Tampilkan posting dengan label Catatan 3A. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Catatan 3A. Tampilkan semua posting

Lele yang Menular

Ini adalah salah satu keseruan yang saya alami, dianugerahi Allah tiga orang anak:

Dua dari tiga anak ini sering berkolaborasi melawan yang satunya. Entah itu Athifah dengan Afyad atau Afyad dengan Affiq. Yang tidak pernah terjadi adalah Athifah berkolaborasi dengan Affiq hahaha. Mungkin karena Afyad yang paling kecil, masih asyik diperebutkan sebagai anak bawang.
Baca selengkapnya

Sosis, Nasi Goreng, dan Casing-nya

Saya menolak membuatkan nasi goreng sosis ketika pada suatu malam Athifah merengek sembari marah minta dibuatkan. Bukan tanpa alasan penolakan saya. Saya sering mengikuti kemauan anak-anak hendak makan apa tetapi ketika malam itu ia memintanya, saya tidak mau menurutinya. Karena ada jenis makanan lain yang sudah siap di meja makan dan ia biasanya mau menyantap jenis makanan itu. Selain itu, cara memintanya tak bisa saya terima. Seharusnya dia bisa meminta dengan lebih sopan.
Baca selengkapnya

Selamat Nak, Satu Pelatihan Kehidupan Telah Kau Lalui

Beruntungnya Athifah, sekarang banyak lomba yang bisa diikutinya. Banyak pula kesempatan tampil di depan orang banyak yang dimanfaatkannya. Bukan sekadar beruntung, sih. Dia memang senang. Dia senang berbicara di depan orang (biasanya membawakan cerita) dan berlomba. Kadang-kadang, belum mendengar instruksinya, baru ditanya oleh gurunya, “Siapa yang mau ikut lomba?” – dia langsung tunjuk tangan. Belakangan urusan dia bisa melakukan yang disuruh atau tidak.
Baca selengkapnya

Kenapa Bapakmu Tidak Merokok?

“Kenapa bapakmu tidak merokok?” sudah beberapa kali Wahyu – teman mengaji Athifah menanyakan hal ini kepada Athifah.

Wahyu punya kelebihan dibanding anak-anak lelaki lainnya. Ia sangat care. Pernah ia main ke rumah saat Afyad sedang demam. Kepada Athifah dia bertanya apakah boleh ia mendo’akan Afyad supaya sembuh. Beberapa kali Afyad ikut Athifah mengaji ke TPA, Wahyu yang senantiasa menemani Afyad sehingga Afyad tak bosan selama berada di sana. Jarang, lho anak lelaki yang punya sifat ngemong seperti Wahyu ini.
Baca selengkapnya

Anak-Anak Bisa Menanyakan Apa Saja

Athifah mendapatkan sebuah tempat cincin milik saya di laci. Dia bertanya, apakah papanya memberikan cincin kepada saya dengan berlutut. Saya tertawa dan bertanya, “Kenapa memangnya orang harus begitu menyerahkan cincin?”

“Biar romantis,” jawab Athifah.
Baca selengkapnya

Larangan Keras ke Rumah Teman pun Jatuh

Memang belum terlalu banyak saya mengajari Athifah perihal keliling persegi panjang. Lagi pula saat menanyakannya, dia sedang mondar-mandir. Saya lupa dia hendak ke mana namun situasi saat dia bertanya itu tak memungkinkan untuk kami sama-sama duduk tenang dan membahas mengenai keliling persegi panjang.
Baca selengkapnya

Ketika Si Bungsu Ikut Seminar Nasional Kota Cerdas

Apa lagi namanya, kalau bukan KOMPROMI. Yup, satu kata ini yang harus kami lakukan supaya kami (saya dan suami), bisa bersama-sama mengikuti Seminar Nasional Mengolah Industri Kreatif Berbasis Teknologi Menuju Makassar Kota Cerdas dan Berbudaya yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro Fakultas Teknik UNHAS. Komprominya mengenai si bungsu Afyad. Mengingat keadaan, kami memutuskan membawanya serta ke lokasi seminar, di kampus UNHAS. Persisnya di Auditorium Prof. Amiruddin, di dekat Fakultas Kedokteran UNHAS.

Kami berdua sedang butuh informasi tentang kota cerdas. Suami saya memang sedang ada keperluan dengan isu Makassar kota cerdas. Sementara saya berminat menjadikannya bahan blog. Sebelumnya, saya sudah pernah menuliskan tentang Makassar dalam konteks kota cerdas di blog Kompasiana. Bahannya mengambil referensi dari media online, selain melihat langsung/pengalaman sendiri. Ingin sekali saya mendengar langsung dari mulut pak wali kota tentang program kota cerdasnya. Seperti mendapat rezeki tak terduga, beliau yang menjadi salah satu nara sumber di seminar ini. Selain itu, dua pemateri lainnya pun tak kalah kerennya. Mereka adalah kawan-kawan sealmamater kami yang kompeten di bidangnya masing-masing: Kak Yasser Djawad (akademisi) dan Canny Watae (praktisi).
Baca selengkapnya

Perlunya Anak-Anak Latihan Tampil di Depan Orang Banyak

“Telepon Kak Heru, tanyakan apakah besok latihan atau tidak!” saya mengingatkan Athifah. Tanggal 27 Desember besok, kemungkinan ada latihan bagi anak-anak Rumah Dongeng lagi.

