Dari Tidak Subur Menjadi Subur (Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah)

Tidak terasa usia pernikahan saya saat ini hampir dua belas tahun. Sejak gadis, saya sangat sering mengalami masalah dalam menstruasi, sering kali saya tidak haid selama berbulan-bulan, selama 3 bulan, 4 bulan, bahkan pernah selama 6 bulan. Untuk bisa haid dengan normal layaknya gadis-gadis lain, saya harus berobat ke dokter kandungan, sin she, hingga tabib pengobatan alternatif. Alhamdulillah untuk pertama kalinya, haid saya mulai teratur tiap bulan sejak bulan Januari 1999. Setelah pernikahan kami pada bulan April 1999, saya pindah dari Makassar ke Riau mengikuti suami yang bekerja di perusahaan minyak. Sejak saat itu saya berhenti berobat hingga menstruasi saya mulai tidak normal lagi. Selama tiga bulan berturut-turut tidak haid, sekurangnya ada dua kali saya memeriksakan diri ke dokter, dengan harapan saya hamil. Nyatanya saya tidak kunjung hamil. Dokter pun memberikan obat agar saya bisa haid.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis kandungan, secara medis saya dan suami sangat sulit memiliki anak. Masing-masing dari kami memiliki masalah spesifik yang membuat kami berdua sama-sama sangat jauh dari subur. Jumlah sperma suami saya sangat sedikit, jauh dari jumlah sperma normalnya laki-laki subur, sudah begitu sperma yang aktif hanya sebagian kecil. Sementara saya memiliki masalah dengan hormon, kadar hormon kesuburan saya seperti kadar hormon perempuan menopause padahal saat itu usia saya masih 25 tahun.Saat itu dokter kandungan yang kami kunjungi sampai memberikan gambaran mengenai inseminasi buatan dan program bayi tabung yang mungkin harus kami jalani jika ingin memiliki momongan. Ada yang tahu berapa biaya program bayi tabung?  Biayanya ratusan juta rupiah!

Menjelang 1 tahun usia pernikahan kami, saya dan suami menjalani semacam terapi dengan obat-obat penyubur, selain itu dokter juga meminjamkan kami Maybe Baby - alat pengetes masa subur, supaya saya bisa mengetahui kapan saat-saat subur saya karena masa subur saya tidak tentu waktunya. Dalam terapi kesuburan itu, mulanya saya hanya mendapatkan dosis Profertil (obat penyubur) sebanyak 1 x 1. Bulan-bulan berikutnya dosisnya ditingkatkan oleh dokter hingga 1 x 3 (oya, harga obat ini mahal lho, waktu itu saja kalau tidak salah Rp. 7.000/butirnya, untungnya saat itu terapi kami ditanggung oleh perusahaan). Dari cerita teman saya, ia hanya perlu mengkonsumsi obat tersebut dengan dosis 1 x 1 sampai akhirnya hamil. Tetapi ternyata tidak demikian halnya dengan saya. Meskipun dosis obat tersebut ditingkatkan (sementara suami saya juga tetap mengkonsumsi obat penyubur), setiap bulan di-USG, hanya satu saja sel telur saya yang matang, itu pun ukurannya sangat kecil, jauh dari memadai untuk bisa dibuahi. Sudah tentu dengaan keadaan demikian saya belum juga bisa hamil.

Pada bulan September 2000, saat cuti ke Makassar, saya kembali berobat alternatif pada tabib yang dahulu membantu pengobatan menstruasi saya. Suami saya juga turut berobat. Saat itu semua obat dokter yang sedang dikonsumsi kami tinggalkan. Kami hanya berobat pada tabib tersebut dan pasrah pada ketentuan Allah. Bukannya mengecilkan pengobatan medis, hanya saja kami lebih memilih obat alami, tanpa efek samping sama sekali, lagi berkah (air putih yang dibacakan do’a). Sekembalinya ke Riau, keluarga di Makassar rutin mengambilkan. ‘air obat’ kami pada sang tabib dan mengirimkannya ke Riau. Alhamdulillah, mendekati penghujung tahun 2000 saya hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat pada tanggal 9 Juli 2001, di saat pernikahan kami menginjak usia 2 tahun. Dengan berat badan saya yang bertambah sebanyak 18 kg selama hamil, ia lahir dengan bobot 3,35 kg.

