Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Gaet Perhatian Siswa dengan Metode yang Menyenangkan, Ya atau Tidak ?

Kalau banyak guru yang menanti pelatihan Kurikulum 2013 (K13) dan tetap menanti walau tak kunjung diberi pelatihan oleh pemerintah (dalam hal ini Kementerian/Dinas Pendidikan) maka ibu guru yang satu ini tak menyerah hanya dengan menunggu. Dia mencoba mempelajari sendiri dan mempraktikkan apa yang diminta oleh K13 dalam bahan ajar dan perlengkapan belajar-mengajar di sekolah dasar tempatnya mengabdi. Sungguh saya terpesona dengan materi yang saya saksikan pada tanggal 26 April sore di Festival Hardiknas 2018 (Pesta Pendidikan) itu. Sampai-sampai, menjelang kelas usai, saya berpandang-pandangan dengan salah seorang kawan di ruang kelas dan mengatakan, “Andai semua guru seperti Yus!”
Baca selengkapnya

Speak Up: Pendidikan dan Indoktrinasi Kepentingan

Festival Hardiknas Sulawesi Selatan 2018 sudah berlalu. Acara puncaknya pun sudah dilaksanakan hari Sabtu tanggal 12 Mei lalu. Saya hanya sempat menghadiri beberapa sesi pada rangkaian Pesta Pendidikan (Pekan) yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 27 April di BP – PAUD & Dikmas Sulawesi Selatan.
Baca selengkapnya

Technology for Education, Education for Technology, Lalu Siapa atau Apa yang Lebih Cerdas?

Tak apalah, ya baru posting. Toh, materi yang saya tuliskan di sini masih up to date akhir-akhir ini. Kesibukan di dunia nyata membuat saya kesulitan untuk sering-sering menulis. Walau tak ada yang mewajibkan, rasanya masih ada ganjalan besar kalau belum saya tuntaskan. Hari ini, saya upayakan tulisan dari Seminar Pendidikan Nasional dan Talkshow bertajuk Technology for Education & Education for Technology: Literasi Penggunaan Medsos[1] untuk Indonesia Tanpa Hoax, Dirangkaikan dengan Launching Mobile Apps UNM yang saya hadiri pada tanggal 22 April lalu bisa saya selesaikan. Well, saya mulai saja, yah.
Baca selengkapnya

Catatan dari Ngobrol Publik Pendidikan Karakter Melalui Media Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif

Sering disangka guru atau dosen oleh orang-orang, padahal saya bukan keduanya. Pun bukan penggiat komunitas yang berkecimpung dengan dunia pendidikan tapi saya tertarik menghadiri NGOBROL PUBLIK PeKan (Pesta Pendidikan) Makassar yang diselenggarakan pada tanggal 16 Maret lalu di Rumata’ Artspace, jalan Bontonompo. Kebetulan pula situasi dan kondisi memungkinkan saya untuk hadir bersama pak suami.
Baca selengkapnya

Harmoni Siang Bolong dari Balang Baru

Anak-anak kelas dua sekolah dasar inpres berkonser musik itu seperti apa, ya? Saya penasaran sekali. Terlebih karena saya tahu, sebagian dari anak-anak yang ikut ini berasal dari golongan sosial menengah ke bawah yang sehari-harinya tidak akrab dengan alat musik. Maka dari itu, saya memenuhi ajakan Kepala Sekolah SD Inpres Maccini Baru – Ibu Risnawaty Majit untuk menyaksikan siswa-siswi kelas dua sekolah ini mempertunjukkan konser musik. Sebagian dari murid sekolah ini berasal dari sekitar kanal jalan Dangko, sebuah wilayah di kelurahan Balang Baru, kecamatan Tamalate, kota Makassar.
Baca selengkapnya

