Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Konsep Pendidikan Inklusif

Masih di ajang sosialisasi pendidikan inklusi di hari pertama, tanggal 28 Agustus lalu di SD Inpres Maccini Baru, saya menyimak pemaparan Dr. Triyanto Pristiwaluyo, M. Pd mengenai KONSEP PENDIDIKAN INKLUSIF. Presentasi Pak Tri dimulai dari pemberian pemahaman mengapa sudah selayaknya kita menerima konsep pendidikan inklusif ini.
Baca selengkapnya

Membangkitkan Pendidikan yang Inklusif di Makassar

Masih soal pendidikan inklusif (setelah baru-baru ini membuat 4 tulisan), kali ini saya mengikuti sosialisasi lagi di SD Inpres Maccini Baru. Acara yang bertajuk Sosialisasi Pendidikan Inklusif bagi Kepala Sekolah dan Stake Holder Serta Peningkatan Kapasitas Guru di Sekolah Inklusif ini berlangsung pada tanggal 28 – 30 Agustus lalu. Saya hanya menghadiri kegiatan pada tanggal 28 Agustus karena selebihnya diperuntukkan khusus bagi para guru.
Baca selengkapnya

[Opini Harian Fajar] Menanti Merdekanya Pendidikan yang Inklusif Bagi Semua Anak

73 tahun usia Indonesia namun masih terus berjuang untuk mencapai tujuannya terkait “mencerdaskan kehidupan bangsa” secara inklusif. Di kota ini contohnya, masih ada kasus-kasus pengeluaran/penolakan terhadap calon siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum. Sebagian sekolah sulit berproses menjadi sekolah inklusif. Jauh lebih mudah menolak anak berkebutuhan khusus (ABK) daripada menyelenggarakan pendidikan inklusif. Padahal negara sudah mengeluarkan berbagai peraturan.
Baca selengkapnya

Tanggung Jawab Kita dalam Mewujudkan Sekolah Inklusi

Ibu Dra. Tatiana Meidina, M. Si menjadi nara sumber kedua pada Sosialisasi Tugas dan Tanggung Jawab Guru Khusus di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi, terkait Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Makassar di SD Inpres Maccini Baru yang berlangsung tanggal 4 Agustus lalu.
Baca selengkapnya

Peran Guru Pendidikan Khusus Bagi Sekolah Inklusi

Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan nomor 5 tahun 2016 belum banyak tersosialisasi. Peraturan yang berbicara mengenai kesempatan yang layak bagi para difabel dalam berbagai bidang ini patut mendapatkan acungan jempol karena pemerinta provinsi Sulawesi Selatan sudah berani menetapkannya. Kepedulian berbagai pihak diperlukan dalam hal ini. Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah salah satu pihak yang peduli dalam menyosialisasikan mengingat para Guru Pendidikan Khusus (ada yang menyebutnya dengan Guru Pendamping Khusus) atau GPK yang dibutuhkan sekolah inklusi dihasilkan dari institusi ini.
Baca selengkapnya

Menaruh Asa pada Pergub untuk Sekolah Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Saya dan suami hanya bisa saling berpandangan ketika membaca papan pemberitahuan di sebuah sekolah dasar. Di papan itu ditulis pemakaian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk ABK (anak berkebutuhan khusus) terpakai 100% sementara kami sangat tahu kalau tidak ada perlakuan khusus untuk ABK di sekolah itu. Siswa ABK tak terlihat. Malah ada satu siswa yang sebenarnya bisa tergolong ABK justru keluar dari sekolah karena tak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana anak-anak lain.
Baca selengkapnya

Gaet Perhatian Siswa dengan Metode yang Menyenangkan, Ya atau Tidak ?

Kalau banyak guru yang menanti pelatihan Kurikulum 2013 (K13) dan tetap menanti walau tak kunjung diberi pelatihan oleh pemerintah (dalam hal ini Kementerian/Dinas Pendidikan) maka ibu guru yang satu ini tak menyerah hanya dengan menunggu. Dia mencoba mempelajari sendiri dan mempraktikkan apa yang diminta oleh K13 dalam bahan ajar dan perlengkapan belajar-mengajar di sekolah dasar tempatnya mengabdi. Sungguh saya terpesona dengan materi yang saya saksikan pada tanggal 26 April sore di Festival Hardiknas 2018 (Pesta Pendidikan) itu. Sampai-sampai, menjelang kelas usai, saya berpandang-pandangan dengan salah seorang kawan di ruang kelas dan mengatakan, “Andai semua guru seperti Yus!”
Baca selengkapnya

