Tampilkan posting dengan label UMKM. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label UMKM. Tampilkan semua posting

Sensasi Rasa Budapest Kiwi dari Doubleyoucakes

Ternyata sudah sekira 7 tahun kue dengan nama ibu kota Hungaria ini (Budapest) booming di Indonesia. Kalau tak mengenal Winarni – owner Doubleyoucakes, sampai sekarang saya mungkin belum mengenal Budapest.

Sewaktu kopdar (kopi darat) IIDN Makassar pada bulan November lalu di Regus (sebuah coworking space ala hotel kantor di Graha Pena lantai 5), salah seorang kawan membawa Budapest buatan Inar – begitu saya biasa menyapa ibu dua anak ini. Saat itulah kali pertama saya mengetahui ada kue bernama Budapest. Maklum, mamak kudet (kurang update). Teman-teman mengatakan bahwa kue buatan Inar itu enak. Sedangkan saya ... tak kebagian sepotong pun. Yaah, namanya bukan rezeki ya begitu itu. Meski mupeng berat tapi maksud hati tak kesampaian.
Baca selengkapnya

Meningkatkan Peran Perempuan Indonesia dalam Online Marketing

Hal yang menyenangkan di zaman ini adalah melihat banyak perempuan bisa berkembang, bahkan dari dalam rumahnya sendiri.

Informasi kursus, seminar, hingga pekerjaan, diumumkan secara online.


Baca selengkapnya

Regus: Flexible Workspace, Sebuah Trend Baru

Yang saya suka kalau pergi di tempat berbeda-beda adalah tambahan wawasan yang saya dapatkan di sana. Seperti waktu saya ke Regus tanggal 8 Maret lalu. Pak Andi Harsanto, Country Manager Regus Indonesia ada di Regus Makassar. Lelaki yang aktif di properti dan industri pengelolaan fasilitas kantor ini sharing mengenai evolusi perkantoran dan kaitannya dengan perkembangan teknologi.  
Baca selengkapnya

Tantangan dan Peluang Menjalankan Bisnis Secara Online

Tulisan kedua dari event Ayo Berwirausaha yang diselenggarakan oleh ADEI pada tanggal 4 Maret lalu. Tulisan sebelumnya berjudul Dunia Digital: Tantangan Bagi UKM Indonesia.

Adryan Hafiz, cofounder dan CEO dari Kolaborasi Kapital Indonesia (kolaborasi.co) membawakan presentasinya pada sesi yang dipandu oleh Rusdi Jufri. Lelaki muda ini besar dan membangun bisnisnya di Bandung dan Jakarta. Terdiri atas 9 industri dengan 10 bisnis unit yang sudah berjalan selama 3,5 tahun.
Baca selengkapnya

Dunia Digital: Tantangan Bagi UKM Indonesia

Event Ayo Berwirausaha yang diselenggarakan pada tanggal 4 Maret lalu di Hotel Sahid mengundang antusiasme besar warga Makassar, khususnya anak muda. Event ini dilaksanakan oleh ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) Sulawesi Selatan. Ayo Berwirausaha merupakan konferensi tahunan yang dikhususkan bagi UKM untuk membuka wawasan dan memaksimalkan peluang berbisnis di ranah online.
Baca selengkapnya

12 Alasan Menyewa Ruang Kantor di Regus

Social media screening. Saya baru mengetahui kalau ternyata dalam proses perekrutan pegawai, ada yang menggunakan ini. Tema ini dibicarakan pada Community Event di Regus, tanggal 27 Oktober lalu. Dari lembar materi yang diberikan oleh Bu Hazanah Dewi – General Manager Regus, dijelaskan bahwa CareerBuilder.com pernah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan merambah ke media sosial untuk melakukan background check terhadap calon karyawannya. Sebesar 45% perusahaan melakukan stalking kepada akun media sosial sebagai salah satu bahan pertimbangan. Angka ini naik dari setahun sebelumnya yang hanya 22%. Nah, lho. Ini warning buat Anda yang sedang mencari kerja, yaa.
Baca selengkapnya

Lebih Muda dan Gaya dengan Mudagaya Medbag

Tas adalah benda penting buat perempuan, termasuk mamak blogger macam saya. Saat menghadiri sebuah acara dan bertujuan akan menuliskan reportase dari acara tersebut, saya perlu membawa tas yang bisa menampung semua barang penting seperti buku catatan, botol air minum, dan peralatan meliput lainnya.
Baca selengkapnya

Blogger dan UMKM, Tidak Selalu Tentang Uang

Tulisan ini merupakan tulisan kelima dari seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital.

