Menembus Batas Bersama Diriku yang Lain

Menembus Batas Bersama Diriku yang Lain“Oh ya … ?” dari raut wajahnya terlihat perempuan itu tertegun. Mulutnya mengeluarkan suara berdecak tapi bukan decakan kagum karena terlihat dari caranya memandangku. Cara memandang melecehkan. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menelisik diriku dari kepala hingga kaki, lalu naik ke kepala lagi. Caranya memandangiku menimbulkan perasaan insecure. Dengan kacamata yang agak melorot di batang hidung, bola matanya naik di bagian atas rongga matanya, dia melempar pandangan dari bagian atas frame kacamatanya. Dengan tatapan yang rasanya seperti menguliti diriku tak hentinya dia menggeleng-gelengkan kepala.

Menembus Batas dengan Internet Keluarga

Hinaan yang Membekas

 

Sepersekian detik jantungku rasanya berhenti berdetak. Pagi jelang siang itu, di dalam ruang kantor perempuan itu yang ber-AC, tubuhku terasa semakin dingin dan semakin dingin. Ingin rasanya memiliki kemampuan menghilangkan diri seketika atau mengerdilkan diri serupa tikus lalu bergabung saja dengan tikus-tikus got di depan kantor perempuan terhormat itu. Untuk kesekian kalinya, harga diri dan rasa percaya diriku tertebas ke titik nadirnya oleh sesama perempuan!

Sungguh cara bereaksi yang takkan pernah kulupakan. Cara bereaksi sebagian orang ketika mengetahui, seseorang sepertiku, seorang sarjana teknik dengan IPK cukup bagus, lulusan universitas terkemuka di Indonesia timur – salah satu yang terbaik di Indonesia tapi HANYA seorang ibu rumah tangga. Ungkapan “dia itu sarjana teknik tapi cuma jadi ibu rumah tangga” memang sering kudengar tapi tak ada yang seberlebihan dia reaksinya.

Mungkin wajar baginya, mengingat dia seorang pekerja mandiri yang sukses. Setiap hari menandatangani bermacam akta yang dibawakan asistennya ke ruangannya lalu uang mengalir deras ke rekeningnya. Sementara aku hanya ngemong anak setiap harinya – setidaknya itu saja yang diketahuinya.

Lagi pula malas rasanya menceritakan aktivitas menulisku selama ini kepada orang yang sudah telanjur under estimate seperti itu. Padahal diriku pernah mendapatkan Kesempatan Emas: Berpartisipasi Dalam Makassar International Writers Festival pada salah satu sesinya tahun 2012, sudah menerbitkan buku, pernah memenangkan lomba blog, tulisanku pernah dimuat di media cetak, dan sudah mendapatkan fee sebagai freelancer.

Internetnya Indonesia

Tak kupungkiri, diriku terpengaruh dengan reaksi perempuan itu apalagi yang menyampaikan kepadanya seseorang yang juga berpengaruh padaku. Andai belum sampai informas SARJANA TEKNIK YANG HANYA IBU RUMAH TANGGA, dia mungkin tak mengeluarkan tatapan dan ungkapan yang sesarkastis itu. Dalam waktu yang cukup lama, aku harus berjuang untuk menaikkan rasa percaya diri dan harga diri kembali ke titik normalnya.

Menurutku, perempuan sesukses dirinya seharusnya lebih legawa dalam bersikap, tidak boleh juga senaif itu dalam menilai orang. Memangnya salah ya pilihan menjadi ibu rumah tangga tanpa berkarier di ranah publik sama sekali? Sebegitu hinanya sampai dia bereaksi seperti itu?

Namun demikian kusadari juga bahwa otak dan hati semua manusia isinya tak sama. Pasti ada yang pro dan kontra terhadap sesuatu. Orang-orang seperti perempuan itu tak urung membuat perempuan sepertiku tercemar oleh toksik yang mematikan potensi untuk berkembang. Tapi tidak untukku. Racunnya memang melemahkanku tapi aku tidak pernah berhenti belajar dan terus memperbaiki diri sampai saat ini.

 

Kejadian 7 tahun lalu itu masih sesekali mengisi ruang memori, bergantian dengan rasa syukurku saat ini. Berkelindan pula dengan rasa takjub dengan kuasa Allah. Masih teringat jelas kejadian pada suatu hari di bulan April 2022 …

 

Berkelana ala Versi Diriku yang Lain

 

Seperti biasa, hari itu diriku berjibaku dengan aktivitas ngeblog dan segala macam urusan lain di rumah, beserta aktivitas lain yang lebih banyak kulakukan dari rumah. Personal computer dan gadget tak hentinya beroperasi untukku. Seorang perempuan yang mengaku dari customer care IndiHome menghubungiku.

