Me Time dengan Eksplorasi Diri ala Points of You Coaching Game

Fun. Itu kesan yang saya dapatkan saat masuk ke dalam sebuah ruangan di salah satu hotel di jalan Maipa hari Selasa lalu. Rencananya saya akan menghadiri Designing The Unlimited You, with Points of You Coaching Game, Exploring, and Sharing. Sebuah coaching di Makassar  yang langsung dipandu oleh Coach Ochy – sapaan untuk Fauziah Zulfitri, ACC (Director Insight Indonesia).

Usai mengucap salam, pandangan saya langsung terpusat ke bagian tengah ruangan. Aneka kartu sudah tertata sedemikian rupa secara melingkar. Di luar lingkaran kartu-kartu itu ada 10 bantal hias berbentuk bujur sangkar. Di dekat setiap bantal ada sebungkus coklat dan sebuah kartu yang berukuran agak besar.


Setelah mengamati kartu-kartu itu barulah pandangan saya tertuju kepada beberapa kawan blogger yang sudah hadir lebih dulu. Sudah ada Ayi, Fira, Abby, dan Kak Dawiah. Mereka duduk di atas karpet. Beberapa dari mereka memangku bantal hias. Saya mengambil tempat di dekat Kak Dawiah. Keseluruhan kami ada 10 orang, terpilih oleh Sombere Social Media Partner untuk ikut kegiatan ini.

Perhatian saya kembali tertuju pada deretan kartu bergambar di depan saya. Ada aneka warna dan ekspresi, juga tulisan di situ. Saya makin antusias. Rasanya pertemuan ini bakal fun dalam melakukan eksplorasi – apapun eksplorasi yang dimaksud. Saya mengamati kartu berukuran agak besar di depan saya dan tersenyum usai membaca tulisan yang tertera di situ:
Life is a mirror: if you frown at it, it frowns back. If you smile, it returns the greetings. William Makepeace Thakeray.

Ya, betul sekali. Kitalah yang menentukan diri kita. Kalau bahagia, seisi dunia akan tersenyum juga kepada kita. Begitu pun sebaliknya.



Saya hampir tak menyadari keberadaan coach Ochy di sudut bagian dalam ruangan yang tengah bercakap-cakap dengan seorang lelaki berpakaian biru. Warna biru yang sama dengan yang dikenakan 2 orang perempuan muda dalam ruangan itu dan seorang lagi yang sedang berjaga di meja registrasi.

Coach Ochy berdiri sembari tersenyum lebar kepada kami semua. Dia menghampiri kami, menyapa dengan ramah, dan menjabat erat tangan kami satu per satu. Setelah semua peserta lengkap, coaching dimulai.



Pada pengantarnya, coach yang telah melalui 2000 jam sesi training dan lebih dari 300 jam professional coaching and mentoring ini menyatakan bahwa melalui model Points of You Coaching Game, Exploring, and Sharing ini diharapkan para perempuan bisa “menengok ke dalam dirinya sendiri”.

“Menengok ke dalam diri sendiri” bisa menjadi me time untuk menemukan sesuatu yang berharga. Sebab sering kali kita terlalu sibuk dengan rutinitas dan media sosial sehingga lupa menyelami diri sendiri padahal penting untuk dilakukan agar bisa merefleksikan diri.


Sering kali kita dapatkan tuntutan di sekitar kita, bahkan masyarakat terhadap perempuan sedemikian besarnya. Contoh kecil saja, pemeo bahwa “ibu tak boleh sakit”. “Kalau ibu sakit maka rumah lumpuh,” ucap perempuan sekaligus orang pertama di Indonesia timur yang meraih gelar credential sebagai ASSOCIATE CERTIFIED COACH dari International Coach Federation ini.

“Perempuan punya kemampuan multi tasking, kemudian punya resources yang luar biasa dengan keistimewaannya mengalami haid, hamil, melahirkan, dan menyusui yang tak dimiliki laki-laki. Masyarakat menuntut perempuan untuk ‘tidak boleh begini, tidak boleh begitu’. Bahkan dalam beberapa kasus perselingkuhan yang disalahkan adalah si perempuan,” pungkas coach yang juga seorang psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.



Well, itu kenyataan tentang perempuan. Lalu mengapa coaching ini penting?

Karena, diharapkan usai coaching dan bisa melihat ke dalam dirinya sendiri, perempuan menjadi lebih berdaya. “Empower a woman itu akan empower other woman. Kalau kita bisa memberdayakan perempuan, dia akan memberdayakan keluarganya. Dia juga akan memberdayakan perempuan lain,” Coach Ochy menjelaskan mengapa coaching ini nantinya bisa membuat para perempuan menjadi lebih berdaya dan bermanfaat.

