Tampilkan postingan dengan label BaKTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BaKTI. Tampilkan semua postingan

Berkoordinasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Layanan Kesejahteraan Anak Integratif di Makassar dan Gowa

Tulisan ini dimuat di BaKTI News No. 135, Maret – April 2017. Tak lengkap rasanya bila tidak di-share juga ke blog ini.

Tak mudah bekerja bersama dengan beragam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk satu tujuan karena alur pada masing-masing organisasi berbeda meskipun tujuannya sama. Selain itu ego sektoral menjadi hambatan yang harus ditiadakan, terlebih dalam mewujudkan layanan kesejahteraan anak yang integratif. Bayangkan bila tak ada koordinasi, masalah sosial yang terjadi pada anak-anak kita berlarut-larut karena terjadi saling lempar tanggung jawab.
Baca selengkapnya

Philanthropy Learning Forum on SDGs: Serba-Serbi Penerapan SDGs pada Filantropi

Masih ada penuturan menarik dari Pak Hamid Abidin terkait filantropi dan Filantropi Indonesia, sebelum tiga nara sumber lainnya mempresentasikan materi mereka. Materi ini baru dan menarik bagi saya. Oleh sebab itu saya menghadiri Philanthropy Learning Forum on SDGs: SDGs Sebagai Tools Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Kemitraan di Gedung BaKTI pada tanggal 19 September lalu. Mengenai apa itu filantropi, apa itu SDGs dan kaitan antara filantropi dan SDGs, Anda bisa membacanya di tulisan berjudul: Philanthropy Learning Forum on SDGs: Kaitan Antara Filantropi dan SDGs.

Baca selengkapnya

Philanthropy Learning Forum on SDGs: Kaitan Antara Filantropi dan SDGs

Saya membaca secara cepat undangan dan TOR (Term of Reference) yang masuk ke e-mail dari BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia). Tajuk acara yang dihelat tanggal 19 September itu adalah Philanthropy Learning Forum on SDGs: SDGs Sebagai Tools Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Kemitraan. Wah menarik, ini tentang sebuah platform untuk para pegiat kegiatan kemanusiaan. Maka tanpa ragu, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti acara ini. Rasa ingin tahu saya sedemikian besar. Nah, inilah hasil yang saya "peroleh" saat itu ...
Baca selengkapnya

SHOWCASE: Ide dan Inspirasi dari Pasikola, Genoil, dan Film

PASIKOLA – angkutan umum untuk anak sekolah di Makassar, sudah beberapa bulan terakhir ini membuat saya penasaran. Saya sering melihat 1 unit Pasikola di persimpangan jalan Veteran Selatan – jalan Sultan Alauddin. Di Showcase, saya mendapatkan jawaban atas rasa penasaran saya. Selain Pasikola, ada dua topik lain yang memikat. Yaitu tentang bagaimana minyak goreng bekas dan seni bisa berpengaruh di masa depan.
Baca selengkapnya

SHOWCASE: Ide dan Inspirasi dari Sebuah Utopia dan Rumput Laut

Saya menjadi bersemangat menghadiri SHOWCASE saat mencari tahu tentangnya dan menemukan keterangan bahwa format acara ini terinspirasi oleh TED – sebuah diskusi global yang mengangkat ide-ide seputar teknologi, entertainment, dan desain – ketiga subyektif yang secara kolektif membentuk masa depan kita.
Baca selengkapnya

Meningkatkan Kapasitas Pekerja Sosial untuk Layanan Kesejahteraan Anak Integratif (2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan berjudul Meningkatkan Kapasitas Pekerja Sosial untuk Layanan Kesejahteraan Anak Integratif. Dimuat di BaKTI News No. 134, Februari - Maret 2017

Akbar Halim menyampaikan hasil sebuah survei yang menyatakan bahwa tempat-tempat yang paling tidak aman bagi anak adalah sekolah dan tempat ibadah. Hal yang mengejutkan. Untuk mengingatkan kembali pasal-pasal yang perlu digarisbawahi oleh para pekerja sosial, Akbar Halim memaparkannya kembali. Dia mengingatkan kembali bahwa pekerja sosial harus kuat dari sudut asesmen.

