak satpam,” Mama dan Tante Leha membincangkan tentang Athifah dan helmnya.

Pagi itu Afyad ribut menyuruh Athifah mengambil helmnya. Dia suka memperhatikan kelengkapan kakak-kakaknya sebelum ke sekolah, terutama helm. Menjelang berangkat ke sekolah baru disadari bahwa helm berwarna pink itu ketinggalan di sekolah.

“Bukan pak satpam. Kepala sekolahku namanya Pak Sappa!” Athifah menyela perkataan Mama.

“Maksud Mama, helm Athifah kan waktu itu pernah disimpankan sama pak satpam karena ketinggalan di sekolah, bukan di kelas,” Mama menerangkan.

Jumat, 14 November 2014

Sensasi Rasa Deg-Degan yang Terbit Kemudian

Sensasi rasa “deg-degan” saya rasakan sehubungan dengan kelahiran buku duet saya bersama Vina Sjarif. Lho koq deg-degan, bukannya lega plus senang? He he he lega dan senang tentu saja ada. Karena obsesi untuk menerbitkan buku di penerbit mayor sehingga buku itu beredar di jaringan toko-toko buku Gramedia seindonesia tercapai. Tapi lantas kemudian deg-degan karena belum tahu apakah buku ini penjualannya bagus atau tidak.

Kalau tidak, buku Agar Dicintai Suami Layaknya Sayyida Khadijah ini keberadaannya tidak akan bertahan lama di toko buku. Peredaran buku di Gramedia teramat cepat. Bagaikan hukum rimba, siapa yang kuat maka dialah yang akan bertahan. Kuat di sini maksudnya, penjualan bukunya bagus.

Maka mencapai best seller adalah impian berikut yang sepertinya tergantung amat tinggi di langit-langit asa. Bisakah buku ini menjadi salah satu yang mencapai angka penjualan yang bisa dikategorikan best seller?

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...