Kalau saat itu ditanya mengapa saya ingin punya anak, terus terang saya tidak tahu jawaban pastinya. Mungkin karena saya melihat betapa bahagia dan terlihat lengkapnya teman-teman saya yang telah memiliki anak, atau mungkin juga karena saya bosan ditanya sana-sini dengan pertanyaan yang isinya sama tetapi dilontarkan dengan redaksi berbeda-beda: “Sudah hamil?”. Belum lagi, ada yang merespon jawaban “Belum” saya dengan kalimat “Koq bisa?”, dengan mimik yang menusuk hati. Yang jelas semua itu membuat saya berusaha untuk bisa hamil.

Saya tidak pernah berobat secara medis lagi untuk bisa hamil setelah melahirkan Affiq. Baik saya maupun suami juga sama sekali tidak menggunakan peralatan kontrasepsi dalam keintiman kami. Pada awal tahun 2002, suami saya mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja dan kami kembali ke Makassar. Kami pun kembali mengunjungi tabib pengobatan alternatif yang dahulu mengobati kami. Atas kehendak Allah, saya hamil di tahun 2006. Betapa suka citanya kami. Di saat Affiq yang saat itu berusia lima tahun kami kabari tentang kehamilan saya - bahwa ada bayi dalam perut saya, ia kelihatan berpikir. Kemudian, sambil menatap perut saya yang mulai membuncit terlontar pertanyaan ini dari mulutnya: “Mama makan bayi?”. Saya bilang, “Tidak, Allah yang menaruh adik bayi dalam perut Mama”. Tetapi konsep ini masih sangat abstrak baginya. Berulang kali ia melantunkan kalimat ini: “Mama makan bayi …. Mama makan bayi …. “.

Affiq juga menciptakan cerita sendiri tentang ‘kehamilannya’. Ia ikut-ikutan hamil! Ia mengatakan di dalam perutnya ada bayi perempuan. Suatu saat terdengar bunyi yang berasal dari perutnya, ia berkata: “Perutku bunyi Ma, bayinya sendawa”. Di saat lain, ketika ia sedang malas bergerak, ia berkata pada saya, “Mama, saya tidak bisa bergerak, saya hamil. Di perutku ada bayi”. Atau saat ia menginginkan jenis makanan tertentu, ia meminta kepada saya dengan dalih yang menginginkan makanan itu adalah bayinya! Saat itu jika ditanya adiknya laki-laki atau perempuan, ia menjawab dengan mantap bahwa adiknya perempuan.

Banyak juga kerabat yang berharap bayi yang berada dalam kandungan saya berjenis kelamin perempuan. Namun saya tidak berani berharap karena kehamilan adalah hal yang mahal bagi saya. Allah meridhai saya untuk bisa hamil saja sudah merupakan anugerah yang luar biasa besarnya. Bagaimana mungkin saya ‘menuntut’-Nya memberikan saya anak dengan jenis kelamin yang saya inginkan? Namun Allah sungguh Mahapemurah! Dia melengkapi hidup saya dengan mengaruniai bayi perempuan cantik yang lahir pada tanggal 24 September 2006. Dengan berat badan saya yang bertambah hanya 5 kg selama hamil, ia lahir dengan bobot 3,35 kg. Sungguh menakjubkan kuasa Allah ya? Saya tidak perlu diet banyak untuk menurunkan berat badan saya setelah melahirkan. Proses kelahirannya pun cepat, antara pembukaan satu sampai pembukaan lengkap hanya memakan waktu tiga setengah jam! Subhanallah. Hari-hari pertama Athifah sangat seru, karena kakaknya ikut menemani saya dan papanya di rumah bersalin. Affiq begitu antusias melihat ada bayi kecil di antara kami. Hal itu kemudian menumbuhkan satu pertanyaan di benaknya: “Mama, dari mana adik lahir?”. Saya gelagapan.

