Bantuan Penanganan Covid-19 Lembaga Filantropi: Bukti Kebaikan Berbagi yang Berkelanjutan

Bantuan Penanganan Covid-19 Lembaga Filantropi: Bukti Kebaikan Berbagi yang Berkelanjutan – 
“Kalau pesan 2 atau 3 boleh, tidak bisa pesan banyak,” ucap Bunga ketika saya bertanya lebih lanjut mengenai masker yang dibuatnya. Masker itu dijual melalui Warung Sosial LemINA.


Bantuan Penanganan Covid-19 dari LemINA


Warung Sosial ini boleh dibilang sebagai social enterprise kecil-kecilan dari LemINA (Lembaga Mitra Ibu dan Anak), sebuah lembaga filantropis yang concern terhadap isu anak dan kaum ibu, khusus strata menengah ke bawah. Saat ini Warung Sosial sedang full orderan. Tujuh puluh lembar yang sedang dikerjakan, semuanya sudah ada yang pesan.

“Tiga saja, saya tidak mau pesan banyak. Tidak bisa pesan banyak juga karena harus berhitung,” ujar saya.

Foto: dari A. Bunga Tongeng.

Maka beberapa hari kemudian masker pesanan tiba di tangan saya. Alhamdulillah-nya yang menjahitkan mencuci dan menyeterika maskernya sebelum mengirimkannya pada saya. Masya Allah, baik sekali, ya.

Dari 70 pieces masker yang dibuat oleh 2 crafter LemINA (akan menyusul 100 lembar lagi), sebagian besar merupakan donasi kepada mereka yang sangat membutuhkan dan kemungkinan sulit mendapatkan masker, seperti driver ojol dan polisi. Hanya sebagian kecilnya saja yang dijual kepada umum, itu pun hanya dibatasi untuk 3 pembelian saja.

“Jika mau berdonasi bisa dapat harga yang lebih murah dan beli lebih banyak,” kata Bunga melalui percakapan Whatsapp kami.

Bisa diselipkan tisu. Foto: A. Bunga Tongeng (Bunga).
Ini nih isinya Instagram @warung_sosial LemINA. Yang ini aneka tas
dan pouch, hasilnya untuk biaya kegiatan LemINA.

Pola masker yang dibuat dilihat dari pola yang dibagikan di grup crafter. Rupanya mereka yang paham dunia craft banyak yang peduli dan membagikan pengetahuannya.

Pola dan kain untuk pembuatan masker harus khusus, yang memang aman dan sangat memadai untuk menghalangi masuknya virus. Sebab ukuran virus corona dengan nama SARS-CoV-2 ini super kecil (diameter virus biasanya dalam satuan nanometer). Jenis kainnya adalah katun combed[1].

Combed satu lapis memiliki daya tahan terhadap organisme berukuran 3 mikro sebesar 70%. Bahan katun combed-nya kami beli khusus dari Surabaya. Bahan combed-nya ini agak mahal karena pake ongkir,” ujar Bunga melalui pesan WA.

Masker saya, dari Warung Sosial.

Bagi-bagi masker kepada yang membutuhkan.
Foto: LemINA

Warung Sosial ini mulanya menjual hasil kerajinan tangan berupa tas dan dompet. Melalui Warung Sosial, para pembeli craft-nya bisa membeli sembari berdonasi. Awal mula pembuatan masker adalah untuk dipakai oleh beberapa relawan ketika masker sudah menjadi barang langka.

“Diinisiasi oleh teman-teman relawan LemINA dan sampai saat ini sebagian besar keuntungan masih ditujukan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan LemINA,” Bunga menjawab pertanyaan saya mengenai hubungan antara Warung Sosial dan LemINA. Kebetulan beberapa relawan ada yang berprofesi sebagai tenaga medis dan polisi.

Menjawab pertanyaan saya mengenai siapa saja yang menjahit, Bunga menjawab:
“Sampai saat ini cuma ada 2 orang tenaga crafter. Jadi produksi tak bisa cepat. Crafter lain di LemINA juga menjahit tuk dibagikan tapi (mereka) menggunakan bahan sendiri. Mungkin saja nanti ada di Instagram Warung Sosial. Cuma belum sempat foto dan khawatir banyak yang order sementara sumber daya terbatas.”

Saat ini, kita semua membutuhkan crafter-crafter yang berjiwa sosial seperti ini. Di sela-sela kesibukan masing-masing, mereka rela menyisihkan waktu untuk membuat masker yang memang berfungsi baik dalam menahan virus. Mereka tidak asal-asalan menjahit tetapi mengobservasi terlebih dulu agar memproduksi masker berkualitas.

Status FB Bunga.

Di samping membuat masker, hal lain yang dilakukan LemINA untuk penanganan Covid-19 sejak wabah ini merajalela adalah membagikan edukasi mengenai penyakit ini melalui akun media sosialnya berupa eflyer dan video edukasi.

Pertama Kali Mengenal Lemina


Ini yang kesekian kalinya saya menjadi saksi kebaikan berbagi dari LemINA dan menuliskannya. Saya mulai memperhatikan NGO yang sudah berusia 10 tahun ini sejak tahun 2012.

