Showing posts with label Memaknai peran IBU. Show all posts
Showing posts with label Memaknai peran IBU. Show all posts

Happy from the Inside Out: Bahagia Itu Pilihan Sekaligus Keharusan

Jujur saja, setelah beberapa kali ikut acara, baik yang bertujuan untuk sharing pengetahuan parenting maupun pengembangan diri, barulah saya menyadari suatu hal. Yaitu bahwa rasa BAHAGIA itu kita usahakan sendiri. Sebab KEBAHAGIAAN besar peranannya dalam kehidupan kita.


BAHAGIA Adalah Pondasi


Mengapa? Karena dengan berbahagia, akan memudahkan kita menjadi orang yang positif. Persepsi atas apapun itu mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi, termasuk perasaan. Makanya rasa bahagia harus diusahakan, bukannya dipasrahkan kepada keadaan.

Pada bulan November tahun lalu, saya menghidari parenting workshop. Inilah salah satu pengalaman saya. Kalian bisa membaca pengalaman saya pada tulisan berjudul Grow Happy: Orang Tua Bahagia Pangkal Anak Sehat dan Cerdas untuk lebih jelasnya.

Nah, pada tanggal 17 Juli kemarin, saya menghadiri talkshow serupa yang berlangsung di Iconik Café, Jalan Amanagappa. Topiknya Happy from the Inside Out dan disajikan dengan interaktif. Psikolog Elizabeth Santosa, M. Psi, Psi, SFP, ACC kembali menjadi salah satu pembicara sebagaimana tahun lalu.

Happy from the Inside Out


Selain psikolog yang akrab disapa MISS LIZZY ini, hadir pula Brand Executive Nestle LACTOGROW – Pramudita Sarastri dan Dokter Spesialis Anak – Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) sebagai nara sumber yang berbicara mengenai pentingnya acara yang diselenggaakan ini berdasarkan sebuah penelitian dan dari sisi  ilmu gizi.

Mbak Pramudita Sarastri

Pramudita Sarastri mengatakan penting bagi orang tua untuk merasa happy dulu karena kebahagiaan keluarga datangnya dari orang tua. Bukan tanpa sebab Pramudita mengatakan hal itu. Bedasarkan sebuah penelitian di Indonesia, para ibu tidak memperhatikan kebahagiaan anak padahal kebahagiaan adalah salah satu pondasi.

Maka dari itu Nestle LACTOGROW mengajak para orang tua mendukung buah hatinya untuk tumbuh bahagia dengan menggelar workshop Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out. Slide di depan kami menunjukkan quote dengan latar belakang gambar ibu dan anak yang bahagia:
Happiness is not a given. To grow happy is a choice we make every day.

BAHAGIA Adalah Pilihan yang Harus Diupayakan


Nah lho. Ini yang harus kita sadari, bahwa kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan yang keberadaannya harus diusahakan setiap harinya. Tidak bisa semena-mena, mentang-mentang ibunya lagi bad mood lantas menularkan emosi negatifnya ke seantero rumah. Ini sih utamanya menjadi catatan buat saya.

A happy child has higher chance of a healthy development and success later in life.
Adalah quote berikut yang tampil di layar. Kutipan ini makin membuat saya makin yakin akan pentingnya mengusahakan kebahagiaan dalam keluarga. Dan kebahagiaan bisa diupayakan melalui nutrisi. Bagaimana hubungannya, hal itulah yang disampaikan oleh Dokter Ariani.

Dokter Ariani

Mengupayakan Kebahagiaan Melalui Nutrisi


Jaman now, sudah dipahami bahwa memperhatikan pemberian nutrisi kepada buah hati penting diupayakan pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Masa emas ini dimulai sejak terjadinya pembuahan hingga 1000 hari ke depannya.

Semua penyakit dimulai dari dalam usus [Hippocrates]
Saluran pencernaan adalah aset untuk sistem pertahanan tubuh terbaik kita (60 – 70% dari keseluruhan daya tahan tubuh). Total luas area usus sekitar 200 meter persegi. Di dalamnya ada 100 miliar bakteri – bakteri baik dan “jahat”.

