Lucunya Kurir Zaman Now - Mengamati dunia para kurir sekarang, kadang-kadang bikin geli sendiri namun sesekali ada gemas-gemasnya juga. Kisah yang paling menggemaskan baru saja saya tuangkan dalam tulisan berjudul Kisah Paket Nyaris Melayang dan Kurir Tanpa Kata Maaf. Silakan baca tulisan itu jika belum membacanya ya 😊.
Sekarang saya mau cerita yang lucu-lucu saja. Saya tuh
ikut-ikutan kebiasaan para customer service zaman now, dengan
menyapa orang di balik akun aplikasi media sosial, marketplace, ataupun
aplikasi chat dengan sebutan “KAK”.
Sebenarnya bukan hal baru karena di dalam dunia
kreatif yang saya geluti, ada juga kebiasaan saling memanggil KAK. Siapa yang
disapa sebagai KAK, juga menyapa balik dengan “KAK” – tak berbatas umur. Berbeda
halnya jika sudah akrab dan sudah tahu umur yang menyapanya, maka disapa dengan
nama saja atau “DEK”.
Jadi, ketika saya mencoba beramah-tamah dengan menyapa
KAK kepada seorang pergawai Perusahaan ekspedisi yang pernah memberi nomornya
kepada saya, guna mencari tahu mengenai kurir yang tidak menyampaikan paket putri
saya, terjadi hal yang tidak saya duga sebelumnya.
Orang yang saya hubungi itu menyapa balik dengan DEK – mungkin karena nomornya saya peroleh di acara kampus dan saya memperkenalkan diri sebagai orang yang bertemu dengannya di acara kampus, dia kira saya mahasiswa. Berarti dia lupa telah memberikan nomornya pada seorang ibu yang terselip bersama teman-teman komunitas ibu-ibunya di acara itu. 😀
Sepersekian detik saya bengong namun akhirnya saya memilih menikmati saja disapa DEK walaupun umur si “kakak” ini mungkin sepantaran anak sulungku. Jarang-jarang kan mamak paruh baya ini dipanggil DEK sekarang. Kalau dipanggil KAK masih sering sih, sering juga dipanggil TANTE. 😁
Satu
lagi yang tak saya duga, biasanya kurir kan berteriak begini: “PAKEEET!” Nah,
ada kurir yang sering mengantarkan paket ke area sekitar rumah tidak
berteriak begitu. Dia memanggil-manggil nama yang punya paket dari luar pagar.
Saya
pernah mendengar dia meneriakkan “YUDIII!” untuk memberikan paket milik Pak
Yudi, tetangga depan rumah. Waktu mendengarnya, saya merasa geli … ngapain
si kurir ini, kayak teman Pak Yudi saja. Ternyata suatu hari saya dapat
giliran.
Kurir
itu berteriak di depan pagar: “MUGNIAAAR!” Kaget dong padahal sudah
pernah kudengar teriakan seperti itu tapi saat nama sendiri yang diteriakkan
tetap saja kaget ahaha. Gimana tidak kaget, soalnya sekarang
tidak ada orang yang berteriak memanggil namaku seperti itu.
Beda halnya sekian puluh tahun lalu, mungkin saja ada yang berteriak seperti itu – yaitu teman sekolah yang datang menyambangi, sekadar bertamu atau mengajak main. Siapa yang berani memanggil-manggil nama orang tua seperti itu? Tukang paket, ternyata, Gaes! 😅
Kupikir-pikir masih mendingan sih, daripada
kurir yang kuceritakan pada tulisan Kisah Paket Nyaris Melayang dan Kurir Tanpa
Kata Maaf itu, dia sama sekali tidak memanggil-manggil di depan pagar, juga
tidak sekadar membunyikan pagar seperti kurir-kurir lainnya.
Andai dia melakukannya, pasti ada orang rumah yang
mendengar karena kami ada di dalam rumah. Tentunya tak ada yang mendengarnya
karena dia tak melakukan sama sekali,
bukan? Jujur, masih gemas kalau mengingat si kurir yang anti meminta maaf itu. Kalian
punya kisah lucu atau menggemaskan dengan
kurir? Share, yuk!
Makassar, 14 Januari
2026
Share :

0 Response to "Lucunya Kurir Zaman Now"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^