Masihkah Merasakan Desir Halus pada Hubungan Suami Istri?

Suatu ketika saya membaca sebuah status Facebook pertanyaan yang membuat seorang istri bertanya kepada dirinya sendiri, “Masihkah ada rasa berdesir halus terhadap suami?” 😏

Hayoo ibu-ibu yang membaca tulisan ini, coba bertanya kepada diri sendiri. πŸ˜™


Saya lihat yang memberi komentar di status reaksinya dua macam. Ada yang mengatakan sudah tidak lagi, desiran halus itu hanya milik pengantin baru. Namun ada juga yang mengatakan masih merasakan desiran halus meskipun usia pernikahannya sudah di atas 20 tahun.

Kalau kata sebagian orang, sih RASA BERDESIR pada suami ataupun istri itu hanya ada saat belum nikah atau paling lama beberapa saat setelah menikah saja. Setelah itu BHAY, hambar rasanya. Biasa-biasa saja.

Kalau Anda termasuk dari mereka yang berpendapat seperti itu, jangan mengira semua orang merasa seperti, lho ya. Alhamdulillah, saya merupakan bagian dari “tim yang satunya”. Ada saat-saat tertentu di mana rasa berdesir itu masih saya rasakan. Tahun depan in syaa Allah usia pernikahan kami 20 tahun. Anak kami yang terbesar berusia 17 tahun, yang kedua 12 tahun, dan yang bungsu 9 tahun.

Bersyukur ke hadirat Sang Mahapencipta saat mengetahui saya termasuk yang merasakan RASA BERDESIR itu. Ikut prihatin sekaligus sedih juga mengetahui sebagian istri malah tidak berharap suaminya berada terlalu dekat dengannya. Lha bagaimana kalau pak suaminya jadi mendekati yang lain, Bu?


Setiap rumah tangga pasti punya ujian masing-masing. Tanpa kecuali. Pastinya perlu aneka strategi dalam menghadapi beragam masalah. Omong-kosonglah yauw kalau seseorang tak pernah punya masalah. Individu saja menghadapi masalah. Tentunya begitu pun dengan rumah tangga yang awalnya dijalani oleh dua orang yang berbeda latar belakangnya.

Setelah saya amati dan pelajari, KOMUNIKASI memegang peranan penting dalam memecahkan masalah dalam hubungan suami istri. Satu kata itu ringan sekali diucapkan tetapi pada kenyataannya tidak selalu mudah diterapkan karena bakal bersinggungan dengan EGO yang harus ditundukkan terlebih dulu. Dan ternyata, apapun itu – dalam hubungan suami istri, termasuk yang paling intim sekalipun memang harus dijalani secara komunikatif.

Eh, sebelum lanjut, yang merasa belum pantas membaca postingan tentang hubungan suami istri melipir dulu ke postingan lain, ya. Tulisan ini lebih baik dibaca oleh mereka yang sudah atau akan menikah. Yang belum punya pasangan halal bisa jadi bingung dan galau nanti πŸ˜‹

Oke, lanjuut.

Sebagai seorang muslimah dan seorang istri, saya tidak bisa melupakan hadits berikut: “Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” [muttafaqun ‘alaih]

Seram banget ya, dilaknat malaikat ancamannya.



Nah, sebaliknya, suami saya tentunya paham dengan hadits berikut: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku.” [HR. At Tirmidzi]

Logika sederhananya, laki-laki yang baik/shalih tentunya akan mengusahakan jangan sampai istrinya dilaknat malaikat. Perintah dan ancaman semata akan lebih sulit membuat istrinya ikhlas. Dan kebersamaan itu jauuuuh lebih indah jika dilalui dengan ikhlas. Satu-satunya cara agar win-win solution tentunya dengan KOMUNIKASI yang baik, iya toh?

Yaa … ini dari pengamatan dan hasil pembelajaran saya selama ini, sih. Mungkin saja ada yang berbeda pendapatnya. Yang jelas kedua belah-pihak, entah itu istri atau suami, pastinya punya hak dan kewajiban. Dan tidaklah bijak jika menuntut hak tetapi menyepelekan kewajiban. Salah satu kewajiban dalam hubungan suami istri adalah sama-sama menjaga keharmonisan rumah tangganya. Iya, kan? Dan agar harmonis, suami harus baik kepada istrinya dan istrinya mengakui dengan ikhlas kalau suaminya baik, kan? Berarti harus dibicarakan dengan baik, bukan?

Lalu, kalau komunikasi terjalin baik, apa lagi yang harus dilakukan? Hm, saya kira masing-masing pihak sudah semestinya MENJAGA DIRINYA. Jadi ingat ayat ini dong, ya: “Wahai orang-orang beriman, peliharalah (atau jagalah) dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (Qs. At-Tahrim ayat 6). Hm, sebenarnya masuk kewajiban juga ini: “masing-masing pihak harus menjaga dirinya”.


