Naik Bus 20206: Install Aplikasi Trans Sulsel

Naik Bus 20206: Install Aplikasi  Trans SulselSulit mendapatkan bus arah Galesong menjadi pengalaman tak mengenakkan tanggal 16 Februari lalu. Awalnya kami memang mau ke Galesong tapi turun di TSM diputuskan karena hari sudah menjelang sore saat bus mendekat ke tujuan.

Aplikasi Trans Sulsel

Catatan Sejarah Aplikasi Transportasi Bus di Kota Makassar

Dalam tulisan sebelumnya, saya cerita mendapatkan informasi dari Pak Sopir bus Trans Mamminasata K1 yang kami tumpangi tentang aplikasi Trans Sulsel. Penggunaan aplikasi beriringan dengan transportasi berupa bus merupakan lompatan besar dalam Sejarah transportasi Kota Makassar. Berdasarkan catatan sejarah, berikut ini aplikasi-aplikasi yang pernah digunakan untuk transportasi massal berupa bus di kota ini:

1. Aplikasi "Teman Bus" (2021–2024)

Saat layanan Buy The Service (BTS) pertama kali diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Makassar pada November 2021, warga harus mengunduh aplikasi bernama Teman Bus. Fungsi utamanya adalah untuk melacak posisi bus secara real time di 4 koridor Trans Mamminasata. Menariknya, aplikasi ini dulu sangat praktis karena terintegrasi dengan kota-kota lain di Indonesia. Jika ke Jakarta, Solo, atau Bali, aplikasi yang digunakan sama. Di Makassar, aplikasi ini menemani masa-masa awal Masyarakat belajar berpindah dari pete-pete dengan AC – angin cendela ke bus modern yang dingin dengan AC – air conditioner dan lebih terjadwal.

2. Masa Transisi ke aplikasi "Mitra Darat" (2024–2025)

Seiring dengan integrasi layanan dari Kemenhub, sempat ada masa di mana fitur pelacakan bus dipindahkan ke aplikasi payung besar milik Kemenhub bernama Mitra Darat. Namun, karena operasional Trans Mamminasata mulai dialihkan pengelolaannya ke Pemerintah Provinsi, warga mulai merasakan kebutuhan akan aplikasi yang lebih spesifik untuk kebutuhan lokal Sulawesi Selatan.

3. Lahirnya Aplikasi "Trans Sulsel"

Pada Juli 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan secara resmi meluncurkan layanan Trans Sulsel untuk mengisi kekosongan koridor yang sempat berhenti beroperasi. Kenapa berubah? Jawabannya: karena pengelolaan sudah sepenuhnya di tangan Pemprov Sulsel, maka dibutuhkan wadah digital sendiri yang bisa melacak bus, juga bisa diintegrasikan dengan sistem pembayaran lokal, pengisian saldo e-money, hingga informasi rute yang mencakup wilayah lebih luas (lintas kabupaten).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Erwin Terwo menyampaikan bahwa pihaknya sedang mematangkan aplikasi mobile bus “Trans Sulsel” dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan transportasi tersebut pada bulan Juli 2025[1]. Seingat saya, aplikasi ini baru dipergunakan tahun 2026, belum lama ini sebab sempat beredar informasi bahwa yang digunakan adalah aplikasi Damri. Tolong dikoreksi ya, kalua saya salah.

Sekilas Review Aplikasi Trans Sulsel

Saat diberitahu sopir bus K1 yang kami tumpangi tentang aplikasi Trans Sulsel, saya langsung mengunduhnya. Jemari pun bergerak di layar handphone guna mencari tahu tentang aplikasi dan halte-halte yang dilalui.

Ada 4 menu utama pada aplikasi yang bisa ditelusuri untuk mencari tahu rute dan halte. Ke-4 menu tersebut adalah All Bus, Route Info, Nearby Bus, dan AR Bus Stop. AR di sini adalah singkatan dari Augmented Reality. Pertama-tama, klik menu “All Bus” dulu untuk melihat bus rute apa saja yang ada di kota ini.

Btw, setting bahasa di handphone saya in English bukan buat gaya-gayaan ya. Berhubung sejak pertama belajar komputer pada tahun 1990-an bahasa yang digunakan hanyala bahasa Inggris, saya menjadi lebih mudah memahami cara kerja komputer lantas cara kerja  hal-hal atau teknologi terkait teknologi informasi, termasuk aplikasi dalam bahasa Inggris.

AR Bus Stop di Trans Sulsel
Fitur AR Bus Stop di aplikasi Trans  Sulsel.

