Dari Vitrase, Gelang Hijau, hingga Lautan Alumni Smada – Tanggal 21 Mei malam, Linda menelepon. Vitrase yang saya tawarkan untuk digunakan di booth angkatan 92 di Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 IKA Smada (SMAN 2) Makassar di Fort Rotterdam jadi digunakan. Kata Linda, butuh vitrase yang lebarnya sekitar 4 meter itu untuk menutupi dinding bagian dalam tenda yang bernoda. Melalui video call, Linda memperlihatkan bagian dalam tenda. Hm, memang harus ditutup sih, soalnya booth angkatan kami akan menjajakan makanan selain merchandise. Tidak enak dilihat jika tak bersih. Adanya vitrase dan tambahan ornamen lain berupa kain bermotif tradisional akan membuat tenda kami tampak lebih rapi, bersih, dan cantik.
Vitrase dan Gelang Hijau
Vitrase itu saya bawa dari Riau. Dulu
dipakai di rumah milik perusahaan tempat kerja suami di Rumbai, Pekanbaru.
Ukurannya tidak biasa. Sangat besar dan lebar, di atas rata-rata ukuran vitrase
di rumah-rumah pada umumnya.
Pengiriman vitrase by ojek online
agak alot karena yang memesan ojol
adalah orang yang dimintai tolong oleh Linda. Saya tidak tahu sampai
mendapatkan nama user aplikasi dari driver. Bapak pengemudi ojol
itu merasa ragu membawa barang saya karena punya pengalaman tidak enak terkait
GoSend karena sulit menghubungi orang terkait.
Hampir saja dia membatalkan, saya
katakan bahwa barang ini memang ditunggu oleh teman saya. Untungnya Linda yang
sedang berada di tempat lain guna mengurus sesuatu bisa dihubungi. Dia
membenarkan nama orang yang memesan adalah orang yang diminta bantuan untuk membenahi
tenda. Jawaban Linda membuat Pak Driver merasa agak lega tetapi hanya
sebentar.
Sampai di lokasi, driver hampir
menyerah lagi. Dia bilang mau mengembalikan barangnya ke saya karena sulit
menghubungi nama penerima di aplikasi. Alamak. Saya bujuk-bujuk, dia keukeuh.
Nada suaranya seperti kapok mengantar barang. Waduh, bagaimana ini …
Saya katakan padanya, saya akan hubungi
Bu Linda, teman saya lagi. Dia berkeras, mau mengembalikan saja vitrase yang
dia bawa kepada saya atau nanti ketemu di mana dengan teman saya. Saya masih menahannya,
mencoba membujuk-bujuk lagi. Sampai akhirnya pemilik akun yang memesan GoSend
muncul di dekatnya, bapak itu mengatakan sudah bertemu dengan yang
bersangkutan. Fiyuh, syukurlah. Singkat cerita, vitrase berhasil
dipasang malam itu, beserta ornamen lain di booth angkatan 92.
Hari I TSN 2, 22 Mei 2026
Salut buat teman-teman yang sudah
menyempatkan diri untuk mewakili angkatan 92 Smada Makassar menghadiri acara
penanaman mangrove di Untia sejak pukul 6-7 pagi. Pagi hari tanggal 22 Mei itu
Ridwan, Linda, Camel, Uche, Jeje menyempatkan hadir bersama wakil-wakil dari
berbagai angkatan lain. Saya sendiri tak bisa hadir sepagi itu, saya datang
sekitar jam 11 siang untuk mengambil gelang TSN untuk kelas saya: kelas Fisika
2.
Untuk menghadiri TSN, peserta legal
mendapatkan “tanda masuk” berupa gelang berbahan karet berwarna hijau di Linda.
Gelang itu dikenakan sampai acara selesai. Tak bisa saya berlama-lama di
benteng karena datangnya bersama anak tengah yang hendak ke kampus setelah
Jumatan, jadi berpamitan pada teman-teman. Ada beberapa hal yang harus saya
urus juga di rumah, selain itu kepala saya tiba-tiba sakit – sepertinya saya
butuh beristirahat sebentar sampai sakit kepala sembuh.
Alhamdulillah, setelah
tidur sebentar dan terapi ayat-ayat Al-Qur’an, sakit kepala saya sembuh sore
itu tanpa minum obat. Bareng Uli, saya ke Fort Rotterdam ba’da ashar.
Kami mengenakan seragam yang sudah ditentukan harus dikenakan para peserta TSN
pada hari pertama, yaitu baju TSN 2 berbahan jersey, lengkap dengan
warna seragam untuk jilbabnya: soft mint atau soft sage.
Ada sensasi tersendiri saat memasuki
pelataran dan ke dalam benteng ketika melihat orang-orang berseragam TSN 2
berseliweran. Dari wajahnya, usia mereka beragam. Ada yang jauh lebih muda
daripada usia saya, ada pula yang jauh lebih tua. Masya Allah.
SMA Negeri 2 Makassar resmi berdiri tanggal 7 Agustus 1957. Sekolah yang
biasa disingkat “Smada” ini lahir sebagai pecahan dari SMAN 1 Makassar dan
berlokasi di jalan Baji Gau No. 17, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar[1]. Nah, kebayang sudah
berapa angkatan lulusannya kan …
Lokasi booth-booth berada di sisi
barat chapel – di sisi utara benteng. Booth angkatan 92 menghadap
ke ara chapel. Menariknya, posisi booth-booth diacak, tidak
sesuai urutan angkatan. Persis di sebelah kiri booth angkatan saya
misalnya, berdiri booth Angkatan 2007. Di seberang booth ada booth
angkatan 98.
Satu per satu teman angkatan datang.
Berkali-kali kami berfoto bersama – aktivitas yang paling sering
dilakukan saat reuni. Kami rencananya hendak menghadiri acara pembukaan dan
hiburan di malam hari tanggal 22 Mei itu.
Banyak sekali orang yang berkumpul di
lapangan rumput depan panggung di sisi selatan benteng malam itu, layaknya
lautan seragam TSN 2. Sembari mengamati aplikasi WhatsApp, memantau teman-teman
yang ingin mengambil gelang tanda masuk.
Tiba-tiba pesan dari adik masuk, minta diambilkan baju angkatannya di salah
satu booth. Kedua adik saya juga lulusan Smada. Adik yang mengirim pesan
WA ini angkatan 93, sama dengan
suaminya.
Setelah mengambilkan baju angkatan adik,
saya Kembali ke tempat teman-teman duduk,menunggu acara pembukaan. Waktu terus
berjalan. Acara yang sedianya berlangsung pukul 7 malam berlangsung molor. Saya
tak menunggu lagi. Saat acara baru mulai, saya pulang bersama Uli padahal
pengen menyaksikan atraksi gandrang bulo yang dimainkan anak-anak kecil.
Entah jam berapa anak-anak itu tampil. Saat kami pulang jam 9, acara pembukaan
belum selesai. Selesai jam berapa ya kira-kira? Sudah ah, pulang saja,
besok datang lagi.
Makassar,
15 Juni 2026
Bersambung
[1] https://sekolah.data.kemendikdasmen.go.id/profil-sekolah/C654E74A-A44A-449F-B277-95B6FED1EAD3
Share :



0 Response to "Dari Vitrase, Gelang Hijau, hingga Lautan Alumni Smada"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^