Showing posts with label Catatan 3A. Show all posts
Showing posts with label Catatan 3A. Show all posts

Ironi di Perhelatan Akbar Wisuda Santri

Saya anggap nomor urut nyaris bontot: 1659 adalah sebuah keuntungan. Kami bisa duduk manis menanti nomor dipanggil pada perhelatan akbar wisuda santri semakassar ini, tidak perlu berdesak-desakan dengan seribuan orang yang ingin naik ke panggung. Total santri yang diwisuda pada tanggal 10 Mei ini adalah 1668 orang. Enak kan, menjelang nomor si putri mungil disebut, tempat ini pasti sudah lebih lengang. Toh, tidak lama lagi acara akan berakhir. Tidak perlu menunggu lama sampai nomor 1659 dipanggil.
Baca selengkapnya

Mencari Hikmah di Perhelatan Akbar Wisuda Santri

Lapangan Karebosi sudah penuh dengan santri dan pengantarnya ketika saya dan putri saya – Athifah tiba di sana pada pagi hari tanggal 10 Mei kemarin. Di bagian tribun tempat duduk para santri menjelang remaja sementara para pengantarnya duduk di bawah tenda di atas lapangan rumput. Saya mengamati kursi-kursi yang bertebaran. Tak jelas apakah ada tanda di mana nomor 1659 – nomor urut Athifah bisa duduk. Para santri yang akan diwisuda duduk tak beraturan dijaga para pembinanya.
Baca selengkapnya

Pelajaran dari Grand Final Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018

Menyelesaikan kerempongan pagi-pagi dulu, baru saya siap mengantarkan Athifah. Kami meluncur ke Hotel Asyra di jalan Maipa, guna menyimak pengumuman hasil Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Kota Makassar yang dilaksanakan sehari sebelumnya, pada tanggal 17 April 2018. Kami tiba pas sesaat sebelum acara Grand Final Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Kota Makassar dimulai. Deg-degan juga rasanya menanti pengumuman 10 peserta yang masuk grand final lomba ini. Oya, simak tulisan sebelumnya: 5 Hal Tentang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI yang Perlu Anda Tahu dan Pelajaran dari Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018.
Baca selengkapnya

Pelajaran dari Audisi Lomba Bercerita Tingkat SD/MI 2018

Sudah berkali-kali saya katakan pada Athifah kalau mau ikut Audisi Lomba Bercerita tingkat SD/MI, harus dia yang betul-betul serius mau ikut. Harus dari dirinya sendiri yang berinisiatif mau latihan sendiri tanpa saya perlu berkali-kali menyuruhnya. “Nanti orang bilang Mama manfaatkan anak!” alasan asal-asalan yang pernah saya lontarkan. Apa-apaan si mamak, memangnya anaknya artis, gitu, memanfaatkan kemampuan anaknya buat cari duit? 😆 (Oya, baca cerita sebelumnya di: 5 Hal Tentang Lomba Bercerita Tingkat SD/MI yang Perlu Anda Tahu).
Baca selengkapnya

Waspadai BrainKing Palsu!

Bukan hanya baju atau tas terkenal yang orang buat produk tiruannya. Suplemen kesehatan pun ternyata tak luput dari ulah nakal segelintir orang yang ingin menumpang mengais rezeki. BrainKing contohnya. BrainKing Plus juga ada produk palsunya. Masalahnya produk palsu ini membuat masalah baru, ada yang sampai tambah parah penyakitnya ketika mengonsumsinya. Lalu, apakah yang mengeluarkan produk tiruan bertanggung jawab? Tidak! Yang jelek namanya justru BrainKing dan perusahaan yang memproduksinya.
Baca selengkapnya

Moment WOW di Batang Hidung Mamak

Salah satu moment WOW mamak-anak yang saya alami adalah saat bermain atau berinteraksi dengan mereka, tiba-tiba (karena gerak aktif mereka) hidung saya berbenturan dengan kepala mereka. Rasanya itu – WOW sesaat, disertai bunyi KREK halus. 😁
Baca selengkapnya

Serunya Mengunci Aplikasi Gadget dari Anak: Berhasil Atau Gagal?

