5 Alasan Memberi Pelajaran pada Oknum Driver Taksi Online yang Nakal

Saya jadi ketagihan memanfaatkan layanan GoJek sejak mendapatkan hadiah voucher GoPay. Hadiah itu saya peroleh saat menghadiri pertemuan dengan GoBox, sebuah bagian dari layanan yang disediakan GoJek Indonesia. Mulanya, karena masih pakai HP lama yang hanya support sinyal internet 3G, voucher GoPay hanya saya pakai satu kali, untuk membeli makanan.

Setelah berganti HP yang bisa support sinyal 4G, saya baru merasakan kemudahan menggunakan aplikasi GoJek. Apalagi sinyal dari kartu XL paket Xtra Combo yang saya gunakan terbilang lancar dari lokasi tempat tinggal kami. Memindai lokasi dengan GPS, proses order, memantau driver secara real time dari peta yang tersedia di aplikasi menjadi sangat mudah secara online. Dengan adanya pilihan transaksi menggunakan saldo GoPay (sebagai uang elektronik) dan penebusan aneka merchant dan jasa dengan menggunakan GoPoints, membuat saya semakin bersemangat menggunakan GoJek sebagai alternatif utama moda transportasi untuk saya dan anak-anak, terutama ketika pak suami sedang tidak berada di rumah.


Yang saya manfaatkan dari 15 jenis jasa yang ditawarkan GoJek, baru 4 jenis ini: GoRide, GoSend, GoFood, dan GoCar. Saya suka dengan kemampuan sistem mendeteksi posisi driver membuat pelanggan bisa melihat mana driver yang baik dan mana yang nakal. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pelanggan. Beberapa kali saya mendapatkan driver yang baik. Ada yang rela berputar-putar mencari jalan gara-gara terhalang demonstrasi dengan tarif yang tetap seperti semula demi mengantar kami hingga tujuan. Ada yang rela menelepon supaya saya membatalkan orderan karena toko yang dituju tutup dan ada yang rela membayar uang parkir tanpa diganti. Untuk driver yang baik, kompensasi berupa 5 bintang dan/atau tip secara spontan saya berikan.

Namun, beberapa kali pula saya mendapatkan driver yang nakal. Ada yang memutar dulu ke mana-mana padahal sudah mengonfirmasi menjemput, alih-alih langsung datang menjemput. Katanya akan tiba dalam sekian menit, eh ternyata tibanya bisa selama 3 kali sekian menit itu. Bahkan ada yang membuat saya menunggu hingga 2 jam sampai-sampai makanan yang dipesan dingin dan rasanya kurang sedap. Yang paling nakal adalah yang mengonfirmasi telah menjemput dan mengantar saya hingga di tujuan padahal saya tidak ke mana-mana.

Syukurnya, saat kejadian itu, HP saya sedang dalam kondisi bagus. Sinyal internet pun bagus. Jadi proses klarifikasi yang terjadi saat menghadapi oknum driver itu bisa berlangsung dengan baik. Pada mulanya, saya belum menyadari kalau si driver ini melakukan kenakalannya dengan sengaja. 

Saat bungsu saya secara tidak sengaja memesan GoCar, saya langsung berusaha membatalkannya. Ya, kejadiannya bermula dari bungsu saya sendiri yang menekan tombol memesan GoCar ketika dia memainkan HP saya. Begitulah kalau sinyal internet lancar jaya, ya. Bahkan anak kecil pun bisa memesan GoCar dengan cepat. Begitu tahu ada orderan dari HP, saya langsung meminta maaf kepada pak driver dan mengatakan akan membatalkan pesanan. Si bapak sopir itu berkata, “Iya Bu, tidak apa-apa.”

Maka secepat kilat saya berusaha membatalkan pesanan. Anehnya, walau berkali-kali saya tekan tanda silang, orderan tak bisa dibatalkan. Tidak mungkin. Soalnya saya pernah membatalkan orderan dan berhasil. Mengapa kali ini tidak bisa? Nah (baru saya ketahui belakangan, saat berbincang dengan seorang sopir GoCar), hal ini bisa terjadi karena si sopir sudah menekan button pada aplikasi driver yang menyatakan dia telah menjemput dan mengantar saya ... hingga di tujuan!

Ini simulasi saja (saat saldo GoPay saya tinggal Rp. 3000 πŸ˜€
Saat itu masih cukup banyak. Jadi, si bungsu tinggal pilih alamat
penjemputan dan tujuan, otomatis terpilih GoPay, tidak
dia ubah, lalu klik "Order GoCar", maka orderan berjalan
berkat sinyal internet yang lancar.