Speak Up: Pendidikan dan Indoktrinasi Kepentingan

Festival Hardiknas Sulawesi Selatan 2018 sudah berlalu. Acara puncaknya pun sudah dilaksanakan hari Sabtu tanggal 12 Mei lalu. Saya hanya sempat menghadiri beberapa sesi pada rangkaian Pesta Pendidikan (Pekan) yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 27 April di BP – PAUD & Dikmas Sulawesi Selatan.
Baca selengkapnya

Technology for Education, Education for Technology, Lalu Siapa atau Apa yang Lebih Cerdas?

Tak apalah, ya baru posting. Toh, materi yang saya tuliskan di sini masih up to date akhir-akhir ini. Kesibukan di dunia nyata membuat saya kesulitan untuk sering-sering menulis. Walau tak ada yang mewajibkan, rasanya masih ada ganjalan besar kalau belum saya tuntaskan. Hari ini, saya upayakan tulisan dari Seminar Pendidikan Nasional dan Talkshow bertajuk Technology for Education & Education for Technology: Literasi Penggunaan Medsos[1] untuk Indonesia Tanpa Hoax, Dirangkaikan dengan Launching Mobile Apps UNM yang saya hadiri pada tanggal 22 April lalu bisa saya selesaikan. Well, saya mulai saja, yah.
Baca selengkapnya

Catatan dari Ngobrol Publik Pendidikan Karakter Melalui Media Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif

Sering disangka guru atau dosen oleh orang-orang, padahal saya bukan keduanya. Pun bukan penggiat komunitas yang berkecimpung dengan dunia pendidikan tapi saya tertarik menghadiri NGOBROL PUBLIK PeKan (Pesta Pendidikan) Makassar yang diselenggarakan pada tanggal 16 Maret lalu di Rumata’ Artspace, jalan Bontonompo. Kebetulan pula situasi dan kondisi memungkinkan saya untuk hadir bersama pak suami.
Baca selengkapnya

Harmoni Siang Bolong dari Balang Baru

Anak-anak kelas dua sekolah dasar inpres berkonser musik itu seperti apa, ya? Saya penasaran sekali. Terlebih karena saya tahu, sebagian dari anak-anak yang ikut ini berasal dari golongan sosial menengah ke bawah yang sehari-harinya tidak akrab dengan alat musik. Maka dari itu, saya memenuhi ajakan Kepala Sekolah SD Inpres Maccini Baru – Ibu Risnawaty Majit untuk menyaksikan siswa-siswi kelas dua sekolah ini mempertunjukkan konser musik. Sebagian dari murid sekolah ini berasal dari sekitar kanal jalan Dangko, sebuah wilayah di kelurahan Balang Baru, kecamatan Tamalate, kota Makassar.
Baca selengkapnya

Kisah Pemenang Sekolah Sehat Makassar 2017


Sekolah Sehat Makassar - Semacam instalasi perpipaan sederhana berdiri di tengah lapangan olah raga SD Inpres Maccini Baru. Segenap guru dan anggota dewan komite sekolah (komite sekolah terdiri atas para orangtua murid) terlihat masih mempersiapkan pelaksanaan acara. Murid-murid – para pengisi acara bersiap-siap di sekitar lapangan olah raga. Beberapa orang yang mengenakan seragam bertuliskan “Yayasan Peduli Negeri” terlihat duduk atau bercakap-cakap. Tak berapa lama kemudian, para kepala sekolah sekecamatan Tamalate berdatangan. Namun acara tak segera mulai karena Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar belum hadir.
Baca selengkapnya

Dongeng Keliling Bersama Perpustakaan Keliling

Saat saya datang ke sekolah Afyad pada tanggal 12 September lalu, sudah banyak anak sekolah dasar itu bergerombol di samping panggung mini di lapangan sekolah. Seorang ibu berjilbab tampak duduk di atas panggung. Kelihatannya ibu itulah yang bertindak sebagai pendongengnya. Pak guru olahraga sedang menyiapkan sound system. Tak jauh dari pintu gerbang sekolah, mobil Dongeng Keliling milik Perpustakaan Kota Makassar tengah terparkir. Pintu-pintunya tertutup rapat.
Baca selengkapnya