Memang semua makanan melalui saluran pencernaan, termasuk usus. Tapi tidak semua makanan terserap dengan baik, lho di usus kita. Itulah pentingnya ada asupan dari luar yang mengandung probiotik (mikroorganisme hidup yang pada jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik pada saluran pencernaan kita).


Kalau dirinci, peranan bakteri baik pada tubuh kita adalah: untuk menjaga kekebalan tubuh, mencerna serat dan menghasilkan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran cerna, melindungi dari penyakit, dan melindungi usus dari mikroba dan zat berbahaya lainnya.

Nah, probiotik yang kita bicarakan di sini adalah Lactobacillus reuteri. Keunggulannya adalah: dapat bertahan pada pH rendah dan lingkungan yang diperkaya enzim, dapat menempel pada epitelium untuk interaksi host – probiotik, mampu berkompetisi dengan mikroorganisme patogenik, dan aman.

Probiotik ini sudah terbukti bermanfaat bagi tubuh. Dokter Ariani mempresentasikan data dari penelitian yang bersangkutan. Paparannya menunjukkan bahwa probiotik ini bermanfaat dalam mengatasi diare, konstipasi, kolik, suasana hati, dan bagi kecerdasan.

Para pemenang kuis interaktif

Setelah Dokter Arianti, giliran Miss Lizzy memaparkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membahagiakan anak.
Tugas orang tua adalah membuat anak Bahagia. Tugas menjaga kebahagiaan itu tidak gampang. Kalu mau bahagia, harus memaksa diri,” ujar Miss Lizzy.

Nah, jelas kan maksud judul di atas:
Bahagia itu pilihan sekaligus keharusan!

Mengapa kebahagiaan penting diusahakan bagi buah hati kita?


Untuk pertanyaan ini, saya pindahkan ke sini pernyataan ahli yang dikutip oleh Miss Lizzy:
Seorang anak yang dicintai dan memiliki pola asuh yang baik sejak dini akan memiliki hippocampus 10% lebih besar. Yaitu bagian otak yang penting untuk proses belajar, memori, repon terhadap stress. Secara umum dapat diasumsikan bahwa masa kecil yang dipenuhi oleh cinta ibu adalah masa kecil yang bahagia [Joan L. Luby (2012) – Professor Child Psychiatry].

Kesehatan emosional atau kebahagiaan di masa kecil adalah hal yang paling tepat untuk memprediksi life satisfaction dan well being pada orang dewasa. Hal ini paling berpengaruh daripada hal lainnya seperti prestasi, pekerjaan, atau kekayaan [Professor Richard Layard (2013)].

Pertanyaan yang diberikan kepada sejumlah responden memperlihatkan hasil jauh lebih besar aktivitas yang dilakukan oleh anak dengan orang tua atau saudaranya (40%), setelah itu alasan lainnya.

Yang Bisa Orang Tua Lakukan Agar Anak Bahagia


Miss Lizzy

Kebahagiaan harus diupayakan semaksimal mungkin, stimulasi perkembangan otak anak akan berlangsung maksimal pada anak yang berbahagia. Lalu muncullah pertanyaan, “Bagaimana membesarkan anak agar tumbuh bahagia?” Well, ini dia jawabannya:
  • Makanan makanan bergizi tepat waktu.
  • Manfaatkan waktu bermain dan ekplorasi.
  • Mengekspresikan emosi positif (mampu mengenali dan mengekspresikan).
  • Cukupi waktu tidur.
  • Berikan cinta tanpa syarat.
  • Antusiaslah saat mendengarkan anak (be an active listener).

Untuk orang tua, Miss Lizzy memberikan tips terkait ekspresi emosi positif: memberikan dan mengungkapkan apa yang kita syukuri kepada dunia. Praktik sederhananya, di rumah, tanyakan ini kepada anak/pasangan/diri kita: “Ada kabar baik apa hari ini?”


Orang tua yang mampu mengekspresikan emosi positif akan menuai manfaat: perubahan positif dalam aspek emosi anak, meningkatkan energi anak, meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan anak saat dewasa, anak menjadi optimis, dan anak mampu empati.

Selain itu, dengan mengakomodir waktu bermain dan eksplorasi anak, menurut Donna Mathews, PhD manfaat yang diperoleh adalah: meningkatkan kebahagiaan, baik untuk tumbuh-kembang secara fisik dan mental, meningkatkan kemampuan kognitif, dan anak mampu memahami “cara kerja” lingkungan dan dunia sekitar.