GM Witel Makassar
Berfoto bersama Pak Nuryadin Salam (GM Witel Makassar) dan tim.

“Kami akan mengunjungi Ibu untuk bersilaturahmi. Kapan Ibu ada waktu?” tanya suara dari seberang.

“Setelah zuhur, in syaa Allah, Mbak. Saya tunggu,” jawabku. Senang juga rasanya akan didatangi karyawan IndiHome. Sepertinya pihak IndiHome Makassar telah membaca 2 tulisanku yang bercerita mengenai pengalaman menggunakan IndiHome.

Sebagai penyedia internet keluarga, IndiHome memang banyak membantu aktivitas kami sekeluarga sehingga aku membuat 2 tulisan panjang berjudul Solusi Berkarya Tanpa Batas dari Rumah dan Pengalaman Sebagai Blogger, Jadi Saksi Internet Menyatukan Indonesia.

“Pengembaraanku” berinternet selama ngeblog sejak tahun 2006 membawaku pada kenyataan-kenyataan tentang adanya potensi dalam diriku yang bisa kukembangkan dari rumah saja dan tetap dekat dengan anak-anak. Aku bagaikan “menemukan diriku yang lain”. Bukan benar-benar lain sih, maksudnya “versi lain diriku”.

Secara pengembangan diri, aku yang sekarang bukanlah orang yang sama persis seperti diriku 20 tahun yang lalu. Allah menunjukkan banyak jalan ajaib yang menjadi cerita tanpa batas dari seseorang yang hanya ibu rumah tangga biasa untuk menembus ruang dan waktu dari rumah saja. Berjejaring dengan banyak orang dan menemukan berbagai keajaiban melalui aktivitas ngeblog.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Melalui pesan teks Whatsapp, Mbak Customer Care menghubungiku, mengatakan bahwa mereka sudah berada di dekat rumah. Dia menanyakan lokasi persisnya di mana. Segera kuberikan petunjuk lalu menunggu tetamu di teras.

Aku terkesiap ketika mengetahui ada 2 mobil yang mengunjungiku siang itu. Salah satunya membawa Pak Nuryadin Salam – GM Witel Makassar dari Telkom Group. Sungguh sebuah kehormatan, orang biasa sepertiku menerima kunjungan seorang general manager BUMN besar!

Aku merasakan ketulusan dari Pak Nuryadin dan timnya selama kami berbincang. Testimoni pertama kuberikan langsung di hadapan mereka. Mengapa kusebut pertama? Nanti akan kuceritakan bagaimana aku bertestimoni atas layanan internetnya Indonesia yang kedua kalinya dari atas podium.

Oleh Mbak Customer Care IndiHome yang menghubungi sebelumnya, aku dipersilakan menyampaikan kritik jika ada. Sayangnya aku beneran tak punya kritik karena telah merasakan perbaikan layanan IndiHome karena kedua orang tuaku berlangganan leased line Telkom sejak lama, sejak diriku masih SMA dan sekarang aku yang melanjutkan penggunaan nomornya untuk kebutuhan internet keluarga kami.

Kusampaikan pengalaman menggunakan nomor pengaduan hunting di 147 yang entah kenapa sering terputus ketika kuhubungi melalui gadget hingga akhirnya aku pindah ke Twitter untuk menyampaikan pengaduan sejak tahun 2020. Pak Nuryadin menanggapi, sekarang bisa menggunakan aplikasi MyIndiHome untuk melakukan pengaduan.

 

Pertemuan pertama dengan Pak Nuryadin dan timnya berkesan buatku. Takdir mempertemukan kami lagi pada tanggal 17 Juni kemarin, di acara gathering pelanggan prioritas IndiHome bertajuk SIPAKATAU.

 

Bertestimoni di Atas Podium

 

Sipakatau IndiHome

“Ibu nanti kami minta kesediaannya untuk bertestimoni mengenai IndiHome di acara gathering mewakili komunitas. Mau menyampaikan kritik juga boleh Bu, kalau ada,” ujar Mbak Customer Care yang mengunjungiku untuk menyampaikan undangan pada tanggal 16 Juni lalu.