Paniknya saya ketika melihat aplikasi, si driver sedang bepergian bersama saya dan kemudian sampai ke tujuan” lalu saldo GoPay saya terpotong. Sementara itu, saya terus mencoba cancel dengan menekan tombol silang dan restart HP tetapi tak kunjung berhasil. Saya juga berusaha menelepon nomor customer service yang berada di Jakarta. Butuh waktu lebih 10 menit hingga berhasil berbicara dengan bagian customer service karena sistem telepon hunting berkali-kali menyatakan sedang sibuk dan operator telepon "official" (nomor lain) yang saya gunakan kurang bagus koneksinya sehingga saya harus mengulangi panggilan. Pegawai-pegawai bagian CS yang menerima telepon meladeni saya dengan baik. Terdengar dari caranya bereaksi, mereka mendengarkan dan mencatat keluhan saya.

Saya sungguh menghargai respon positif dari GoJek Indonesia. Selain berkomunikasi via telepon, saya menuliskan detail kronologinya melalui e-mail karena ada permintaan tanggapan masuk via e-mail. Meskipun harus mengulangi penjelasan saya sampai 3 kali – mungkin begitu standard operation procedure-nya, akhirnya GoJek menyampaikan permintaan maafnya dan akan mengenakan sanksi bagi driver-nya yang nakal itu. Tidak menunggu lama, saldo GoPay saya yang sudah terpotong dikembalikan.

Mungkin tidak seberapa, nilai saldo yang terpotong. Hanya sebesar Rp. 15.000. Tetapi saya pikir perlu memberikan pelajaran kepada oknum sopir yang nakal itu, dengan alasan sebagai berikut:
  1. Dalam Islam, jual-beli (termasuk jasa) harus “suka sama suka” atau sama-sama ridho, seperti yang tertera dalam sebuah ayat al-Qur’an yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An-Nisaa': 29]. Nah, saya tidak rela diperlakukan seperti itu maka saya mengusahakan hak untuk menggugatnya sekaligus memberikannya pelajaran.
  2. Kalau dibiarkan, dia bisa berulah lagi kepada pelanggan lain. Kasihan pelanggan lain, kan?
  3. Jika tidak dipermasalahkan, bisa jadi akan makin banyak driver yang mengikuti cara curang yang dilakukannya. Bakal berabe kan kalau jumlah oknum sopir taksi online yang nakal makin banyak?
  4. Lalu, siapa yang jadi rusak nama baiknya? Tentu saja pihak perusahaan: GoJek Indonesia. GoJek Indonesia itu selalu mengupayakan komunikasi terbaik guna mencari cara yang terbaik agar pelanggannya puas. Tak banyak perusahaan seperti GoJek yang sampai berulang kali meminta penggunanya untuk menilai kinerja driver dan pegawainya. Sangat tidak etis kalau sampai ada driver yang merusak nama baiknya maka sebisa mungkin sebagai pelanggan, kita membantu dalam kebaikan.
  5. Alasan terakhir dan yang paling utama adalah: jangan dikira karena yang memesan seorang mamak, bisa diperlakukan seenaknya. Mamak-mamak juga bisa bersikap tegas dan mampu menggunakan gadget dengan baik. Mamak melek internet, gitu loh!

Jangan seenaknya kepada #MamakDigital

Jadi, pesan moral tulisan ini adalah: hati-hati berurusan dengan mamak-mamak, apalagi jika dia seorang blogger yang didukung dengan gadget dan senantiasa online berkat sinyal internet yang mantap. Bakal kena batunya kau driver nakal! Eh 😜


Makassar, 28 Mei 2017


Catatan:
Gambar-gambar selain screenshot berasal dari pixabay.com.


Share :

46 Komentar di "5 Alasan Memberi Pelajaran pada Oknum Driver Taksi Online yang Nakal "

  1. Kalau aku seringnya aplikasi eror trus tau tau ada driver jemput dalam waktu bersamaan 4 driver😫 dan aku biasanya minta maaf trus kubayar tarof mereka..meski aku ngga kemana mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, Mbak. Mudah2an tidak terulang lagi.

      Delete
  2. mantab infonya, biar jadi pelajaran buat yang lainnya agar berhati-hati..

    ReplyDelete
  3. Saya juga pengguna Gojek Indonesia, baru tahu nih kalo drivernya bisa melakukan kenakalan serupa, beberapa kali saya double order untung saja saat itu tidak pakai go-pay jadi tidak dikibuli.

    ReplyDelete
  4. wkwkwwk, endingnya.
    Ndak sopan tu driver mak, cari trick dia tapi ndak tahu siapa lawannya

    ReplyDelete
  5. komplen lebih cepat ditanggapi lewat twitter. Itu lbh efektif dan murah dripada menelpon ke CSnya. Screen cap sj buktinya. Nnti di DM sama officernya untuk dihubungi lbh lanjut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owh lebih cepat pakai Twitter, ya. Sip, noted. Thanks Vita.

