School of Influencer: Attitude & the Winners Are …

Tibalah kita di materi terakhir School of Influencer, pada rangkaian terakhirnya: Coaching Clinic yang dilaksanakan pada tanggal 17 November 2018 di Hotel Fave jalan Daeng Tompo. MC Ammho (Soni Mongan) pada materi ini memberikan motivasi kepada kami – 20 orang yang tersaring. Kami melalui beberapa tahapan, mulai dari 1000-an orang lalu menjadi 55, lalu disaring lagi hingga tinggal 20 orang.

Sebelumnya, di awal pertemuan panitia meminta kami mengirimkan kembali karya yang dikompetisikan menuju 20 besar. Karya kami akan diseleksi lagi hingga menjadi 3 besar dan pemenang pertamanya mewakili Makassar – 1 dari 4 kota penyelenggaraan School of Influencer ke Jakarta, dalam ajang Netizen Fair pada tanggal 24 – 25 November 2018. Tentu saja saya mengirimkan link tulisan Saya mengirimkan link tulisan Mengasah Diri Agar Menjadi Digital Parents ke alamat email yang sudah ditentukan.



Mc Ammho – lelaki berpembawaan hangat ini merupakan salah seorang pendukung Cameo Project – salah satu channel YouTube favorit di Indonesia yang senantiasa menyuarakan hal-hal positif. Dia punya banyak pengalaman tampil di stasiun televisi dan pernah menjadi penyiar radio. Pada hari pertama Training of Trainer School of Influencer, kami sudah bertemu MC Ammho sebagai pemateri Public Speaking.

Melalui materinya yang berjudul Welcoming New Rising Star kali ini, MC Ammho menyampaikan hal-hal seputar attitude dari seorang influncer yang berpotensi menjadi public figure.

Tentang nilai seorang influencer


“Jangan turunkan nilaimu sebagai influencer. Kita harus murah hati tapi bukan murahan,” pesan MC Ammho. Ada hal-hal yang membuat influencer haru turun tangan tanpa berhitung fee, misalnya dalam mendukung Gerakan Nasional Literasi Digital tetapi untuk hal lain jangan jadi “murahan”.


“Jadilah diri sendiri tapi mengangkat nilai,” imbuh lelaki yang sebelum berkarir di Jakarta, masa kecil dan sebagian masa mudanya dihabiskan di Makassar. Seorang bintang tentunya akan menjaga nama baik keluarganya dan karakternya.

Siap hadapi kemungkinan terburuk


Public figure pastinya juga melakukan interaksi dengan masyarakat dan dia akan menjadi sorotan. Apapun yang dilakukan seorang bintang, orang akan melihatnya dan pasti dari sekian banyak followers ada saja yang akan mencari kesalahan dan mencari-cari kekurangan.

Kalau tentang ini, yakin saja. Tidak perlu followers kita di atas 10.000. Ada seorang teman saya yang follower Instagramnya belum mencapai 10.000 saja sudah dicaci orang melalui pesan pribadi Instagramnya. Dia mengalami body shaming – fisiknya dicela oleh si netizen. Kejam, ya.

Menghadapi yang seperti ini, MC Ammho menyampaikan, “Jangan buang energimu untuk hal-hal yang tidak perlu. Tidak perlu marah dan mengurusi hal yang tidak perlu.” Ada dua jenis kritik: kritik yang membangun, yang ini bisa diterima kalau bisa menjadikan kita lebih baik. Yang kedua adalah kritik yang tidak membangun, nah untuk yang seperti ini, dicueki saja.


Jaga mulutmu


“Seorang influencer harus memiliki karakter yang positif dan harus menjaga mulutnya,” ujar MC Ammho lagi. Dia mengingatkan untuk menjaga cara kami berbahasa. Karena banyak yang berbeda dengan kita. Bicaralah sepantasnya, seperlunya, jangan menyinggung perasaan dan jangan menjatuhkan karakter orang lain.

Datang sebelum tepat waktu


If you on time, you late,” ucapnya lagi. Eh, gimana gimana? Maksudnya, ya kalau diundang menghadiri sebuah acara, jangan datang on time tetapi sekurang-kurangnya 30 menit sebelum acara berlangsung agar dapat mempelajari dan menguasai medan dengan baik. Selain itu bisa kenal baik dengan audiensnya, siapa saja yang hadir di acara tersebut.

