BBM Langka? Siapa yang Panic Buying? - Tidak habis pikir dengan adanya seruan untuk tidak “panic buying” BBM. Yang panic buying siapa? Setahu saya, semua terman saya yang bercerita tentang antrean bensin selama berjam-jam itu karena memang benar-benar membutuhkan, bukan karena panik lantas penyen nyetok bensin! Yang benar-benar butuh, kendaraannya itu-itu saja kok. Sebagaimana anak saya ketika beli BBM, motornya hanya satu, itu-itu saja. Ini yang panik siapa? Kalau sampai panik, kenapa panik? Ada apa? Serius nanya!
Bukan Hendak Menyesali
Bukan Hendak Menyesali - Penyesalan tidak maksimal mendampingi ibunda sewaktu sakit hingga menemui ajal diceritakan oleh seorang ibu ketika kami pertama kali bertemu dalam suatu kesempatan. Saat itu, ada 4 orang berada dalam sebuah ruangan yang sama. Percakapan kami sudah sefrekuensi, khususnya membahas soal kesehatan. Angle yang kami berempat miliki dalam topik itu sudah bisa dibilang selaras.
My Journey to TOP 20 Link Women Indonesia
My Journey to TOP 20 Link Women Indonesia - perjalanan dengan beragam rasa - Pernahkah kalian merasa bahwa hidup terkadang mempertemukan kita dengan hal-hal baru di saat yang paling tidak terduga? Bagi saya, perjalanan menuju Top 20 Link Women Indonesia adalah sebuah petualangan emosional yang mengajarkan satu hal penting: tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan harapan selalu ada di sela-sela ujian kehidupan.
Ibu Mertua Rasa Ibu Kandung
Ibu mertua rasa ibu kandung. Itulah beliau, St. Ruqaiyah Tantu Marwa. Saya sangat kehilangan dirinya. Tanggal 22 Juli lalu adalah tanggal saat Allah mengambilnya kembali. Saya beruntung, hubungan menantu-mertua bukanlah hubungan yang harus saya perjuangkan dengan keringat dan air mata. Hubungan kami baik. Tentunya, ini berkat ketulusan dan kebaikan rahimahallah ibu mertualah, hubungan ini mulus-mulus saja.
Perempuan yang Mengajarkanku Makna Ikhlas
Perempuan yang kupanggil MAMA yang mengajarkanku makna Ikhlas itu telah berpulang tanggal 22 Juli lalu. Kalau kalian melihat postingan-postinganku di media sosial sekitar tanggal 22 Juli, seperti itulah perasaanku. Beliau adalah ibu mertua “rasa ibu kandung” bagiku.
Fadly Padi, Daeng Rani, dan Hari Terakhir TSN 2
Fadly Padi, Daeng Rani, dan Hari Terakhir TSN 2 IKA Smada Makassar – Sosok penyanyi terkenal itu berjalan ke arah sisi timur chapel di Fort Rotterdam, di bagian teman-teman seangkatan saya sedang foto-foto. Kebetulan itu langsung dimanfaatkan oleh Sebagian teman. Siapapun yang berada di sekitar Fadly Padi sepanjang acara Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 ini pasti mengupayakan berfoto bersama atau sekadar selfie dengan sang bintang. Begitu pun dengan mamak-mamak alumni SMAN 2 Makassar angkatan 92. Saya – seperti biasa, bukan orang yang aktif mengajak pesohor berfoto tetapi tetap ikut dalam foto bersama.
TSN 2: Dilema Reuni Hingga Sepatu Tenteng Konser Padi Reborn
TSN 2: Dilema Reuni Hingga Sepatu Tenteng Konser Padi Reborn - Saya sudah menyampaikan kepada Ridwan – ketua IKA Smada Makassar angkatan 92 bahwa saya absen pada pagi hari kedua Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 di Fort Rotterdam. Pagi hari tanggal 23 Mei itu ada pelantikan pengurus Angkatan sebagai rangkaian TSN. Sebagai salah satu pengurus alumni di angkatan kami, saya seharusnya hadir. Namun demikian saya juga harus menghadiri acara di BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulsel.
Si Paling Hebat dan Roller Coaster-ku
Si Paling Hebat dan Roller Coaster-ku - “Tinggal di mana ki’?” tanya seorang ibu. Kami mengobrol beberapa jenak di pagi buta itu. Saat itu kami sedang berada di sebuah tempat untuk keperluan yang sama.