Pengaplikasiannya banyak. Salah satunya adalah bagaimana membatasi diri dalam bergaul dengan lawan jenis misalnya. Yang bapak-bapak jangan suka bercanda yang seronok-seronok di depan perempuan lain. Sebaliknya, yang ibu-ibu juga jangan kecentilan terhadap laki-laki lain. Menjaga aurat juga termasuk di sini.

Selain itu, salah satu yang termasuk menjaga diri adalah menjaga fisik. Buat sebagian orang, penting menggunakan sesuatu yang berbahan alami untuk menjaga keintiman bersama. Ini lho contohnya: Resik V Manjakan Whitening – pembersih area kewanitaan yang aman buat ibu-ibu. 

Siapa sih yang tidak kenal Resik V? Resik V ini kan brand terpercaya yang sekaligus merupakan pionir produk pembersih kewanitaan yang aman dipakai sehari-hari karena berbahan alami dan halal tentunya. Nah, khusus pada Resik V Manjakani Whitening, di dalamnya terkandung bengkoang pilihan dan manjakani asli Persia. Kedua buah ini sudah terkenal khasiatnya sejak dulu, yaitu mencerahkan dan dapat mengencangkan area kewanitaan.

Ekstrak buah bengkoang di dalamnya sangat bermanfaat bagi kecantikan kulit. Selain memutihkan, mencerahkan, dan menghilangkan flek-flek hitam, bengkoang ternyata juga dapat mengencangkan kulit.

Begitu pun manjakani. Manjakani diyakini khasiatnya selama berabad-abad oleh orang Mesir Purba. Manjakani juga digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh orang Arab, Iran/Persia, India, China, dan Melayu.


Kandungannya kaya akan tannin – anti oksidan sebagai anti mikroba/bakteri. Buah manjakani yang digunakan dalam Resik V Manjakani Whitening ini berasal dari Persia yang juga sudah dikenal manfaatnya selama berabad-abad untuk MENGENCANGKAN OTOT-OTOT KEWANITAAN

Well, yang belum nikah kalau bingung ya disimpan dulu deh kebingungannya. Save dulu sajalah yang saya sampaikan di sini. Yang jelas, konon Resik V Manjakani Whitening ini sudah teruji klinis dan berdasarkan uji riset terhadap 200 pengguna feminine hygiene produk ini efektif mampu 2x mencerahkan dan makin mengencangkan.

Eh, ini bukan semata-mata kata saya saja, lho ya. Sudah lama saya dengar kalau leluhur orang Indonesia menganggap penting MENJAGA DIRI dalam hubungan suami istri, ya salah satunya dengan cara ini. Sudah alami, produknya halal, mengandung khasiat bengkoang dan manjakani pula. Tinggal kitanya saja bagaimana mengaplikasikannya beserta tuntunan Islam yang lainnya.

Jangan lupa juga untuk bekerja sama dengan suami mewujudkan sakinah mawaddah wa rahmah dengan menjaga komunikasi biar desiran halus itu tetap terasa. Hayoo … siapa, sih yang tidak mau merasakan desir layaknya pengantin baru? Cus cari Resik V Manjakani Whitening di super market atau mini market terdekat

Makassar,  22 Desember  2018


Share :

61 Komentar di "Masihkah Merasakan Desir Halus pada Hubungan Suami Istri?"

  1. Wah ternyata kak Niar juga pakai resik V manjakani ya. Samaan dong kak! Saya udah merasakan khasiatnya. Produknya keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm, yaaa, saya juga pakai dan saya sukaaa :* :D

      Delete
  2. Berdesir pada pasangan itu harus tetap di upayakan ya hahaha, duh ini mah merk yang udah familiar buat jaga kebersihan organ intim wanita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, harus diusahakan ituh. Jangan hanya jadi kenangan pengantin baruan :D

      Delete
  3. Aku selama ini pake rebusan air sirih aja sih. Tp praktis juga pake resik g manjakani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resik V ini ada juga yang godokan sirih, Mbak. Kalau yang ini bahannya manjakani makanya namanya Resik V Manjakani.

      Delete
  4. Sebagai ibu-ibu yang sudah melahirkan kayaknya aku buth ini untuk stok di rumah. Jangan sampai nanti dilaknat malaikat hehe

    ReplyDelete
  5. Desir halus membuat kita yakin masih ada rasa cinta dan memelihara tumbuh cinta terhadap pasangan.

    Resik menjakani membuat istri percaya diri saat naik ranjang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap memelihara rasa cinta, tidak selalu menuju ke ranjang hehe.