Waktu itu LemINA yang sekretariatnya berlokasi di dekat rumah saya mengadakan acara edukasi kepada ibu-ibu setempat mengenai cara mencuci tangan yang benar, sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.

Kegiatan LemINA, 21 Oktober 2012. Foto: dokpri.

Sejak saat itu saya mulai akrab dengan Bunga, salah satu penggerak LemINA. Dari Bunga saya tahu lebih banyak mengenai LemINA yang memiliki pendanaan mandiri, yang berasal dari para founder dan orang-orang yang peduli pada kesejahteraan ibu dan anak dalam strata menengah ke bawah.

Visi LemINA adalah meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak, khususnya yang berada di lingkungan kumuh dan miskin.

Sejak saat itu hingga kini, saya sering bersinggungan dengan kegiatan-kegiatan dan para relawan LemINA. Entah sudah berapa banyak pula tulisan yang saya buat tentang LemINA tetapi saya tidak pernah bosan membagikannya kepada para pembaca karena menuliskannya saja sudah membuat saya bahagia apalagi jika dibaca banyak orang.

Ragam Kegiatan LemINA


LemINA dengan komunitas Sobat LemINAnya tak pernah sepi dari kegiatan yang melibatkan para relawannya. Luar biasanya, kegiatannya tak pernah berbayar. LemINA hingga saat ini masih setia pada itikad baiknya. Maka tak heran jika Sobat LemINA berhasil menyabet the Best Social Contribution Award pada ajang YSF AIESEC 2016.

Sumber foto: akun IG @sobatlemina

Secara garis besar, kegiatan LemINA mencakup 5 hal:
  1. Edukasi kepada kaum ibu.
  2. Edukasi untuk anak-anak.
  3. Edukasi bagi para relawan.
  4. Edukasi kepada masyarakat.
  5. Bantuan bencana.


1. Edukasi kepada kaum ibu.


Ibu adalah “sekolah” yang pertama dan utama bagi anaknya maka LemINA memberikan perhatian kepada para ibu akan hal ini terutama bagi mereka yang berada dalam strata menengah ke bawah yang tak mampu mengakses seminar pengembangan diri bertarif “lumayan”.


Sumber: IG @sobatlemina/

LemINA menyelenggarakan kegiatan-kegiatan gratis untuk ibu-ibu. Salah satunya adalah edukasi mengenai cuci tangan yang saya ceritakan di atas.

Pada tahun 2014 dan 2015 komunitas yang saya gawangi – IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) Makassar pernah melaksanakan kegiatan bersama LemINA sebanyak dua kali kepada para ibu di jalan Rappocini Raya lorong 3 dan di jalan K. S. Tubun lorong 2 mengenai pencegahan terhadap kekerasan seksual terhadap anak.

2. Edukasi kepada anak-anak.


Kalau mau diceritakan khusus di bagian ini, entah bisa berapa seri tulisan yang bisa dibuat. Di blog ini saja sudah ada beberapa tulisan yang sudah pernah saya buat. Festival Anak Makassar salah satu kegiatan yang pernah saya tulis. Festival ini berlangsung sejak tahun 2015 hingga 2019.

Seragam untuk Sobat” adalah kegiatan yang berlangsung sejak tahun 2012, setiap menjelang tahun ajaran baru. Misinya adalah memberikan bantuan seragam pakaian walaupun bekas namun masih layak pakai kepada mereka yang tidak mampu membeli pakaian seragam sekolah.

Sumber foto: akun IG @sobatlemina

Nulis Bareng Sobat (NBS), untuk mengajarkan keterampilan literasi dasar kepada siswa sekolah dasar di Makassar dan Kabupaten Gowa berlangsung sejak 2013 dan direncanakan masih berlangsung hingga 2020.

Aku Sayang Badanku, merupakan edukasi seksual kepada para siswa sekolah dasar. Kegiatan ini telah berlangsung pada tahun 2016 – 2019 di 4 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yaitu di Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Luwu Utara.

Kesan Ibu Yusmira Yunus (guru SDN Paccinang mengenai
program NBS yang dilaksanakan di sekolah tempatnya
mengajar. Foto: dari akun FB Yusmira, saya tuliskan
kesannya yang saya dapat dari wawancara via Whatsapp.

Melalui kegiatan ini di lapangan, para relawan mendapatkan fakta betapa anak-anak kita di pelosok membutuhkan intervensi cerdas seperti ini karena pada zaman ini mereka telah terpapar internet melalui gawai.

Kegiatan lainnya yang tak kalah pentingnya adalah Reporter Cilik (2016) dan Sanitasi Sekolah. Sanitasi Sekolah berlangsung tahun 2017 – 2018. Kegiatan ini berlangsung di 3 kabupaten: Takalar, Barru, dan Luwu Utara.

Infografis Sanitasi Sekolah. Sumber: laporan LemINA.

3. Edukasi bagi para relawan.


Salah satu pelatihan untuk relawan LemINA.

Perekrutan relawan biasanya diumumkan lewat media sosial LemINA atau langsung datang bergabung saat ada kegiatan di sekolah. Para relawan tidak terjun “kosong” dalam memfasilitasi kegiatan. Ada pembekalan terlebih dulu sebelum mereka menjadi pendamping.

