Sesulit Itukah Menjangkau Bus Arah Galesong?

Sesulit Itukah Menjangkau Bus Arah Galesong? – Demi menuntaskan janji jalan-jalan naik bus ke Galesong, saya beserta 2 anak termuda ke jalan Boulevard, Panakukang menuju halte bus depan BCA seusai salat zuhur. Sekitar setengah dua siang kami tiba di halte. Nampak sejumlah perempuan berjilbab sedang menunggu bus di halte yang sama. Sepertinya mereka akan ke Galesong juga pikirku.

 

Bus Trans Sulsel

Trip to Galesong

 

Galesong adalah sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan objek wisata pesisir seperti Pantai Galesong. Daerah ini terletak sekitar 11-19 kilometer dari Kota Makassar. Lokasinya yang di pesisir dan keindahannya menjadikan Galesong sebagai destinasi favorit untuk liburan keluarga dengan fasilitas kolam renang, wahana air, dan penginapan.

Oh ya saya pernah membuat 3 tulisan tentang perjalanan bersama teman-teman seangkatan di SMA ke Galesong, silakan baca di: SMADA92: Raker Trip to Galesong, Sanrobengi di Ujung Juli, dan Refreshing ala Remaja 90-an di Dua Villa.

Jika menuju ke ibu kota Kabupaten Takalar kita melewati Kabupaten Gowa, jalan terdekat menuju Galesong tidak ke arah Gowa, melainkan ke arah pesisir pantai Kota Makassar. Tanggal 16 Februari itu, harga tiket bus masih 0 rupiah alias gratis. Mengapa tidak kami manfaatkan untuk berjalan-jalan ke Galesong, begitu pikirku.

Sebenarnya setengah hati keinginanku berangkat. Hanya saja mengingat janji kepada anak-anak, kupaksakan diri berangkat. Soalnya Ramadan sudah sangat dekat. Setelah perjalanan ini, ingin kukonsenterasikan diri untuk persiapan Ramadan. Lagi pula tidak sulit ke Galesong karena memang ada rute bus ke arah sana.

Rasanya sederhana saja ke Galesong itu. Tinggal naik bus dari halte, duduk manis di dalam bus melewati halte demi halte, sampai tiba di halte terakhir. Dilanjutkan berganti bus yang menuju ke arah Kota Makassar. Sesederhana itu pikiranku tadinya namun ternyata eksekusinya tak sesederhana itu, Kawan.

 

Ditolak 3 Sopir Bus Rute Galesong!

 

Matahari sedang terik-teriknya menyinari Kota Makassar ketika kami bertiga menunggu bus di halte depan BCA bersama sekira 6-7 perempuan lainnya. Sejak menunggu pukul 13.38, tiga bus rute Galesong melewati kami begitu saja. Tidak main-main, TIGA! Bukan satu, bukan dua!

Jangan naik bus yang memutar, bus itu tidak ke arah Galesong - ini tanggapan beberapa orang setelah saya ceritakan pengalaman kami. TIDAK! Kami menyetop bus yang bergerak ke arah Galesong. Bus-bus itu dari arah Mal Panakukang. Bus yang Galesong itu titik berangkatnya dari halte di bagian belakang Panakukang Square yang mengitari Mal Panakukang, menuju BCA. Bus yang dari sanalah yang berusaha kami hentikan.

Lambaian demi lambaian kam tak ditanggapi oleh sopir ketiga bus itu. Apakahnya ketiga bus itu penuh? Tidak juga, ada yang masih sangat lowong. Jangan-jangan, bus rute Galesong sudah tidak boleh dinaiki di halte ini? Pikiran ini mulai merasukiku.

Seorang perempuan muda mendekati kami dan mengatakan bahwa sepertinya bus yang ke arah Galesong tidak bisa dihentikan dari halte itu. Perempuan muda itu rupanya sedang menunggu bus ke arah kampus Fakultas Teknik Unhas di Gowa. Dia menyarankan kami untuk menyetop bus di halte Bank Mandiri yang letaknya berhadap-hadapan dengan halte BCA. Dari halte ini, bus menuju ke arah halte Panakukang Square.

Saya beserta kedua anak saya dan dua perempuan lainnya termakan oleh kata-kata perempuan muda itu. Sudah terbukti kan, tiga bus tak ada yang mau mengangkut kami. Kami berlima menunggu bus di halte Bank Mandiri Boulevard sementara 2 perempuan lain yang berpayung kembali menyeberang ke halte BCA.

Halte Bus BCA

Menuju Titik Awal Bus Trans Sulsel Rute Galesong

 

 

Pukul 14.17 kami naik bus yang membawa kami ke halte Panakukang Square dari halte Bank Mandiri Boulevard. Sekira kurang dari 10 menit kemudian kami memasuki halte yang jalanannya “bergelombang”. Rasanya sedang naik kapal laut, bus bergoyang seolah mengikuti bentuk gelombang air laut hingga tiba di perhentian di bagian dalam. Bus yang kami tumpangi parkir.

“Pak, kalau mau ke Galesong ganti bus di sini ya?” tanyaku kepada sopir. Sebenarnya masih berharap tak usah ganti bus, semoga bisa naik bus yang sama saja lagi menuju Galesong.

“Kenapa ki’ naik di sini, Bu? Di BCA, bukan di Mandiri. Makanya saya tanya ki’ tadi, mau ke mana ki’!” terlihat raut terkejut di wajah sopir melalui pantulan cermin segi empat kecil di bagian atas bus. Pak sopir sedikit menolehkan kepalanya ke arahku, di belakangnya.

“Dari situ mi kami tadi, Pak tapi tidak ada bus yang mau ambil ki’. Tiga bus lewati kami,” ujarku lagi.

“Kenapa bisa?” tanyanya lagi. Meneketehe … mau sekali ka’ bilang begitu ke Pak Sopir.

“Tidak tahu. Inie berlima ki’, tidak mau diambil sama bus tadi makanya kami naiknya dari Mandiri,” jari telunjukku mengarah kepada delegasi halte Bank Mandiri. Ibu yang juga menjadi korban tak terangkut mengiyakan dengan anggukan kepala dan suara kecilnya.

“Kenapa bisa?” ih … issengi deh, Pak, tanya ki teman-teman ta’ – mauku bilang begini tapi tidak terucap.

Sebelumnya, Pak Sopir mengiyakan kalau kami harus naik dari Panakukang Square untuk pergi ke Galesong jadi kami berlima turun dan bergegas menuju ke bus yang naga-naganya hendak jalan. Setengah berlari kuayunkan tangan ke arah bus, memberi tanda kami hendak ikut naik ke dalam bus. Kuawasi bus sembari mengamati pergerakan kedua buah hatiku, jangan sampai kami ketinggalan bus. Petualangan ke Galesong baru akan dimulai padahal sudah pukul setengah 3 siang. Waduh, bisa kemalaman kami kalau begini. Segera kususun plan B untuk dikomunikasikan kepada kedua buah hatiku, Athifah dan Afyad.

Makassar, 7 April 2026

Bersambung 



Share :

0 Response to "Sesulit Itukah Menjangkau Bus Arah Galesong?"

Post a Comment

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^