Kisah Pemenang Sekolah Sehat Makassar 2017


Sekolah Sehat Makassar - Semacam instalasi perpipaan sederhana berdiri di tengah lapangan olah raga SD Inpres Maccini Baru. Segenap guru dan anggota dewan komite sekolah (komite sekolah terdiri atas para orangtua murid) terlihat masih mempersiapkan pelaksanaan acara. Murid-murid – para pengisi acara bersiap-siap di sekitar lapangan olah raga. Beberapa orang yang mengenakan seragam bertuliskan “Yayasan Peduli Negeri” terlihat duduk atau bercakap-cakap. Tak berapa lama kemudian, para kepala sekolah sekecamatan Tamalate berdatangan. Namun acara tak segera mulai karena Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar belum hadir.
Baca selengkapnya

Dongeng Keliling Bersama Perpustakaan Keliling

Saat saya datang ke sekolah Afyad pada tanggal 12 September lalu, sudah banyak anak sekolah dasar itu bergerombol di samping panggung mini di lapangan sekolah. Seorang ibu berjilbab tampak duduk di atas panggung. Kelihatannya ibu itulah yang bertindak sebagai pendongengnya. Pak guru olahraga sedang menyiapkan sound system. Tak jauh dari pintu gerbang sekolah, mobil Dongeng Keliling milik Perpustakaan Kota Makassar tengah terparkir. Pintu-pintunya tertutup rapat.
Baca selengkapnya

Kisah Foto Instagramku: Talkshow Televisi Tema Pendidikan

Ngeblog membuka jalan saya menuju stasiun televisi. Bukan karena jadi selebriti, macam artis gitu, yaa tapi lebih kepada sharing serba-serbi dunia menulis yang saya jalani selama ini. Sepertinya buat sebagian orang, ibu rumahan yang aktif menulis (dan ngeblog) itu luar biasa. Sesekali ada celetukan, “Ibu-ibu kan biasanya doyan gosip, ini koq ada yang doyan nulis!” Hiks, begitulah stigmanya 😓. Makanya ketika ada ruang di stasiun televisi, mamak-mamak yang senang menulis ini bisa masuk layar kaca.

Baca selengkapnya

Catatan dari Perpisahan SMP Si Sulung

Dejavu.

Itu yang seolah-olah saya rasakan ketika menyaksikan tarian Saman dibawakan oleh adik-adik kelas dari anak sulung saya – Affiq pada “Tasyakuran dan Pelepasan” SMP-nya. Pasalnya, 27 tahun yang lalu, saya juga membawakan tarian ini di gedung yang dulu bernama Gedung Manunggal ini. Bedanya, 27 tahun yang lalu itu perpisahan SMP saya, kini saya menghadiri perpisahan SMP sulung saya. Ah, waktu begitu cepat berlalu.
Baca selengkapnya

Catatan dari Seminar Nasional Revolusi Pendidikan di Era Digital

Ketertarikan saya pada pendidikan praktis membawa saya menghadiri Seminar Nasional Revolusi Pendidikan di Era Digital yang diselenggarakan oleh DiLo (Digital Lounge) Makassar dan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) Chapter Makassar pada tanggal 28 Mei lalu.
Baca selengkapnya

XL Future Leaders, Satu Solusi untuk SDM Indonesia Berkualitas

Rasa penasaran mendorong saya untuk mendaftarkan diri pada undangan makan siang XL FL (XL Future Leaders) bareng blogger Anging Mammiri di rumah makan Apong pada 15 April 2016.
Baca selengkapnya

Belajar Tahfizh Harga Terjangkau di Pondok Tahfizh Darul 'Ulum

Mencari sekolah Islam, termasuk yang mengajarkan anak-anak menghafal al-Qur’an di zaman ini gampang-gampang sulit. Gampangnya, karena makin banyak orang atau kelompok yang menyelenggarakan sekolah tahfizh (menghafal) al-Qur’an. Sulitnya, karena mirip-mirip dengan sekolah swasta Islam yang sekarang banyak tumbuh, untuk belajar di beberapa sekolah tahfizh biayanya mahal. Untuk masuk saja, ada yang sampai harus membayar sebesar sepuluh juta rupiah. Yang bisa masuk dengan mulus hanyalah orang-orang berkantong tebal. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang keuangannya pas-pasan?
Baca selengkapnya