Praktik yang bisa dilakukan dengan anak, meskipun saat di rumah adalah dengan mencari pengetahuan “mengapa begini, mengapa begitu” terkait alam, misalnya serangga. Salah satu contohnya, Miss Lizzy meminta kami menebak serangga manakah yang berbahaya di alam bebas – apakah yang berwarna menyolok ataukah bangkai serangga?

Penjurian game.

Serunya pengalaman hari itu. Apalagi ketika kami dibagi berkelompok-kelompok dan mengikuti game membuat menu untuk anak menggunakan clay. Hadiahnya ada dong. Begitu pun sejumlah kuis diberikan, juga memberikan hadiah kepada para pemenangnya.

Senang sekali, saya mendapatkan banyak tambahan wawasan lagi. Dalam hati saya membatin, ingin mengupayakan kebahagiaan sebaik mungkin untuk anak-anak walaupun ada berbagai keterbatasan di sekeliling kami. In syaa Allah.

Foto bersama para mamak blogger. Foto: Nanie


Makassar, 24 Juli 2019

Simak juga tulisan-tulisan sebelumnya:


Baca selengkapnya

Setelah Huru-hara SBMPTN dan PPDB: Belajar dari Proses

Sebagaimana yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya bahwa SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini istimewa bagi saya maka saya menuliskannya secara khusus di sini.
Baca selengkapnya

Setelah Huru-hara SBMPTN dan PPDB: Jauh dari "Orang Dalam"

SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini jadi istimewa bagi saya. Karena saya dan dua anak kami menjadi yang terlibat di dalamnya. Si sulung Affiq tamat SMA sementara si tengah Athifah tamat SD. Istimewanya lagi, ada perubahan pada penyelenggaraan SBMPTN dan PPDB tahun ini.
Baca selengkapnya

Drama Ojek Online: Ketika Si Bungsu Dituduh Merusakkan Mobil

Drama Ojek Online - “Bu, anak ta’ kasih rusak itu,” tunjuk driver mobil ojek online yang kami tumpangi menuju gedung Haji Bate di Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Mata saya beralih pada pegangan pintu mobil di samping si bungsu yang ditunjuknya, pada bagian dalam pintu mobil yang ditunjuk si driver di jok depan. Terlihat ada yang tak beres di situ. Ada bagian pegangan pintu mobil yang rusak.
Baca selengkapnya

Anak-anak dan Access Bars

Anak-anak di Access Bars Class dengan dr. David Budi Wartono (Dokter Dave) sebagai fasilitatornya ini riuh. Keriuhan khas kanak-kanak yang senang bermain dan tertawa. Pada tanggal 27 April lalu, saya dan Athifah menjadi bagian kelas ini di House of Beauty. Selama kelas berlangsung hanya sesekali ruangan sepi dengan suara mereka.
Baca selengkapnya

Pendidikan Luar Sekolah: Support System dan Kualitas Diri

“Banyak sekali orang kutemui yang bikin saya kagum, Cha. Mereka sukses dengan gaya masing-masing. Persamaannya adalah, mereka tidak semata-mata kuliah saja. Selama kuliah, karakternya terasah. Juga berbagai kemampuan, termasuk soft skill. Dan di Makassar saat ini sudah banyak sekali tempat belajar bagus.”
Baca selengkapnya

Rizka: Lawan Bullying dan Mendunia Melalui Komik

Rizka: Mendunia Berkat Melawan Bullying Melalui Komik - Juara dunia lomba komik, secara umum inilah julukan yang bisa diberikan kepada Rizka Raisa Fatimah Ramli, siswa kelas 3 SMA Negeri 2 Makassar berkat prestasinya menjadi juara pertama UNICEF Global School Superhero Comic Contest yang diselenggarakan oleh UNICEF dan Comics Uniting Nations.
Baca selengkapnya