Dalam bahasa Indonesia, menu utama aplikasi Trans Sulsel adalah: Semua Bus (All Bus), Info Rute (Route Info), Bus Terdekat (Nearby Bus), dan AR Shelter (AR Bus Shelter). Pada menu Info Rute, terlihat jelas halte apa saja yang dilalui sampai TSM. Ternyata saya melewatkan beberapa halte yang seharusnya saya catat seperti halte Grand Maleo, halte Galaxy Accessories, halte Masjid Haji Muhammad Ali, halte Alfamart jalan Rusa, dan halte RSKD Gigi dan Mulut.

Pak Sopir memberi tahu saya tentang aplikasi yang digunakan jika ingin berkendara bus  Trans Sulsel sewaktu bus berjalan dari jalan Bulukunyi-Rusa, berbelok ke jalan Lanto Daeng Pasewang. Dari jalan Lanto Dg. Pasewang, bus menyeberangi jalan Ratulangi menuju jalan Kasuari, lalu belok kanan ke jalan Andi Mappanyukki.

Tepat memasuki jalan A. Mappanyukki, saya membuka menu AR Bus Stop. AR ini menambahkan elemen digital ke dunia nyata. Saya mengarahkan kamera handphone sisi timur jalan Andi Mappanyukki maka muncullah di layar nama-nama halte  terdekat.

Nama-nama halte yang muncul di layar HP saya adalah: Hotel Melia 0,2 km, Kumala Group 0,37 km, dan Kantor BPS 0,64 km. Melihat ini rasanya excited sendiri hehe. Soalnya, beberapa kali mengamati aplikasi transportasi, baru kali ini melihat yang ada fitur AR-nya. Berkendara dengan bus jadi lebih seru!

Bus lalu bergerak menuju simpang jalan, belok kiri ke jalan Haji Bau, terus melaju ke arah CPI (Central Point of Indonesia). Selanjutnya nama-nama halte yang dilalui bisa dilihat di aplikasi. Penggunaan fitur AR saya hentikan di sini, khawatir menyebabkan baterai HP terkuras, soalnya perjalanan masih panjang.

Bus bergerak masuk ke arah CPI, sampai Lego-lego, lalu putar balik ke arah luar CPI, melewati RS Siloam. Dari Siloam, bus terus bergerak ke arah barat, menyusuri pesisir pantai Makassar, lurus terus, menuju pesisir pantai Galesong.

Halte CPI Bus Trans Sulsel
Pemandangan salah satu spot di area CPI.

“Kalau mau ke TSM turun di halte apa, Pak?” tanya saya. HP sudah saya off-kan internetnya. Sementara menunggu jawaban dari sopir, mata saya menyimak screenshot dari postingan Instagram rute bus K1, mencocokkannya dengan jawaban sopir.

“Ada ji halte di TSM, Bu,” jawab Pak Sopir. “Kalau mau balik dari TSM, naik di mana?” tanyaku lagi. “Di TSM ji juga, Bu,” jawab Pak Sopir lagi.

Alhamdulillah, mudah saja ke TSM, tidak perlu jalan kaki jauh-jauh dari halte tempat turun untuk ke mall. Kami beruntung cuaca sedang bersahabat hari itu, cerah ceria nan menggemaskan. Kalau tidak, pasti apes deh – harus hujan-hujanan.

Tiba di TSM, masuk waktu ashar. Kami masuk ke dalam mall, mencari musala. Sebenarnya saya sudah beberapa kali salat di musala mal ini tapi masih saja harus bertanya di mana letak musala. Bagi saya, mal ini terlalu besar dan  masih agak membingungkan sebab jarang sekali saya bertandang ke sini.

Halte terdekat ke TSM dari arah kota ternyata tepat di Seberang TSM. Kami turun, menyeberang, dan berjalan kaki sejauh 200-300  meter untuk memasuki lobi mall. Perjalanan kali ini banyak jalan kakinya karena kami hanya keliling-keliling mal. Keinginan untuk naik bus Trans Sulsel ke Galesong saya kubur dulu karena butuh energi cukup besar. Bersyukur anak-anak, terutama si bungsu mau pelesir di mal dan jajan saja kali ini.

Makassar, 13 April 2026

Bersambung

Tulisan ke-3, pengalaman menggunakan moda transportasi bus Trans Sulsel rute K1 (Koridor 1)

Baca juga tulisan-tulisan sebelumnya:




Catatan kaki:


[1] https://makassar.antaranews.com/berita/599449/dishub-siapkan-aplikasi-bus-trans-sulsel-guna-mudahkan-masyarakat



Share :

0 Response to "Naik Bus 20206: Install Aplikasi Trans Sulsel "

Post a Comment

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^