Mereka mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kapasitas relawan, seperti Volunteer Camp dan Klasifikasi dan Katalogisasi Perpustakaan pada Februari 2020, juga pelatihan lain untuk bekal keterampilan dalam mendampingi anak-anak.

Infografis NBS. Sumber: laporan LemINA.

Khusus program NBS saja, sudah 7 kali dilaksanakan pelatihan bagi relawan. Pelatihan lainnya seperti Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bahkan juga dihadiri relawan lelaki. Ada juga pelatihan Nulis Blog Relawan agar para relawan menjadi orang yang mampu mengabadikan kegiatan yang diikutinya dalam bentuk tulisan di blog.

4. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.


Kelas Belajar Menulis Caption Menarik untuk Instagram adalah salah satu kelas daring yang diselenggarakan LemINA tanggal 16 April ini. Sejak beberapa tahun lalu, saya beberapa kali menghadiri acara yang menghadirkan LemINA sebagai salah satu peserta yang terlibat atau nara sumber.

Salah satunya adalah ketika LemINA menjadi peserta pada Pesta Komunitas Makassar sejak tahun 2014. Pada ajang seperti inilah masyarakat bisa lebih dekat mengenal LemINA dan bisa mendapatkan craft yang dijual di Warung Sosial.

Salah satu kegiatan LemINA
LemINA hadir di Pesta Komunitas
Makassar 2014. Dok pribadi.

FGD khusus guru/orang tua menjadi pendekatan khusus kepada guru atau orang tua sehubungan dengan isu anak. Juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam menjalankan atau membuat program-program yang relevan dengan hal-hal yang dihadapi oleh orang tua maupun guru terkait dunia anak.

Pada Pesta Pendidikan Makassar, para relawan LemINA juga terlibat sejak tahun 2018. Ajang ini menyelenggarakan serangkaian kegiatan, seperti seminar pendidikan dan kelas-kelas kecil aneka topik yang bisa diakses gratis oleh warga Makassar.

Salah satu seminar pendidikan yang LemINA terlibat
di dalamnya.

5. Bantuan bencana.


Ketika terjadi bencana yang butuh uluran tangan, para relawan LemINA juga bergerak. Misalnya berdonasi untuk korban banjir Sulawesi Selatan pada awal 2019 silam. Para relawan turun langsung ke daerah-daerah untuk membagikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.


Begitu pun ketika gempa Sulawesi Tengah terjadi pada tahun 2018, relawan LemINA tak tinggal diam. Hingga saat ini pun, kita bisa melihat kepedulian LemINA dalam penanganan Covid-19 melalui edukasi di akun-akun media sosialnya dan usaha menebarkan vibrasi positif (positive vibes) kepada semua orang.

Kolaborasi dan Advokasi


Dalam melaksanakan kegiatannya, tak jarang LemINA berkolaborasi dengan pihak-pihak lain. Seperti dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada tahun 2017, LemINA bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat di 3 kabupaten dan Unicef.

Selain memberikan edukasi kepada siswa, pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan Rencana Aksi Sekolah dan pelatihan penerapan PHBS ke RPP bagi guru.

Sumber: akun IG @sobatlemina.
Sumber: akun IG @sobatlemina.

Demikian pula pada kegiatan Pekan Sehat di Kampung SDGs (Sustainable Develompent Goals) di Gowa pada November 2019, LemINA berkolaborasi dengan Gowa Menyala, 1000 Guru, Sahabat Pulau, BMH, dan pemerintah setempat.

Melalui daring, tanggal 26 Maret lalu relawan LemINA menjadi nara sumber kebaikan berbagi dengan berkolaborasi bersama komunitas-komunitas lain. Bergabung dalam Helper Society membagikan edukasi melalui akun Instagram Helper Indonesia.

Para Relawan yang Berdedikasi


Banyaknya kegiatan yang butuh keterlibatan banyak orang seperti yang dilakukan LemINA, tentunya membutuhkan relawan yang tak sedikit jumlahnya. Saya menjadi salah satu saksi dan pengagum dedikasi para relawan yang terlibat di dalamnya. Para relawan datang dan pergi, memberikan sumbangan tenaga, pikiran, dan materi yang mereka miliki agar LemINA tetap berkelanjutan.

Namanya relawan, tak ada gaji yang mereka dapatkan tetapi saya selalu melihat rona bahagia di wajah mereka ketika mendampingi atau menjadi panitia dalam sebuah kegiatan. Saya mencoba mencari tahu kesan-kesan 3 orang dari relawan LemINA mengenai kebaikan berbagi yang mereka lakukan selama bergabung dengan LemINA:

Infografis Aku Sayang Badanku. Sumber:
laporan LemINA.

Ida Basarang (saya kutip dari website Lemina.org):

Kedatangan saya sebagai relawan dengan maksud berbagi pengetahuan malah mendapatkan banyak hal. Anak-anak merupakan aset luar biasa untuk kehidupan bangsa dikemudian hari. Saya selalu berharap berbagi pengetahuan dan hal baik pada anak-anak kelak membuat mereka pun melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Dari sini akan  membuat saya hidup selamanya.