Karunia-Nya sungguh luar biasa. Saya mulai menunjukkan tanda-tanda subur. Sehingga kami memutuskan berkontrasepsi. Alat kontrasepsi kami unik, yaitu air yang berkah dengan do’a dari tabib yang mengobati kami. Bagi banyak orang ini tentu bukanlah hal yang masuk akal. Tetapi apa yang tidak mungkin bagi Allah? Orang yang nyaris mandul seperti saya dan suami saya saja bisa dititipi-Nya anak, menjadikan air sebagai alat kontrasepsi tentu saja bukan hal yang mustahil bagi-Nya.

Namun suatu ketika di penghujung tahun 2008, saya lupa meminum ‘air KB’ saya hingga 12 jam lamanya. Sekali lagi, Allah menakdirkan amanah-Nya dalam kandungan saya. Saat perut saya membuncit, seperti kakak Affiq-nya dahulu, Athifah juga punya cerita sendiri tentang ‘kehamilannya’. Ia suka mengembang-kempiskan perutnya, untuk ‘memperlihatkan’ aktifitas ‘bayi-nya’ kepada saya. Saya menikmati masa kehamilan ini. Walaupun dari bulan ke bulan perut saya makin membesar, seperti kehamilan-kehamilan terdahulu, saya masih bisa mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan alhamdulillah saya tidak punya masalah dengan ngidam. Nafsu makan saya bahkan biasa-biasa saja, demikian pula keinginan saya terhadap sesuatu pun biasa-biasa saja. Bayi laki-laki sehat berbobot 3,15 kg itu pun lahir dari rahim saya pada  tanggal 28 September 2009, dengan proses yang sangat cepat. Dokter memperkirakan ia lahir pukul 14, tetapi Allah berkehendak ia lahir pada pukul 11, hanya dengan satu kali mengejan! Subhanallah. Hari-hari pertama Afyad pun sama serunya dengan hari-hari pertama Athifah di dunia ini karena kedua kakaknya ikut menemani saya dan papanya di rumah  bersalin. Affiq sangat menikmati ‘liburannya’ di rumah bersalin. Ia bahkan menyarankan saya, jika suatu saat melahirkan lagi supaya memilih rumah bersalin yang sama karena rumah bersalin ini mengasyikkan baginya. Waduh ...

Nah, kalau sekarang ditanya, bagaimana rasanya dititipi anak oleh Yang Mahakuasa, jawaban saya adalah nikmat luar biasa. Dan rasa nikmat itu tidak bisa saya ungkapkan seluruhnya dengan kata-kata, bahkan dengan semua kosa kata yang saya miliki karena nikmat itu sangat meresap dan membungkus hati saya dan sering membuat saya terharu.

Mulai dari keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan putra-putri saya hingga apa yang saya rasakan sekarang. Saya merasakan manfaat dan juga nikmat luar biasa dari pemberian ASI eksklusif pada anak-anak saya. Dibandingkan bayi-bayi lain seusia mereka yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, ketiga buah hati saya tumbuh lebih sehat. Bahkan di saat saya dan suami beberapa kali terserang flu, mereka tak mudah tertular.

Sungguh nikmat menjadi orang pertama yang menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan mereka, sejak tidak tahu apa-apa hingga mengetahui cukup banyak, sejak belajar berjalan hingga bisa berlari. Sejak belum bisa berbicara hingga fasih mengoceh, menanyakan apa saja, dan bereaksi secara verbal dengan lontaran-lontaran yang tak terduga. Dan masih banyak lagi.