      Delete
  6. alkhamdulillah selama makai jasa gojek masih aman-aman saja.
    tapi kejadian seperti ini pernah di alami sama temen kantor, dia udah nyoba cancel order'an tapi ngga bisa juga. ending-endingnya malah temen saya yg ke blacklist *hedeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kenapa malah di-balcklist, ya? Bagaimana tahunya itu?

      Delete
  7. Saya ketemu driver nakal sih belum pernah, tapi driver jutek pernah. Gara-gara saya bayarnya pake GoPay, saya disindir-sindir sama si driver itu. Huh. πŸ˜’

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak ndak suka begitu, ya orang pakai GoPay.

      Delete
  8. aku biasa cash si mba jadi ga pernah alamin yg begini lagian ngeselin juga y kok bisa gtu licik ckckckck blm tau dia y mba mamak2 klo ngamuk galon 2 bisa dibanting hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kalo banting galon saya belum pernah hahaha.

      Delete
  9. Widih seram kalo mamak udah marah 😁

    Sejauh ini pakai gojek aku masih aman aja mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka segan sama Koh Deddy kayaknya hehehe

      Delete
  10. Paling sebel kl ada driver yg nakal gitu. Sdh bagus2 ada yg ngasi kerjaan. Ehh tetap aja gak benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah, mudah2an dapat pelajaran si driver nakalnya :D

      Delete
  11. Top banget tulisan ini πŸ‘, sampai mau saya kasih bintang 5 😁. Setuju banget sama 5 alasan di atas dan suka sama penutupannya dengan kata2 mamak melek internet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih saldo GoPay jg doing πŸ˜„
      Makasih yaa

      Delete
  12. Bwahahha..bahaya ini mamak mamak satu k..
    Adami juga Gojek di Lombok, tapi belumpa' pernah coba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, moga tulisan ini bermanfaat. πŸ˜„

      Delete
  13. Selama ini pihak gojek selalu cepat responnya kalau ada komplain. Pernah jg ngalamin gt mba mau cancel krn sesuatu hal gabisa. Tapi ntahlah eror di sistem atau dimananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah diokekan sama drivernya bhw dia sdh menjemput Mbak Rahmi

      Delete
  14. Huahahaha, pesan moralnya kak. Itulah kita sebagai blogger musti bangga kak. Lewat tulisan kita bisa mengkritisi hal-hal yang diluar jalur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kritiknya membawa manfaat ya Yani πŸ˜„

      Delete
  15. Kadang dpt driver baik,tp sering dpt yg reseee. Makasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kayak apa yang rese itu, ya Mbak? πŸ˜„

      Delete
  16. Kok berani sekali ya mbak Niar si sopir itu memalsukan laporan, sekaligus merugikan pelanggan karena memotong saldo. Rasain deh dia, dikira nggak ada yang tahu kelakuannya ya mbak, ternyata kena batunya dia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah, kenapa setega itu ya. Entahlah. Org bilang, hati manusia siapa yang tahu.

      Delete
  17. Kalo saya, paling masalahnya supir atau friver yg gatau japam shg muter2 bikin waktu terbuang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang2 biar pakai GPS, panduan GPS salah, Mbak.

      Delete
  18. Belum pernah ngalamin karena transportasi online ini baru masuk sebulanan hehehe..
    Semoga aja ndak ada yg nakal

    ReplyDelete
  19. Wah baru tahu kak Niar, selama ini malah GoFood yg heboh minta dicancel ketika orderan makanan tutup. Terima kasih infonya.

    ReplyDelete
  20. Hwaa ada ya yang nakal begitu hihii
    Memang harus diberi pelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an tidak kejadian lagi kepada saya dan kepada mamak2 lainnya, sih Mbak harapannya hehe.

      Delete
  21. aku pernah ngalamin hal yang sama persis mba, kepotongnya juga dikit, tapi sakit hati karena dicurangin gitu, huhuhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan, tidak enak kan Mbak Zata hehe. Itu juga yang saya rasakan.

      Delete
  22. Salut banget ama sikap mb Niar yg pro aktif demi mengantisipasi hal2 yang tidak nyaman berulang bisa dilakukan dengan cara persuasif gini.Betewei anaknya kritis bisa order via hape*maklum koneksi XL super ngebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak sekarang, Mbak Tanty, ya begitu itu. Asalkan koneksi internet lancar, apa yang pernah dilakukan ibunya dia coba lakukan juga padahal tdak pernah diajarin hehe.

      Delete
  23. Pernah nih saya punya pengalaman hampir sama, bedanya saya nggak pake gopay. Pengemudi bilang jangan cancel ya, bingung juga karena saya nggak dirugikan saldo tidak terpotong. Gara2 hape saya layarnya hitam sebelah bagian bawah, panik banget

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^