Kusanggupi permintaan itu makanya ketika MC meminta untuk bertestimoni pada kesempatan pertama usai Pak Nuryadin Salam memberikan sambutan, aku pede saja tapi aku terkejut ketika MC memintaku naik ke atas panggung dan berbicara di podium.

Astaga, kupikir hanya dari tempat duduk saja. Berbicara di atas panggung, di atas podium pula, dalam tatapan puluhan orang di On20 Dining Sky Lounge itu bukan hal biasa bagiku. Orang sepertiku butuh waktu untuk memvisualisasikannya dan meyakinkan bahwa diriku bisa terlebih dulu sebelum menjalaninya.

Ketika tangan MC mengarahkanku naik ke panggung dan podium, dengan lugu kutatap MC dengan tatapan mata mengisyaratkan tanya sembari menunjuk podium yang ditunjuk olehnya, “Di situ?” MC mengangguk. Ya Allah … untungnya tadi sudah kurapal doa Nabi Musa. Berdoa sebelum berbicara sembari ditatap sejumlah orang memang sudah menjadi jalan ninjaku agar penuturanku tak belepotan.

Aku naik ke podium. Dari arah hadirin aku pasti terlihat kecil di podium tinggi ini. Bibirku mengucap salam. Tapi … koq tak terdengar suaranya ya? Dengan bingung kutatap mikrofon. Aku tak terbiasa dengan mikrofon di podium atau di meja. Ini di mana ya setting audionya?

Salah seorang teknisi membantuku, menyalakan tombol on untuk audionya. Ya ampun, mudah sekali ternyata.

Satu – dua menit berikutnya, aku masih disusupi rasa gugup. Sempat salah ucap lalu meminta maaf namun setelah itu, testimoni kuceritakan dengan lancar. Aku menceritakan bahwa telepon rumah sudah dipergunakan kedua orang tua sejak tahun 1989 atau 1990-an awal – aku tak ingat persisnya.

Nomornya tak pernah dilepas hingga saat ini. Almarhumah ibuku dulu tak mau menggunakan handphone, hanya mau telepon rumah makanya mudah meminta aktivasi internetnya Indonesia (IndiHome) karena perangkat sudah tersedia di rumah kami.

Tahun 2018, saat ibuku minta aku komplain perihal putusnya sambungan telepon, pihak Telkom Group langsung mengganti kabel lama dengan kabel serat optik dan memberikan kami modem padahal kami belum ingin memasang akses internet kala itu.

Beberapa pengalaman menarik kuceritakan, salah satunya ketika talkshow dengan RRI Pro 1 Makassar via Zoom yang juga streaming via YouTube RRI Makassar yang alhamdulillah berlangsung lancar dengan internet yang stabil sampai acara selesai. Singkat cerita, permintaan testimoni hari itu berlangsung lancar. Kegugupan hanya terjadi pada awal-awal saja. Selanjutnya tidak ada halangan lagi.

Sebenarnya ingin bercerita lebih banyak lagi sih karena sebagai seorang introvert, diriku bisa mendadak jadi extrovert ketika menceritakan pengalaman ngeblog selama ini saking banyaknya pengembangan diri yang kurasakan dan pengalaman berkesan yang kualami. Namun demikian aku sadar diri hanya berkesempatan memberi testimoni, bukannya sebagai nara sumber talk show seperti yang kualami tanggal 15 Juni kemarin.


Oya, rekaman video talkshow di Smart FM Makassar tanggal 15 Juni kemarin kusisipkan di atas ya, supaya kalian bisa melihat seperti apa diriku yang kenyang dengan hinaan dan pengalamanku selama ini. Diriku yang dicibir dan dihina sejumlah orang HANYA KARENA MEMILIH menjadi ibu rumah tangga biasa. Hei kamu yang masih memandang rendah ibu rumah tangga sepertiku, aku pengen bilang ini ke kamu: “Ya, Aku Hanya Ibu Rumah Tangga Biasa” ... So What Gitu Loh!

Makassar, 19 Juni 2022

PERHATIAN:

Tulisan ini dibuat ala cerpen IndiHome, berdasarkan kisah nyata penulisnya.