Grow Happy: Orang Tua Bahagia Pangkal Anak Sehat dan Cerdas

Mamak-mamak, adakah di antara kalian yang melakukan hal yang seperti ini: datang kepada suami dan meminta sekadar tangan atau kepala dipegang atau dielus? Kalau ada, kita sama dong, ya. Mengapa saya suka melakukannya? Karena ada perasaan yang sangat nyaman ketika pak suami melakukannya. Hanya begitu saja. Nah, jawaban mengapa bisa demikian saya dapatkan di acara Nestle LACTOGROW Grow Happy Parenting Workshop.
Baca selengkapnya

Mengasah Diri Agar Menjadi Digital Parents

Mengasah Diri Agar Menjadi Digital Parents - Sejatinya, manusia memang harus menjadi makhluk pembelajar. Jika dulu suami saya pernah terlihat keberatan saya beradu argumen dengannya, sekarang – menjelang 20 tahun pernikahan kami, tidak lagi. Beliau yang memang pada mulanya menjadi guru bagi saya dalam beradu argumen, harus menerima jika argumen saya kuat dan mendasar. 👸
Baca selengkapnya

Bermain di Taman Pakui Sayang dengan Bekal Cinta

Saya kira Taman Pakui Sayang di luar hari Sabtu-Ahad sepi. Ternyata saya salah. Saat ke sana hari Selasa sore kemarin, banyak orang di taman. Sebagian besar berolahraga. Ada yang ikut senam aerobik dengan tuntunan instruktur senam yang berdiri di tribun. Ada yang bermain tenis. Ada yang lari mengitari taman. Dan ada pula yang menggunakan perangkat semacam peralatan olahraga yang fungsinya mirip dengan yang ada di gym, hanya saja yang di taman ini bentuknya lebih sederhana.
Baca selengkapnya

Ketika Tiga Generasi Menjawab Pertanyaan Tentang Jodoh

Antara saya dan ibu saya, ada perbedaan nyata dalam hal bagaimana menjawab pertanyaan anak-anak. Beberapa hari yang lalu saya dikejutkan dengan panggilan Ibu, “Coba sini dulu, dari mana anakmu dengar (tentang) ini sampai bertanya seperti itu?”
Baca selengkapnya

KELUARGA SURYA: Sayang Anak? Berikan Trik Bubur Ayam!

KELUARGA SURYA – wah, mengapa saya baru tahu web series yang disajikan ala komedi situasi ini, ya padahal sudah tayang episode 5-nya. Tapi masih mending, sih saya baru mengenalnya sekarang daripada tidak sama sekali. Dan begitu nonton, baru bagian awal episode 5 yang berjudul Sayang Anak Sayang Anak ini, saya langsung jatuh cinta.
Baca selengkapnya

Pertanyaan Tentang Sel Telur dan Indung Telur

Apa itu sel telur dan indung telur, Ma?” tanya Athifah yang sedang membaca-baca buku RPAL – RPUL Global-nya. RPAL itu Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap, sedangkan RPUL adalah Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap. Di zaman saya sekolah dasar dulu, buku seperti ini sudah ada dan kami harus menghafalnya di luar kepala. Sering kali soal-soal ulangan kami diambil dari buku yang waktu itu terdiri atas 2 buku, berjudul RPA dan RPU. Athifah tidak diwajibkan oleh gurunya memiliki buku RPAL - RUP Global ini tapi saya membelikannya karena banyak sekali pengetahuan di dalamnya.
Baca selengkapnya

Dampak Buruk Gadget dan Pornografi Bagi Anak

Penekanan mengapa mengapa kita harus belajar dalam mengawal anak-anak di jaman now disampaikan oleh Mbak Di (Nyi Mas Diane WS., Psi) pada materi kedua di Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial yang berlangsung 1 Juli lalu. Perbedaan masa di antar kita dan anak-anak. Juga di antara kita dengan orang tua kita, terlebih di antara orang tua kita dengan cucunya begitu nyata. Masa-masa tiga generasi kita punya karakter yang berbeda jauh. Tidak persis antar generasi kita dan anak kita misalnya, bahkan dalam berbeda usia sepuluh tahun saja sudah berbeda karakternya. Hati-hati jika berpotensi menemukan dampak buruk gadget dan pornografi bagi anak.
Baca selengkapnya

Cara Menjalani Peran Sebagai Orang Tua Jaman Now

“Indonesia tidak hanya darurat narkoba tapi sudah darurat pornografi karena belanjanya sudah lebih dari 50 triliun per tahun. Awalnya pornografi, kemudian dilanjutkan dengan prostitusi, bonusnya HIV/Aids dan itu berawal dari satu ujung telunjuk anak-anak Anda dan Anda nggak sadar itu. Begitu ada anak yang kecanduan dalam keluarga yang laku adalah kobokan dan kambing hitam. Suami-istri cuci tangan dan menunjuk kambing hitam,” Mbak Di menjelaskan lebih lanjut pemaparannya tentang peran orang tua di jaman now.
Baca selengkapnya

Peran Orang Tua dan Pornografi dalam Gadget

Nyi Mas Diane W.S. (Mbak Di), psikolog yang juga menduduki posisi sebagai Ketua organisasi IPARENT (Ikatan Praktisi dan Ahli Parenting Indonesia) ini menjadi nara sumber kedua pada Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial. KerLip (Keluarga Peduli Pendidikan) berhasil mendatangkan perempuan berusia 42 tahun asal Jawa Barat yang sudah menjadi nara sumber pada lebih dari 200 perusahaan, 300 sekolah, dan lebih dari 6000 orang tua. Peran Orang Tua dan Pornografi dalam Gadget menjadi bahasan awal pada presentasinya kali ini.
Baca selengkapnya

Tips Agar Anak Aman Menggunakan Gadget

Usai memberikan pemahaman tentang mengapa orang tua perlu terus belajar menghadapi perkembangan teknologi digital, Pak Amal memperlihatkan kepada para peserta Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial daftar aplikasi terpopuler di Play Store. Empat aplikasi terpopuler itu adalah: Hago (game interaktif), Tiktok yang sedang ramai dibicarakan itu, FB Lite, dan UC Browser. Oya, sebelum lanjut ke materi Pak Amal dengan tips-nya mengenai bagaimana agar anak aman menggunakan gadget, silakan simak tulisan-tulisan sebelumnya dulu, ya: Talkshow KerLip untuk Orang Tua Hebat di Jaman Now dan Pantaskan Diri Menjadi Orang Tua dengan Mempelajari Perkembangan Jaman Now, ya.
Baca selengkapnya

Pantaskan Diri Menjadi Orang Tua dengan Mempelajari Perkembangan Jaman Now

Nara sumber pertama yang mempresentasikan materinya pada Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial yang berlangsung tanggal 1 Juli lalu adalah Pak Amal Hasan. Pak Amal Hasan yang akrab dengan sapaan Eyank ini aktif di dunia IT, khususnya dalam bidang pendidikan (silakan baca tulisan sebelumnya: Talkshow KerLip untuk Orang Tua Hebat di Jaman Now).
Baca selengkapnya

Talkshow KerLip untuk Orang Tua Hebat di Jaman Now

Anak dan gadget sudah menjadi problema bersama para orang tua sedunia. Kecuali bagi yang tidak menganggap hal tersebut masalah dan membiarkan buah hatinya dengan gadget tanpa kenal waktu, sih, ya. Oleh sebab itu, selalu saja ada diskusi parenting terait hal tersebut, seperti yang saya hadiri pada hari Ahad tanggal 1 Juli lalu: Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial. Talkshow yang berlangsung di aula Sekolah Islam Athirah jalan Kajaolalido ini diselenggarakan oleh KerLip (gerakan Keluarga Peduli Pendidikan) dengan dukungan beberapa pihak dan nara sumber Nyi Mas Diane WS, Psi dan Amal Hasan.
Baca selengkapnya

Bersama Anak Hadapi Tantangan Zaman Digital

Apa yang paling mengkhawatirkan dalam menghadapi anak di masa ini?
Apa yang paling Anda khawatirkan terjadi pada anak di masa ini?

Menjawab kedua pertanyaan itu, kebanyakan dari kami menjawab bahwa menghadapi tantangan dunia digital, seperti bagaimana mengejar perkembangan dunia digital dalam mengimbangi anak, menghubungkan keinginan anak dengan orang tua, akibat pergaulan yang bisa menjauhkan dari agama, hambatan sosialisasi, kedekatan batin, dan menjawab pertanyaan ajaib anak.
Baca selengkapnya