Showing posts with label Celebesiana. Show all posts
Showing posts with label Celebesiana. Show all posts

Mendukung KBA Rappocini Menuju Burasa

Mendukung KBA Rappocini Menuju Burasa“Anehnya kurasa, Kak” mengucapkan ini, Ifa (Arifayani) bertemu pandang dengan saya. Kami tersenyum.  “Lebih-lebih saya, Ifa. Saya tadi keluar melewati tulisan selamat datang di atas itu terus sekarang masuk ke sini,” ucap saya. Ucapan itu merujuk kepada spanduk yang terbentang di atas gerbang lorong 3 Rappocini.
Baca selengkapnya

Berjalan Kaki Menyusuri Bangunan-bangunan Bersejarah dengan Lembaga Lingkar

Wisata sejarah dengan berjalan kaki dari Fort Rotterdam menuju gedung Societeit de Harmonie bersama Lembaga Lingkar ini sudah lumayan membuat badan berkeringat banyak. Saya tidak menyangka, ikon berikutnya, setelah Societeit de Harmonie juga merupakan bangunan bersejarah.
Baca selengkapnya

Jalan jalan ke Bangunan Bersejarah Kota Makassar Ala Lembaga Lingkar

Sempat ragu tak bisa maksimal ikut wisata sejarah sembari jalan-jalan ke bangunan bersejarah Kota Makassar yang berlangsung tanggal 14 September karena stamina yang turun-naik, ternyata saya salah. Saya bisa juga menyelesaikan tantangan berjalan kaki sekira 2 kilometer setelah menghabiskan sebotol minuman ion.
Baca selengkapnya

Ketika Si Anak Bujang Bepergian Bersama Kawan-kawannya

Bagi saya yang punya anak bujang, adalah sebuah pengalaman baru yang cukup seru ketika tiba-tiba dia mengatakan ingin atau telah melakukan traveling ke kota di kabupaten lain. Seperti ketika dia melaporkan telah melakukan perjalanan dengan 3 orang kawan lainnya menggunakan sepeda motor.
Baca selengkapnya

Menapaktilasi Sejarah Orang Tionghoa dan Pecinan di Makassar

Banyak juga catatan dari Seminar Nasional Merawat Cagar Budaya Kita yang berlangsung pada tanggal 13 April lalu sehingga catatan saya terbagi ke dalam 3 tulisan. Pada tulisan terakhir ini saya kutipkan penyampaian Pak Yerry Wirawan – penulis buku Masyarakat Tionghoa Makassar yang juga dosen di Univesitas Sanata Dhama.

Baca selengkapnya

Makassar dalam Histori dan Cagar Budaya

Makassar dalam Histori dan Cagar Budaya - Seminar yang saya hadiri pada tanggal 13 April kemarin itu pada garis besarnya membicarakan tentang pelestarian cagar budaya. Sebagai bagian dari sejarah, tentunya yang dibicarakan juga bukan hanya sekadar cagar budaya namun juga sejarah.
Baca selengkapnya

6 Momen yang Tepat ke Pantai Losari

Banyak orang yang tahu Pantai Losari itu ikon kota Makassar. Tak lengkap berwisata ke Makassar jika tak mendatangi pantai yang konon merupakan salah satu tempat menyaksikan sun set terindah di dunia ini.
Baca selengkapnya

Rizka: Lawan Bullying dan Mendunia Melalui Komik

Rizka: Mendunia Berkat Melawan Bullying Melalui Komik - Juara dunia lomba komik, secara umum inilah julukan yang bisa diberikan kepada Rizka Raisa Fatimah Ramli, siswa kelas 3 SMA Negeri 2 Makassar berkat prestasinya menjadi juara pertama UNICEF Global School Superhero Comic Contest yang diselenggarakan oleh UNICEF dan Comics Uniting Nations.
Baca selengkapnya

Dukungan Komunitas untuk SDGs di Sulawesi Selatan

Saya memang norak jika melihat wajah yang saya kenal muncul di televisi. Senang sekali melihat wajah seseorang yang akrab dengan kita di layar TV. Seperti ketika Andi Bunga Tongeng  (saya biasa menyebutnya Bunga, karena kami seumuran) diwawancarai di Kompas TV Makassar tanggal 14 pagi  terkait kegiatan Upgrading Komunitas untuk SDGs. Bukan hanya menceritakan kepada kedua orang tua saya bahwa yang di layar itu kawan saya, saya juga membuat status di Facebook.
Baca selengkapnya

5 Hal Menarik Tentang Kreativitas di Festival F8

Saya baru bisa mengajak anak-anak mengunjungi Festival F8 pada hari ketiga, tanggal 12 Oktober lalu. Sudah 3 tahun berturut-turut anak-anak bersama saya menikmati penyelenggaraan F8. Rasanya rugi kalau tahun ini tidak sempat mendatangi festival kebanggaan Kota Makassar yang sekarang sudah masuk dalam calendar event nasional ini.
Baca selengkapnya

10 Hal Menarik di Taman Pakui Sayang

Taman Pakui Sayang menarik perhatian saya sejak difungsikan sebagai area publik, sekira 4 – 5 tahun yang lalu (saya lupa kapan tepatnya). Saya salut pada pemilik ide yang membuat taman itu kini rutin difungsikan dan menjadi alternatif tempat yang layak didatangi bagi warga Makassar. Taman yang terletak di sisi kanan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini – masih satu pekarangan dengan kantor itu, letaknya di Jalan Andi Pangeran Pettarani, tak jauh dari jalan masuk ke Panakukang Mas.
Baca selengkapnya