Coach Fauziah Zulfitri sudah membangun karirnya selama 19 tahun. Terakhir, dia menjabat sebagai Director of Hospitality Group, Bosowa Corporation (2013 – 2016). Karena ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan keluarganya, dia memutuskan resign namun sudah mempersiapkan mental dan finansial untuk berpindah memulai usaha di bidang coaching, mentoring, consulting sumber daya manusia dan manajemen bisnis.



Saya sudah pernah membaca pengalaman dan bagaimana coach yang pernah menjadi adik kelas saya di SMAN 2 ini mempersiapkan dirinya. Karena itulah saya makin antusias mengikuti sesi coaching kali ini. Apalagi saya memang peminat materi self development dan psikologi populer sejak dua puluhan tahun belakangan.

Kami semua menyimak dengan serius instruksi dari coach Ochy sembari diiringi musik instrumentalia. Pada setiap instruksi, ada peran kartu-kartu yang tersebar secara melingkar di depan kami. Setelah memegang kartu, kami diminta merefleksikannya sesuai dengan apa yang kami pikirkan dan rasakan.


Kartu-kartu tersebut tidak dibuat asal-asalan melainkan berdasarkan penelitian selama bertahun-tahun. Melibatkan banyak orang dan persepsi mereka. Bangga menjadi yang pertama menjalani coaching dengan tools ini.

Hasilnya bagaimana?

Kami bisa menangis bersama, tertawa bersama, saling memotivasi, dan saling menguatkan. Rasanya mendapatkan kekuatan baru dari teman-teman peserta coaching. Kami jadi lebih mengenal satu sama lain.


Beberapa dari kami mengaku menjadi lebih lega. Kami menjadi lebih bisa mendefinisikan kekuatan diri yang nantinya bisa digunakan untuk memberdayakan diri sendiri dan semoga bisa menulari keluarga dan para perempuan lain untuk menjadi lebih berdaya.

“Saya baru kali ini menangis karena menceritakan diriku sendiri,” kurang lebih begitu yang dikatakan seorang kawan blogger. Ajaibnya, dia membuat kami semua menangis terharu sekaligus bangga padanya.

Sumber foto: Awie (www.fillyawie.com)

Saya pribadi terperangah dengan definisi kekuatan diri dari semua blogger perempuan ini dan jadi ingin meniru ketangguhan mereka.

“Mendengar kisah orang lain dan berusaha memahaminya bisa membantu menguatkan diri kita,” ujar coach Fauziah Zulfitri.

Sumber foto: Ayi Prima (www.ayiprima.com)
Kartu-kartu di tangan saya

Metode yang diberikan Points of You ini bukanlah magic, but it’s magical, gambarannya kira-kira seperti itu. Tentunya saya tak boleh menceritakannya secara detail di sini. Kesimpulan saya, jika ingin lebih mengeksplorasi diri sendiri dengan “menjelajahi diri sendiri”, fun game dalam metode ini worth it Anda lakukan.

Sekali lagi, kita ini butuh sering-sering menengok ke dalam diri karena sumber daya yang bisa meningkatkan kualitas diri dan lebih membuat kita berdaya ada di dalam diri sendiri tetapi kadang-kadang kita tak bisa melihatnya sendiri dan butuh bantuan dari luar untuk mengeksplorasinya.


Sumber foto: Awie (fillyawie.com)

Clue-nya adalah: kalau Anda belum bisa menemukan bahwa diri Anda adalah limited edition, yang mampu berdaya dan tak ada samanya, Anda perlu coach untuk menemukannya melalui cara asyik ini.

Makassar, 14 Maret 2019

Terima kasih kepada coach Ochy, Insight Indonesia, dan Sombere Social Media Partner.

Insight Indonesia
Alamat: Grand Losari, Jl. Losari Permai No. 12, 
Jl. Tanjung Bunga, Tj. Merdeka, Makassar
Telepon: 0822-6007-0003
Website: https://www.insightgroup.co.id/
IG: @insigthgroupID
Facebook: Insight Indonesia



Share :

41 Komentar di "Me Time dengan Eksplorasi Diri ala Points of You Coaching Game"

  1. menengok ke dalam diri sendiri ini yang banyak orang butuhkan sekarang. saat ini lebih gampang melihat dan mencari kesalahan orang lain dibanding menemukan apa yang kita punyai dalam diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Perlu menengok ke dalam diri.
      Juga perlu mendengarkan pengalaman orang lain yang menengok ke dalam dirinya supaya tidak merasa benar sendiri (seperti yang kami lakukan).