      Delete
  6. Saya pakai ini juga mba, emang keren sih khasiatnya
    bikin tampil pede maksimal hehehe
    Desiran emang butuh ya mba, khususnya bagi pasangan yang udah lama menikah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh mempertahankan desiran ... apalagi kalau sudah berbilang tahun menikahnya :)

      Delete
  7. Aku pakai Resik V Manjakani ini mba. Hhiehehe. EMang beda ya dan terasa lebih nyaman dan jadi harmonis setekah gunakan Resik V Manjakani ini :)

    ReplyDelete
  8. Nah ini dilaknat Malaikat selalu bikin aku tacut hahaha..udah banyak yang review resik V makin penasaran buat coba ini deh

    ReplyDelete
  9. Oke saya catat semua resepnya Mbak saya juga sebenarnya pakai resik v juga tapi ya memang karena belum menikah jadi belum tahu seperti apa rasanya kalau sudah menikah

    ReplyDelete
  10. Waah, aku juga pakai Resik V Manjakani mba. Aku nyaman pakai ini, karena melihat bahan bakunya herbal, dan halal

    ReplyDelete
  11. wah sudah mau 20 tahun ya mbak, mau aku ikutin ah tipsnya biar selalu berdesir ya samapai kapanpun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mau ikut di belakang lidya mau ngikutin tipsnya Niar

      Delete
    2. Aku juga termasuk kelompok yg masih berdesir bahkan berdebar jika sedang berduaan denga suami

      Delete
  12. Jd tau rahasianya nih Mak, oke deh coba pakai resik V jg ah Mak

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah
    Moga selalu samara y mbaaa

    ReplyDelete
  14. Wah sama saya jg suka pke ini Mba...usia pernikahan kita juga spt nya hampir sama..aku akhir thn ini 20 thn...

    ReplyDelete
  15. Aku udah mau 10 tahun, cuma disenyumin suami aja ser2an nya masih tetep sama kaya dulu waktu pacaran hahahaa, receh banget yaa..

    ReplyDelete
  16. Aku suka sama packagingnya. Resik V ini kayaknya cuma diperuntukkan untuk yang sudah menikah saja kan ya?

    ReplyDelete
  17. Hmm.. itu aman gak ya mba? Soalnya mau pake yang kaya gitu-gitu takut mba hehehe, liat khasiatnya sih oke banget

    ReplyDelete
  18. Wah udah lama juga ya kak..semoga bahagia slalu dunia akhirat ya .

    ReplyDelete
  19. Aku juga pakai Resik V manjakani whitening ini mba, wanginya suka :)
    wow sudah 20 tahun menikah mba? langgeng ya mba :)

    ReplyDelete
  20. Ada temenku yang pernah curhat kalo perasaan itu udah hilang mba. Lenyap ga bersisa. Yg tersisa cuma biasa karena terbiasa aja. Hm sedih ya kalo kaya gitu. Semoga nanti kalo udah nikah, aku bisa merasakan desir ato debar ato apalah itu namanya ke suami dalam jangka waktu yg panjaaaaang & selamanya :)

    ReplyDelete
  21. Barakallah mbak Niar, udah hampir 20 tahun ya.

    ReplyDelete
  22. Aku merasakan kembali desir halus ketika ibadah haji. Karena kamarnya terpisah, begitu ketemu saat berangkat ke masjid kayak orang baru pacaran, hahahaa...deg2an melulu rasanya. Apalagi waktu itu pakai pegangan tangan malu2, qiqiqiii

    ReplyDelete
  23. Hmm, saya masuk tim mana ya, haha. Btw alhamdulillah ya, Mba bisa sampai usia pernikahan ke-20. Semoga slalu langgeng hingga akhir. Amiin :)

    ReplyDelete
  24. Aku juga pake Resik V nih, mbak.. Tapi yang godokan sirih. Kalo yang whitening ini belum pernah coba..

    ReplyDelete
  25. Aku juga pake ini kak. Enak rasanya keset dan...... Bener yg kaka bilang hehe

    ReplyDelete
  26. Eh saya masih ada rasa berdesir sama suami mungkin karena LDR kali ya, mesti pakai resik v juga nih biar makin harmonis

    ReplyDelete
  27. Saya nih termasuk yg udah jarangggg banget merasakan desiran halus, Mbak. Hiks.
    Bener banget, jaga hati, perkataan, tingkah laku, juga fisik sangat penting bagi kita para istri 😊

    ReplyDelete
  28. Aku udah beli manjakani eh bener ya rasanya adem saat dibasuh di permukaan vagina.

    ReplyDelete
  29. Masiiih banget mba! And Insya Allah we will always keep it that way.. 20 tahun lumayan lama ya mba, aku baru 14 tahun nih :)

    ReplyDelete
  30. Selalu dong Mbak. Aku masih merasakan ser-seran kalo ditatap dia. Hehehehe... makin dek-dekan deh setelah pake produk ini. Soalnya, ujungnya pasti deh.... :)))

    ReplyDelete
  31. Duh judulnyaa hahah btw saya juga punya resik v manjakani mba cuma belom ku pakai soalnya kapan hari masih hamiil hrhe

    ReplyDelete
  32. Aku termasuk yang On Off mba, HAHAHA.
    Tergantung mood :)

    Baidewei aku pakai Resik V juga, sesekali karena kadang suka lupa meski sudah di taruh di kamar mandi.

