Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts

Dunia Coaching: Leader as Coach

Dua buah video diputarkan untuk kami – para peserta pelatihan Leader as Coach pada hari pertama, 29 Januari lalu. Kesemua peserta bisa memahami bahwa kedua video yang ditampilkan itu bukanlah bentuk coaching meskipun dibalut dengan kata COACHING.
Baca selengkapnya

Dunia Coaching: Pengalaman Pertama Menjadi Coachee

Istilah coach dan coaching sudah familier bagi saya, saya kira bagi kita semua pula. Tapi saya baru tahu definisi yang sebenarnya setelah beberapa kali bertemu dan bercakap-cakap dengan Ibu Fauziah Zulfitri (Ochy) – founder Insight Indonesia yang salah satu bidangnya adalah jasa coaching.
Baca selengkapnya

Jika Keraguanmu Berjilbab Dikarenakan 3 Hal Ini Maka Tepislah

Tepis 3 Keraguan Berjilbab - Fase berjilbab bagi setiap orang tak sama. Ada yang sampai kepada keputusan mengenakan jilbabnya dengan mudah dan ada yang dengan berliku. Meskipun tahu hukumnya dalam Islam berjilbab itu wajib namun dalam pelaksanaannya tak semudah niat yang sudah terpatri sejak jauh-jauh hari.
Baca selengkapnya

Refleksi Hari Anak Nasional: Benarkah Hak-hak Anak Kita Sudah Terpenuhi Seutuhnya?

Refleksi Hari Anak Nasional: Benarkah Hak-hak Anak Kita Sudah Terpenuhi Seutuhnya? - DIFABEL yang berasal dari kata different ability sudah jelas menunjukkan bahwa subyek yang dirujuk “memiliki kemampuan berbeda”. Misalnya yang difabel netra bisa belajar dengan perantaraan laptop menggunakan voice maka dia seharusnya boleh menggunakannya selama di dalam kelas.
Baca selengkapnya

Belajar Seru di Public Speaking Mastery Workshop

Dulu tak pernah menyangka di kemudian hari saya bisa tertarik belajar Public Speaking. Saya sebenarnya sosok yang sangat introvert yang sampai sekarang pun tidak nyaman bertatapan mata dengan orang yang baru dikenal. Saya sering kali cenderung menghindari percakapan langsung, ketimbang menghadapinya.
Baca selengkapnya

Public Speaking: Jangan Hanya di Satu Titik

Public speaking dulunya adalah materi yang saya rasakan “bukan saya banget” dan sepertinya akan jauh dari saya. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Perjalanan kehidupan membawa saya kepada beberapa kesempatan berbicara di depan orang-orang.
Baca selengkapnya

Me Time dengan Eksplorasi Diri ala Points of You Coaching Game

Fun. Itu kesan yang saya dapatkan saat masuk ke dalam sebuah ruangan di salah satu hotel di jalan Maipa hari Selasa lalu. Rencananya saya akan menghadiri Designing The Unlimited You, with Points of You Coaching Game, Exploring, and Sharing. Sebuah coaching di Makassar  yang langsung dipandu oleh Coach Ochy – sapaan untuk Fauziah Zulfitri, ACC (Director Insight Indonesia).
Baca selengkapnya

Technology for Education, Education for Technology, Lalu Siapa atau Apa yang Lebih Cerdas?

Tak apalah, ya baru posting. Toh, materi yang saya tuliskan di sini masih up to date akhir-akhir ini. Kesibukan di dunia nyata membuat saya kesulitan untuk sering-sering menulis. Walau tak ada yang mewajibkan, rasanya masih ada ganjalan besar kalau belum saya tuntaskan. Hari ini, saya upayakan tulisan dari Seminar Pendidikan Nasional dan Talkshow bertajuk Technology for Education & Education for Technology: Literasi Penggunaan Medsos[1] untuk Indonesia Tanpa Hoax, Dirangkaikan dengan Launching Mobile Apps UNM yang saya hadiri pada tanggal 22 April lalu bisa saya selesaikan. Well, saya mulai saja, yah.
Baca selengkapnya

Pelajaran dari Grand Final Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018

Menyelesaikan kerempongan pagi-pagi dulu, baru saya siap mengantarkan Athifah. Kami meluncur ke Hotel Asyra di jalan Maipa, guna menyimak pengumuman hasil Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Kota Makassar yang dilaksanakan sehari sebelumnya, pada tanggal 17 April 2018. Kami tiba pas sesaat sebelum acara Grand Final Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Kota Makassar dimulai. Deg-degan juga rasanya menanti pengumuman 10 peserta yang masuk grand final lomba ini. Oya, simak tulisan sebelumnya: 5 Hal Tentang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI yang Perlu Anda Tahu dan Pelajaran dari Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018.
Baca selengkapnya