Baca selengkapnya

Meningkatkan Kapasitas Pekerja Sosial untuk Layanan Kesejahteraan Anak Integratif

Tulisan ini dimuat di BaKTI News No. 133, Januari - Februari 2017

Menebak tangis bayi pada orang tua baru adalah teka-teki. Apakah sang bayi menangis karena lapar/haus, karena buang air, atau karena merasa tidak nyaman. Kalau tidak nyaman pun perlu diidentifikasi lagi, apakah tidak nyaman karena sakit, ingin buang air tetapi tidak bisa keluar, ataukah ada gigitan serangga. Bagaimana kalau salah menebak? Pasti akan salah penanganan!
Baca selengkapnya

Semua Anak Makassar Berhak Punya Akta Kelahiran

Usai menghadiri Pertemuan Koordinasi dan Pengumpulan Data Pencatatan Kelahiran Bagi Anak-Anak Rentan di Kota Makassar, saya membuat tulisan yang dimuat di BaKTI News No. 130 (Oktober – November 2016).
Baca selengkapnya

Menuju Advokasi Peliputan dan Penulisan Isu Perempuan dan Anak

Diskusi Media Soal Anak dan Perempuan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar pada tanggal 31 Desember lalu itu merupakan langkah advokasi peliputan dan penulisan isu perempuan dan anak. Diskusi kali ini merupakan diskusi keempat. Saya hadir pada diskusi pertama namun berhalangan datang pada diskusi kedua dan ketiga. Harapannya, setelah diskusi keempat ini akan lahir buku saku atau buku panduan dalam peliputan dan penulisan isu perempuan dan anak.
Baca selengkapnya

Menuju Layanan Kesejahteraan Anak yang Holistik dan Komprehensif

Dimuat di BaKTI News No. 129 September - Oktober 2016

Masih ingat kasus seorang oknum dosen di Cibubur, bersama istrinya menelantarkan kelima anaknya pada tahun 2015 lalu? Sepasang suami istri itu akhirnya dijerat dengan pasal 76 (b) dan pasal 77 (b) Undang-Undang 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Mau tahu yang lebih ekstrem lagi? Ada orang tua yang menjadikan anak perempuannya sebagai pekerja seks komersial! Sebagian dari kita pasti merasa aneh dan ingin merutuki yang demikian. Karena sudah seharusnyalah orang tua sendiri yang paling berperan melindungi anak, bukan menelantarkan atau menjualnya. Namun, begitulah kenyataannya. Hal-hal yang ekstrem itu bisa saja terjadi. Bahkan profesi dan pendidikan akhir pelaku yang sangat terhormat di tengah masyarakat sekali pun tidak mampu menghalanginya dari perbuatan tercela.
Baca selengkapnya

Mini Workshop MC: Mari Kembalikan Harga Diri

Mengapa saya bela-belai ikut Mini Workshop: Master of Ceremony dengan Kak Luna Vidya sebagai nara sumbernya, yang berlangsung di BaKTI pada Jumat 23 September kemarin? Alasannya adalah karena saya terkesan dengan kemampuan Kak Luna setiap menjadi MC ataupun moderator pada sebuah acara. Menurut saya, Kak Luna punya karakter kuat yang khas. Salah satunya, kalau kebanyakan MC suka berlogat Jakarta, Kak Luna tampil apa adanya, dengan logat khas Makassar dan sesekali dengan logat Ambonnya.
Baca selengkapnya

Pemuda-Pemuda Aktif dan Kreatif dalam Isu Bonus Demografi

Tulisan ini merupakan tulisan ke-17, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu.

Seorang kawan sudah hadir di cafe lantai 20 Hotel Aston. Katanya, acara Side Event, Peran Pemuda dalam Pembangunan akan segera dimulai. Waktu sore itu menunjukkan pukul 4 lewat. Mengira acara di panggung utama sudah selesai karena sesi Curah Ide sudah hampir selesai, saya pun bergegas ke lantai 17 untuk shalat ashar di mushala hotel, kemudian menuju lantai 20.
Baca selengkapnya

Seni dan Budaya, Adalah Kita

Tulisan ini merupakan tulisan ke-16, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu.

Setelah beberapa kali mengikuti acara yang diselenggarakan oleh BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia), saya menyadari kalau BaKTI memberikan perhatian besar pada seni dan budaya, terutama yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia.

Pada event Festival Forum Kawasan Timur Indonesia VII tanggal 17 – 18 November lalu, para peserta disuguhi pertunjukan seni, baik gerak (tari), musik modern, musik tradisional, fotografi, graphic record, dan seni yang tampak dari dekorasi tangga penghubung antara lantai 17 dan lantai 18 Hotel Aston.
Baca selengkapnya

Ketika Satu Sama Lain Saling Melengkapi dalam Keragaman

Katakanlah saya lebay, biarlah. Tak mengapa. Tapi saya merasakan hal yang agak aneh. Semacam rasa rindu. Ketika baru sekira 12 jam berlalu, saya merindukan merasakan keragaman seperti itu. Ketika kami semua saling melengkapi ... Tulisan ini merupakan tulisan ke-15, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu.

Memasuki sesi Curah Ide pada hari kedua Festival Forum KTI VII, tiba-tiba saja saya nge-blank. Saya merasa tak bisa mengikuti tema-tema diskusi yang disampaikan oleh Kak Luna Vidya, sang MC. Lima lajur meja-kursi mendapat tema yang berbeda-beda untuk didiskusikan.

“Apa tema diskusi kita, Kak?” tanya Kurniawan yang duduk semeja dengan saya.

