Kembalikan Gigi!

Afyad marah-marah.
"Kasih kembali!" katanya.

Tak lama kemudian Athifah datang mendekat. Ia melapor, "Afyad marah karena gigiku tercabut sendiri. Maunya dia, gigiku dicabut dokter gigi."

Diam-diam Mama bersorak. Pasalnya, sudah beberapa kali gigi Athifah berhanti tapi tak pernah jatuh sendiri. Entah terlalu takut atau terlalu cengeng, setelah dipaksa ke dokter atau mantri gigi baru giginya bisa tanggal. Itu pun pakai drama luar biasa, yang mana Athifah nangis-nangs kejer bikin Mama minder dan malu. Mama khawatir, takut puskesmas dan klinik yang mereka datangi jadi rusak nama baiknya gegara ada anak yang jejeritan histeris di situ.
Baca selengkapnya

5 Kasus Mutasi Genetik di Dunia Nyata

Pernah dengar berita pohon pisang yang berbuah dengan cara tidak biasa, tidak? Misalnya ada yang berbuah pada batangnya atau buah pisang yang keluar dari pangkal batang yang telah ditebangnya[1]. Nah itu contoh mutasi genetik pada tumbuhan. Ada juga kasus seperti ini: manusia yang tubuhnya tinggi sekali atau sebaliknya, sangat kerdi. Ada juga orang jumlah jemari lebih dari lima. Nah, itu contoh kasus mutasi genetik pada manusia. 
Baca selengkapnya

Menuju Layanan Kesejahteraan Anak yang Holistik dan Komprehensif

Dimuat di BaKTI News No. 129 September - Oktober 2016

Masih ingat kasus seorang oknum dosen di Cibubur, bersama istrinya menelantarkan kelima anaknya pada tahun 2015 lalu? Sepasang suami istri itu akhirnya dijerat dengan pasal 76 (b) dan pasal 77 (b) Undang-Undang 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Mau tahu yang lebih ekstrem lagi? Ada orang tua yang menjadikan anak perempuannya sebagai pekerja seks komersial! Sebagian dari kita pasti merasa aneh dan ingin merutuki yang demikian. Karena sudah seharusnyalah orang tua sendiri yang paling berperan melindungi anak, bukan menelantarkan atau menjualnya. Namun, begitulah kenyataannya. Hal-hal yang ekstrem itu bisa saja terjadi. Bahkan profesi dan pendidikan akhir pelaku yang sangat terhormat di tengah masyarakat sekali pun tidak mampu menghalanginya dari perbuatan tercela.
Baca selengkapnya

Berani Benar Saya Menerima Ajakan Baca Puisi Rendra di Depan Banyak Orang!

Saya belum pernah baca puisi, jadi awalnya saya pikir mudah saja menolak tawaran Anna untuk ikut meramaikan pembacaan puisi pada ajang bertajuk Membaca WS Rendra di UPRI (Universitas Perjuangan Indonesia) yang dilaksanakan tanggal 19 November lalu. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya, masih bulan Oktober, Anna sudah meminta kesediaan saya.
Baca selengkapnya

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-9: Transformasi Perpustakaan Digital di Era Digital Native

Saya baru tahu ada yang namanya Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) saat acara tahunan nasional ini sudah dilaksanakan sebanyak 8 kali dan pelaksanaan pada tanggal 8 – 9 November lalu itu sudah merupakan pelaksanaan ke 9! Aish aish, masih kudet (kurang update) saya, yah. Itu pun saya tahu acara ini karena saya dapat kerjaan freelance selama 2 hari itu. Kalau tidak, mungkin saya tidak ngeh.
Baca selengkapnya

Asri Rahayu, Blogger Jogja yang Kreatif dan Aktif

Asri Rahayu. Saya terkagum-kagum dengan aktivitasnya. Gadis ini sehari-harinya bekerja kantoran di sebuah perusahaan outsorcing di Yogyakarta tetapi masih sempat ngeblog di http://www.asrirahayu.com/ dan www.peekthebook.blogspot.co.id. Di bulan-bulan kemarin, Asri rajin sekali mengisi blog pertama yang dinamainya “My Scrap Book”. Ada yang terisi sampai 22 tulisan dalam sebulannya. Sayangnya dalam bulan November ini, Asri belum posting satu pun di blog pertama. Ah, pasti dia sedang sangat-sangat sibuknya di bulan ini. Etapi ternyata Asri tidak vakum-vakum amat, di blog yang satunya – di blog buku yang dinamainya “Peek a Book”, sudah ada 15 tulisan di bulan November ini. Ooh, rupanya Asri sedang berkonsentrasi pada blog bukunya. Jadi ingat blog buku saya yang sudah lama tak terisi ... hiks.
Baca selengkapnya

Tulisan menarik lainnya: