Kisah Bersama Anak Gadis di Hari Ibu

Kisah Bersama Anak Gadis di Hari Ibu – Kami berbincang tentang banyak hal saat berjalan-jalan berdua saja usai penerimaan rapor di Hari Ibu tahun ini. Anak gadis kelas 11 yang mesin kecerdasannya Fi berdasarkan tes STIFIn dan senang bercerita ini meminta waktu khusus berdua mamaknya saja usai penerimaan rapor. Saya bersyukur dan bangga atas pencapaiannya dalam semester ini.

Kisah Hari Ibu 2023

Untuk tingkatan kelas, dia sudah melalui proses terbaik yang ada alot-alotnya karena harus berurusan dengan anak-anak yang tidak punya kepedulian dalam kerja kelompok dan tidak di-support ortu pula. Saya pikir, wajar jika ada juga reward buatnya dengan memenuhi keinginannya hari ini usai terima rapor.

Kami mengobrolkan banyak hal. Ada beberapa hal yang tidak saya duga terucap dari bibirnya. Dia juga bertanya, "Mama punya ekspektasi tertentu untuk anak-anaknya Mama?"

"Tidak. Mama percaya bahwa anak-anak Mama punya potensinya masing-masing dan bisa berkembang dengan potensinya," saya menatapnya.

"Teman-temanku ada yang orang tuanya menentukan anaknya harus jadi apa," ujar anak gadis.

"Mama tidak seperti itu. Mama tahu potensinya anak-anaknya Mama, di mana kekuatannya," saya menegaskan tidak akan memaksakan "bayangan" masa depan mereka.

Si tengah ini punya kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan saudara-saudaranya. Saya sudah berkali-kali bilang ke dia apa saja potensinya yang terlihat oleh saya selama bertahun-tahun. Setelah melakukan tes STIFIn, dugaan saya tepat.

Semua yang pernah saya sampaikan kepadanya, ternyata itu semualah potensi yang dimilikinya. Saya mulai membuka topik soal potensi dirinya sejak dia SMP dan memintanya untuk terus mencari tahu apa topik yang dia senangi untuk nanti dia memutuskan bidang apa yang akan dia tekuni.

Dengan Anak Gadis di Hari Ibu

Kelihatannya dia sudah tahu dia mau jadi apa dan masya Allah – hal tersebut sesuai dengan perkiraan saya pula tentang potensinya.

Saya bercerita tentang si sulung dan potensinya. Tidak pernah satu kali pun saya membandingkannya dengan kakaknya yang untuk urusan matematika lebih andal itu. Saya menunjukkan pada anak gadis keunikan kakaknya apa saja dan bahwa untuk pemilihan bidang yang ditekuni, si sulung sudah di track yang tepat (ternyata hasil tes STIFIn juga menunjukkan demikian) – ditunjukkan dengan kelulusannya yang cum laude pada program studi keteknikan di kampusnya, tinggal bagaimana si abang ini melanjutkan hidup ke depannya sembari terus didoakan tentunya.

Athifah sejak usia di bawah tiga tahun sering mengungkapkan isi hatinya. Hari itu, dia banyak menceritakan isi hatinya. Sekali lagi saya menyadari, pembicaraan dari hati ke hati seperti ini memang penting baginya. Dan momentum Hari Ibu menjadi momentum yang pas. Saya pun bisa memaknai kembali peran saya sebagai ibu baginya.

Ciptaan Allah yang satu ini sering membuat saya takjub sendiri. Wajah mirip Papa, karakter tidak persis mirip Papa or Mamak tetapi dalam beberapa hal terkait pola pikir dan daya kritiknya – sepertinya mirip mamaknya dulu 😁.

Saya mengambil HP dan mengatur mode kamera depan. Dia membersihkan lensa kamera dan mengajak berpose yang menunjukkan 💚 ... "Aih, Mama kenapa seperti huruf C tangannya?"

Ah biarlah, yang lihat tahu kok itu menyimbolkan LOVE Nak. Hehe.

Makassar, 26 Desember 2023 



Share :

0 Response to "Kisah Bersama Anak Gadis di Hari Ibu"

Post a Comment

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^