Share :

115 Komentar di "Menembus Batas Bersama Diriku yang Lain"

  1. Mantabbb Kak Niarrr

    Memang Ibu Rumah Tangga yg berdayaa itu kereeen sangatt

    Apalagi kita hidup d era digital, dgn dukungan IndiHome apa aja bisa ye kaannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkat internet ibu rumah tangga tidak hanya memiliki pahala surga, tapi juga me time di dunia ya ...

      Delete
  2. Keren..mbak mugniar masya allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Hamim juga keren ... masya Allah, semangat belajarnya luar biasa :)

      Delete
  3. Mungkin suatu waktu si wanita karir yang disebutkan di awal artikel, justru membutuhkan bantuan mbak Niar sebagai penulis. Hehe...who knows ya...memang sebaiknya kita tidak underestimate sebelum tahu semua cerita di balik sosok seseorang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha ... who knows ya, Kak .... yang jelas dia berteman dengan saya di FB, saya add friend tapi mungkin dia sudah lupa kejadian itu.

      Delete
  4. Halo mba, salam sesama orang makassar. Sy sarjana teknik yang sekrang pengen fokus jd penulis terutam food blogger, soal.y sy ngerasa ini bisa buat sy berdaya, mandiri dan bermanfaat sekaligus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah ... halo Kak .... benar banget ... semoga semangat terus kita ya.

      Delete
  5. Aku sejak awal tidak pernah meragukan kemampuanmu. Kalo kata Hendri Manampiring, sebenernya dirimu tuh The Alpha Girl yg tidak punya meja di kantor aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, terima kasih banyak Mbak Ade ...

      Delete
  6. Semoga kak niar diundang lagi di acara gathering indihome berikutnya, di tempat berbeda. lalu diminta lagi berbicara di podium. agar pedenya makin bertambah. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha .... jadinya bisa buat latihan public speaking ya, Galang.

      Delete
  7. Wah luar biasa, sosok perempuan alpha satu ini, memang nyatanya ya Alpha Girl. Terlihat introvert tapi prestasinya mengangumkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah ... dirimu juga, Mbak Nisa ... saya pernah menceritakan inspirasi ttg Mbak Nisa kepada teman2 ... perempuan luar biasa dari Malang.

      Delete
  8. masyaallah mba, kamu hebat luarbiasa banget perjalanan hidupnya, semangat terus memberikan yang terbaik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah .. .menjalani apa yang ada di depan dan menjalaninya dengan baik saja, Mbak Aie.

      Delete
  9. mantaaaap, emang ya ibu-ibu kalau sudah berkehendak, semua bisa di lakukan

    ReplyDelete
  10. Kemampuan seorang perempuan itu tak berbatas kalau menurutku mba. Entah itu dia bekerja di luar rumah ataupun jadi ibu rumah tangga. Semua perempuan hebat karena bisa multi tasking dan mengatasi berbagai problema hidup. Sungguh tidak tepat reaksi si ibu yang diceritakan Mba Niar tadi. Aku pun pernah bekerja di luar rumah dan mencapai segala sesuatu yang kuinginkan, tapi ga pernah loh menganggap rendah sesama perempuan. Semuanya hebat di ranah masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mbak Un ... Semua perempuan hebat karena bisa multi tasking dan mengatasi berbagai problema hidup. Maka sebaiknya perempuan itu saling dukung ya.

      Delete
  11. Wah, Kak Niar bukan cuma ibu rumah tangga biasa tapi ibu rumah tangga luar biasa. Berkarya sekarang bisa dilakukan di mana aja termasuk dari rumah apalagi dengan dukungan jaringan internet yang bisa diandalkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Alfa ... kita sendiri sudah sering mempraktikkan ya, bisa menyelenggarakan kegiatan online dari kota-kota yang b erbeda :)

      Delete
  12. Saya masih ingat Kak Niar yang bertahun-tahun lalu selalu bertanya tentang blog. Semangat nulisnya minta ampun. Sampai saya yang harus tarik napas dulu biar bisa jawab satu-satu pertanyaanta'. Hahahaha. Siapa sangka, si pembelajar itu benar-benar menembus batas, malah saya nih sekarang yang harus sering-sering bertanya sama Kak Niar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ... terima kasih sudah diingatkan. Saya tifdak ternyata pertanyaan2 dulu itu membuat dirimu merasa "meh" wkwkwk.

      Delete
  13. skenario Allah SWT itu gak pernah salah ya Mbak, mungkin ada yang bikin kita insecure, tapi ketika kita gak berhenti berusaha maka Allah SWT memberikan banyak berita2 gembira untuk kita

    ReplyDelete
  14. Sama kayak molly nih pake indihome juga. Di palembang sih alhamdulillah pelayanannya memuaskan selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, jadi bisa berkarya dari rumah ya Molly.