Perhatikan penampilanmu


“Perhatikan penampilanmu. Gunakan fashion sesuai dengan tempat dan acaranya. Jika fashion adalah karakter karyamu, berinovasilah agar terlihat lebih menarik pantas,” pesan MC Ammho.

Yang penting di dalam memperhatikan penampilan juga termasuk memperhatikan jangan sampai bau badan yang tidak enak tercium oleh orang lain, hal ini juga ditekankan oleh MC Ammho.




Cara menghadapi audience/followers


Perhatikanlah orang yang bertanya, simak baik-baik pertanyaannya. Namun perlu diingat bahwa tidak semua pertanyaan harus kita jawab. Ada orang yang penasaran, nah ini perlu dijawab. Ada yang bertanya untuk membandingkan, well tidak mengapa dijawab. Namun untuk yang bertanya karena ingin mengetes atau mengganggu, tidak usah dijawab.

Berkolaborasilah


MC Ammho menekankan bahwa influencer harus memberi pengaruh positif melalui karyanya. Untuk itu bisa juga dilakukan dengan cara berkolaborasi. Misalnya nih, ada yang punya foto bagus tetapi tidak bisa mengungkapkan kata untuk memaknainya, bisa berkolaborasi dengan yang lainnya yang punya kemampuan menulis. Itu contoh sederhananya. Contoh apiknya bisa kita lihat video-video di channel Cameo Project dan yang akan datang – Kreator Nongkrong, di sana ada sejumlah talent yang bekolaborasi menghasilkan karya positif.

Jangan lupakan asal-usulmu


Terakhir, satu hal lagi yang ditekankan MC Ammho – hal ini juga ditekankannya pada pertemuan pertama kami, “Maju tapi jangan lupa asal-usulmu”. Jangan sampai melupakan logat daerah sendiri. Keterlaluan jika melupakannya.


Salah satu slide MC Ammho
Mentari Putri Novel dan MC Ammho bernyanyi sebelum
pengumuman

Presentasi karya


Usai materi dari MC Ammho, satu per satu dari kami mendapatkan pengalaman mendebarkan. Kami harus mempresentasikan karya di depan juri. Sebelumnya, panitia mengumumkan bahwa kami boleh membawakan presentasi yang sudah dikemas dalam bentuk lain maka dari itu, saya dan beberapa peserta membuat presentasi dalam bentuk slide Power Point yang buru-buru kami buat dalam waktu yang singkat.


Saya mengamati reaksi juri.

Padahal saudara-saudara, ternyata – setelah mengamati ekspresi dan tanggapan juri ketika tiba giliran saya mempresentasikan karya, saya menyadari bahwa saya telah salah membawakan presentasi yang sudah dikemas dalam bentuk lain karena juri lebih suka melihat kami mempresentasikan langsung karya yang sudah dibuat.



Di sini saya merasa performa saya kurang. Saya termasuk pemburu lomba. Sejak tahun 2011 saya sudah mengikuti berbagai lomba hingga saat ini, mungkin lebih dari 900 lomba sudah saya ikuti. Walaupun senang jika menang, saya bukan pecinta hasil semata. Saya bersyukur jika menang dan bangga jika kalah secara terhormat. Saya penikmat proses dan jika tahu ada yang kurang pada proses yang saya lakukan, ya … rasanya performa saya kurang greget.


Nanie mempresentasikan tulisan di blognya

And the winners are …



Usai menunggu beberapa lama, tibalah saatnya juri mengumumkan para pemenangnya. Selamat sekali lagi buat Nanie, Zilqiah, dan Tyar sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga. For your information, Nanie dan Zilqiah adalah mamak blogger juga seperti saya. Karya Nanie merupakan tulisan di blog (bisa klik: #Digitalparenting – Saat Memutuskan Memberi Gadget Untuk Anak), Zilqiah berupa video (lihat videonya di atas paragraf ini), dan Tiar berupa foto (sayangnya, saya tidak menemukan lagi fotonya di akun Instagram Tiar).