Pentingnya Orang Tua dan Pendidikan Tinggi Berkolaborasi dalam Membentuk Karakter Positif Anak

Biasanya, dalam perjalanan yang melewati kampus UNHAS (Universitas Hasanuddin) di jalan Perintis Kemerdekaan, saya menoleh. Walau sekadar melihat pagar dan papan nama UNHAS saja, terasa ada resonansi yang membuat memori saya menggeliat ke masa lalu, di dalam sana ketika pohon-pohon di tepi jalan masuk setelah pintu satu belum setinggi sekarang.

Saya pernah tercatat menjadi mahasiswi kampus yang dijuluki kampus merah itu selama kurun waktu hampir 5 tahun (1992 – Mei 1997). Menjelajahi koridor-koridor, beberapa ruangan, dan kantin di dalamnya. Juga bertemu jodoh di sana. Namun yang paling berkesan adalah: saya belajar banyak hal di sana, utamanya pengembangan diri. Bekal yang kelak, bertahun-tahun kemudian hingga saat ini sangat membantu saya dalam menjalani kehidupan. Betapa beruntungnya saya, pada salah satu bagian di dalam kampus tempat saya belajar – tepatnya di Himpunan Mahasiswa Elektro, sekaligus menjadi laboratorium kecil dalam “universitas kehidupan”.

Baca selengkapnya

Catatan dari Seminar Islamic Parenting

Beruntung sekali saya bisa menghadiri seminar Islamic Parenting – Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga yang diadakan oleh SD Dunia Anak Islam (DAI) pada tanggal 14 Oktober lalu. Seminar yang diselenggarakan bertepatan dengan tanggal 1 Muharram ini, dibawakan oleh DR. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA (ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia/KPAI) sebagai nara sumber tunggal.

Kebetulan sekali seminar Islamic Parenting ini diadakan pada tahun baru Hijriyyah. Dengan momentum hijrah, orang tua yang hadir diingatkan kembali tentang makna hijrah, yaitu: berpindah dari keadaan yang tidak baik kepada keadaan yang lebh baik. Sebagai orang tua, kita tentu perlu selalu memperbaiki diri agar menjadi orang tua yang terbaik untuk anak-anak kita di setiap saat .
Baca selengkapnya

Belajar Menulis Alfabet Bersama Boci

Sejak zaman Affiq balita, video ataupun game edukasi anak sudah mulai marak. Kalau dulu masih bisa dihitung jari yang memproduserinya, kini sudah banyak sekali. Melalui gadget, via Play Store, kita bisa mengunduh berbagai macam aplikasi edukatif untuk anak.

Asyiknya sekarang, game edukasi yang ada bukan hanya mengajak anak nge-klik gambar, melainkan juga bisa melatih gerakan motoriknya agar menjadi lebih baik lagi. Seperti pada aplikasi BelajarMenulis Bersama Boci, contohnya.
Baca selengkapnya
Meneladani Keuletan Mereka

Meneladani Keuletan Mereka

Empat tahun lalu, Pak Haryadi Tuwo bersama mendiang istrinya mendirikan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Babul Jannah di Jalan Rapoocini. Sekolah sederhana itu diperuntukkan bagi warga tingkat ekonomi menengah ke bawah di sekitarnya. Hanya cukup membayar uang pangkal, tak ada uang bulanan. Para santrinya rata-rata sudah bisa membaca, menulis, dan menghafal do’a sehari-hari setelah tamat. Keuletan Pak Haryadi membuat sekolahnya masih beroperasi hingga kini.

