Bela Negara Kekinian Ala PNUP

Jangan ada yang salah tafsir kalau saya ke Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) adalah semata untuk kepoin apakah masa pengenalan kampusnya aman terkendali untuk kepuasan pribadi. Saya awalnya berniat mencari bahan materi lomba vlog yang temanya pas dengan tema kegiatan pada dua hari terakhir (28 dan 29 Agustus, dalam 8 hari pelaksanaan pengenalan kampus), yaitu BELA NEGARA.

Saya baru tahu kalau materi ini ada di PNUP jadi buat saya ini hal yang menarik. Ternyata kata Ndy (teman bloger), saat dia mahasiswa baru Teknik Kimia pada tahun 2003, dia juga menjalani Bela Negara.

Kegiatan indoor Bela Negara di PNUP

Yang berbeda adalah, baru pada tahun ini Bela Negara dilaksanakan di dalam kampus PNUP. Pada tahun-tahun sebelumnya materi serupa berlangsung di kamp militer, berpindah-pindah di Raider, Kostrad, dan Rindam.

Tentunya ada alasan khusus mengapa sekarang dilaksanakan di dalam kampus. Selengkapnya bisa disimak pada video wawancara dengan Pak Lidemar Halide, ST., MT – Pembantu Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan PNUP yang saya sisipkan di sini.

Kegiatan indoor Bela Negara, di dalam auditorium kampus 2 PNUP

Alasan yang dikemukakan oleh beliau juga relevan dengan hasil yang diharapkan olehnya, yaitu: diharapkan dengan durasi singkat, para mahasiswa baru mempunyai jiwa korsa – politeknik global, tidak lagi terkotak-kotak pada jurusan/prodinya sendiri.

Lebih bagus lagi jika nantinya bisa berkolaborasi sehingga menjadi kuat. Harapannya mereka bisa bergabung antar jurusan dan menciptakan karya. Pada era industrialisasi 4.0 ini diharapkan bisa menghasilkan pola baru sehingga lapangan kerja bisa tetap terbuka dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

Harapan lainnya diselenggarakannya Bela Negara di dalam kampus pada tahun ini adalah agar para mahasiswa baru menjadi lebih peduli dengan dosen-dosen dari jurusan lain dengan adanya pembinaan attitude dan akhlak mulia. Attitude yang baik penting untuk dimiliki.

Wawancara dengan Pak PD 3 (Bidang Kemahasiswaan) PNUP

Karena sudah meminta izin pada Pak Lidemar, usai mewawancarainya, kami pun melihat-lihat pelaksanaan Bela Negara di dalam auditorium lalu berjalan-jalan di pekarangan kampus. Para peserta yang berjumlah 1650 orang dibagi 2, ada yang di dalam auditorium dan ada yang di luar ruangan. Setelah selesai, baru berganti shift.

Saya memperhatikan wajah-wajah maba yang sedang latihan yel-yel. Mereka terlihat capek dan banyak di antara mereka terlihat gembira. Beberapa lewat di hadapan saya dengan wajah ceria, pergi membeli minuman di warung yang letaknya tak jauh dari situ.

Saya masih mencari sosok yang bisa saya wawancarai lagi. Pak suami membuka pembicaraan dengan salah seorang anggota tim PMI lalu saya melanjutkan dengan bertanya beberapa hal padanya. Melalui Arini (Tim Medis KSR PMI PNUP) mohon maaf kalau ada kesalahan, catatan saya tentang nara sumber ini terhapus, saya mendapatkan beberapa informasi.

Wawancara lengkap dengan Arini, anggota tim medis dari PMI

Di antaranya mengenai para mahasiswa baru yang tumbang, biasanya karena kasus penyakit bawaan (seperti asma), tak bisa terpapar sinar matahari, dehidrasi, dan tidak sarapan sebelum berangkat. Posko PMI ada di Posko Panitia – sempat saya lihat sebelumnya, para maba yang kepayahan dibawa ke sana untuk diberikan pertolongan pertama.

Tim Medis dari PMI ini bertugas selama kegiatan Bela Negara. Arini sendiri juga merupaka mahasiswa PNUP semester 3. Salut deh sama anak-anak muda ini yang punya misi mulia sehingga mau bergabung dengan tim PMI. Asyiknya ngobrol dengan Arini karena dia sudah menyapa saya dengan “Kak”.  Masih pantas dong, ya saya disapa “Kak” oleh mahasiswi semester 3. 😁


Menyenangkan sekali ngobrol dengan Arini, dia menjawab semua pertanyaan saya dengan ramah. Wawancara selengkapnya bisa disimak pada video yang saya sisipkan di sini. Setelah mewawancarai Arini, pandangan saya terpaku pada bapak-bapak tentara yang sedang mengamati pelaksanaan kegiatan outdoor.

Setiap kelompok didampingi oleh beberapa tentara pelatih sementara beberapa tentara lainnya terlihat mengamati pelaksanaan kegiatan Bela Negara. Kami mendekati dan bertanya-tanya pada Sertu Kaharuddin dari Yonif Raider/WYC.

Wawancara lengkap dengan Sertu Kaharuddin

Pak tentara ini sudah sering melatih masyarakat sipil. Bukan hanya mahasiswa yang dilatihnya. Ibu-ibu pun pernah dilatih olehnya. Sebagaimana Pak Lidemar dan Arini, Pak Kaharuddin juga bersedia menjawab semua pertanyaan yang saya tanyakan kepadanya.

Pada intinya, dia menganggap materi ini penting supaya anak jaman now tahu kondisi negaranya seperti apa dan tidak semata menjadi “budak teknologi”. Menurutnya, bela negara juga merupakan tugas anak muda milenial. Seperti apa penjelasan lengkapnya, mari simak di video yang saya sisipkan di sini, ya.

Perjalanan kali ini menjadi sesuatu yang berharga bagi saya. Saya jadi tahu kalau banyak (mungkin semua malah, ya) Politeknik sudah melaksanakan sistem penerimaan mahasiswa baru dengan cara seperti ini dan PNUP sudah meninggalkan pola lama yang mengandung perpeloncoan, bahkan mencoba melaksanakan Bela Negara di dalam kampus.


Secuil kegiatan outdoor, membuat yel-yel yang diperlombakan antar kelompok

Semoga saja ke depannya, apa yang dilakukan PNUP bisa menginspirasi kampus-kampus lainnya dan semua yang diharapkan bisa dituai hasilnya. Sukses buat PNUP.

Makassar 1 September 2019

Baca juga tulisan sebelumnya:

Baca juga tulisan-tulisan lain:




Share :

8 Komentar di "Bela Negara Kekinian Ala PNUP"

  1. Saya setuju, hal seperti ini memang lebih baiknya di dalam kampus.
    Nanti mengundang anggota tentara untuk membimbingnya.
    Sehingga kegiatan ini bisa terpantau dan terkontrol oleh pihak kampus.

    ReplyDelete
  2. Wah bagus banget nih Mbak acara yang seperti ini. Sukses terus buat PNUP

    ReplyDelete
  3. Andai saja kegiatan seperti ini ada di semua kampus hihi. Bagus banget

    ReplyDelete
  4. Wah dengan adanya acaranya ini bisa menjadi salah satu bentuk membela negara ya

    ReplyDelete
  5. Kegiatan kayak gini bagus bgt. Cuma memang harus dipantau dari pihak kampus juga.
    Anakku awal masuk SMA juga ada acara begini. Nginepnya gak di sekolah tapi di brigif. Namun tetap ada beberapa guru yg stay disana untuk mengontrol murid2.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^