Bersenang-senang di Pesta Komunitas Makassar 2018

Selain di Rumah Dongeng, dua booth hewan peliharaan menjadi favorit anak-anak saya di Pesta Komunitas Makassar pada tanggal 26 Agustus lalu. Pertama kali saat kami baru datang, kami bertandang cukup lama di booth FAM (Family Animals Makassar) dan di booth Komunitas Pencinta Kelinci Sulawesi (Kopita Ces) dan FSGM (Forum Sugar Glider Makassar).
Baca selengkapnya

Mengunjungi Rumah Dongeng di Pesta Komunitas Makassar

Generasi jaman now yang didominasi generasi Y yang aktif dan produktif suka berkomunitas, ya? Di kota Makassar, sejak tahun 2014 setiap tahunnya mereka menyelenggarakan Pesta Komunitas Makassar (PKM). Pada tanggal 25 dan 26 September lalu, sebanyak 353 komunitas ikut andil dalam terselenggaranya PKM 2018 di Fort Rotterdam.
Baca selengkapnya

Torch Relay dan Cerita Pelari dari Makassar

Saksi sejarah dan pencatat sejarah! Dua hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan menjadi bagian dari hidup saya – sebelum saya aktif ngeblog, maksudnya. Contohnya sewaktu menghadiri Torch Relay (Kirab Obor) Asian Games pada tanggal 29 Juli lalu di Anjungan Pantai Losari lalu sekarang saya menuliskannya di blog ini!
Baca selengkapnya

KPPOD dan JiKTI: Tentang Kebijakan Publik Berbasis Bukti

Tadinya saya pikir akan menuliskan satu atau dua tulisan saja dari Seminar Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) Tentang Pentingnya Kebijakan Publik Berbasis Bukti yang Berpihak pada Masyarat Miskin yang saya hadiri bulan lalu ini. Ternyata saya salah duga. Tulisan yang Anda baca ini merupakan tulisan ke-4 yang saya buat karena rasanya banyak yang kurang kalau saya hanya menuliskan satu atau dua tulisan saja. Pada tulisan keempat ini, saya share mengenai presentasi dari Robert Na Endi Jaweng – Direktur Eksekutif KPPOD[1] (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah). Pak Robert membawakan materi berjudul Riset & Kebijakan Publik: Pengalaman Terbatas KPPOD.
Baca selengkapnya

Analisis Kebijakan Berbasis Bukti: Pengalaman Birokrat Gorontalo

Birokrat, pengusaha, dan peneliti juga menjadi nara sumber pada seminar yang saya hadiri pada tanggal 5 Juli lalu di Hotel Melia. Seminar bertajuk Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) Tentang Pentingnya Kebijakan Publik Berbasis Bukti yang Berpihak pada Masyarat Miskin ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk dari masyarakat umum seperti saya ini.
Baca selengkapnya

Mengapa Profesi Analis Kebijakan Penting

Pada Seminar Pertemuan Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) Tentang Pentingnya Kebijakan Publik Berbasis Bukti yang Berpihak pada Masyarat Miskin yang berlangsung di Hotel Melia pada tanggal 5 Juli kemarin, sebuah profesi yang disebut-sebut bersaing pentingnya dengan anggota legislatif dibicarakan. Profesi yang masih tergolong baru tersebut bernama ANALIS KEBIJAKAN. Dalam hal ini, tentunya analis kebijakan yang dimaksud akan mendukung KEBIJAKAN BERBASIS BUKTI berlaku di negara kita.
Baca selengkapnya

Mengapa Perlu Analisis Kebijakan Berbasis Bukti

Muhammad Iqbal Suhaeb – Kepala Balitbangda (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah) provinsi Sulawesi Selatan membuka Seminar Pertemuan Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) Tentang Pentingnya Kebijakan Publik Berbasis Bukti yang Berpihak pada Masyarat Miskin. Menurutnya sejak dulu diketahui mengenai evidence based tapi pada kenyataannya hanya dikenal di kampus-kampus padahal seharusnya evidence based menyangkut kebijakan juga. Barulah akhir-akhir ini disosialisasikan oleh beberapa lembaga, di antaranya oleh LAN (Lembaga Administrasi Negara).
Baca selengkapnya

Cerita Sinergi di HBH IKATEK UNHAS 2018

Hal yang paling mungkin dalam membangun sinergi dalam berbagai bidang adalah dengan orang-orang yang dikenal baik. Salah satu caranya adalah bersinergi dengan teman-teman semasa kuliah. Maka tidak heran jika tema besar Halal Bihalal (HBH) Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK Unhas) pada 17 – 18 Juni lalu.
Baca selengkapnya

Mengapa Makassar Harus Serius Berantas Hoax

Tanggal 1 Juni kemarin, saya menghadiri sebuah acara yang “bukan acara buka puasa biasa” bersama Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia) Makassar di Kafe Teras Wirano. Agendanya adalah Penyamaan Persepsi Materi Edukasi dan Bimtek Fact Checking. Acara ini makin menarik dengan kehadiran Plt (pelaksana tugas) Wali Kota Makassar – Daeng Ical (Dr. H. Syamsu Rizal MI, S.Sos, M.Si). Di sini wawasan saya menjadi lebih terbuka mengenai mengapa Makassar harus serius berantas hoax.
Baca selengkapnya