Rabu, 03 Februari 2016

Nearby Mudagaya, Si Cantik Penyelamat Barang-Barang Mini

Saya yang terbiasa memakai tas yang terbagi sekurangnya tiga bagian, mendadak ribet ketika tas kesayangan itu rusak. Pasalnya memakai tas berukuran agak besar dengan hanya satu bagian besar membuat saya suka rempong sendiri mencari barang-barang kecil.

Misalnya ketika di sebuah kegiatan, ada teman yang ingin meminjam flashdisk, saya harus mengeluarkan satu per satu bawaan saya yang sebagiannya berukuran imut-imut. Kebayang kan, seperti apa rempongnya. Mulai dari buku-buku, tisu, pulpen, dan lain-lain harus dikeluarkan terlebih dulu lalu diletakkan di atas meja.

Selasa, 02 Februari 2016

The Backyardigans: Rumah Dongeng di Rumata’

Athifah menikmati sekali setiap hari Ahadnya, berkegiatan dengan Rumah Dongeng – sebuah komunitas yang didirikan Kak Heru – seorang pendongeng terkenal di Makassar bersama Kak Wiwik – istrinya. Sudah sekira sebulanan ini Rumah Dongeng berkegiatan di halaman belakang Rumata’ Artspace – sebuah rumah budaya di Makassar. Rumah budaya di sini maksudnya, tempat di mana kegiatan yang sehubungan dengan budaya ataupun seni dilakukan.

Saya jadi ingaf film animasi anak-anak – The Backyardigans yang menceritakan tentang anak-anak yang sering bertemu dan bermain di halaman belakang rumah mereka. Rumah-rumah mereka “dipertemukan” halaman belakangnya. Dan halaman belakang menjadi tempat favorit mereka untuk bermain. Biasanya permainan yang mereka mainkan adalah bermain peran. Nah lakon yang mereka perankan itulah yang kemudian menjadi isi cerita dari film-filmnya. Anak-anak Rumah Dongeng ini sepertinya mirip, ya dengan anak-anak di Backyardigans itu?

Senin, 01 Februari 2016

Clutch Mudagaya, Trendi untuk Perempuan Aktif Masa Kini

Bagi perempuan aktif di zaman ini, membawa gadget berupa tablet merupakan kewajaran. Beberapa kawan perempuan yang bekerja di industri kreatif, sering kali bertemu rekan kerja mereka (baca: meeting) di tempat umum semisal kafe. Nah, untuk urusan pekerjaan itulah tablet dibutuhkan.

Ketimbang membawa laptop, lebih baik membawa tablet. Tablet secara umum bisa difungsikan seperti laptop. Bentuknya pun lebih ringkas. Jauh lebih tipis dan ringan. Daripada bawa-bawa laptop, kan rempong. Belum lagi kalau bawa anak. Rempongnya bisa sampai dua kali lipat.

Minggu, 31 Januari 2016

Kumpul Blogger di Gathering Komunitas Blogger Anging Mammiri

Acara kumpul-kumpul komunitas blogger Anging Mammiri (AM) kali ini berbeda. Bukan hanya karena berbeda nama – yang dulu biasanya disebut dengan “tudang sipulung”, sekarang diistilahkan dengan “gathering”, melainkan karena kali ini saya jadi salah satu nara sumbernya, bersama dengan Daeng Ipul – salat seorang blogger senior di kota ini.

Sempat minder juga soalnya sewaktu saya mulai serius ngeblog (kembali), Daeng Ipul ini sudah mantap sekali jadi blogger. Saya dulu suka intip-intip blognya. Tapi, ya ... siapa tahu saja saya bisa sharing hal bermanfaat, kenapa tidak. Maka saya memenuhi tawaran Nunu – sang ketua baru komunitas blogger Anging Mammiri. Lalu ke sanalah saya, di Kedai Pojok (KePo) Adhyaksa, di jalan Adhyaksa Makassar, pada tanggal 23 Januari lalu.

Sabtu, 30 Januari 2016

Kalau Cepat Jual Apartemen ...

Bagi mereka yang sangat ingin menjual sesuatu mungkin sedang mengalami kebutuhan dalam hal keuangan. Contoh nyata yang sering kita lihat adalah menjual aset yang cukup besar seperti properti yang berupa tanah atau bangunan. Kalau kita tiba-tiba butuh biaya besar dan punya aset seperti itu, bisa jadi menjual properti menjadi satu-satunya solusi yang dipikirkan.

Kasihan Pedagang Laguna

Athifah menghampiri Mama, "Mama, apa maksudnya pedagang di laguna? Pedagang di pantai?"

Mama yang lagi asyik mengetik mengangguk saja. Gadis ini sedang menonton berita tentang kota kami.

Gadis mungil ini kemudian berkata lagi, "Iih, Pak Danny Pomanto (wali kota Makassar) katanya melarang pedagang kaki lima berdagang di pinggir pantai. Kenapa, Ma?"

"Karena rantasa' (berantakan/jorok - Mks) ki mereka," jawab Mama lagi.

"Iih na tidak ji," jawab Athifah.

Dalam hati, Mama pengen ngikik. Putri mungilnya ini sotta (sok tahu) sekali, deh. Belum apa-apa sudah membela pedagang kaki lima yang dilarang berjualan di Pantai Losari. Tapi bagus juga, ya, dia sudah punya insting membela rakyat kecil.

"Biasanya mereka suka buang sampah sembarangan," jawab Mama lagi.

"Iya juga, sih," jawab nona mungil ini sambil berlalu, kembali ke depan televisi.

*Wuaaah, reaksinya elegan sekali* o.O

Makassar, 30 Januari 2016

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...