      Delete
  15. Keren banget, mak. Luar biasa. Inspiratif deh. Aku setuju, ibu rumah tangga itu bukan sekadar. Ibu rumah tangga bisa produktif, dan berdaya meski hanya dari rumah, terbantu banget dengan layanan internet yang lancar seperti Indihome ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Mak Wiwied .. ibu rumah tangga bisa berdaya dari rumahnya :)

      Delete
  16. Mba Mugniar memang KEREEEN.. tak habis2 menginspirasi.. Aku sih yakin banget, menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yg sangat tepat, bukan pilihan yg dpt dikecilkan dengan sepatah kata HANYA. Teruslah menginspirasi melalui tulisan2mu, mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah ... Mbak Tanti juga keren. Saya hanya mengikuti apa yang ada di depan.

      Delete
  17. Perempuan di rumah dan perempuan bekerja sama hebatnya.
    Kisah yang sangat menginspirasi sekali mba. Di rumah dengan internet yang lancar, seluruh Indonesia bisa di jangkau ya mba. Bukan hanya sekedar say hei, tapi membahas dan berbagi ilmu menulis. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, semua perempuan bisa sama-sama keren, apalagi jika saling dukung ya, Mbak.

      Delete
  18. Salut untuk Mbak Mughniar! Menurutku secara praktis, perempuan tidak boleh underestimate diri sendiri. Intinya, lakukan yang kita senangi, tetap bisa bersinar secara realistis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, jangan under estimate diri sendiri dan perempuan lain ya.

      Delete
  19. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Biarkan dia yg nyinyir diam dengan sendirinya. Kita fokus pada karya dan kewajiban kita saja.
    Selamat atas semua kesuksesannya...

    ReplyDelete
  20. Wah belum tau dia kalau ibu rumah tangga yang satu ini tuh super keren he he. Dari orang-orang yang circle terdekat malah kadang masih menganggap ibu rumah tangga itu nggak ngapa-ngapain Mbak. Padahal kalaupun aktivitas utamanya hanya mengurus anak, suami, dan rumah, itupun perkerjaan banyak sekali. Apalagi kalau mendidik anak di jaman sekarang, tantangannya luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka tidak tahu saja ya kita bisa ngapain hehehe.

      Delete
  21. Pertanyaan seperti udah pernah saya terima ketika di awal-awal memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Tapi, memang sejak dulu saya malas menanggapi. Paling nyengir aja. Karena waktu juga yang akan membuktikan. Keputusan yang kita buat tepat aray enggak.

    Ilmu penulisan Mbak Mugniar keren. MasyaAllah tabarakallah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Chi .... perbedaan sudut pandang saja, ya :)

      Delete
  22. Jadi terinspirasi mengisahkan juga pengalaman sekeluarga yang sudah berlangganan Indihome belasan tahun, sekira 17 tahun an. Bekerja dengan internet yang stabil jadi tenang, seberapa banyakpun kapasitas akses yang dibutuhkan.
    Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya langganan saliran leased line, Bun ... lalu kemudian beralih ke IndiHome.

      Delete
  23. Hebat mbak Niar. Kisah yang menginspirasi... Saya masih belum ada apa-apa ini. Saya juga sarjana yang memilih jadi ibu rumah tangga biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Kenni juga hebat ... Mbak Kenni mau belajar ... kita sama-sama belajar ;)

      Delete
  24. Wah keren banget mba, menyampaikan testimoni pas lagi acara gathering gini, kalo aku pasti udah keringet dingin grogi ngeri-ngeri sedap hihii, indihome memang jd fasilitas utk mendukung pemberdayaan perempuan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diriku juga grogi, Mbak ... hihi untungnya pengalaman sendiri kan jadi bisalah diceritain.

      Delete
  25. Tak bisa dipungkiri memang pandangan orang yang meremehkan kadang membuat kita insecure ya.... Aku belajar dari berbagai pengalaman yang aku alami sendiri. Sekarang aku sudah mulai terbebas dari pandangan orang lain. Alhamdulillah. Yang penting bagaimana Allah SWT memandangku itu yang utama sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mbak Ida ... sekarang saya lebih memilih untuk tidak peduli dan tidak butuh pandangan orang lain. Mencoba melakukan yang terbaik saja, yang Allah ridha.