Kisah Foto Instagramku: Talkshow Televisi Tema Pendidikan

Ngeblog membuka jalan saya menuju stasiun televisi. Bukan karena jadi selebriti, macam artis gitu, yaa tapi lebih kepada sharing serba-serbi dunia menulis yang saya jalani selama ini. Sepertinya buat sebagian orang, ibu rumahan yang aktif menulis (dan ngeblog) itu luar biasa. Sesekali ada celetukan, “Ibu-ibu kan biasanya doyan gosip, ini koq ada yang doyan nulis!” Hiks, begitulah stigmanya 😓. Makanya ketika ada ruang di stasiun televisi, mamak-mamak yang senang menulis ini bisa masuk layar kaca.

Baca selengkapnya

Catatan dari Perpisahan SMP Si Sulung

Dejavu.

Itu yang seolah-olah saya rasakan ketika menyaksikan tarian Saman dibawakan oleh adik-adik kelas dari anak sulung saya – Affiq pada “Tasyakuran dan Pelepasan” SMP-nya. Pasalnya, 27 tahun yang lalu, saya juga membawakan tarian ini di gedung yang dulu bernama Gedung Manunggal ini. Bedanya, 27 tahun yang lalu itu perpisahan SMP saya, kini saya menghadiri perpisahan SMP sulung saya. Ah, waktu begitu cepat berlalu.
Baca selengkapnya

Catatan dari Seminar Nasional Revolusi Pendidikan di Era Digital

Ketertarikan saya pada pendidikan praktis membawa saya menghadiri Seminar Nasional Revolusi Pendidikan di Era Digital yang diselenggarakan oleh DiLo (Digital Lounge) Makassar dan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) Chapter Makassar pada tanggal 28 Mei lalu.
Baca selengkapnya

XL Future Leaders, Satu Solusi untuk SDM Indonesia Berkualitas

Rasa penasaran mendorong saya untuk mendaftarkan diri pada undangan makan siang XL FL (XL Future Leaders) bareng blogger Anging Mammiri di rumah makan Apong pada 15 April 2016.
Baca selengkapnya

Belajar Tahfizh Harga Terjangkau di Pondok Tahfizh Darul 'Ulum

Mencari sekolah Islam, termasuk yang mengajarkan anak-anak menghafal al-Qur’an di zaman ini gampang-gampang sulit. Gampangnya, karena makin banyak orang atau kelompok yang menyelenggarakan sekolah tahfizh (menghafal) al-Qur’an. Sulitnya, karena mirip-mirip dengan sekolah swasta Islam yang sekarang banyak tumbuh, untuk belajar di beberapa sekolah tahfizh biayanya mahal. Untuk masuk saja, ada yang sampai harus membayar sebesar sepuluh juta rupiah. Yang bisa masuk dengan mulus hanyalah orang-orang berkantong tebal. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang keuangannya pas-pasan?
Baca selengkapnya

Pentingnya Orang Tua dan Pendidikan Tinggi Berkolaborasi dalam Membentuk Karakter Positif Anak

Biasanya, dalam perjalanan yang melewati kampus UNHAS (Universitas Hasanuddin) di jalan Perintis Kemerdekaan, saya menoleh. Walau sekadar melihat pagar dan papan nama UNHAS saja, terasa ada resonansi yang membuat memori saya menggeliat ke masa lalu, di dalam sana ketika pohon-pohon di tepi jalan masuk setelah pintu satu belum setinggi sekarang.

Saya pernah tercatat menjadi mahasiswi kampus yang dijuluki kampus merah itu selama kurun waktu hampir 5 tahun (1992 – Mei 1997). Menjelajahi koridor-koridor, beberapa ruangan, dan kantin di dalamnya. Juga bertemu jodoh di sana. Namun yang paling berkesan adalah: saya belajar banyak hal di sana, utamanya pengembangan diri. Bekal yang kelak, bertahun-tahun kemudian hingga saat ini sangat membantu saya dalam menjalani kehidupan. Betapa beruntungnya saya, pada salah satu bagian di dalam kampus tempat saya belajar – tepatnya di Himpunan Mahasiswa Elektro, sekaligus menjadi laboratorium kecil dalam “universitas kehidupan”.

Baca selengkapnya