‘Mendeteksi’ kemiripan ketiganya dengan saya atau papanya, atau dengan kakek-kakek dan nenek-neneknya maupun om-om dan tante-tantenya juga mendatangkan kenikmatan tersendiri bagi saya. Sangat menakjubkan. Betapa Mahakuasanya Allah, dari setetes mani, segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging yang terus berproses menjadi sel-sel yang membelah sampai menjadikan mereka bayi dalam rahim saya lalu kemudian lahir dan bertumbuh-kembang hingga sekarang ini, mereka memiliki banyak kemiripan dengan kami tetapi sesungguhnya masing-masing mereka adalah individu unik. Dengan perpaduan kemiripan itu semua, ketiganya justru membentuk postur yang unik, karakter, sikap, dan cara berpikir yang juga unik. Mengagumkan!

Menyelami kedalaman mata ketiganya, sungguh kenikmatan luar biasa bagi saya. Nikmat yang tidak pernah berkurang rasanya saat menatap mata mereka sambil menyusui atau di saat-saat mereka  sedang berceloteh riang tentang apa saja. Menatap mata mereka ibarat komunikasi batin antara saya dengan mereka. Ada rasa indah yang sulit didefinisikan yang saya rasakan, turun ke hati saya saat menyimak binar polos dari mata ketiga permata hati ini.

Menyaksikan keriangan mereka saat bermain bersama, saat bernyanyi, saat membuka lembaran buku kesayangan mereka, saat menggoda saya atau papanya juga menciptakan kenikmatan luar biasa di hati saya. Pada kenyataannya, sungguh – saya tidak sanggup bercerita secara verbal semua nikmat luar biasa yang dianugerahkan Allah melalui mereka. Segala nikmat yang tentu saja membuat saya merasakan makna menyandang predikat ‘ibu’.

Saat mendengar lantunan ayat suci dari pengeras suara masjid menggemakan ayat dari surah Ar-Rahman yang artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?”, air mata haru tergenang di sudut-sudut mata saya. Ya, nikmat mana lagi yang saya dustakan ? Tidak, tidak ada nikmat-NYA yang pantas saya dustakan. Betapa luar biasanya nikmat merasakan dari tidak subur menjadi subur, hingga dirahmati tiga orang anak yang luar biasa. Sungguh Mahabesar Ia, yang telah mengizinkan saya menjadi saksi bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya – Rabbul ‘alamin.

Semoga Allah memberkahi pak Haji di dunia dan akhirat. Tabib yang selalu lillahi ta’ala, tidak pernah menentukan tarif bahkan tak jarang ia tak mau dibayar.

Makassar, 19 Februari 2011

Update 16 Januari 2017:

Mohon maaf teman-teman, beliau tidak praktik lagi. Harap maklum. Mudah-mudahan beliau senantiasa dalam lindungan Allah SWT.


Share :

79 Komentar di "Dari Tidak Subur Menjadi Subur (Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah)"

  1. Niar,itu tabibnya tinggal dimana? mungkin tenteku di makassar bisa berobat kesana. kalo diabetes bisa ya? thanks

    ReplyDelete
  2. Niar aq widi-smpn6, itu Falya nama anakku, pas gmailnya yg terbuka jd pakai namanya. tks ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, sudah dibalas kan Wid. Gimana itu tantenya yang mau berobat? Sudah datang ke sana?

      Delete
  3. Saya terharu membaca halaman ini, karena saya dapat merasakan apa yang pernah jeng rasakan. hanya saja saya belum seberuntung jeng.kami sudah 10 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan. bisakah pak haji membantu kami dengan cara jarak jauh? thanks bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya yang bersangkutan sendiri yang harus datang, minimal pertama kali setelah itu bisa koq dikirim obatnya asal ada yang mengurusnya.