      Delete
  2. Saya suka ini "kita ini butuh sering-sering menengok ke dalam diri karena sumber daya yang bisa meningkatkan kualitas diri"

    Sebagai manusia, hal pertama yang harus selalu kita gali adalah kesadaran diri, termasuk potensi apa yang bisa kita perbuat. dengan begitu, kita akan terhindar dari keputus-asa-an yang tak perlu.

    terimakasih sharingnya kak Niar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ya ... putus asa sebenarnya tidak perlu tapi ada yang sangat tidak perlu.

      Ada juga itu kesadaran diri yang tertutup ego. Wih, susahnya kalau begitu.

      Delete
  3. Deeeh, coaching sama Bu Ochi adalah kesempatan yang sangat berhargaa.. Sayang nda ikutan di acara ini. Ini kayaknya bagus diterapkan untuk team kerja biar terbangun bounding yang lebih bagus lagi sesama team.

    ReplyDelete
  4. Me Time yang perlu sesekali saya lakukan, "menengok ke dalam diri sendiri".

    ReplyDelete
  5. Nah, menengok ke dalam diri. Ini yang perlu digarisbawahi karena tak ayal kita lebih cenderung melihat orang dengan segala kelebihannya dan mengabaikan apa yang kita miliki. Padahal setiap orang punya potensi, hanya saja setiap potensi punya cara berbeda untuk ditonjolkan. Mantap Kak Niar, penjelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, tepat. Kalau mengenali potensi diri kita maka kita bisa lebih berdaya tak perlu pesimis atau rendah diri.

      Delete
  6. Walau usia saya sudah setengah abad lebih, tetapi masih kurang melihat ke dalam diri sendiri. Paling seringnya menilai orang saja lalu membandingkan, atau mengkhayal andai saya seperti dia. Padahal kita ini adalah manusia terbaik yang telah diciptakan Allah swt. Maka tidak salah kalau saya sangat mensyukuri kegiatan ini.

    ReplyDelete
  7. sepertinya saya haru smenemukan coach karena saya belum limited edition. Coaching begini bikin hati jadi lebih adem, hmmm emosi juga tersalurkan tho mbak

    ReplyDelete
  8. Asik bener mbak, lesehan sembari main game...pengen ganget bias ikutan, seru banget sepertinya...

    ReplyDelete
  9. Bukan cuma wanita, laki-laki pun butuh Me Time. ME time, saya biasanya ketika bersepeda sendiri. terkadang saya merenungkan banyak hal. tentang apa yang telah saya lewati selama ini.

    ReplyDelete
  10. Saya itu agak susah ikut yang beginian hahaha.

    Dasarnya saya orang yang skeptis dan sinis, jadi kalau ikut training begini saya malah sibuk memikirkan hal "di belakang layar".

    Dulu pernah ikut training ESQ, tapi saya malah sibuk berpikir dia pakai software apa, lighting bagaimana, tata suaranya bagaimana, siapa operatornya, dll. Hahaha

    Nda bisa ka fokus.

    ReplyDelete
  11. Me time memang penting sekali kak khususnya bagi yang punya kesibukan yang padat. Karena dengan me time, hidup tidak akan monoton hehe.

    and yes, we are limited edition.

    ReplyDelete
  12. Sangat kreatif kegiatan ini, dikemas dalam bentuk games untuk membentuk self development kepada peserta..

    Terus kembangkan potensi dalam diri dan seterus menebarkan aura positif kepada lingkungan..Dalam hal ini peran emak-emak juga penting untuk membngun generasi bangsa ini..sukses slalu Ibu Mugniar..

    ReplyDelete
  13. Kegiatan yg sangat keren dan penuh smangat, saluut dah. Kapan sy jg nmbsa ikut sesi bgini juga sm kt hihiii

    ReplyDelete
  14. Acaranya keliatan seru sekali ya kak sampai ada sesi tertawa dan menangis bareng gitu. Saya jadi penasaran dengan metode points of you ini. Sepertinya menarik apalagi mengajak kita untuk "menengok ke dalam diri sendiri". Jadi pengen merasakan coach juga deh.

    ReplyDelete
  15. Ini konsep me time yang sangat menyenangkan. Baru kali ini sharing sesama blogger pakai curhat curhatan plus nangis nagisan. Sukaaa....

