Ibu mertua rasa ibu kandung. Itulah beliau, St. Ruqaiyah Tantu Marwa. Saya sangat kehilangan dirinya. Tanggal 22 Juli lalu adalah tanggal saat Allah mengambilnya kembali. Saya beruntung, hubungan menantu-mertua bukanlah hubungan yang harus saya perjuangkan dengan keringat dan air mata. Hubungan kami baik. Tentunya, ini berkat ketulusan dan kebaikan rahimahallah ibu mertualah, hubungan ini mulus-mulus saja.
Perempuan yang Mengajarkanku Makna Ikhlas
Perempuan yang kupanggil MAMA yang mengajarkanku makna Ikhlas itu terlah berpulang tanggal 22 Juli lalu. Kalau kalian melihat postingan-postinganku di media sosial sekitar tanggal 22 Juli, seperti itulah perasaanku. Beliau adalah ibu mertua “rasa ibu kandung” bagiku.
Fadly Padi, Daeng Rani, dan Hari Terakhir TSN 2
Fadly Padi, Daeng Rani, dan Hari Terakhir TSN 2 IKA Smada Makassar – Sosok penyanyi terkenal itu berjalan ke arah sisi timur chapel di Fort Rotterdam, di bagian teman-teman seangkatan saya sedang foto-foto. Kebetulan itu langsung dimanfaatkan oleh Sebagian teman. Siapapun yang berada di sekitar Fadly Padi sepanjang acara Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 ini pasti mengupayakan berfoto bersama atau sekadar selfie dengan sang bintang. Begitu pun dengan mamak-mamak alumni SMAN 2 Makassar angkatan 92. Saya – seperti biasa, bukan orang yang aktif mengajak pesohor berfoto tetapi tetap ikut dalam foto bersama.
TSN 2: Dilema Reuni Hingga Sepatu Tenteng Konser Padi Reborn
TSN 2: Dilema Reuni Hingga Sepatu Tenteng Konser Padi Reborn - Saya sudah menyampaikan kepada Ridwan – ketua IKA Smada Makassar angkatan 92 bahwa saya absen pada pagi hari kedua Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 di Fort Rotterdam. Pagi hari tanggal 23 Mei itu ada pelantikan pengurus Angkatan sebagai rangkaian TSN. Sebagai salah satu pengurus alumni di angkatan kami, saya seharusnya hadir. Namun demikian saya juga harus menghadiri acara di BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulsel.
Si Paling Hebat dan Roller Coaster-ku
Si Paling Hebat dan Roller Coaster-ku - “Tinggal di mana ki’?” tanya seorang ibu. Kami mengobrol beberapa jenak di pagi buta itu. Saat itu kami sedang berada di sebuah tempat untuk keperluan yang sama.
Dari Vitrase, Gelang Hijau, hingga Lautan Alumni Smada
Dari Vitrase, Gelang Hijau, hingga Lautan Alumni Smada – Tanggal 21 Mei malam, Linda menelepon. Vitrase yang saya tawarkan untuk digunakan di booth angkatan 92 di Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 IKA Smada (SMAN 2) Makassar di Fort Rotterdam jadi digunakan. Kata Linda, butuh vitrase yang lebarnya sekitar 4 meter itu untuk menutupi dinding bagian dalam tenda yang bernoda. Melalui video call, Linda memperlihatkan bagian dalam tenda. Hm, memang harus ditutup sih, soalnya booth angkatan kami akan menjajakan makanan selain merchandise. Tidak enak dilihat jika tak bersih. Adanya vitrase dan tambahan ornamen lain berupa kain bermotif tradisional akan membuat tenda kami tampak lebih rapi, bersih, dan cantik.
TSN 2 SMADA Makassar: Reuni Hijau Bermakna
TSN 2 SMADA Makassar: Reuni Hijau Bermakna – Rencana kepulangan ke kampung halaman bagi alumni SMAN2 (Smada) Makassar yang berada di luar Kota Makassar tahun ini menjadi sebuah agenda yang sangat dinantikan. Mengapa? Karena bertepatan dengan sebuah “pertemuan akbar lintas generasi” yang tidak sekadar mengedepankan ajang temu kangen. Semangat untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan menjadi nilai utama yang menggerakkan antusiasme untuk hadir, sehingga momen berkumpul tersebut bertransformasi menjadi sebuah gerakan kolektif yang memberikan dampak positif. Kesempatan ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk menunjukkan kepedulian melalui berbagai aksi nyata, sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi sambil berbuat sesuatu yang bermakna bagi kota tercinta.
Barongsai di TSM dan Bus K1 yang Penuh
Barongsai di TSM dan Bus K1 yang Penuh – Baru perjalanan pergi sudah seru. Sampai-sampai saya membuat 3 tulisan: Sesulit Itukah Menjangkau Bus Arah Galesong?, Mau ke Galesong, Malah Turun di TSM, dan Naik Bus 20206: Install Aplikasi Trans Sulsel. Saat bus tiba di halte Trans Studio Mall (TSM), hari sudah sore. Sudah masuk waktu ashar sehingga saya dan anak-anak berjalan kaki menuju mall.