Para pemenang diapit juri

The Next School of Influencer?


Saya, sebagai penikmat proses tetap menikmati rangkaian School of Influencer hingga sampai di bagian akhir 20 besar pada Coaching Clinic ini. Dalam rangkaian School of Influencer, Siberkreasi sudah berkontribusi besar terhadap pengembangan wawasan saya melalui para mentor yang luar biasa dan jejaring pertemanan yang makin meluas.

Bukti bahwa saya menikmati proses bisa Anda baca pada 10 tulisan yang telah saya buat. Dan tulisan ini adalah tulisan terakhir. Dengan ini saya menuntaskan misi saya dalam menyebarkan hal-hal baik selama proses School of Influencer. Semoga tahun 2019 ini dilaksanakan lagi, kalian yang belum ikut harus daftar, yaa.


Para peserta berfoto bersama juri/pemateri.


Makassar, 7 Januari 2019

Baca tulisan-tulisan sebelumnya:
  1. School of Influencer: Menjadi Influencer Positif
  2. School of Influencer: Jadi Influencer yang Menginspirasi dalam Public Speaking
  3. School of Influencer: Menulis yang Bukan Sekadar Konten
  4. School of Influencer: Komunikasi Visual dan Personal Branding
  5. School of Infuencer: Sinematografi Smartphone
  6. School of Influencer: Infografis Informatif
  7. School of Influencer: Dasar-dasar Fotografi
  8. School of Influencer: Menulis Script dan Membuat Video
  9. School of Influencer: Memaksimalkan Performa di Media Sosial


Share :

34 Komentar di "School of Influencer: Attitude & the Winners Are …"

  1. Baca postingannya serasa ikut serta dalam School of Influencer ini. Semua tips dari narsum berguna banget ya. Noted.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berguna banget, Mak Indah.
      Terima kasih ya sudah mampir :)

      Delete
  2. Menarik banget ya mbak acaranya. Kutipan mrnjadi murah hati tapi jangan murahan..nah ini..bagus juga. Jadi para influencer ini juga baiknya berperan aktif untuk menginfluence hal2 baik, gak melulu soal uang

    ReplyDelete
  3. Jangan buang energimu untuk hal-hal yang tidak perlu. Tidak perlu marah dan mengurusi hal yang tidak perlu.”Noted nih karena banyak hal2 yang berkaitan dengan iri & dengki karena sibuk urus orang lah orang aja nggak sibuk urus kita hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah hahaha, cocok. Urus diri sendiri saja yaa

      Delete
  4. ini ilmunya bagus banget, buat pelajaran, belajar terus menjadi influencer lebih baik. jadi kepikiran mau dicatet buat diri sendiri. makasih banyak ya, sudah berbagi

    ReplyDelete
  5. terima kasih kak, sudah bersusah payah merangkum dan menuliskan materi School of Influencer ini sampai 10 tulisan. saya bisa belajar banyak dari sini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga Kak, sudah ikut belajar bersama saya

      Delete
  6. Wahh menarik sekali acaranya, baca dari awal sampe akhir serasa jadi ikut serta dalam acaranya dan bisa gabung dalam 20 besar... penyampaiannya menarik banget dan mudah dipahami hhe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bila mudah dipahami, Mas.Terima kasih sudah menyimak dengan baik.

      Delete
  7. Bagus banget kegiatan ini. Terutama tips dari MC Ammho itu mantap banget! Semua influencer atau calon influencer harus tau dan terapkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, sebenarnya berlaku buat semua orang ya Mam, apalagi yang aktif di medsos.

      Delete
  8. Wah sampai jadi 10 tulisan? Berarti benar2 berkesan di?

    Dan hebat Tyar, berhasil muncul di antara dua pendekar emak-emak hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha begitulah kehebatan Tyar dan kehebatan acara ini, Daeng.

      Delete
  9. Saya bookmarklah tulisan ini kak. Tulisan ini menjawab beberapa hal yang ada dibenak saya, Terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  10. Baca tulisan ini jd smngat nulis lagi, kapan yah ada kgiatan kyk gini lgi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap-siap bulan Oktober, sepertinya akan ada lagi. Semoga dugaan saya benar.