Dede Farsjad (saya dapatkan melalui pesan Whatsapp):

Buat saya LemINA sudah seperti rumah. Banyak hal positif terutama teman relawan dengan beragam karakter yang selalu menjadi partner berbagi hal-hal baik. LemINA itu tempat belajar, banyak sekali kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri dan itu sangat berdampak dikehidupan saya secara pribadi. Salah satu pelajaran paling berharga, dalam lingkaran ini saya menemukan makna hidup adalah tentang berbagi, tentang bagaimana memanusiakan manusia.

Volunteer Camp untuk para relawan. Sumber:
akun IG @sobatlemina.

Andi Arifayani (saya peroleh melalui chatting WA):

Saya bergabung jadi relawan di LemINA sejak tahun terakhir kuliah. Banyak hal yang kupelajari khususnya tentang nilai-nilai kerelawanan dan berbagi. Banyak juga skill yang berkembang sejak terlibat dengan beberapa program di LemINA, mulai dari menulis, fotografi, komunikasi, dan banyak lagi. LemINA itu ibarat sekolah dan rumah untuk saya.

Kesesuaian LemINA dan Dompet Dhuafa


Bicara tentang LemINA, saya teringat satu lembaga yang bergerak di seluruh Indonesia. Dari 5 pilar programnya, misi yang dibawanya sama dengan LemINA, yaitu pada pilar Pendidikan: menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Lembaga itu bernama DOMPET DHUAFA yang berdiri pada tahun 1993.

Disinfection chamber dari Dompet Dhuafa. Sumber
foto: dompetdhuafa.org.

Bagi yang belum tahu dan mengira Dompet Dhuafa hanya mengumpulkan zakat, infaq, dan sedekah, saya kasih tahu ya Dompet Dhuafa itu lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welas asih/kasih sayang) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio technopreneurship).

Beberapa dari misi yang diemban Dompet Dhuafa di antaranya bersesuaian dengan hal-hal yang telah dilakukan LemINA, seperti:
  • Terkelolanya perancangan, pelaksanaan, dan pengevaluasian inisiatif pemberdayaan yang berdampak nyata, ber-multiplier effect, serta berkelanjutan.
  • Berkembangnya model pemberdayaan partisipatif yang unggul serta dapat diduplikasi secara massal dan berkelanjutan.
  • Terjalinnya sinergi dan advokasi kebijakan publik yang berpihak kepada mustahik pada isu global.

Bantuan Penanganan Covid-19 dari Dompet Dhuafa


Sebagaimana LemINA yang tanggap menghadapi bencana, begitu pun dengan Dompet Dhuafa. Di dalam Dompet Dhuafa ada lembaga semi otonom yang bernama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. DMC Dompet Dhuafa ini menjadi garda terdepan dalam pengelolaan kebencanaan, baik dalam maupun luar negeri.

Video aktivitas Dompet Dhuafa

Telah beraktifitas sejak tahun 1994, DMC Dompet Dhuafa berdiri sejak 25 Maret 2010. Tugas pokoknya adalah pengelolaan kebencanaan pada masa sebelum terjadi bencana (pra bencana) melalui kampanye pengurangan resiko bencana, saat terjadi bencana (tanggap darurat) dengan respon bencana dan setelah terjadi bencana (pasca bencana) dengan pemulihan.

Pada 27 Maret lalu, Tim Respon DMC Dompet Dhuafa mengerahkan truk jenis Unimog dakam pendistribusian 4 unit Disinfection Body Chamber. DMC menginstalasi Body Chamber di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Selain itu secara bertahap DMC Dompet Dhuafa akan menginstalasi 1.000 Disinfection Chamber di titik-titik fasilitas umum di Jakarta.

Pemasangan dilakukan pada markas kepolisian, TNI, rumah sakit rujukan, dan titik keramaian yang masih dipenuhi pekerja jalanan yang memang tidak bisa bekerja dari rumah. Harapannya, masyarakat yang harus ke area publik bisa tetap steril dengan disemprotkannya cairan antiseptik ke seluruh badan. 

Semprot disinfektan di rumah ibadah.

Tim DMC Dompet Dhuafa juga melakukan aksi penyemprotan disinfektan di beberapa tempat fasilitas umum. Tak hanya masjid, tim juga menyemprot tempat ibadah agama lain. Sebagian di antaranya merupakan permintaan masyarakat setempat sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Selain mengumpulkan dan membagikan zakat, beragam kebaikan berbagi telah dilakukan Dompet Dhuafa. Sehubungan dengan wabah Covid-19 penerima manfaatnya adalah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan Corona dan keluarga dhuafa yang terisolasi di samping fasilitas publik (penyemprotan disinfektan).

Adapun jenis bantuan yang disalurkan adalah: Alat Pelindung Diri (APD), alat disinfektan (alat semprot dan disinfection chamber), hand sanitizer, sabun cuci tangan, vitamin, layanan ambulans, kebutuhan harian, dan sosialisasi pencegahan virus corona.


Pemberian hygiene kit kepada driver ojol. Sumber foto:
dompetdhuafa.org.