Pelajaran dari Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018

Sudah berkali-kali saya katakan pada Athifah kalau mau ikut Audisi Lomba Bercerita tingkat SD/MI, harus dia yang betul-betul serius mau ikut. Harus dari dirinya sendiri yang berinisiatif mau latihan sendiri tanpa saya perlu berkali-kali menyuruhnya. “Nanti orang bilang Mama manfaatkan anak!” alasan asal-asalan yang pernah saya lontarkan. Apa-apaan si mamak, memangnya anaknya artis, gitu, memanfaatkan kemampuan anaknya buat cari duit? 😆 (Oya, baca cerita sebelumnya di: 5 Hal Tentang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI yang Perlu Anda Tahu).
Baca selengkapnya

5 Hal Tentang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI yang Perlu Anda Tahu

Tak terasa Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Sekota Makassar kembali digelar pada tahun 2018 ini pada tanggal 17 – 18 April. Seperti biasa, penyelenggaranya adalah Perpustakaan Kota Makassar. Lomba ini menjadi ajang tahunan Perpustakaan Kota dan nantinya pemenangnya akan terus diseleksi di tingkat provinsi, lalu tingkat nasional.
Baca selengkapnya

Merindu Sang Pembuat Telur Mata Sapi Gepeng

Bulan ini tulisan di blog ini tak sebanyak bulan-bulan lalu. Adanya musibah di keluarga kami membuat saya harus jauh lebih banyak menyediakan waktu di dunia nyata ketimbang mengurusi blog dan media sosial. Ibu mertua saya, di penghujung tahun lalu mengalami serangan jantung ketiga (akibat kelelahan yang teramat sangat) hingga dari rumah sakit Pare pare harus dirujuk ke Pusat Jantung Terpadu di kawasan Universitas Hasanuddin. Beruntung beliau hanya 10 hari di rumah sakit. Tidak seperti kejadian di tahun 2016 lalu, saat terjadi serangan pertama dan kedua – saat itu beliau harus dirawat inap selama 40 hari.
Baca selengkapnya

Welcome Super September

Dalam sebuah tulisan yang saya publish tanggal 16 Agustus lalu di Kompasiana, saya merinci ada 11 hal positif yang bisa dipelajari ketika mengikuti perlombaan 17 Agustusan. Ide tulisan itu adalah pengalaman putri saya – Athifah ketika mengikuti lomba-lomba menjelang hari kemerdekaan.
Baca selengkapnya

Catatan dari Workshop Public Speaking di DiLo

Saya mengikuti workshop Public Speaking di Digital Lounge, jalan dr. Sam Ratulangi pada tanggal 22 April lalu. Nara sumbernya adalah seorang anak muda yang luar biasa, bernama Iskandar. Beliau adalah seorang sarjana psikologi yang juga seorang entrepreneur dan setahu saya, beliau aktif membawakan materi-materi pengembangan diri di Makassar di bawah bendera School of Life.
Baca selengkapnya

Larangan Keras ke Rumah Teman pun Jatuh

Memang belum terlalu banyak saya mengajari Athifah perihal keliling persegi panjang. Lagi pula saat menanyakannya, dia sedang mondar-mandir. Saya lupa dia hendak ke mana namun situasi saat dia bertanya itu tak memungkinkan untuk kami sama-sama duduk tenang dan membahas mengenai keliling persegi panjang.
Baca selengkapnya

Pemuda-Pemuda Aktif dan Kreatif dalam Isu Bonus Demografi

Tulisan ini merupakan tulisan ke-17, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu.

Seorang kawan sudah hadir di cafe lantai 20 Hotel Aston. Katanya, acara Side Event, Peran Pemuda dalam Pembangunan akan segera dimulai. Waktu sore itu menunjukkan pukul 4 lewat. Mengira acara di panggung utama sudah selesai karena sesi Curah Ide sudah hampir selesai, saya pun bergegas ke lantai 17 untuk shalat ashar di mushala hotel, kemudian menuju lantai 20.
Baca selengkapnya

Main Balon Gas, Asyikkah?

Yang namanya mainan anak, memang bikin anak senang. Entah itu mainan mahal ataupun murah. Eh ... kecuali kalau anaknya sudah punya standar sendiri bahwa mainan mahal itu lebih asyik daripada mainan murah, hehehe.