Keuletan pula yang mengantarkan Wahyudin menjadi sarjana Ekonomi. Wahyudin adalah seorang warga Bekasi yang memulung sejak duduk di kelas 4 sekolah dasar. Selain memulung, Wahyudin juga menjual hasil ternak dan berjualan gorengan. Walau sering dicibir, ia bergeming. Dengan giat, ia terus bekerja demi mengumpulkan uang untuk pendidikannya. Tekadnya membara. Menurutnya, dengan berpendidikan, ia bisa memberi manfaat untuk lingkungan sekitar.
Baca selengkapnya

Melihat-Lihat Sekolah Alam Insan Kamil

Hidroponik
Sabtu, 21 Maret kemarin, saya bersama suami dan kedua anak kami yang kecil bertemu dengan kawan-kawan masa kuliah dulu: Hartono – teman sefakultas beda jurusan dan Ida Ohan – beda angkatan tapi sangat akrab dengan saya. Tono sekarang mengelola sekolah alam yang didirikannya – Sekolah Alam Insan Kamil. Sementara Ida berkecimpung dalam dunia pendidikan (khususnya manajemen pendidikan) melalui institusi tempatnya mengabdi: Universitas Negeri Makassar.

Sepanjang pertemuan yang menjadi topik diskusi kami adalah mengenai dunia pendidikan. Kami semua punya basic pendidikan di Fakultas Teknik tapi bisa dibilang mimpi kami akan pendidikan ideal bisa dibilang sejalan.
Baca selengkapnya

[Opini Harian Fajar 100215]Mempertanyakan Empati dalam Kondisi Kini

Tulisan (opini) ini dimuat di Harian Fajar, 10 Februari 2015

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “empati” berarti keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Namun demikian tiap orang bisa berbeda-beda caranya dalam mempersepsikan empati.

Ada kasus menarik yang baru-baru ini terjadi. Sejumlah turis di lokasi jatuhnya pesawat Transasia Airways bernomor penerbangan GE235 dikecam banyak pengguna media sosial. Stasiun televisi nasional pun memuat berita tentang mereka karena dianggap tidak berempati atas musibah kecelakaan yang terjadi. Dengan latar belakang perahu-perahu karet tim penyelamat yang masih mencari korban-korban yang hilang, mereka berpose dengan wajah gembira.

Hal yang sama terjadi di depan bangkai ekor pesawat Air Asia QZ8501 setelah proses pengangkatannya pada bulan lalu. Ada anggota kepolisian dan TNI berfoto narsis dengan latar belakang ekor pesawat. Banyak yang mengecamnya, bahkan media Inggris, Mirror.co.uk pun mengecamnya. Tudingan tidak berempati pasti tidak terbayangkan ketika mereka berpose untuk mengabadikan momen langka itu.
Baca selengkapnya

Rumah Belajar Samsung: Harmonisasi 3 Kekuatan yang Mewujud

Usai coffee break, para undangan event Peresmian Rumah Belajar Samsung menghadiri acara seremonial di gedung pertemuan yang telah dipersiapkan. Di sini kami mendengarkan pemaparan singkat dari Mr. Kanghyun Lee (Vice President PT. Samsung Electronics Indonesia), Ibu Nurmi Handa, SH, MH (Kepala UPTD Pusat Pelayanan Bina Sosial Remaja Makkareso, Maros), Bapak Dr. Iskandar Irwan Hukom (Board, Advisor Yayasan Cinta Anak Bangsa), dan Bapak Drs. H. Patriot Haruni, Msi (Sekretaris Jenderal Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, mewakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan). Keempatnya mendeskripsikan harmonisasi yang indah antara 3 kekuatan besar: pemerintah, organisasi sosial, dan perusahaan besar dalam wujud Rumah Belajar Samsung yang menempati satu bagian di area seluas 4,8 hektar milik UPTD PPSBR Makkareso di Jl. Poros Bantimurung km. 11, Kabupaten Maros, untuk pengentasan pengangguran, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat Sulawesi Selatan.


Mr. Kanghyun Lee memaparkan bahwa Rumah Belajar Samsung merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang bertujuan membantu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Mr. Lee berpesan, “SEIN dan YCAB memberikan kesempatan ‘langkah pertama’. Untuk selanjutnya, anak-anak didiklah yang harus punya sikap mental yang keras untuk masa depan sendiri!”
Baca selengkapnya