“Blogger adalah a very good influencer,” kata Shinta.

“Blogger” disebut-sebut di seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital? Yup, bisa saja dihubung-hubungkan karena ada mamak blogger kepo ini yang menghubung-hubungkannya di sesi tanya jawab.
Baca selengkapnya

It's All About Trying, Tidak Mengapa Gagal!

Tulisan ini merupakan tulisan keempat dari seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital. Baca tulisan sebelumnya di sinidi sana, dan di situ.

Nara sumber berikut adalah Andrew Senduk, seorang Internet Entrepreneur yang juga menjabat sebagai Chief Revenue Officer [CRO] Orami Indonesia. Andrew punya peranan penting dalam berdirinya Bilna dot Com, Moxy dot Co dot Id, dan Orami dot Com.
Baca selengkapnya

Walau Kecil, Bertindaklah Besar!

Tulisan ini merupakan tulisan ketiga dari seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital. Baca tulisan sebelumnya di sini dan di sini.

Shinta Dhanuwardoyo yang biasa juga disebut Shinta Bubu, sang pelopor dunia digitalpreneurship Indonesia tampil membawakan presentasinya yang berjudul Empowering SMEs with Technology.
Baca selengkapnya

Tentang UMKM dan Startup Indonesia Kini

Tulisan ini merupakan tulisan kedua dari seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital. Baca tulisan sebelumnya di sini.

Seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital dalam Menghadapi MEA yang saya hadiri pada tanggal 26 Maret lalu berskala nasional. Seminar ini diselenggarakan oleh MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK). Kedua nara sumbernya didatangkan dari Jakarta: Shinta Dhanuwrdoyo dan Andrew Senduk.
Baca selengkapnya

Tentang UMKM dan Aplikasi Canggih Masa Kini

Sudah banyak peserta seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital dalam Menghadapi MEA yang datang ke gedung terpisah di rumah jabatan wali kota Makassar pada tanggal 26 Maret siang itu. Saat saya tiba di sana, jam sudah menunjukkan lewat pukul 1 siang. Untung saja masih ada tempat duduk kosong.
Baca selengkapnya

Fabya, Abon Ikan Lezat Tanpa 3P Buatan

Bajabu. Orang Bugis pasti tahu jenis makanan satu ini. Dibuat dari ikan (biasanya ikan berukuran besar, seperti ikan tuna) yang disuwir halus. Dimasak dengan santan sampai kering, hingga jadi abon. Harus sabar memasaknya karena prosesnya lama sekali, bisa makan waktu hingga 5 jam! Rasanya sedaaap. Konon bajabu dulu dibawa orang-orang Bugis untuk pergi merantau.
Baca selengkapnya

6 Keuntungan Berbelanja di Warung Sebelah

“Duh, tidak cukup uangku. Saya kira yang saya bawa ini uang sepuluh ribuan Mama Fia, ternyata uang dua ribuan ji. Saya pulang dulu ambil uang, nah,” seraya mengangkat barang belanjaan, saya hengkang dari warung Mama Fia.

