Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Jalangkote Rasa Keju: Web Series Rasa Bioskop

Awal baca “Jalangkote Rasa Keju” dengan lugu saya bertanya-tanya, “Tojengkah ada jalangkote rasa keju?” (maksudnya: “Benar-benar adakah (kue) jalangkote rasa keju?”). Ternyata eh ternyata itu nama web series yang akan tayang di bulan April ini. Untuk mempromosikannya, digunakan akun Instagram dan You Tube “Jalangkote Rasa Keju”. Informasi lengkapnya, beserta para pendukung web series Jalangkote Rasa Keju, saya temui di acara Konferensi Pers dan Special Screening Jalangkote Rasa Keju di Liquid CafĂ©, Hotel Clarion tanggal 9 April kemarin.
Baca selengkapnya

3 Alasan Mengapa Film Halo Makassar Istimewa

Rasa bete akibat acara Premiere Halo Makassar yang molor lama terobati usai nonton film istimewa ini. Aksi kocak Mellong dan Bimbi yang berperan sebagai sopir taksi sukses membuat saya berkali-kali tertawa terbahak-bahak. Film yang bercerita kisah seputar romansa antara Diat (diperankan oleh Rizaf Ahdiat) dan Anggu (diperankan oleh Anggu Batary) ini sempurna dengan selipan humor sepanjang durasi film.
Baca selengkapnya

Pesan Moral, Ganjalan, dan Warning dalam Film Terbang Menembus Langit

"Karena kita orang China," sang kakak bemaksud menunjukkan pada Achun bahwa perjuangan dari kota kecil Tarakan ke Surabaya itu tak mudah. "Kita orang Indonesia keturunan China," tangkis Achun. Keduanya berdebat ketika Achun menyampaikan keinginan kuatnya untuk merantau ke Surabaya. Akhirnya kakak-kakaknya menyetujui Achun merantau ke kota pahlawan. Di sinilah perjuangan kehidupan yang sesungguhnya itu bermula. Benar-benar perjuangan luar biasa dari seseorang bernama lengkap Onggy Hianata (Achun) yang menjadi sumber inspirasi flm Terbang Menembus Langit ini. Hal pertama yang paling menarik dari film ini bagi saya adalah: based on true story!
Baca selengkapnya

Lovepink dan Pinky Promise Menggugah di Octobreast

Lantai paling atas Trans Studio Mall adalah salah satu tempat terujung di Makassar bagi saya. Apalagi menuju ke sana saya harus berjalan kaki dari pintu gerbang mall, plus dengan sedikit acara nyasar. Tapi saya tiba sebelum pukul setengah dua belas, seperti yang dijadwalkan di undangan.
Baca selengkapnya

Pesan Athirah untuk Para Lelaki

Saya sudah siap menonton film ini. Mungkin karena alasan itu makanya saya tak terlalu menitikkan air mata. Mungkin juga karena saya sudah pernah membaca kisah puluhan perempuan yang dipoligami dalam satu buku jadi saya siap menonton kisah poligami Haji Kalla, eh Puang Aji – ayahanda Jusuf Kalla dalam film Athirah. Mungkin juga karena dominan tulisan teman-teman yang sudah mengulas Athirah, mengangkat tema bagaimana perempuan yang dipoligami yang memang sangat kuat aromanya dalam film yang berdurasi hanya 80 menit ini. Itu semua membuat saya sangat siap menonton film ini.
Baca selengkapnya

4 Pesan Penting di Antara Haha Hihi Uang Panai’

“Ada yang bilang, saking banyaknya humornya, pesannya tidak sampai,” suami saya menanggapi perkataan saya sepulang saya nonton film Uang Panai bersama putra sulung kami.
Baca selengkapnya

Dilema dalam 1 Cinta di Bira

Excited. Itu yang saya rasakan setiap mengetahui ada film nasional yang ber-setting Sulawesi Selatan. Apakah keindahan tanah Sulawesi Selatan digambarkan dengan baik? Apakah pemerannya menggunakan dialek sini atau tetap menggunakan dialek Jakarta? Aih, pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan menonton filmnya secara langsung.
Baca selengkapnya

I Am Hope: Ya, Masih Ada Harapan

I am Hope the Movie – Kata “kanker” menimbulkan sensasi tersendiri bagi siapa pun yang mendengarnya. Bisa bergidik, bisa takut, dan lain-lain. Namun ada juga yang tangguh menghadapinya. Melawan segala ketakutan pada image yang dibawa kanker. Mereka dikenal sebagai survivor kanker. Para survivor kanker ini biasanya aktif memotivasi mereka yang juga terserang kanker.

Salah seorang kerabat saya, Tante Um (penderita kanker payudara), adalah seorang survivor kanker. Di kalangan keluarga besar saya dari pihak ibu, dia menjadi penyemangat bagi yang harus menghadapi penyakit itu. Beberapa survivor lainnya bisa ditemui namanya di internet. Di antaranya: Dewi Yanti Razalie (penderita kanker Papiler "variasi" FOLIKULER.), Dewi Yulita Krisnawati (penderita 5 jenis kanker, di antaranya tiroid dan otak), Rima Melati (menderita kanker payudara), dan Ria Irawan (menderita kanker kelenjar getah bening). Para survivor kanker ini ketika berbicara, terdengar “lebih bertenaga” dalam menyemangati penderita kanker lain.
Baca selengkapnya