    Suka sama harumn dan klaim manfaatnya.

    ReplyDelete
  33. Bekal buat saya nikah nanti nih mba. Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
  34. Mba Niaar~
    Aku suka topiknya.
    Secara kalau lagi "tidak mendesir" aku suka ambil buku-buku pernikahan.

    Dan asal lelah, tapi suami ngajak...
    Aku langsung ingat-ingat bahwa dari beliau-lah pintu syurgaku.

    Jadi semangat lagiii~

    ReplyDelete
  35. Wkwkwk.. aku geli sendiri bacanya.. aku malah skrg lagi sering yang minta ini mba sama suami. Duuhh maluu aku

    ReplyDelete
  36. Bener banget mba, meskipun kita menikah udah lama, desiran halus itu harus terus ada. Kudu melakukan berbagai hal agar kemesraan selalu terjalin dengan pasangan ya. Dirimu ternyata udah mau masuk 20 tahun ya mbaaa...

    ReplyDelete
  37. Desir halus udah jarang terasa ya kalo nikah udah lama. Makanya tetap jaga komunikasi biar awet.

    ReplyDelete
  38. Masih dong ada desir halusnya. Cuma banyakan berantemnya loh hahahaha. Perlu memang memupuk desir-desir itu agar selalu ada. Salah satunya dengan menjaga hal yang paling penting bagi wanita dengan Resik-v

    ReplyDelete
  39. uwooow, desir halus, ya.
    aku masih deg-degan tiap deket sama suami.
    ehm.

    ReplyDelete
  40. masyaallah. setuju saya. kalau masing2 berusaha memberikan yg terbaik, insyaallah desir2 itu akan tetap ada :)

    ReplyDelete
  41. Saya maaih berdesir, mbak. Malah saya yang sering godain suami sampai dia malu2 gitu. Hihi

    ReplyDelete
  42. Desir itu tentu masih ada. Apalagi kalau dia melakukan sesuatu semacam surprise dalam mengungkap rasa sayang, rasanya gimana gitu. Ya jadi perempuan memang harus pandai pandai merawat diri, selain masalah seperti manajemen Qolbu, juga masalah fisik ya Niar

    ReplyDelete
  43. Berdesir halus, bahasanya bener halus ya kak.. Ternyata arah pembicaraannya ke hub pasutri..

    ReplyDelete
  44. ada resik v jadi lebih praktis ya. dulu kalo mau perawatan bikin rebusan air daun sirih sendiri :D

    ReplyDelete
  45. Aaaa aku masih kecil mba dan belum nikah ahahhaahaha.

    Aku dapat info baru ttg harmonis romantis pasutri

    ReplyDelete
  46. Kadang-kadang saya suka iseng tanya ke suami, masih suka berdesir gak kalau melihat istrinya. Hahaha. Tetapi, memang harus terus dijaga rasa itu ya, Mbak. Salah satunya ya dengan membuat diri sendiri tetap resik

    ReplyDelete
  47. Memang musti dijaga agar desiran itu tetap ada, diantaranya merawat organ intim dengan sebaik-baiknya.
    Self reminder ini buat saya...makasih sharingnya mbak

    ReplyDelete
  48. Resik V ini pilihan aku juga nih mba untuk merawat organ intim.

    ReplyDelete
  49. Akubdi 2019 akan masuk ke anniv ke-3 nih mba. So far alhamdulillah msh bs menjaga romantisme😍 meski sdh agak beda ketika si baby hadir, hihi. Tapi teteup bersyukur 😍 kudu byk belajar dr mba nih 😎

    ReplyDelete
  50. Sudah hampir 20 tahun tapi desirannya masih seperti pengantin baru, subhanalloh mau juga donk. Insya Allah saya pun setuju dengan masalah komunikasi antara pasangan. Bahkan saat ada rasa tak nyaman untuk melakukan "komunikasi" yang itu, kuncinya pun tetap komunikasi agar sama-sama ridlo dan tak ada yang sakit hati. Nice sharing Kak Niar

    ReplyDelete
  51. Buat yang masih single nyobain pakai ini boleh-boleh aja kan? manfaatnya bagus soalnya 😍

    ReplyDelete
  52. Alhamdulillah sudah 20 tahun mba, pasti bukan langkah yg mudah dimana beberapa fase akn mengalami pasang surutnya. Semoga tetap samawa ya mba

    Resik V. Tmn saya yg sudah menikah juga banyak yg menggunakannya

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^