Sesegera mungkin, usai meletakkan barang belanjaan di dalam rumah, saya kembali ke warung Mama Fia, mengantarkan kekurangan uang yang harus saya bayarkan. Sudah beberapa kali hal ini terjadi. Belanja di warung sebelah yang letaknya dari rumah hanya sepelemparan bola tenis tidak pernah ribet. Kalau uang kurang bisa balik dulu ke rumah untuk mengambil sisanya. Jangan sampai lupa karena bisa malu sendiri.
Baca selengkapnya

Hadiah Kecil yang Berarti

Kata orang bijak, jangan menawar hingga keterlaluan pada pedagang kecil. Misalnya kepada pedagang sayur keliling, sampai selisih lima ratus rupiah masih ditawar mati-matian. Sudah tahu harga yang dikasih sudah wajar, masih juga minta diturunkan. Biasanya yang seperti itu ibu-ibu. Ada saja dari kalangan ibu-ibu yang merasa puas kalau sudah berhasil “mengalahkan” penjual sayur langganannya dalam proses tawar-menawar harga.

Sebenarnya kasihan, lho kalau harga barang dagangan mereka ditawar sampai di titik terendah karena sesungguhnya keuntungan mereka tipis. Kalau harga dari penguasa di jalur distribusi sebelumnya turun, mereka pun menurunkan harga. Kalau harganya naik, sudah tentu mereka harus menaikkannya juga. Tahu sendiri, kan. Sekarang ini harga sayuran turun-naik. Sekalinya naik, bisa gila-gilaan. Tomat buah saja yang biasanya Rp. 5.000 per kilonya pernah naik sampai Rp. 20.000 per kilo!
Baca selengkapnya

Nearby Mudagaya, Si Cantik Penyelamat Barang-Barang Mini

Saya yang terbiasa memakai tas yang terbagi sekurangnya tiga bagian, mendadak ribet ketika tas kesayangan itu rusak. Pasalnya memakai tas berukuran agak besar dengan hanya satu bagian besar membuat saya suka rempong sendiri mencari barang-barang kecil.

Misalnya ketika di sebuah kegiatan, ada teman yang ingin meminjam flashdisk, saya harus mengeluarkan satu per satu bawaan saya yang sebagiannya berukuran imut-imut. Kebayang kan, seperti apa rempongnya. Mulai dari buku-buku, tisu, pulpen, dan lain-lain harus dikeluarkan terlebih dulu lalu diletakkan di atas meja.
Baca selengkapnya

Clutch Mudagaya, Trendi untuk Perempuan Aktif Masa Kini

Bagi perempuan aktif di zaman ini, membawa gadget berupa tablet merupakan kewajaran. Beberapa kawan perempuan yang bekerja di industri kreatif, sering kali bertemu rekan kerja mereka (baca: meeting) di tempat umum semisal kafe. Nah, untuk urusan pekerjaan itulah tablet dibutuhkan.

Ketimbang membawa laptop, lebih baik membawa tablet. Tablet secara umum bisa difungsikan seperti laptop. Bentuknya pun lebih ringkas. Jauh lebih tipis dan ringan. Daripada bawa-bawa laptop, kan rempong. Belum lagi kalau bawa anak. Rempongnya bisa sampai dua kali lipat.
Baca selengkapnya

Sirnanya Noise dan Aura Negatif dalam Penyuluhan untuk UMKM di Pasar Segar

Lanjutan dari tulisan sebelumnya (Noise danAura Negatif dalam Muatan Positif Penyuluhan untuk UMKM di Pasar Segar)

Bapak pemateri pertama menceritakan tentang program peningkatan “ekonomi lorong” dari walikota Makassar – Bapak Danny Pomanto. Hal ini urgent karena fenomena mart modern telah membunuh gadde-gadde (warung-warung kecil) milik warga setempat. Sekilas, mart-mart ini kelihatan menaikkan pendapatan asli daerah padahal mereka mematikan gadde-gadde. Pemerintah kota yang sebelumnya memang membiarkan tumbuh suburnya banyak mart modern. Tak ada aturan jarak minimal. Hanya dalam beberapa meter, di sepanjang jalan bisa ada dua mart berdampingan. Mart-mart ini pun bukan hanya berlokasi di jalan besar, mereka menginvasi ke dalam perumahan-perumahan sederhana. “Begal adalah refleksi ekonomi lorong yang mati,” lanjut bapak tersebut.
Baca selengkapnya