Seperti banyak ibu di dunia ini, gadget dan anak-anak menjadi salah satu concern saya. Memang sudah masanya anak-anak sekarang memegang dan beraktivitas dengan gadget. Namun tetap harus dibatasi. Selain karena memperkecil salah satu faktor risiko mata minus pada anak, juga agar pemanfaatan waktu anak lebih terkontrol. Kali ini, saya ceritakan salah satu caranya, yaitu dengan mengunci aplikasi gadget dari anak. Namun pertanyaan selanjutnya: berhasilkah atau tidak?
Baca selengkapnya

Kisah Sepatu Garry Penyelamat

Kisah Sepatu Garry Penyelamat - Memang tak ada yang bisa menahan, ya kalau Allah menghendaki rezeki datang kepada kita. Dan tak ada yang bisa memberikan kalau Allah menahannya. Bahkan seperti yang baru saja saya alami, hendak mengonsumsi multivitamin yang sedang rutin saya konsumsi, si multivitamin tiba-tiba saja melompat ke luar dari mulut. Anehnya, saya tak bisa menemukannya lagi. Cerita saya itu tentang “rezeki” yang lepas. Berbeda dengan si sulung Affiq. Dia ketiban rezeki yang sebelumnya tidak diperuntukkan baginya. Sepasang sepatu berwarna biru navy tua yang nyaris hitam warnanya tiba-tiba menjadi miliknya karena suatu kejadian tak terduga.
Baca selengkapnya

Main Wayang, Kegiatan Anak Jaman Now & Old

Bermain itu dunia anak-anak. Sering kali menjadi sebuah dilema bagi saya jika harus mengajarkan bahan pelajaran sekolahnya dengan cara mendikte atau menghafal karena saya tahu, lebih sulit bagi anak-anak menyerap pelajaran dengan cara seperti itu. Kalau di luar sekolah, pikiran mereka memang dipenuhi aneka hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan. Putri mungil saya ketika bosan berada di rumah, sering bete sembari mengatakan “bosan” supaya saya membolehkannya ke luar rumah untuk bermain bersama kawan-kawannya atau mengajaknya bepergian.
Baca selengkapnya

Tas Remaja Jaman Now Seperti Ini!

Entah apa yang diharapkan kurikulum sekolah dasar waktu itu yang membuat putra sulung saya membawa tas berat. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, si sulung saya  Affiq terbiasa membawa tas berat yang saya sendiri tak sanggup memikulnya. Padahal sudah terbukti, di zaman dulu tas dan kurikulum kami tak seberat itu tetapi kami toh tak jadi bodoh dan tetap bisa mengikuti perkembangan zaman asalkan tetap mau belajar lalu mengapa kurikulum saat itu dibuat sedemikian susahnya - saya tak pernah bisa mengerti. Untungnya sekolah dasar sekarang sudah banyak yang menerapkan kurikulum 2013 yang saya nilai lebih simple.
Baca selengkapnya

Kata Anak-Anak Perempuan Itu: Arloji Bergambar Princess Sofia Itu Kekanakan

Rasanya baru saja saya melihat semringah di wajah Athifah – putri kedua saya saat di pagi hari dia menuju sekolah dengan arloji barunya namun pulang sekolah, ada kelesuan terlihat di situ. Ah, mungkin dia lelah, pikir saya.
Baca selengkapnya

Kata Maaf yang Dibabat

"Maafkan ya, Dek," Athifah meminta maaf kepada anak yang habis dikerjai Afyad.Bocah lelaki itu mengangguk pelan.