Sebagai pengagum kegiatan dan lembaga filantropi, mulai masker dari Warung Sosial LemINA hingga penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa adalah bukti kebaikan berbagi yang berkelanjutan. Semoga LemINA yang berusia 10 tahun dan Dompet Dhuafa yang sudah berusia 27 tahun kekal keberadaan dan semangatnya dalam menebar kebaikan di negeri ini.

Masker, 15 April 2020

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.






[1] Bahan kaos cotton combed adalah bahan katun yang paling halus dan telah mengalami proses penyisiran (combed) terlebih dahulu sebelum dipintal menjadi gulungan benang. Sumber: https://blog.porinto.com/kaos-cotton-combed/. Diakses 14 April 2020 pukul 12:23.



Share :

120 Komentar di "Bantuan Penanganan Covid-19 Lembaga Filantropi: Bukti Kebaikan Berbagi yang Berkelanjutan"

  1. Tidak diragukan lagi kiprah LemINA dan Dompet Duafa dalam berbagi kebaikan. BTW ada tulisanku terselip dan tiba-tiba melongo haaa? Saya yang tulis ini? 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahaha. Lama sekali tak jalan2 ke lemina

      Delete
    2. Hayo Ida, main ke LemINA lagi hehehe.
      Iyaa, itu ambilnya dari lemina.org, ada tulisannya Ida di sana.

      Delete
  2. Sangat atraktif dan beragam kegiatan yang mereka lakukan, khusus dalam melakukan kebaikan buat sesama. Semoga tetap menjadi contoh yang baik buat semuanya.

    ReplyDelete
  3. 😍 panjang umur kebaikan. Semoga pandemi ini mengencangkan empati kepada sesama. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga segala kebaikan berbagi panjang umur dan mengencangkan empati kepada sesama.

      Delete
  4. Keren. Semoga bisa menjadi contoh yang baik buat semuanya. Semangat kaka-kaka relawan

    ReplyDelete
  5. Semoga dengan membaca tulisan ini, banyak orang terinspirasi untuk terus melakukan kebaikan 🙌

    ReplyDelete
  6. Ya ampun. Ternyata edukasi cuci tangan pakai sabun itu sudah sejak 2012 yah? Sekarang orang-orang spontan cuci tangan semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, pas sekali untuk kondisi sekarang ya? :)

      Delete
  7. Alhamdulillah LemINA dan Dompet Dhuafa memberikan bersinergi ya untuk membantu para ibu & anak-anak di lingkungan yang kumuh & membutuhkan. Semoga bisa terus menyalurkan bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak ... semoga bisa terus berkelanjutan ya

      Delete
  8. Semoga beragam kebaikan berbagi yang dilakukan bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menginspirasi orang2 lain untuk ikut berbagi juga. Tentunya akan sangat berarti, apalagi dalam keadaan sulit karena pandemi corona sekerang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Insya Allah bantuan sedikit apapun akan bermnafaat ya mbak apalagi di masa Pandemi seperti ini. Semoga Pandemi segera berakhir

      Delete
    2. Bantuan kepada yang benar-benar membutuhkan di saat sekarang ini, sangatlah berarti ya Mbak-mbak.

      Delete
    3. Betuul. Banyak orang tergerak untuk berbagi kebaikan sekarang ya, bikin terharu. Di kotaku juga banyak yg menyumbang masker dan APD buat tenaga medis.

      Delete
    4. Alhamdulillah ya Mbak Lianny, bahagia masih banyak orang baik di sekitar kita.

      Delete
  9. MasyAllan masker-masker dari Lemina ini berkualitas ya Bun. Dan memang bener, ditengah masa sulit ini kita harus lebih banyak lagi berbagi karena orang-orang yang membutuhkan semakin banyak dan aku juga senang dengan hadirnya dompet dhuafa kita jadi punya lembaga terpecaya untuk menyalurkan bantuan kita. Jadi ke kitanya tenang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ALhamdulillah, iya. Senang dan tenang ada lembaga-lembaga yang amanah ya Mbak.

      Delete
  10. MasyaAllah TabarokAllah. Sungguh komunitas ini sebuah wujud nyata semangat "Khairunnaas anfauhum lin naas". Sebaik2 manusia adalah yg paling banyak manfaatnya untuk sesama manusia lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga para relawan senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya ya Mbak

      Delete
  11. Wah, tebar kebaikan dari LemINA ini sudah banyak banget ya. Semoga makin banyak yang berdonasi sehingga semua orang terbantu

    ReplyDelete
  12. "Karena kebaikan jangan berhenti pada diri kita sendiri, tebarkanlah dan raihlah kebaikan berkali lipat"...
    MasyaAllah begitu besar kepedulian LemINA dengan segala programnya untuk masyarakat. Semoga LemINA juga Dompet Dhuafa bisa menjembatani antara mereka yang peduli dan membutuhkan dan selalunya berkelanjutan, dimudahkan dan dilancarkan program kebaikan yang dijalankan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga mereka selalu menjadi inspirasi ya Mbak.