Sudah beberapa kali Athifah ikut latihan dengan komunitas Rumah Dongeng. Bisa dikatakan dia bergabung di Rumah Dongeng karena telah ikut dua kali pementasan dongeng teatrikal Nenek Pakande di  Pesta Anak Makassar di Mal Ratu Indah dan tampil live di Celebes TV.
Baca selengkapnya

Pengalaman Pertama Athifah Tampil di Televisi, Bersama Rumah Dongeng

“Mama sudah pernah masuk televisi. Saya juga. Kakak sudah pernah, Ma?” Athifah senang sekali bisa tampil di Celebes TV  bersama anak-anak Rumah Dongeng, mementaskan dongeng teatrikal Nenek Pakande.

“Belum,” jawab saya.

“Papa?” tanya nona mungil ini lagi.

“Belum ... eh, tidak tahu, ya,” jawab saya lagi.
Baca selengkapnya

Fotoku dan Afyad yang Bagus, Bukan Foto Papa dan Mama!

Waktu awal-awal photo booth yang tukang foto dan printer-nya stand by menunggu peminat booming di Makassar, saya tidak yakin kita bisa foto-foto gratis di situ. Maksud saya itu, lho, photo booth di suatu acara, semisal pesta pernikahan atau kegiatan besar. Mau ikut foto-foto, takut harganya tidak bersahabat. Ditambah lagi hasrat narsis saya tidak begitu besar, jadinya saya cueki, deh photo booth yang ada.

Barulah akhir-akhir ini, kalau menemukan photo booth di sebuah acara, saya ikut ketularan narsis. Soalnya sudah tahu kalau foto-foto di situ gratis. Seperti waktu acara Festival Forum KTI bulan lalu dan saat pesta pernikahan Ivo – keponakan saya hari Ahad lalu di sebuah hotel di bilangan Pantai Losari, saya ikut berpose ria.
Baca selengkapnya

By Bentor on Call Nonton Pentas Nenek Pakande

Athifah tahu kalau Kak Heru dan putrinya Safira tampil di Rumata’ Artspace pada hari Sabtu tanggal 28 November malam. Maka tak lelah dia meminta supaya bisa diantar ke Rumata’, di jalan Bontonompo.

Mulanya saya ragu kami bisa ke sana. Pasalnya, papanya anak-anak sedang di luar kota, sementara hujan sudah mulai sering turun membasahi kota, acaranya malam pula. Duh.
Baca selengkapnya

Berkreasi dengan Video Meme Ada Dampak Positifnya

Daripada hanya bermain, saya pernah menganjurkan si sulung Affiq untuk mempelajari program komputer yang bisa mengembangkan nalar dan keterampilan, misanya Flash. Sudah lama saya katakan hal itu padanya tapi baru beberapa bulan lalu dia mencobanya.

Mulanya, Affiq senang nonton Vime (Video Meme) di Facebook. Kan ada tuh page-nya. Maklum, anak abege, salah satu bahan lucu-lucuannya ya vime. Lama-kelamaan dia tertarik membuat sendiri. Di-download-nya tutorial membuat vime yang diunggah admin Vime, lalu dipelajarinya sendiri.
Baca selengkapnya

Pelajaran Penting di Lomba Cerita Anak

Walau sering kali masih sulit fokus karena perhatian sering beralih, Athifah punya satu potensi yang positif. Kalau ada maunya, dia tahu sekali apa yang dia mau dan dia kejar sampai dapat. Seperti saat persiapan mengikuti lomba Cerita Anak di RRI tangga 3 Oktober lalu.
Baca selengkapnya

Suatu Hari, Ketika Stabilitas Rumah Terganggu


Salah satu dampak positif ngeblog yang saya sukai adalah bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa menambah wawasan seperti pelatihan, talkshow, atau seminar. Selain menambah wawasan, kegiatan-kegiatan tersebut kemudian menjadi bahan blog yang bukan hanya berguna bagi saya, melainkan bagi para pembaca blog ini juga. Bak pepatah sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Satu kegiatan bisa mendatangkan manfaat untuk saya dan orang lain.
Baca selengkapnya

Jalan-Jalan ke South Sulawesi Incorporated Development Expo 2015

Masih dalam bulan kemerdekaan, bulan Agustus, SIDE 2015 diselenggarakan. SIDE (South Sulawesi Incorporated Development Expo) – tajuk dari pameran pembangunan Sulawesi Selatan kali ini diselenggarakan di Celebes Convention Center (CCC) sejak tanggal 19 Agustus hingga 23 Agustus 2015.