      Terimakasih sudah mampir di sini :)

      Delete
  4. Terharu bacanya. Pernikahan saya sudah hampir 1 tahun, tetapi belum hamil juga. Saya, suami, orangtua dan mertua sebenarnya enjoy saja, tetapi pertanyaan2 dari orang lain yg kadang bikin drop.
    Semoga saya bisa segera dititipkan anugrah oleh Allah. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Memang, pengaruh dari orang2 lain justru yang besar sementara kita sendirimau nyantai :)

      Delete
  5. Bisa minta alamat tabib nya donk... Sy dah 3 tahun menikah belum dikaruniai momongan..smoga ALLAH memberikan kami amanahNYA..amin yarabbal alamin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kasih saya alamat e-mail ta'? Nanti saya e-mail ki' saja alamatnya :)

      Delete
  6. Email wawan_ica82@yahoo.com atau sms aja di 085242603026....makasih yah...

    ReplyDelete
  7. Ya Allah, Mbak Niar, Subhanallah yaa. saya sekarang malah sudah jalan pernikahan 4tahun, Mbak, tapi belum dikaruniai si kecil. Mulai dari alternatif herbal dan dokter sudah kami lakukan tapi belum nongol juga. Masih disuruh pacaran terus mungkin ya?:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus berusaha mbak, jangan menyerah. Ada beberapa kisah, di saat mereka benar2 pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Allah, rezeki itu datang :)

      Nikmati saja masa2 pacarannya :)

      Delete
  8. Mba,boleh mbta alamat tabibnya?alamat email saya : eva_cherryoctaviani@yahoo.com
    terima kasih mba

    ReplyDelete
  9. Mba boleh minta alamat tabib nya.kami juga belum dikarunia keturunan.mohon kirim alamatnya di email putri.reafany@gmail.com atau eapryadi@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru bisa balas. Saya sudah kirim ke e-mailnya ya

      Delete
    2. Ass ...
      Mbak niar sya tinggal di makassar n bleh tdk sya minta alamat tabib yg mbak dtangi itu.. trima ksih sbelumnya.. wss

      Delete
  10. Mba minta tolong dikirimkan juga alamat tabibx ke email to.laiya@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas, saya tidak bisa kirim e-mail ke alamatnya. Ada pesan: Delivery to the following recipient failed permanently:

      laiya@gmail.com

      Technical details of permanent failure:
      The email account that you tried to reach does not exist. Please try double-checking the recipient's email address for typos or unnecessary spaces.

      Delete
    2. tabe dikirim lagi mbak, to.laiya@gmail.com atau di sms ke 085299561984.mksih

      Delete
  11. Minta tolong alamat tabibx juga dong
    Indy_adindaku@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru bisa balas. Saya sudah kirim ke e-mailnya ya

      Delete
    2. mba bisaka juga minta alamatx itu tabibta? emailku : sumber_galian@yahoo.com

      Delete
  12. doakan saya ya mbk niar semoga lekas dikaruniai momongan aminnn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin moga berkah buat mbak Hanna ya. Yang sabar ya mbak

      Delete
  13. minta alamat tabibny yah.. kirim ke watagma@gmail.com yah.. makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru bisa balas. Saya sudah kirim ke e-mailnya ya

      Delete
    2. B'niar tolong diksi secepatnya alamat tabib at haji yang t4 berobatta. Aku mau kesana jg

      Delete
  14. saya sudah 4 tahun menikah, belum punya momongan. Pernah keguguran di tahun pertama. Mohon info alamat tempat berobatnya ya : nuruldharmayanti@yahoo.com. Trims

    ReplyDelete
  15. Mohon info alamat tabib
    Syaifullahdarmin@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  16. mohon minta alamat tabibnya, terima kasih

    ReplyDelete
  17. mohon minta alamat tabib
    ithafperdana@yahoo.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, e-mail saya tidak bisa terkirim ke alamat ta'. Bouncing, kembali ke saya :)

      Delete
    2. Maaf mbak bisa minta alamat tabibnya? kalo bisa ke no hp saya mbak. trima ksih banyak
      087844557550

      Delete
  18. Mohon minta di email alamat tabibnya...
    apheiztpro9@yahoo.com

    ReplyDelete
  19. mbak, boleh minta alamat tabibnya? iratopbgt@yahoo.com. Thanx b4 ya..

    ReplyDelete
  20. mbak, boleh minta alamat tabibnya? iratopbgt@yahoo.com. Thanx b4 ya..