      Delete
    2. Keterbatasan relawan tidak mengurungkan semangat LemINA dalam berbagi ya,inspiratif sekali ini. Begitu banyak pihak yang menunggu waktu yang tepat untuk berbuat baik. Padahal seharusnya seperti LemINA yang gerak cepatnya juwara

      Delete
  13. Saya cukup kaget ketika mengetahui di Sulawesi Selatan cukup tinggi yang terkena wabah ini. Tetapi, hikmah dari kejadian ini adalah banyak uluran tangan yang mau bekerjasama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di satu sisi iya Mbak .... menyenangkan karena banyak yang turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Di sisi lai .. tingginya angka itu karena masih banyak yang kepala batu :(

      Delete
  14. Pandemic Covid ini telah membuka wawasan kita, bahwa di dunia ini masih banyak orang baik. Mungkin kita egois, mementingkan diri sendiri, namun bila saatnya panggilan untuk membantu sesama itu datang, segala kebaikan yang ada dalam diri akan keluar semua ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya Kak, demikian adanya. Alhamdulillah masih ada orang-orang baik di sekeliling kita.

      Delete
  15. Alhamdulillah ya mbak, sekarang banyak sekali orang bahu membahu untuk membantu melawan covid-19 ini. Aku dan teman-teman fotografer di komunitasku juga menggalang bantuan untuk membantu rekan medis di Jakarta khususnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak Chichie merasakan kebahagiaan pastinya ya bersama teman-teman fotografer :)

      Delete
  16. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menebar kebaikan. Namun yang lbh penting dr semua itu adalah bagaimana agar kebaikan itu terus berlanjut tidak berhenti pada diri kita saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kelihatannya kedua lembaga ini selalu berusaha untuk berkelanjutan. Mari kita doakan semoga Allah menghendakinya juga.

      Delete
  17. senang sekali dengan efek positifnya pandemi ini, jadi makin banyak orang baik yang bahu membahu membantu orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, iya demikian yang terlihat ya Mbak Winda

      Delete
  18. wah ada lomba blog, selain ikutan lomba juga mengajak orang lebih aware dan membantu sesama ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak .. sekaligus kita menceritakan hal-hal baik tentang mereka yang menebar kebaikan atau hal baik yang kita lakukan, semoga bisa menjadi inspirasi :)

      Delete
  19. MAsyaAllah.. Tabarakallah buat LEmina dan Dompet Dhuafa yang mau menebar kebaikan kepada semua orang. Sehingga semakin banyak yang terbantu.

    ReplyDelete
  20. memang urusan sosial masyarakat Indonesia paling nomor satu, semua bergerak buat saling bantu, bahu membahu, seperti LEmina dan Dompet Dhuafa yang tak lelah menebar kebaikan buat sesama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah .. semoga berkelanjutan ya Mbak.

      Delete
  21. masya allah, ini menginspirasi banget mba kegiatan sosialnya benar2 bermanfaat untuk masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mohon doanya semoga berkelanjutan ya Mbak

      Delete
  22. MasyaAllah salut pada para volunteer lemINA...di masa sulit yang serba terbatas ini masih bisa menggerakan jiwa-jiwa berhati mulia untuk tetap membantu sesama. semoga dapat terus menebar kebaikan lemINA ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, LemINA sudah punya banyak relawan yang berdedikasi karena sering membuka rekrutmen dan mengadakan pelatihan. Semoga berkelanjutan :)

      Delete
  23. waaa ada lomba blog nya ya mbak ternyataaa, jadi pengen ikutan niiih, apalagi bisa sekalian membantu sesama juga ya hihi

    ReplyDelete
  24. Wow Keren pisan ini Lemina, suka banget kegiatan-kegiatannya terutama buat buibu dan anak2. Ga diragukan lagi menebar kebaikan pada sesamanya patut diacungkan 2 jempol .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya, Teh. Semoga mereka terus eksis.

      Delete
  25. Masya Allah, programnya bagus banget. Kebetulan banget deh ini saya baca, disaat ada teman yang di Prabumulih mengalami kesusahan karena wabah ini. Sudah hidupnya susah sehari-hari, makin susah aja deh. Semoga info ini bisa membantu teman-teman di Prabumulih. Nanti saya sampaikan deh. Ma kasih, Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Mbak ... silakan. Mbak Ade bisa ikut lomba blognya, kalau menang bisa membantu juga :)

      Delete
  26. Masya Allah banyak banget ya kegiatan dari LemINA ini. Benar-benar menebar kebaikan bagi sesama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ... iya, sewaktu menuliskan ini saya jg terkagum-kagum, masya Allah ... kegiatannya banyak banget.

      Delete
  27. Alhamdulillah LemINA telah banyak menebar kebaikan dan kebahagiaan ya, Mbak Nir, khususnya di wilayah Makassar. Berbagai pogramnya juga keren-keren dan untuk semua usia. Termasuk pembagian masker saat pandemi Covid-19 ini. Semoga lemINA terus bisa menebarkan keaikan dan kebahagiaan. Aamin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah iya ... iya untuk semua usia. Bahkan kalau mau jadi relawan, yang sepantaran Mas Bambang dan saya ini masih bisa.

      Delete
  28. Saya jadi tahu tentang LemiNa dari tulisan kk. Sangat inspiratif dan semoga selalu bisa menebar kebaikan selalu ya k. Sukses lomba Dompet Dhuafanya.