    ReplyDelete
  16. Kalau udah kenal diri sendiri itu enak. Tahu lemah dan kelebihan ya. Dan akhirnya tahu juga bagaimana memberdayakan diri

    ReplyDelete
  17. Wah seru gamenya, bakalan cocok sama aku..
    bisa lebih menyayangi dan menghargai diri sendiri

    ReplyDelete
  18. Kak Niaaar, mantab jiwa banget acara ini
    Reportasenya juga warbiyasaaakk
    Saya seolah2 ikut hadir dan jadi client-nya coach cantik ini
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  19. menengok ke dalam diri sendiri, memang penting tuh
    sudah berapa kali aku dapat wasiat dengan kalimat itu mbak

    ReplyDelete
  20. Senangnya ya Mba bisa ikutan acara ini yg dipandu oleh Coach yg menguasai materi ini. Setidaknya kita bisa mendapat banyak pencerahan ya. .

    ReplyDelete
  21. Bermanfaat sekali ya kak kegiatannya karena usai coaching dan bisa melihat ke dalam dirinya sendiri ituuu yang mupeng di praktekin

    ReplyDelete
  22. Masyaallah bersyukur banget bisa ikutan coaching-nya ya mbak. Bisa sekalian self healing ketika melihat ke dalam diri sendiri

    ReplyDelete
  23. Mudah2an bisa ikutan nig klo Ada workshop kyk gini kepingin bnget kak, yap intinya lbih bnyk intropeksi diri sndiri ya kak,, mnghargai Dan mencintai apa yg ada didiri kita

    ReplyDelete
  24. Konsep nya unik banget, kita merefleksikan diri sambil bermain games, sudah banyak yg menyatakan jika kebahagiaan yg menentukan adakah diri sendiri hanya saja proses refleksinya yg belum banyak di pahami kebanyakan orang

    ReplyDelete
  25. saya baru tau ada coaching model seperti ini mba,jadi kita bisa mengenali diri sendiri lebih dalam sehingga memaksimalkan potgensi

    ReplyDelete
  26. Bener banget kak, setelah ikut coaching game ini saya jadi lebih banyak melihat ke dalam diri. Kesibukan sebagai nara blog memang positive tapi bisa membuat saya terlalu banyak mencari dan berkelana di luar sana. Ada banyak hal yang kita lihat, dengar dan rasakan dari melihat hidup orang lain, tapi jangan lupa untuk melihat, dengar dan rasakan juga apa yang ada di dalam diri. Thanks Kak Niar, review nya lengkap sekali *lafff.

    ReplyDelete
  27. Menarik sekali coaching ini. Melihat diri sendiri pada perempuan.Berarti menggali potensi diri supaya menemukan sisi unik wanita.

    Kadang diri kita belum tentu baik dari orang lain ataupun sebaliknya. Maka Peru keseimbangan saling memahami.

    ReplyDelete
  28. bagus acaranya..semacam ESQ gitu ya ini..supaya kita mengenal diri sendiri melalui beberap aktivitas gitu ya

    ReplyDelete
  29. Beruntung banget ya Mbak bisa ikutan coaching seperti ini jadi bisa mengetahui potensi diri lebih jauh ya

    ReplyDelete
  30. Padahal kelihatannya sepele, sekadar memilih sebuah gambar. Tapi ternyata mengandung banyak cerita... Betul-betul perception is projection..

    ReplyDelete
  31. Kitalah yang menentukan diri kita, tentu karena faktoe luar tidak berpengaruh besar atas diri kita. Yang kontrol ya diri sendiri hihi.

    ReplyDelete
  32. setuju kak Niar, menengok ke dalam diri sendiri itu penting sekali. me time buat diri sendiri seperti ini memang perlu sekali juga di kak. pulang dari sini jadi lebih lega:D

    ReplyDelete
  33. Melihat ke dalam diri sendiri itu memnag perlu, dan sebagian besar org kurang mrlakukannya. Termasukmi saya, smpe ikut coaching ini.. Betul betul kyk bkin kebuka pikiran, pas smpe rumah.. smoga nnti bisa ikut lagi heheh

    ReplyDelete
  34. Hidup ini pilihan y ... Bahagia pun kita yg ciptakan harus bisa ksh me time buat diri sendiri

    ReplyDelete
  35. Wah..kalo acara kayak gini dilakukan di outdoor gemana ya kak..tambah seru gak ya kiranya..hehehe...Di indoor aja udah seru dan berfaedah yak..

    ReplyDelete
  36. Nah ini tulisan yang saya tunggu-tunggu. Bagaimana di' kalau saya ikutan acara serupa? Bisaja' itu fokus? #nanyasamadirisendiri. Ternyata saya kayak yang Daeng Ipul komen di atas. Malah yang lain dipikir. Hahahhaha

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^