Showing posts with label Melek Finansial. Show all posts
Showing posts with label Melek Finansial. Show all posts

Bisnis Jaman Now: Mandiri Finansial Bersama Pegadaian

Tanggal 26 Maret lalu merupakan salah satu hari spesial di bulan Maret bagi saya. Bertemu lagi dengan teman-teman IWITA (Indonesia Women IT Awareness) dari Jakarta, terkhusus Mbak Mubarika Darmayanti (Ketua Umum IWITA) dan Mbak Yulia Rahmawati (Head of Program IWITA) yang sudah saya kenal cukup lama di dunia blogging. Juga bertemu lagi dengan Ketua IWITA Sulawesi Selatan – Pak Bagus Dibyo Sumantri pada acara Seminar Sosialisasi Fintech #BisnisJamanNow “Agen Pegadaian Mandiri Finansial Sejak Dini”.
Baca selengkapnya

Wisata Kebun Kurban: Uniknya Investasi Jaman Now

Wisataku PucakRasa penasaran mengenai investasi jaman now yang sesuai syariah membawa saya menghadiri Grand Launching Wisata Kebun Kurban (Wisataku) pada tanggal 4 Februari lalu di Hotel Harper. Wisataku adalah konsep investasi di mana investor akan mendapatkan kebun kurma atau durian, hewan ternak berupa kambing, dan member card gratis di tempat wisata yang akan dibangun di Pucak, Maros.
Baca selengkapnya

Pentingnya Perempuan Melek Finansial

"Perempuan itu harus siap untuk dua hal: ditinggal mati atau ditinggal kawin oleh suaminya."

Saya terkesiap membaca kalimat ini dalam blog seorang kawan. Sungguh menakutkan pernyataan ini! Walau menakutkan, pesan yang ingin disampaikan begitu dalam dan moderat: sang ibunda menghendaki putrinya menjadi perempuan yang melek finansial.

Kenyataannya, di sekeliling kita banyak sekali perempuan yang merana setelah salah satu dari dua hal itu terjadi pada dirinya. Pada tulisan saya berjudul CintaPerempuan Pejuang Cinta, ada kisah bu Ety yang tiba-tiba ditinggal mati suaminya dan harus berjuang mengatasi keterpurukan selama bertahun-tahun. Tak mudah baginya untuk bangkit karena ia tak berpenghasilan. Penghasilan utama dalam keluarganya adalah gaji bulanan suaminya sebagai pegawai sebuah BUMN.

Perlahan-lahan, dengan bantuan keluarga dan rekan-rekan kerja suaminya ia berhasil bangkit sebagai pegawai sebuah unit usaha dalam lingkup BUMN itu. Ia pun meniti hidupnya bersama keempat anaknya. Kini, sebagian anaknya telah menikah dan telah meringankan beban hidupnya.
Baca selengkapnya