      Delete
  11. Wah keren skali kak. Kemarin kebetulan sempat ikut juga cuman sampai di penyaringan yg 55 org itu hehehe anw saya sangat setuju juga dengan poin yg tepat waktu. tapi kak bukan cuma influencer atau public figure, setiap orang harusnya sadar sih utk bisa tepat waktu atau lebih baik datang sebelumnya. hehe

    ReplyDelete
  12. Keren banget ni sekolahnya...pengen ikutan deh..

    ReplyDelete
  13. Asyik banget tips-tips nya. Langsung praktekkin ah, mumpung follower IG baru seratusan. Hehe

    ReplyDelete
  14. wah keren nih. kapan diadakan lagi ya

    ReplyDelete
  15. Selalu suka dengan penuturan kan Niar, meskipun gak mengikuti kegiatannya saya merasa seolah ada di situ juga, alhamdulillah ilmunya bermanfaat 😊

    ReplyDelete
  16. kebetulan saya juga sering ngomong di ruang publik, jadi perlu belajar lagi disini, agar tidask grogi pada saat berbicara di depan org banyak

    ReplyDelete
  17. Besyukurnya saya bisa jadi bagian acara ini kak, banyak ilmu yang bisa diserap dan lebih bersyukur lagi ada tulisanta ini kak, jadi bisa dibaca-baca kembali kalau sudah agak lupa. Terima kasih kak Niar...

    ReplyDelete
  18. Kalimatnya MC Ammho juara! "Jangan turunkan nilaimu sebagai influencer. Kita boleh murah hati tapi bukan murahan" tertohok dengan kalimat ini. Soalnya kadang ka merasa apa karyaku itu sudah worth dengan yang mereka berikan hehe masih suka galau begitu kak

    ReplyDelete
  19. Luar biasa memang Kak Niar. Bisa terpilih jadi 20 besar dari 1000 orang saja sudah keren sekali.

    Belum lagi ini hasil reportasenya..ckckck..sampai 10 tulisan. Baca satu postingan saja sudah berasa ikut langsung k' di kegiatannya.

    Baru mau bilang, kapan yaa ada acara serupa di Mataram. Hmmm..tapi rasanya harus k' dulu tuntaskan baca itu 10 postingan di atas.

    Terima kasih Kak Niar, semangat nulisnya benar-benar patut diacungi jempol. Mau berapa jempol,kak? Hihihi

    ReplyDelete
  20. Wah seru sekali acara School of Influencer ini yah kak. Kalo ada infonya diselenggarakan lagi tahun 2019 tolong dishare infonya pengen ikutan hihi. Dan suka sekali dengan kata2 pembicaranya "kita harus murah hati tapi jangan murahan" 💜

    ReplyDelete
  21. Apa yang disampaikan oleh mas Ammho mengingatkan materi yang pernah aku dapat di kursus singkat sekolah kepribadian.
    Kita apapun latar belakangnya tetap wajib menjaga baik sikap, bicara juga penampilan.
    Tak perlu jor-joran soal penampilan, cukup pantas dan enak dilihat.

    Cara mengikuti school of influencer ini gimana caranya, kak ?.
    Apakah hanya diadakan di Makassar ?

    ReplyDelete
  22. Datang 30 menit sebelum acara musti sa lakukan ini, bukannya malah datang 30 menit setelah acara 😅. Kenapa ka dulu dak daftar ini di? Kayaknya bertepatan sama acara keluargaku gank

    ReplyDelete
  23. School of influencer berikutnya saya harus daftar. Yang kemarin terlewat hanya gegara saya malas pergi karena jauh. Baru deh menyesal setelah tahu kerennya kegiatan ini. Untung ada kita yang merangkum semua materinya. Jadinya ndak ketinggalan-ketinggalan amat.

    ReplyDelete
  24. Iya tawwa om Ammho, pas masukkan area Netizen fair langsungki berteriak panggilka dari booth kreator Nongkrong. Senangku kurasa, humble Dan Ramah. Ditambah lagi pas ngobrol pake logat Makassar ji

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^