“Eh ... oh ... ehm ... apa yah?” saya malah balik bertanya.
Baca selengkapnya

Inspirasi dari Poogalampa dan Honihama

Tulisan ini merupakan tulisan ke-14, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu. Silakan baca tulisan-tulisan saya yang lainnya: Graphic Recorder, Profesi Kreatif Keren Abad Ini, KTI, Masa Depan Indonesia, Pengelolaan Air dan Penanggulangan Bencana di Kaki RinjaniInspirasi dari Timur: Rumah Tunggu Penyelamat dan Wisata EksotisInspirasi dari Penjaga Laut Tomia, Gerakan Gebrak Malaria dan Pejuang Legislasi Malaria dari Halmahera Selatan, Tendangan Kemanusiaan Andy F. Noya, Para Pahlawan yang Bekerja dalam Sunyi, Sekolah Kapal Kalabia Membentuk Agen Perubahan di Raja Ampat, Inspirasi dari Polisi-Polisi Plus, Pejuang-Pejuang Kesejahteraan yang Tak Kenal Lelah, dan Anggaran Kesehatan yang Cerdas dan Pas untuk Semua di Sulawesi Utara.

Pernah dengar nama-nama daerah itu? Belum? Sama, saya juga belum pernah mendengarnya sampai orang-orang hebat dari daerah-daerah itu tampil di panggung inspirasi Festival Forum KTI, menceritakan hal-hal inspiratifnya ...
Baca selengkapnya

Anggaran Kesehatan Cerdas yang Pas untuk Semua di Sulawesi Utara

 Tulisan ini merupakan tulisan ke-13, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu. Silakan baca tulisan-tulisan saya yang lainnya: Graphic Recorder, Profesi Kreatif Keren Abad Ini, KTI, Masa Depan Indonesia, Pengelolaan Air dan Penanggulangan Bencana di Kaki RinjaniInspirasi dari Timur: Rumah Tunggu Penyelamat dan Wisata EksotisInspirasi dari Penjaga Laut Tomia, Gerakan Gebrak Malaria dan Pejuang Legislasi Malaria dari Halmahera Selatan, Tendangan Kemanusiaan Andy F. Noya, Para Pahlawan yang Bekerja dalam Sunyi, Sekolah Kapal Kalabia Membentuk Agen Perubahan di Raja Ampat, dan Inspirasi dari Polisi-Polisi Plus, dan Pejuang-Pejuang Kesejahteraan yang Tak Kenal Lelah.

Sebagai seorang ibu yang sudah merasakan proses melahirkan sebanyak 3 kali, saya merasa beruntung selama ini proses melahirkan saya tertangani dengan cepat dan baik. Tempat melahirkan yang memiliki tenaga medis yang terlatih, juga peralatan yang lengkap sangat menolong ketika pada persalinan si sulung ketahuan kalau si bayi tercekik lilitan tali pusar sebanyak 3 kali dan saat melahirkan si bungsu tiba-tiba terjadi perdarahan dalam di dinding vagina.
Baca selengkapnya

Pejuang-Pejuang Kesejahteraan yang Tak Kenal Lelah

Tulisan ini merupakan tulisan ke-12, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu. Silakan baca tulisan-tulisan saya yang lainnya: Graphic Recorder, Profesi Kreatif Keren Abad Ini, KTI, Masa Depan Indonesia, Pengelolaan Air dan Penanggulangan Bencana di Kaki RinjaniInspirasi dari Timur: Rumah Tunggu Penyelamat dan Wisata EksotisInspirasi dari Penjaga Laut Tomia, Gerakan Gebrak Malaria dan Pejuang Legislasi Malaria dari Halmahera Selatan, Tendangan Kemanusiaan Andy F. Noya, Para Pahlawan yang Bekerja dalam Sunyi, Sekolah Kapal Kalabia Membentuk Agen Perubahan di Raja Ampat, dan Inspirasi dari Polisi-Polisi Plus.

Ismail Husein

Inspirator berikutnya adalah Ismail Husein. Penggerak KB pria di Sulawesi Utara. Karena giatnya menganjurkan para lelaki untuk divasektomi, ia sampai dijuluki “Bapak lolok” (penyebutan bahasa daerah sana untuk alat kelamin lelaki).
Baca selengkapnya

Inspirasi dari Polisi-Polisi Plus



Berbeda dari para inspirator yang tampil sebelumnya, kali ini giliran dua orang kepala Kepolisian dari dua daerah berbeda. Yang satu wilayah kerjanya dekat dari rumah saya. Yang satunya lagi wilayah kerjanya di Sulawesi Barat. Keduanya menyampaikan hal-hal yang membuat saya harus menata kembali mind set saya tentang polisi. Ini kisah tentang polisi-polisi plus. Jangan dibalik, lho ya karena mereka bukan “polisi plus-plus”.
Baca selengkapnya