      Delete
  26. Masya Allah, pengalamannya luar biasa Mbak.

    Memangnya kenapa ya, dengan sarjana yang menjadi ibu rumah tangga? Masih ada aja yang suka bikin down ya Mbak. Padahal dengan menjadi IRT juga wanita tetap bisa bahagia. Juga berpenghasilan.

    Barokallah Mbak Niar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, itu tidak diketahui orang-orang, Mbak ... heran saja kenapa dianggap remeh ya.

      Delete
  27. Ahahaha aku juga maleess menjelaskan soal aktivitas keseharianku mbak, apalagi kalau ada yang meremehkan gtu. AKu jawab aja "ibu rumah tangga" udah abis perkara. Yg penting aku bisa menghasilkan uang sendiri, bomat ma omongan yg suka meremehkan :D
    Mbak Muginiar pencapaiannya keren banget lha sekarang, makin semangat buat berkarya kalau diapresiasi gtu yaa :D

    ReplyDelete
  28. IndiHome memang terbaik ya mba.
    Memberikan banyak peluang dan kesempatan pd kita utk explore banyak hal dan jadi sosok yg lebih baiikk lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, ibu RT jadi terbantu dalam mengembangkan dirinya.

      Delete
  29. suka quotenya kak Niar
    Perempuan berdaya. Berkarya dan produktif bisa dari manapun dan kapanpun, tidak harus bekerja di kantor ya kan? sebel kalau ada orang underestimate kayak gitu

    ReplyDelete
  30. keren banget, mbak pencapaiannya. saat ini sudah saatnya orang-orang berhenti memandang sebelah mata sama ibu rumah tangga ya,mbak karena ibu rumah tangga sekarang bisa berprestasi dari rumah bahkan lebih hebat dari ibu bekerja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu RT tanpa karier pun bisa berdaya dengan caranya, Mbak ... sama-sama hebatnya. Baiknya saling dukung :)

      Delete
  31. Semangat dan sukses terus Mba Niar. Biarkan saja orang2 yang menilai buruk. Sejatinya yang menjalankan kehidupan kita adalah diri kita sendiri. Maka jadilah yang terbaik.

    ReplyDelete
  32. Wahahhaa orang yang memandang rendah Mbak Mugniar karena 'cuma jadi IRT' gak tau sih, Mbak Mugniar tak sekadar IRT biasa. Perempuan dengan pendidikan tinggi atau perempuan IRT yang senantiasa belajar itu istimewanya dalam hal wawasan pengasuhan. Temanku lulusan arsitek univ swasta termasuk mahal di Surabaya 'hanya jadi IRT'. Dia pindah ke kota kecil di Kalimantan, di situ punya pengaruh kasih masukan soal kurikulum sekolah di kota kecilnya. Belum soal pengasuhan anak, mindsetnya jadi luas. IRT atau berkarir itu pilihan saja. Kalau di Korea, ada lho pemilihan Mrs (Nyonya) Korea. Yang ikut ibu-ibu, itu Yannie Kim (org Indonesia yg suaminya org Korea)--yg terkenal jadi artis walau figuran di drakor-drakor--pernah ikut. Harusnya Indonesia apresiasi perempuan gak sekadar IRT atau berkarir ya. Capek dengan perdebatan itu. Sedihnya gak sedikit perempuan saling serang. Semangat, Mbak Mugniar!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow .. masya Allah ... keren ya teman Mbak Nieke. Malah jadi panutan ya di kota kecil itu.

      Delete
  33. Bener banget mbak, menjadi ibu rumah tangga dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bukanlah halangan untuk tidak bisa mengaktualisasikan diri dalam bentuk kegiatan yang positif, internet telah memberikan ibu rumah tangga kesempatan untuk menghadirkan sisi lain dari hidupnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya .. internet membantu ibu rumah tangga untuk berdaya.

      Delete
  34. Ibu Rumah Tangga biasa, so what gitu lho...saya suka saya suka
    Semangat Mbak Niar, hempaskan yang komentar sarkas sama kita. Bisa berkarya darimana saja, pun dari rumah sambil ngemong bocah. Apalagi sudah ada IndiHome modal kita menembus batas!