    ReplyDelete
  29. Senang gabung di group crafter, orangnya kreatif2. Kebetulan saya juga gabung di sebuah group crafter nasional. Sewaktu ada ide bikin masker, langsung dishare beberapa pola, tinggal pilih mana yg paling bisa diikuti. Semoga Lemina bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya dan lebih luas lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, Mbak Lusi, bisa membantu di masa pandemi ini, ya. Saya salut sama teman-teman crafter.

      Delete
    2. Aamiin terima kasih doanya.


      Oya, postingan Mbak Lusi yang tentang pembuatan masker itu, saya share ke teman yang butuh tutorial, Mbak.

      Delete
  30. Wah keren banget nih Lemina ya Mbak Mugniar... bisa donasi masker pula ya, btw jadi ingat lagi kl bs nyelipin tisu ya di maskernya. Artikel yg informatif dan lengkap Mbak, makasih

    ReplyDelete
  31. Masya Allah banyak kegiatan yang bermanfaat dan menginspirasi banget ya, semoga terus menebarkan kebaikan ke pelosok negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin allahumma aamiin. Semoga bisa berkelanjutan.

      Delete
  32. oh yayaa trnyata ukuran virusnya dalam satuan nanometer yah. so samll i swear. kalau pakai mask asal buat bisa saja percuma menggunakan maskernyaa. hemm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ndak boleh asal-asalan. Kalau hanya satu lapis kain tembus ji.

      Delete
  33. Keren sekali nih programnya Lemina ya mbak, sangat menginspirasi dan semoga bisa terus berkarya dan membantu sesama.

    ReplyDelete
  34. Di tengah pandemi ini bnyk bertumbuh komunitas yg menebarkan kebaikan atas nama kemanusiaan ya kak, semoga LEMINA terus tumbuh membawa berkah untuk semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukti bahwa masih banyak yang mengusahakan hal positif ya.

      Delete
  35. Barakallah ya mbak, semua aktivitas Lemina ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan. Warung sosial yang membantu membuat masker dan membagikannya juga begitu keren yaaaa.

    ReplyDelete
  36. saya suka corak-corak maskernya.
    bagus-bagus.
    itu lokasi pembuatan maskernya dimana kah mba?

    ReplyDelete
  37. Motif maskernya bagus-bagus ya, dan mengedukasi masyarakat untuk meenggunakan masker. Semoga kegiata sosial ini bermanfaat untuk semuanya. Mau ke instagramnya ah ^^

    ReplyDelete
  38. Dalam hal kebaikan tidak ada istilah kecil-kecilan. Selagi ikhlas dan bermanfaat, itu teramat besar bagi yang dibantu. Apalagi ini terbukti banyak sekali kegiatan sosial nya. Semoga menginspirasi yg lain. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya Teh .... kebaikan yang tepat di saat orang butuh tak bisa dianggap kecil

      Delete
  39. Alhamdulillah ya banyak banget yang tergerak dan bergerak dalam kebaikan di tengah pandemik ini. Semoga wabah ini lekas berlalu, aamiin

    ReplyDelete
  40. Semoga ya mbak pademi ini segera berakhir ya mbak..keren ini caranya ya mbak..dan bisa mengedukasi masyarakat

    ReplyDelete
  41. Keren ini misinya lembaga Mitra Ibu dan Anak banyak bngt kegiatan sosialny semoga terus berlanjut ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillan ... aamiin, semoga berkelanjutan

      Delete
  42. Programnya bervariasi dan keren-keren pula mbak, kebaikan dimulai dari segala hal yang sederhana, bisa membuat sesama bahagia. Semangat terus mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dari hal yang sederhana saja ya Sol.

      Delete
  43. Berbagi tidak akan pernah lelah ya mba. Saya juga kalau kegiatan apa gitu pilih nyalurinnya ke dd lebih jelas arah penyalurannta. Dan banyak manfaatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, alhamdulillah kalo DD amanah ya Mbak.

      Delete
  44. Pandemi Covid-19 ini memamng membuat kita saling bahu-membahu. Siapapun berusaha memberikan bantuan ntah sekecil apapun. Tapi bagaimanapun juga semoga segera berlalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... bagusnya sekarang ada kebiasaan-kebiasaan baikyang terbangun ya Mbak

      Delete
  45. Hebat banget Warung Social LemINA semoga berkelanjutan ya
    Karena filantropi seperti ini sering terkendala dana hibah

    ReplyDelete
  46. Keren ih. Misinya mulia sekali. Gak cuma berorientasi bisnis dan profit, tapi juga kemanusiaan.

    ReplyDelete
  47. Salut ada kegiatan sosial seperti ini yaa, ga nyangka Indonesia mengalami ini & sampai skrg belum tahu berakhirnya kapan, huhuhu

    ReplyDelete
  48. Lamakumi penasaran sama ini LemINA, rasa-rasanya mau juga jadi relawannya, semoga bisa terima nenek-nenek, h-ha-ha

    ReplyDelete
  49. Alhamdulillah lemINA peduli kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker. Positif sekali kegiatan lemINA ini, ya. Dan ada kelas online yang menarik perhatian itu yang Bikin Caption. Keren.