Bukan karena sengaja, Afyad menerbangkan semen kepada anak tersebut. Afyad melakukannya juga kepada kakak dan sepupunya. Saat Athifah melarangnya, Afyad tak menghiraukannya.
Baca selengkapnya

Energetic Boy

Token dari sebuah bank swasta ini sangat penting bagi saya karena mendukung keadaan saya yang sulit mobile. Tinggal pencet sesekali saya sudah bisa memindahkan isi rekening ke tempat lain, seperti ke akun GoPay dan akun Kudo. Harganya tidak mahal namun bikin repot ketika tiba-tiba, gara-gara lengah barang ini rusak. Token pertama terblokir gara-gara ke-gaptek-an saya. Token yang saya miliki sekarang merupakan token ketiga yang rusak. Tepatnya terblokir. Gara-gara saya lupa menyembunyikannya, tahu-tahu si bungsu - the energetic boy sudah asyik saja memainkannya.
Baca selengkapnya

Lele yang Menular

Ini adalah salah satu keseruan yang saya alami, dianugerahi Allah tiga orang anak:

Dua dari tiga anak ini sering berkolaborasi melawan yang satunya. Entah itu Athifah dengan Afyad atau Afyad dengan Affiq. Yang tidak pernah terjadi adalah Athifah berkolaborasi dengan Affiq hahaha. Mungkin karena Afyad yang paling kecil, masih asyik diperebutkan sebagai anak bawang.
Baca selengkapnya

Sosis, Nasi Goreng, dan Casing-nya

Saya menolak membuatkan nasi goreng sosis ketika pada suatu malam Athifah merengek sembari marah minta dibuatkan. Bukan tanpa alasan penolakan saya. Saya sering mengikuti kemauan anak-anak hendak makan apa tetapi ketika malam itu ia memintanya, saya tidak mau menurutinya. Karena ada jenis makanan lain yang sudah siap di meja makan dan ia biasanya mau menyantap jenis makanan itu. Selain itu, cara memintanya tak bisa saya terima. Seharusnya dia bisa meminta dengan lebih sopan.
Baca selengkapnya

Selamat Nak, Satu Pelatihan Kehidupan Telah Kau Lalui

Beruntungnya Athifah, sekarang banyak lomba yang bisa diikutinya. Banyak pula kesempatan tampil di depan orang banyak yang dimanfaatkannya. Bukan sekadar beruntung, sih. Dia memang senang. Dia senang berbicara di depan orang (biasanya membawakan cerita) dan berlomba. Kadang-kadang, belum mendengar instruksinya, baru ditanya oleh gurunya, “Siapa yang mau ikut lomba?” – dia langsung tunjuk tangan. Belakangan urusan dia bisa melakukan yang disuruh atau tidak.
Baca selengkapnya

Kenapa Bapakmu Tidak Merokok?

“Kenapa bapakmu tidak merokok?” sudah beberapa kali Wahyu – teman mengaji Athifah menanyakan hal ini kepada Athifah.

Wahyu punya kelebihan dibanding anak-anak lelaki lainnya. Ia sangat care. Pernah ia main ke rumah saat Afyad sedang demam. Kepada Athifah dia bertanya apakah boleh ia mendo’akan Afyad supaya sembuh. Beberapa kali Afyad ikut Athifah mengaji ke TPA, Wahyu yang senantiasa menemani Afyad sehingga Afyad tak bosan selama berada di sana. Jarang, lho anak lelaki yang punya sifat ngemong seperti Wahyu ini.
Baca selengkapnya

Anak-Anak Bisa Menanyakan Apa Saja

Athifah mendapatkan sebuah tempat cincin milik saya di laci. Dia bertanya, apakah papanya memberikan cincin kepada saya dengan berlutut. Saya tertawa dan bertanya, “Kenapa memangnya orang harus begitu menyerahkan cincin?”

“Biar romantis,” jawab Athifah.
Baca selengkapnya

Larangan Keras ke Rumah Teman pun Jatuh

Memang belum terlalu banyak saya mengajari Athifah perihal keliling persegi panjang. Lagi pula saat menanyakannya, dia sedang mondar-mandir. Saya lupa dia hendak ke mana namun situasi saat dia bertanya itu tak memungkinkan untuk kami sama-sama duduk tenang dan membahas mengenai keliling persegi panjang.
Baca selengkapnya