    ReplyDelete
  35. Keren, inspiratif, semoga bisa terus menambah manfaat ke depan ya... Ga boleh berhenti dan puas di sini

    ReplyDelete
  36. Mantap kak niar, ikut bangga! Pencapaiannya saat ini keren bgt kak. Selalu menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Nunu kebanggaan ... terima kasih juga :)

      Delete
  37. MashaAllah~
    Luar biasa sekali kiprah kak Niar di dunia literasi. Dan semoga Allah mudahkan selalu menebar inspirasi sehingga banyak perempuan yang bangkit dan berdaya dengan adanya internet, semua bisa dilakukan dari rumah. Tidak sekedar scroll gak ada artinya..

    Barakallahu fiik, kak Niar atas semangat luar biasanya melalui karya-karya kak Niar terutama di dunia blogging.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa fiik baarakallahu, Mbak Lendy. Mbak Lendy pun luar biasa .... kita semua luar biasa :)

      Delete
  38. Keren banget mba. Salut sama perjuangannya

    ReplyDelete
  39. Sungguh kita tidak bisa menilai orang hanya dari tampilan luarnya. Pun dengan status sosialnya sekarang. Bisa jadi yang dipandang rendah, ternyata mereka lebih berilmu, lebih berwawasan.

    ReplyDelete
  40. banyak bgt emang hujatan buat ibu yg memilih profesi ibu rumah tangga meski sudah punya gelar. zaman now meski ydah millenial nyinyiran itu selalu ada saja di telinga. tp klo gak.goyah insya Allah lebih baik dan lebih kuat sbg ibu rumah tangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah ya .... ibu rumah tangga yang tak berkarier di zaman now bisa berdaya dari rumahnya.

      Delete
  41. Alhamdulillah,
    Ada jaringan internet yang baik dan lancar membuat wanita tetap bisa memberikan sumbangsihnya untuk masyarakat.
    Dan keren banget kak Niar.

    Yang paling penting ketika sudah menikah adalah ridlo suami. In syaa Allah semua dimudahkan segala urusan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Mbak Lendy, kemajuan teknologi sekarang ini memungkinkan kita untuk berdaya dari rumah ya.

      Delete
  42. tos dulu sesama sarjana yg jadi irt di rumah aja. inget omongan nenek sendiri yg bilang: sarjana kok ga kerja. tapi gppa ini kan pilihan hidup. ternyata dgn jadi irt bisa menembus batas menemukan diri kita yg lain yaa. keep inspiring kak niar yg keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss Teh ... sudah cukup lama kita saling kenal lewat dunia maya ya dan saya melihat kiprah Mak Inna dalam menembus batas. Belajar dan berdaya :)

      Delete
  43. Mbak Niar aja berprestasi begini dianggap bukan siapa-siapa apalagi saya ya...
    Gapapa, mereka gatau saja dari rumah pun berbekal jaringan internet IndiHome kita bisa menembus batas hingga kreativitas tak terbatas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita semua luar biasa, Mbak Dian ... Mbak Dian keren, memanfaatkan internet dari rumah untuk berkarya :)

      Delete
    2. Beughh iyaa.. Belum tahu aja ya gimana sepak terjangnya ibu dari tiga orang ini. Masih bisa urus keluarga (kala itu termasuk orangtua lho), tapi juga melahirkan banyak sekali karya

      Delete
  44. Masya Allah mak Niar, keren banget ini loh. Kadang yang sudah under estimate gitu harus dihajarnya sama rekam jejak yang positif tentunya. Padahal kita sebagai ibu rumah tangga, tak hanya mengurus rumah dan keluarga saja. Banyak yang bisa dikerjakan dari rumah dan membanggakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuull. Banyak kok yang bisa dilakukan dari rumah ya.

      Delete
  45. Wahhh tulisannya sangat inspiratif dan menyentuh hati ya, saya juga sebagai sesama ibu rumah tangga sedang menembus batas dengan diri saya yang lain dengan menjadi penulis bukan ibu rumah tangga saja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, Mbak Yanti ... tanpa berkarier di luar rumah pun kita bisa berbuat banyak dari rumah saja :)

      Delete
  46. keren sekali Mbk Niar, mengenal Mbk Niar sejak lama di FB dan ketemu lagi di blog super sekali jejaknya di dunia gital. Barokallah semoga semakin membawa keberkahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mbak Naqi pun keren ... makin banyak yang dilakukan dan makin luas jangkauannya. :)

      Delete
  47. Bunda idola yang masih saja rendah diri meski berprestasi. Semangat mu selalu menginspirasi ku bun. sehat selalu dan bahagia terus pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang tidak rendah diri lagi, Nyi ... itu kejadian 7 tahun lalu ... sekarang sudah jauh lebih pede saya mah ... mau bilang apa ... terserah :)

      Delete
  48. Sesama perempuan keren jika saling dukung, mau apapun itu latar belakangnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali karena bakal jadi contoh bagi anak2 kita.