    ReplyDelete
  50. LemINA dan Dompet Dhuafa sama-sama concern dengan masalah sosial di masyarakat ya, membantu pemerintah dengan menebar kebaikan. Terutama di masa pandemi seperti ini kiprah warga dan lembaga non profit tentu meringankan beban seluruh warga yang terdampak bencana

    ReplyDelete
  51. Wabah seperti sekarang emang gak bisa diatasi kalau masyarakat gak kerja sama ya mbak, krn ngandalin pemerintah aja gak cukup. ALhamdulillah banyak yang bergerak ya baik perorangan maupun organisasi kyk Lemina dan Dompet Dhuafa ini

    ReplyDelete
  52. Bagus banget ya ini programnya nulis bareng apalagi dikelola untuk guru-guru, bisa jadi nanti sekolah ada banyak cikal bakal guru menulis buku yang berkualitas ya. Senang dengan adanya program ini.

    ReplyDelete
  53. Keren baanget ya aksinya banyak kegiatan berfaedah semoga lemINA terus menginspirasi dan makin banyak tebar kebaikan.

    ReplyDelete
  54. Masyaa Allah tabarakallah. Program LemINA yang menyasar para kaum ibu kalangan menengah ke bawah banyak banget. Menurut saya sudah tetap sasaran semua. Para Ibu kalangan bawah ini memiliki akses informasi dan edukasi yang terbatas. Semoga menang lombanya ya Kak.

    ReplyDelete
  55. Keren banget nih programnya, sangat bisa membantu masyarakat yang lagi kesusahan diituasi seperti inii

    ReplyDelete
  56. Sudah sering dengar LemINA tapi baru tahu kepanjangannya dari baca blogspot ini. Tadinya juga saya kira ini komunitas khusus yang berkaitan dengan dunia anak saja ternyata juga menyangkut edukasi pada ibu ya dan maa syaa Allaah banget nih program2 dari LemINA sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  57. Situasi pandemi seperti ini membuat banyak orang bisa melakukan banyak kebaikan sekecil apapun kebaikan itu jika dilakukan secara berkelanjutan tentu saja akan memberikan dampak positif bagi orang lain

    ReplyDelete
  58. Barakallahu fiikum...
    Hikmahnya pandemi adalah saling bantu membantu dalam hal kebaikan seperti ini yaa, kak...tanpa diminta dan semoga semakin banyak donatur yang tergerak hatinya untuk ikut serta menyisihkan sedikit hartanya.

    Aku suka banget sama motif dan model maskernya, kak Niar.
    Asa lebar menutup wajah.

    ReplyDelete
  59. Keren banget. Berbagi utk semua, tidak hanya materi/brg tetapi juga edukasi..smg makin byk saudara2 kita yg terbantu.

    ReplyDelete
  60. Aku salut banget dengan semua lembaga sosial yang serius ambil bagian solusi utk penanganan Covid19

    ReplyDelete
  61. Seneng rasanya di situasi yang sulit ini ad lembaga yang mengulurkan tangannya apalgi yang paling dibutuhkan yaitu masker. Bte sy tertarik dengan merchandise di warung lemina ini, ptw kepoin ignya

    ReplyDelete
  62. Sekarang dibutuhkan tindakan-tindakan seperti yang dilakukan oleh LemINA dan Dompet Dhuafa. Semoga seterusnya berkelanjutan.

    ReplyDelete
  63. Sangat menginspirasi banget kak bisa berbagi dalam situasi seperti ini

    ReplyDelete
  64. LemINA dan dompet Dhuafa menunjukan kepada kita pentingnya sebuah aksi bukan hanya kata-kata semata, sangat menginspirasi sekali

    ReplyDelete
  65. Terharu bacanya tentang skill crafting anggota LemINA yang dimanfaatkan untuk membantu orang-orang di jalanan dalam mendapatkan masker, semoga dedikasinya bernilai ibadah semua. Amin...

    Ternyata program kegiatan LemINA banyak juga yah kak, yang pernah saya ikut cuma festival anak di Benteng Rotterdam tahun lalu dan benar-benar sangat menyenangkan, bisa main lompat karet lagi di sana sekaligus olahraga. Sering-sering lah LemINA buat program yang bisa melibatkan masyarakat umum juga karena acaranya memang seru. Hehe!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya programnya banyak dan kreatif serta mengedukasi banget. Eh tapi selama ini saya baru sebatas liat keseruannya dari teman2 yang sudah bergabung di LemINA ini. Semoga lain waktu bisalah ikutan program yang diadakan LemINA ini.

      Delete
  66. Bagusny maaskernya kak niar, sukaku itu morifnya juga yang nabuat a. bunga. Eits semoga dengan kita berbagi masker bisa membatu menjaga kesehatan mereka yang lebih peduli dengan kesehatan. Semoga ini semua cepat berlalu yah kak. Amin

    ReplyDelete
  67. Kegiatan2 yang diadakan Lemina ini memang perlu dukungan banyak pihak, termasuk blogger, untuk mensosialisasikan.

    Motif2 maskernya cantik2 ya kak.

    ReplyDelete
  68. Masya Allah, lengkapnya informasita ditambah dengan data dan foto-foto. Kita semakin tahu apa itu Lemina dengan segala kegiatannya.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^