Sabtu, 29 Agustus 2015

Afyad, Si Pembuat Keterkejutan

Hari-hari bersama Afyad adalah hari-hari penuh keterkejutan. Begitu kata Mama. Halah, istilah apa itu ya. Maksudnya, Mama mau bilang bahwa, hari-hari bersama si bungsu ini bukan sekadar kejutan. Lebih menyerupai hari-hari yang membuat Mama terkejut. Hmm, apa kedua kata ini kelihatannya sama, ya?

Mama mau menggambarkannya berbeda. Begini penjelasannya. Kalau suatu hari tiba-tiba dapat tulisan penuh kata-kata cinta dari Athifah, itu namanya kejutan. Nah, kalau sedang yakin situasi aman terkendali lalu setelah mengetikkan beberapa kalimat di notebook kesayangan, Mama berjalan keluar kamar, ke arah ruang makan dan mendapati 5 buah gelas kaca berlengan sudah terisi penuh air di atas meja makan, kelima-limanya. Ditambah satu botol plastik ukuran 1,5 liter air juga sudah terisi penuh, dengan lantai di sekitar tempat berdiri Afyad basah ... nah ... itu namanya terkejut. Akibatnya tentu saja, setelah itu Mama harus membereskan semuanya.

Rabu, 26 Agustus 2015

Bedah Kasus Pernikahan Dini dan KDRT Salah Kaprah

Tulisan ini merupakan tulisan ke-8 mengenai Pelatihan Jurnalistik Membangun Perspektif Perempuan dan Anak dalam Pemberitaan (LBH APIK, 10 – 11 Agustus 2015). Tujuh tulisan sebelumnya adalah: Menggugah Kepedulian Jurnalis Melalui Kritik MediaKekerasan dan MediaAgar Media Berperspektif Gender, Sudut Pandang Hukum yang Bisa Digunakan dalam Menulis Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak, Isu Anak, Bukan Hanya Engeline, Pentingnya Peran Media dalam Melindungi Hak Anak, dan Sekilas Tentang Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak

Ibu Rosniati Sain, pada hari kedua menyampaikan kepada para peserta pelatihan bahwa peran serta masyarakat diharapkan dengan tidak memberikan label negatif. Ketika anak mengalami kekerasan atau anak berhadapan dengan hukum ketika dikembalikan ke masyarakat tidak ada sedikit pun cap diberikan kepada anak tersebut. Dia diterima seperti sedia kala (hmm, biasanya ini sulit ya, kebanyakan orang suka memberikan label “anak nakal” kepada anak yang pernah berhadapan dengan hukum).

Selasa, 25 Agustus 2015

Sekilas Tentang Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak

Tulisan ini merupakan tulisan ke-7 mengenai Pelatihan Jurnalistik Membangun Perspektif Perempuan dan Anak dalam Pemberitaan (LBH APIK, 10 – 11 Agustus 2015). Enam tulisan sebelumnya adalah: Menggugah Kepedulian Jurnalis Melalui Kritik MediaKekerasan dan MediaAgar Media Berperspektif Gender, Sudut Pandang Hukum yang Bisa Digunakan dalam Menulis Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak, Isu Anak, Bukan Hanya Engeline, dan Pentingnya Peran Media dalam Melindungi Hak Anak. Tulisan ini disarikan dari materi yang dibawakan oleh Pak Rusdin Tompo.

Wawasan mengenai pemberitaan yang patut untuk isu anak bertambah melalui pelatihan ini. Pak Rusdin Tompo, memaparkan dasar-dasar hukum yang bisa dijadikan tinjauan agar dapat lebih mengedukasi masyarakat dan juga lebih membuka persoalan mengenai apa yang sedang terjadi.

Senin, 24 Agustus 2015

Menjadi Muslimah yang Merdeka dari Ketakpedulian pada Perasaan Saudarinya

Perempuan itu, sebut saja namanya Tria, setengah kesal. “Niar, jangan kau ajak-ajak lagi saya ikut kajian Jumat. Saya tidak mau. Tidak akan mau!”
Niar hanya bisa menelan ludahnya sendiri. Tak tahu mau bilang apa lagi. Sudah sebulanan ini dia membujuk-bujuk Tria untuk ikut kajian Jumat khusus akhwat di sekolah. Akhirnya bujuk-rayunya berhasil. Tria yang sehari-harinya rada tomboi, dengan rok abu-abunya yang di atas lutut itu pun mau menuruti ajakannya. Mungkin karena tak enak saja pada Niar. Daripada nyaris tiap hari mendengar rengekannya, Tria menuruti saja ikut kajian Jumat hari ini.

Pentingnya Peran Media dalam Melindungi Hak Anak

Tulisan ini merupakan tulisan ke-6 mengenai Pelatihan Jurnalistik Membangun Perspektif Perempuan dan Anak dalam Pemberitaan (LBH APIK, 10 – 11 Agustus 2015). Lima tulisan sebelumnya adalah: Menggugah Kepedulian Jurnalis Melalui Kritik MediaKekerasan dan MediaAgar Media Berperspektif Gender, Sudut Pandang Hukum yang Bisa Digunakan dalam Menulis Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak, dan Isu Anak, BukanHanya Engeline.

“Sebenarnya banyak agenda dan isu yang butuh dukungan tapi justru tidak dibantu dari sisi pemberitaan,” hal ini dikatakan Pak Rusdin Tompo di sesinya, hari kedua pelatihan.

“Anak-anak dari pemotongan hewan di Tamangapa (kabupaten Gowa – Sulawesi Selatan, red), yang setiap harinya terlibat dalam pekerjaan pemotongan daging, pernah diliput oleh BBC London. Apakah pernah diliput media lokal?” Pak Rusdin memberi sebuah contoh.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...