      Delete
  49. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita tidak memiliki kemampuan lainnya yang mumpuni. Good thing you can go extra miles and fight things back!

    ReplyDelete
  50. Masya Allah, Mak Mugniar luar biasa sekali. Memang ya, kita tidak bisa mengontrol perkataan orang lain. Yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri. Alhamdulillah, Mak Mugniar bisa "menjawab" pandangan meremehkan itu dengan prestasi. Zaman sudah semodern ini, berkarya pun bisa dilakukan dari rumah. Jadi kasihan deh kalau masih suka meremehkan orang lain. Semangat, Mak!

    ReplyDelete
  51. Indiehome bisa menjaga rahasia pelanggan smog deminrestu iki

    ReplyDelete
  52. Masya Allah kak mugniar jangan pernah down dg cibiran orang, perempuan harus pintar supaya bisa mendidik anaknya dengan baik, jd berbahagialah punya waktu banyak bersama anak.
    Toss aah kita sesama ibu rumah tangga.

    Indihome karena punya telkom sehingga jangkauannya bisa ke pelosok negeri ya.

    ReplyDelete
  53. Keren bangettt bisa sampai atas podium, ih. Itu yang pada mencibir pasti mlongo liat kualitas dan kemampuan Mbak Niar sebagai ibu rumah tangga yang hebat. Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Kita tak seharusnya memandang rendah pekerjaan ibu rumah tangga ya karena semua wanita memiliki potensinya masing-masing. Saya malah salut sama para wanita yang punya banyak kegiatan dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang

      Delete
  54. Masya Allah, siapa sangka perempuan yang katanya hanya Ibu Rumah Tangga, bisa tampil di podium acara bergengsi, Mbak. Alhamdulillah Mbak Mugniar pandai melihat potensi yang ada pada diri sendiri. Sehingga mau terus maju dan berkembang, meski hanya bekerja dari rumah. Selamat, yaaa.

    ReplyDelete
  55. kerennn mak makin banyak prestasinya saluttt. di sana bener2 bisa mengangkat nama blogger harum. iya menjadi ibu di rumah saja dengan berinternet bikin kita berdaya tidak hanya sekedar ibu saja. makin sukses makkk

    ReplyDelete
  56. Keren banget mba. Kalau membicarkan ngeblog itu memang selalu seru ya mba. Internet juga sangat memudahkan sekali.

    ReplyDelete
  57. MasyaAllah Mbak Niar.. Ikut baca cerita pendahuluannya jadi ikut deg-deg-an. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang dulu pernah berkarir di luar rumah juga. Membaca kisah di atas seperti sedang berkaca ke diri sendiri. Semoga saya pun bisa meniru jejak Mbak Niar, sukses membuktikan diri lewat prestasi.

    ReplyDelete
  58. Masya Allah terharu bacanya Niar
    iya aku juga pengguna Telkom dan Indihome sehingga merasakan manfaatnya yang besar sekali dalam kehidupanku

    ReplyDelete
  59. Menjadi ibu rumah tangga, kadang membuat orang atau bahkan kita berpikir tidak bisa berbuat sesuatu yang lebih. Padahal ibu rumah tangga atau ibu kantoran sama-sama punya sesuatu yang spesial

    ReplyDelete
  60. Gemas ya mbak kalau ada sesama perempuan yang nyinyir gak ketulungan. padahal banyak ibu rumah tangga yang justru meningkat skillnya ketika memutuskan menjadi IRT. barakallah mbak, inspiratif banget kisahnya mbak.

    ReplyDelete
  61. Mak tulisannya mengalir enak kayak baca cerpen, barakallah

    ReplyDelete
  62. Sungguh aku salut banget dengan emak-emak di komunitas blogger yang aktif menulis seperti layakanya Mak Mugniar berkarya selama ini. Alhamdulillah IRT jaman sekarang bisa terus produktif menghasilkan karya dan bisa membuktikan bahwa wanita bisa mengimbangi segala hal.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^