    ReplyDelete
  21. saya sudah 4 tahun menikah, belum punya momongan. Pernah keguguran di tahun pertama. Mohon info alamat tempat berobatnya ya : nuruldharmayanti@yahoo.com. Trims

    ReplyDelete
  22. Tlg beritau alamat tabibnya ya, disms aj di nomor 085347032328. Trims banget

    ReplyDelete
  23. Mbak niar, saya sudah bertahun-tahun belum juga dikaruniai anak. Sudah berobat ke dokter n herbal, habis puluhan juta rupiah, tapi belum juga ada hasilmya. saya baru kali ini ketemu dg blognya mbak niar, jadi pengen coba pengobatan alternatif. Tlg beritau nama n alamat tabibnya ya mbak, via email di pelbis12@gmail.com.trims

    ReplyDelete
  24. mba Niar. . bisaka minta alamat tabibta? minta tlong qt krim di emailku : sumber_galian@yahoo.com

    ReplyDelete
  25. Asslqm... Mba Niar, tolong alamat tabib yang mba Niar maksud ya. Klo tidak sibuk, ini alamat email saya: aku.indahlestari@gmail.com

    semoga dengan tabib tersebut, kami segera mempunyai momongan. Amin, terima kasih sebelumnya yaah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah kirim e-mail ke alamat e-mail teman2. Mohon mengirimkan alamat e-mail saja ya teman2, bukan no HP karena ada penjelasan yang perlu saya berikan sebelumnya. Terimakasih ^_^

      Delete
    2. Mba sy mau jg... ruryudha@gmail.com

      Delete
  26. Tolong kirim alamat tabibta b'niar. Sy pngen hmil jg sperti kita

    ReplyDelete
  27. Kalo bisa alamat yang lengkapnya b'niar. MaKasih banyak sebelumnya. Krim ke emailku tabe

    ReplyDelete
  28. B'niar tolong kiemailka itu alamatnya tabibta, sy mau kesana juga berobat.... kl bisa n sempat sangat-sangat diharap Secepatnya b'niar infota tq

    ReplyDelete
  29. B'niar tolong kiemailka itu alamatnya tabibta, sy mau kesana juga berobat.... kl bisa n sempat sangat-sangat diharap Secepatnya b'niar infota tq

    ReplyDelete
  30. Manami alamat tabibta b'niar? Tolong kita emailkanka jg tq sblmx

    ReplyDelete
  31. Ke email ini, fitasw@gmail.com atau ke fitri.aswira@yahoo.co.id tq

    ReplyDelete
  32. Mohon info Alamat dan nama tabib nya mba Niar ke mira_erakendari@yahoo.com, makasih sebelum nya :)

    ReplyDelete
  33. Aslkm, mbak sy jg org mksr tp lg tgas dikalimantan dan sdh sngt ingin memiliki momongan tlng kita emailkan alamat tabib tempat kita berobat ini alamat emailx purie.azan@gmail.com....trima kasih sblmx

    ReplyDelete
  34. Aslkm, mbak sy jg org mksr tp lg tgas dikalimantan dan sdh sngt ingin memiliki momongan tlng kita emailkan alamat tabib tempat kita berobat ini alamat emailx purie.azan@gmail.com....trima kasih sblmx

    ReplyDelete
  35. Askum,salam kenal mba,sy jg orang mks,dah lama menikah blm px anak,mba sy minta bantuanx alamat tabibx,makasih mba sebelumx,emai sy selvycantik3@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok, sudah semua saya kirimkan e-mail ya .. terimakasih :)

      Delete
  36. Mbak, minta dikirimkan alamat tabibnya juga donk, alamat email saya xie_yu_li@yahoo.com τнαήƙ чoυ sebelumnya mbak niar ^_^

    ReplyDelete
  37. boleh dikirimkan jg alamat tabibnya ke emptytrash87@yahoo.com.
    Thanks...