Saya, suami, beserta dua anak kami yang terkecil mengunjungi CCC pada sore hari, tanggal 19 Agustus lalu. Rupanya pembukaan baru hendak diselenggarakan pukul 7 malam. Sore itu masih banyak persiapan yang dilakukan. Kami hanya membayar parkir saat masuk. Setelah itu, tak ada biaya apa-apa lagi. Saya suka keki dengan pameran yang membebankan ongkos masuk kepada pengunjungnya. Untungnya di pameran ini tidak demikian.
Baca selengkapnya

Keceriaan di Festival Anak Makassar 2015 (3)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari dua tulisan sebelumnya (bagian 1, klik di sini. Dan bagian 2, klik di sini)

Pertandingan Puzzle 

Selepas kegiatan-kegiatan di sudut-sudut belajar di Festival Anak Makassar 2015 ini, kuis yang disponsori SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) dan beberapa hiburan dari para partisipan diketengahkan. Hari sudah menjelang sore tetapi wajah-wajah anak-anak dan anak-anak muda itu masih terlihat ceria. Ada saja canda-tawa di sela-sela koordinasi antar panitia dan kegiatan para peserta. Tak terlihat gurat lelah di wajah mereka padahal acara sudah berlangsung sejak berjam-jam sebelumnya. Persiapannya pun sejak berminggu-minggu atau mungkin berbulan-bulan sebelumnya.
Baca selengkapnya

Keceriaan di Festival Anak Makassar 2015 (2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya (bagian 1, klik di sini)

Atmosfer di lantai 2 Sao Mari (Eating Point di Mal Ratu Indah) pada Festival Anak Makassar, 25 Juli lalu adalah KECERIAAN. Saya melihat wajah-wajah ceria di sana. Juga pertunjukan seni bernuansa ceria dari anak-anak, wakil dari komunitas-komunitas yang berpartisipasi. Selain komunitas yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, ada pula partisipan non komunitas, yaitu dari SDN Paccinang dan SD Alam Bosowa. Salut deh, guru-gurunya mau mengajak anak-anak muridnya terlibat dalam Festival Anak Makassar 2015 ini.
Baca selengkapnya

Keceriaan di Festival Anak Makassar 2015 (1)

Tepat waktu zuhur, saya beserta suami dan dua anak kami yang terkecil tiba di Mal Ratu Indah (MaRI) pada tanggal 25 Juli itu. Kami hendak menyaksikan Festival Anak Makassar 2015 yang diselenggarakan oleh LeMINA (Lembaga Mitra Ibu dan Anak) – salah satu lembaga sosial yang sangat peduli pada kesejahteraan ibu dan anak kalangan menengah ke bawah.

Di masjid dalam MaRI kami saya bertemu dengan Tari – salah seorang relawan KPAJ (Komunitas Pecinta Anak Jalanan) beserta anak-anak binaannya. Acara sudah mulai, kata Tari, tapi baru pertunjukan seni. Usai shalat zuhur, saya, suami, Athifah, dan Afyad bergegas ke Sao MaRI Eating Point yang terletak di lantai 3 MaRI. Festival Anak Makassar berlangsung di sana.
Baca selengkapnya

Keceriaan dan Hujan di Kids Corner MIWF

Jadwal resmi Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015 bisa bikin ragu-ragu, apakah ada acara untuk anak-anak atau tidak. Di tahun-tahun lalu, sejak MIWF tahun 2011, selalu ada Kids Corner – acara untuk anak-anak berupa dongeng dan pertunjukan seni lainnya. Di tahun ini, walaupun tidak tercantum resmi, Kids Corner masih ada, tepatnya berlangsung pada tanggal 5 Juni, di sore hari.

Matahari di sore itu tidak terik. Anak-anak yang sedang berada di salah satu pojok halaman Fort Rotterdam terlihat sangat menikmati keceriaan bersama Kak Heru. Kak Heru sedang mengajak mereka untuk olah gerak.

Saya meneliti wajah anak-anak itu, sebagian besar berasal dari Ruma Sokola. Wajah anak-anak saya – Athifah dan Afyad tak ada di antara mereka. Kepada Sifaun Nisa – relawan MIWF yang bertugas di Kids Corner, saya bertanya jam berapa acara itu dimulai. “Jam setengah empat, Kak. Tadi ada pendongeng dari Jepang,” jawab Nisa.
Baca selengkapnya
Saya Laki-Laki Atau Perempuan?

Saya Laki-Laki Atau Perempuan?

“Ma, jenis kelaminku laki-laki atau perempuan?” tanya Athifah sepulang sekolah.

“Hah? Maksud yey?” Saya terkejut mendengar pertanyaan Athifah. Setahu saya Athifah sudah tahu, sudah fix kalau jenis kelaminnya perempuan.

“Bingung ka’, Saya laki-laki atau perempuan?”

“Memangnya Athifah punya (maaf) burung?”
Baca selengkapnya