Salah satu mainan yang bikin anak-anak senang adalah balon gas. Ingat zaman kecil dulu, balon gas juga membuat saya senang. Senang karena wujudnya yang agak berbeda dari balon kebanyakan. Kalau balon kebanyakan tidak bisa terbang bebas maka balon gas bisa terbang bebas. Itu merupakan hal yang luar biasa. Jadi, kalau Ayah atau Ibu membelikan balon gas, saya berusaha menjaganya supaya tak terbang ke langit.
Baca selengkapnya

Pentingnya Penguatan Peran Orang-Orang Dewasa dalam Menanggulangi Tindak Kekerasan Anak

Tulisan ini dimuat di Harian Fajar (kolom opini) 14 Maret 2015 
Kesadaran diri adalah nilai lebih yang dimiliki manusia dalam berperilaku, dibandingkan makhluk lainnya. Kesadaran diri membuat seseorang mampu menilai perbuatannya benar atau salah, jujur atau berbohong. Khusus pada anak-anak, adalah tugas orang tua, guru, dan orang dewasa di sekitarnya untuk memberi teladan yang baik.

Seorang anak laki-laki 10 tahunan melakukan tindakan agresif lalu mencekik leher seorang anak perempuan pada selasar di sebuah gedung sekolah dasar. Banyak orang dewasa saat itu tapi hanya satu yang bergegas menegur anak itu. Anak lelaki itu berkilah, “Cuma main-main.”

Seorang anak lelaki 8 tahun menendang perut bagian bawah seorang anak perempuan, di sekolahnya yang menyebabkan kandung kemih anak perempuan itu cedera sehingga ia bolak-balik berkemih. Orang tua korban melaporkan kejadian itu kepada orang tua pelaku. Tetapi pelaku berbohong dengan mengatakan tak melakukannya.
Baca selengkapnya

Waspada, Raja dan Ratu Tega Ada di Mana-Mana!

Prihatin nonton berita tentang pengosongan paksa sebuah rumah oleh aparat kepolisian. Melihat ada aparat kepolisian di lokasi, saya menduga bahwa kesalahan ada pada pemilik rumah yang tengah disengketakan. Maksudnya, secara legal, rumah tersebut bukanlah milik orang yang menempatinya. Disebut-sebut sebuah BUMN adalah pemilik sah dari rumah itu. Ah, mengapa ngotot kalau bukan miliknya?

Seorang perwira tinggi tampak beradu mulut dengan seorang lelaki – anak pemilik rumah. Anak pemilik rumah itu mungkin sepantaran dengan saya usianya atau tak jauh beda. Dengan beraninya, anak pemilik rumah tersebut mengadu argumennya dengan perwira polisi itu. “Waktu bapak saya masih menjadi direksi, rumah ini sudah dibelinya. Ada kesalahan pada administrasi BUMN!” ujar lelaki itu. Saat ribut-ribut terjadi di luar rumah, seorang ibu digotong ke luar rumah. Ibu itu mengalami serangan jantung!

Saya terkesiap. Bapak tua pensiunan pegawai BUMN itu pasti sudah berkarya sedemikian lama di BUMN itu dulu. Dari pihaknya mengatakan sudah membeli rumah itu. Tapi apa yang  lantas diperolehnya dari orang-orang yang berwenang di BUMN itu? Sebuah “ketegaan”!
Baca selengkapnya

Agar Mampu Berbicara dengan Percaya Diri

Setelah membaca buku Public Speaking Mastery, 16 Rahasia Meningkatkan Kekayaan dan Melejitkan Karier dengan Teknik Public Speaking yang ditulis oleh Ongky Hojanto (resensi bukunya bisa dibaca di sini), wawasan saya mengenai pentingnya mempelajari public speaking bertambah. Perlu pengetahuan memadai bagi seseorang agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. 

Setiap orang tentunya ingin pesan yang hendak disampaikannya kepada orang lain dimengerti sesuai apa yang dimaksudkannya. Namun bagaimana agar pesan itu dimengerti dengan baik, tak semudah mengeluarkan kata-kata semata. Ada cara-cara yang perlu diketahui. Misalnya, cara penyampaian harus menarik dan mampu membuat orang yang mendengarkan/menyaksikan tak mudah bosan.

Menyadari saya membutuhkan tambahan pengetahuan agar dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, saya mengikuti seminar Public Speaking Mastery yang diselenggarakan oleh Public Speaking Academy Makassar pada tangga 28 September silam.
Baca selengkapnya