    ReplyDelete
  38. Assalamualaikum, mbak...
    Boleh minta alamat tabibnya? Email saya mershelly.syanel@gmail.com. Makasih ya mbak...

    ReplyDelete
  39. Asslamu alaikum, mba' sy jg org mks persis kisahta',,, (T_T) minta tolong bantuanta alatnya tabibta, mudah2an sy juga bisa sperti kita akhirnya bisa hamil...alamat emailku wuzz_88@yahoo.co.Id

    ReplyDelete
  40. mbak,,tolong alamat tabit yang mbak maksud.minta ya.email ku merry110@yahoo.com

    ReplyDelete
  41. assalamualakum mbak,,tdi alamat yang saya berikan salah..ini alamat email yang betul merry110@yahoo.co.id.makasi sebelumya

    ReplyDelete
  42. Asslmkm mbk niar. Salam kenal. Kebetulan sy juga tinggal di mksr. Sudah galau krn blm juga hamil
    boleh mnta alamat tabibnya. Email saya astridewihapsari2013@gmail.com atau hafid.ep@gmail.com Mksh sblmnya.

    ReplyDelete
  43. Assalamualaikum Mbak Niar, saya juga sekarang tinggal di Makassar, saya boleh minta alamat nya mba?tolong inbox ke email saya widi_myluv@yahoo.com trimakasih ya mbak...wassalam.

    ReplyDelete
  44. Assalamu Alaikum, Ibu Niar saya juga tinggal di Makassar, dan kami belum memiliki keturunan, boleh kami dikirimkan alamat tabib yang ibu maksud? tolong inbox ke email saya mbak..rahma.latief@gmail.com, terima kasih, kami tunggu infonya..wassalam

    ReplyDelete
  45. Assalamualaikum, bu niar bisa minta alamatnya tabib?sy minta tlg di imel ke rc_kind@yahoo.com terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  46. Mba bisa minta alamatnya ... Ke email r.yudha80@gmail.com... Makasih sebelumnya

    ReplyDelete
  47. Assalamu Alaikum, Ibu Niar saya juga tinggal di Makassar, dan kami belum memiliki keturunan, boleh kami dikirimkan alamat tabib yang ibu maksud? tolong inbox ke email saya mbak..ruryudha@gmail.com, terima kasih, kami tunggu infonya..wassalam

    ReplyDelete
  48. assalamu alaikum mba niar. Saya Riri..sdh 3 tahun saya belum d beri anak ke dua dengan suami ke dua pula . besar harapan saya untuk bisa di berikan momongan dari suami sy skrng ini. alamat email saya zulkarnaenalinaru@gmail.com mohon diberikan alamat tabib tersebut mba niar, wassalamualaikum..

    ReplyDelete
  49. Mbakk Saya Juga org makassar. Sapa tau tetanggaki.btw saya sdh nikah 2thn 2x keguguran sapa tau Bisa kita kasihka juga alamatnya itu tabib,? Bisa di email ke sswwmm21@gmail.com tengks be4 yakkk

    ReplyDelete
  50. Assalamu Alaikum

    Mohon Infonya alamat tabitta di email yusild0708@gmail.com

    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa 'alaikum salam Wr Wb
      Sudah semua ya. terima kasih :)

      Delete
    2. Assalamualaikum Wr Wb
      Maas br msk blog n bc.saya msh bs minta jg kah?qqmahira@gmail.com
      terima kasih :)

      Delete
  51. Tolong krimkan alamat tabibnya di nomor hp saya 085298863418

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf teman-teman. Saya tidak akan mengirimkan lagi tentang beliau, entah sampai kapan karena sejak bulan November atau Desember (dari kabar yang saya dengar) beliau tidak praktik lagi. Mohon dimaklumi karena usia beliau yang sudah tidak muda lagi.

      Delete
  52. Mbak tabe mintakan alamatnya itu tabib... ini email ku Raissanusi16@gmail.com .. mkasih sbelumnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf teman-teman, beliau tidak praktik lagi. Mohon dimaklumi.

      Delete