Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Pendidikan Luar Sekolah: Support System dan Kualitas Diri

“Banyak sekali orang kutemui yang bikin saya kagum, Cha. Mereka sukses dengan gaya masing-masing. Persamaannya adalah, mereka tidak semata-mata kuliah saja. Selama kuliah, karakternya terasah. Juga berbagai kemampuan, termasuk soft skill. Dan di Makassar saat ini sudah banyak sekali tempat belajar bagus.”
Baca selengkapnya

Berharganya Ruang, Waktu, dan Kesempatan Bagi Anak Difabel

Baru kali ini saya menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI). Acara yang dilangsungkan oleh Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini diselenggarakan di Auditorium Ammanagappa UNM pada tanggal 9 Desember 2018 lalu.
Baca selengkapnya

Konsep Pendidikan Inklusif

Masih di ajang sosialisasi pendidikan inklusi di hari pertama, tanggal 28 Agustus lalu di SD Inpres Maccini Baru, saya menyimak pemaparan Dr. Triyanto Pristiwaluyo, M. Pd mengenai KONSEP PENDIDIKAN INKLUSIF. Presentasi Pak Tri dimulai dari pemberian pemahaman mengapa sudah selayaknya kita menerima konsep pendidikan inklusif ini.
Baca selengkapnya

Membangkitkan Pendidikan yang Inklusif di Makassar

Masih soal pendidikan inklusif (setelah baru-baru ini membuat 4 tulisan), kali ini saya mengikuti sosialisasi lagi di SD Inpres Maccini Baru. Acara yang bertajuk Sosialisasi Pendidikan Inklusif bagi Kepala Sekolah dan Stake Holder Serta Peningkatan Kapasitas Guru di Sekolah Inklusif ini berlangsung pada tanggal 28 – 30 Agustus lalu. Saya hanya menghadiri kegiatan pada tanggal 28 Agustus karena selebihnya diperuntukkan khusus bagi para guru.
Baca selengkapnya

[Opini Harian Fajar] Menanti Merdekanya Pendidikan yang Inklusif Bagi Semua Anak

73 tahun usia Indonesia namun masih terus berjuang untuk mencapai tujuannya terkait “mencerdaskan kehidupan bangsa” secara inklusif. Di kota ini contohnya, masih ada kasus-kasus pengeluaran/penolakan terhadap calon siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum. Sebagian sekolah sulit berproses menjadi sekolah inklusif. Jauh lebih mudah menolak anak berkebutuhan khusus (ABK) daripada menyelenggarakan pendidikan inklusif. Padahal negara sudah mengeluarkan berbagai peraturan.
Baca selengkapnya

Tanggung Jawab Kita dalam Mewujudkan Sekolah Inklusi

Ibu Dra. Tatiana Meidina, M. Si menjadi nara sumber kedua pada Sosialisasi Tugas dan Tanggung Jawab Guru Khusus di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi, terkait Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Makassar di SD Inpres Maccini Baru yang berlangsung tanggal 4 Agustus lalu.
Baca selengkapnya

Peran Guru Pendidikan Khusus Bagi Sekolah Inklusi

Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan nomor 5 tahun 2016 belum banyak tersosialisasi. Peraturan yang berbicara mengenai kesempatan yang layak bagi para difabel dalam berbagai bidang ini patut mendapatkan acungan jempol karena pemerinta provinsi Sulawesi Selatan sudah berani menetapkannya. Kepedulian berbagai pihak diperlukan dalam hal ini. Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah salah satu pihak yang peduli dalam menyosialisasikan mengingat para Guru Pendidikan Khusus (ada yang menyebutnya dengan Guru Pendamping Khusus) atau GPK yang dibutuhkan sekolah inklusi dihasilkan dari institusi ini.
Baca selengkapnya

Menaruh Asa pada Pergub untuk Sekolah Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Saya dan suami hanya bisa saling berpandangan ketika membaca papan pemberitahuan di sebuah sekolah dasar. Di papan itu ditulis pemakaian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk ABK (anak berkebutuhan khusus) terpakai 100% sementara kami sangat tahu kalau tidak ada perlakuan khusus untuk ABK di sekolah itu. Siswa ABK tak terlihat. Malah ada satu siswa yang sebenarnya bisa tergolong ABK justru keluar dari sekolah karena tak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana anak-anak lain.
Baca selengkapnya