School of Influencer: Infografis Informatif

Training of Trainer School of Influencer yang di-support oleh Siberkreasi, Kementerian Komunikasi dan Informasi masih berlanjut, saudara-saudara - materi Infografis Informatif ini sudah tulisan keenam. Usai hari pertama tanggal 7 November di Hotel Lariz, berlanjut ke tanggal 12 November di Hotel Santika. Pesertanya masih yang sama, sekira 55 orang, hasil saringan dari School of Influencer di penghujung Oktober lalu.


Materi pertama adalah Infografis Informatif yang dibawakan oleh Tsani Sirojul Munir @tsanisirojulm. Tsani adalah seorang motion graphic designer dari IndonesiaBaik.id milik Kemenkominfo.

Menurut Tsani, inti dari Infografis Informatif adalah bagaimana agar pesan tersampaikan dengan baik. Transfer informasi bergerak cepat, diperlukan strategi agar pesan penting sampai ke pemahaman pembaca dengan cepat pula.

Sekarang ini paling banyak digunakan new media atau digital media. Bukan bermaksud menomorduakan traditional media, masing-masing media punya segmen tersendiri. New media punya, traditional media pun punya.


Namun tidak bisa dipungkiri, perubahan teknologi informasi demikian pesatnya sekarang dalam keseharian saja, penggunaan uang elektronik sudah biasa. Perkembangan teknologi menyebabkan disruptive innovation – maksudnya inovasi yang membentuk pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu.

Sekarang Indonesia menuju revolusi industri 4.0, di mana lebih ke integrasi bagaimana TI (Teknologi Informasi) tergabung dengan otomasi. Kalau ketinggalan, kita kurang kompetitif hadapi resolusi yang terus berubah. Penyampaian pesan dari teks saja yang dulu melalui surat, kemudian melalui website, sekarang ke infografis, dan menjadi lebih efektif melalui infografis.

Well, masih perlu dibahas kenapa konten visual penting?

Ini nih alasannya:
  • 90% informasi yang masuk ke otak dalam bentuk visual.
  • 60% orang merespon informasi visual lebih baik daripada teks saja.
  • Otak memproses visual 60.000 kali lbh cepat daripada teks.
  • Infografis memiliki sifat komparatif, maksudnya bisa membandingkan antara satu dengan yang lainnya.


For your information, 66,3% individu kini memilik smartphone yang mana informasi bisa masuk kapan saja ke dalam genggaman sang pemilik HP. Jadi, ya ... makanya perlu ya belajar membuat infografis informatif.

Bagaimana Cara Membuat Infografis?


BASIC PRA PRODUKSI:

Apa masalahnya?

Kalau ada masalah:

Problem
Solution
How it works
Call to action

Berbagi informasi melalui infografis:

(perhatikan bagian-bagian ini harus ada dalam infografis)
Informasi umum
Informasi khusus
Call to action

Brainstorming – framing copywriting – art direction – eksekusi – review, publikasi.



Standar Elemen Infografis:

  • Judul
  • Tata letak ikon dan simbol warna, gunakan maksimal 3 warna.
  • Tipografi, gunakan maksimal 3 font sejenis yang biasa digunakan, 3 ukuran.
  • Ilustrasi dan gambar

Social Media Engagement

  • Interactive content.
  • Penggunaan caption.
  • Hashtag.
  • Partnership.
  • Promote ads.

Tips Membuat Infografis

  • Tema kesehatan: jangan gunakan warna merah dan hitam, gunakan warna hijau dan putih. Pemilihan warna terkait pengaruh psikologis juga.
  • Ada 1 gambar jadi point of interest,
  • Penting menjaga konsistensi. Indonesia Baik, temanya weekly. Tiap pekan ada tema khusus. Ada beberapa tema, seperti pemerintahan, daily issue, casual content, dan tentang Indonesia. Itu yang bikin beda. Kalau fokus di pemerintahan, orang milenial akan skip.
  • Pemilihan warna bisa mempengaruhi/menjadi stimulan. Biru untuk profesionalitas.
  • Tentukan warna utama, langsung googling color palette (palet warna). Misalnya warna biru, cari palet warna apa yang cocok untuk warna biru. Contoh spanduk School of Influencer: warna utamanya orange, palet warna hijau tosca dan putih. Kalau kita googling bisa menemukan software untuk warna yang nyambung.
  • Pemilihan font-nya harus readability, biasanya font yang digunakan Times New Roman atau Arial. Sanserif atau Serif juga bisa. Kalau bisa pakai yang ada font family-nya. Jadi kalau punya materi yang ingin ditekankan, pakai font bold, kalau biasa-biasa, pakai yang reguler.
  • Buat infografis harus targeting. Tidak bisa untuk semua usia. Kalau diminta semua kalangan itu bonus. Seperti marketing saja, ya, harus ada penargetannya.
  • Ukuran gambar: 1/3 dari kanvas.

 
Infografis karya Tsani

Praktik Membuat Infografis


Waktunya praktik membuat infografis yang informatif. Kami disarankan menggunakan penyedia infografis gratis di internet, seperti:
  • Canva.com
  • Freepik.com
  • Flaticon.com

Dibuat dengan menggunakan Canva

Saya mencoba Canva.com, bisanya sih memang menggunakan Canva. Cocok buat saya yang buta soal desain. Canva biasanya saya gunakan via laptop. Meskipun ada aplikasi untuk smartphone-nya, saya lebih suka menggunakan laptop. Kalian biasanya menggunakan apa membuat infografis?

Makassar, 3 Januari 2018

Baca tulisan sebelumnya:




Share :

5 Komentar di "School of Influencer: Infografis Informatif"

  1. Wah ilmu yang sangat penting ini, bisa belajar bikin infografis. pengeeeeen....

    ReplyDelete
  2. Saya nggak pernah pakai infografis. Tantangan juga ya, tapi harus nyari temanya dulu nih.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih sudah berbagi Mba. Sekarang ada Piktochart juga, yang bagus buat infograifs loh

    ReplyDelete
  4. Menarik Mba, walaupun gak ikut event trainingnya, tapi bisa dapat ilmunya setelah baca blognya Mba.....

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^