Menuju Perhelatan FEMME & CBFW 2018

Luar biasa jika ada ajang berskala internasional yang sudah berlangsung setiap tahunan dan menginjak tahun ke-13. Begitulah International Woman's Exhibition FEMME yang akan berlangsung di Hotel Four Points pada tanggal 11 – 15 April mendatang. Rasanya beruntung menjadi salah seorang yang menyaksikan Press Conference & Launching FEMME & Celebes Beauty Fashion Week 2018 pada tanggal 14 Maret lalu.


Saat saya tiba, belum banyak jurnalis yang hadir di ruangan press conference. Blogger-nya malah baru saya. Mungkin hujan yang turun selama kira-kira 12 jam menjadi penghambat bagi banyak orang. Saat itu, bahkan jalan Andi Pangerang Pettarani hingga di dekat persimpangan jalan Sultan Alauddin pun banjir. Padahal biasanya bagian jalan ini aman-aman saja. Beruntung, rumah saya tidak jauh dan bisa menghindari banjir menuju ke lokasi konferensi pers.

Usai makan siang baru konferensi pers yang berlangsung di ruang Losari D, Hotel Four Points by Sheraton Makassar ini dimulai. Empat nara sumber berbicara di atas panggung, usai peragaan busana yang dibawakan oleh para model Femme 2018.

Apa yang Berbeda di FEMME & Celebes Beauty Fashion Week 2018?


Chairwoman FEMME & Celebes Beauty Fashion Week 2018 – Icha A. Z. Lili memaparkan tentang hal berbeda pada event FEMME tahun ini. Bukan hanya penataan panggungnya berubah, ada konsep yang berbeda setiap harinya. Misalnya pada hari pertama berkonsep bunga, hari kedua berkonsep islamic/hijab. Berbeda pula konsep pada hari ketiga dan keempat.

“FEMME mengajak Dekranasda kabupaten di Sulawesi Selatan untuk terlibat. Tahun ini, Dekranasda Kabupaten Gowa. Karena FEMME bukan hanya milik Makassar,” papar Icha A. Z. Lili mengenai kemitraan dengan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) pada FEMME tahun ini.

Sejauh Mana Persiapan FEMME & CBFW 2018?


“Sudah 90% persiapan FEMME. Ada dua stage, untuk fashion show dan talkshow. Tiap harinya akan ada 3 slot fashion. Ada 60 desainer yang terlibat kerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar. Ada 100 model. Juga akan ada 300 tenant dari berbagai produk – fashion, jewelry, craft, dan asesoris. Konsep tenant adalah labirin sehingga pengunjung akan melalui semua tenant. Event ini akan dibuka oleh Ibu Bintang Puspayoga – istri Menteri Koperasi dan UKM dan ditutup oleh Bapak Triawan Munaf – Kepala Bekraf,” lanjut Icha lagi.

Menariknya, diselenggarakan pula lomba blog bagi para blogger. Well, sebagai blogger yang senang berlomba, saya menyukai ide ini. Ikut senang juga dengan makin meriahnya FEMME dan CBFW 2018 yang mendapatkan makin banyak dukungan, seperti dari Kementerian Pariwisata, Bekraf, Pemerintah Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Gowa, BNI dan Four Points sebagai sponsor utama, Makassar Terkini dan Harian Fajar sebagai official media, dan lain sebagainya.

Mengapa event FEMME di-support oleh Dinas Pariwisata, Rusmayani Madjid – Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar menjelaskan, “FEMME merupakan kegiatan fashion terbesar di Indonesia timu. Arus kunjungan wisatawan naik sejak ada FEMME. Oleh karena itu dijadikan kalender event Dinas Pariwisata. Dalam hal ini, Dinas Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Bu Icha. Sudah menghubungi 60 desainer. Di antaranya banyak yang bagus, dari Makassar yang harus diberi ruang untuk mengangkat ekonomi kota Makassar.”

Ki-ka: MC, Rusmayani, Icha, Ida, Mussadiyah, dan Lasta

Tahun lalu, sebanyak 6 juta wisatawan nusantara dan 98.000 wisatawan manca negara bertandang ke Makassar. Diharapkan pada tahun ini ada kenaikan sebesar 20%. Selain itu, diharapkan pula wisatawan domestik tertarik mengunjungi FEMME. Demikian hal-hal lainnya yang dipaparkan Rusmayani.

“IWAPI tidak bisa dipisahkan dari FEMME karena Ibu Icha juga merupakan Ketua Bidang Promosi Pariwisata di IWAPI. Di bulan April akan diselenggarakan Lomba Kebaya Kartini (untuk anggota IWAPI di kabupaten/kota dan umum) agar jati diri bangsa tidak terlupakan,” papar Ida Noer Haris, ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Sulawesi Selatan mengenai dukungan IWAPI. Ida mengatakan pula, diharapkan spirit dan semangat Ibu Kartini dihidupkan kembali sehingga kita memahami bagaimana perempuan Indonesia bisa masuk ke segala dimensi kehidupan di zaman sekarang.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa para desainer dari APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) mendapat tantangan menarik dalam FEMME kali ini. Para desainer dengan genre ethnic dan modern itu harus bagus menampilkan modifikasi baju bodo dengan warna-warna lembut dari bunga-bungaan tanpa meninggalkan pattern khas dari baju bodo itu sendiri. Dengan demikian diharapkan sajian mereka menghibur dan memberikan ide kepada masyarakat sehingga baju bodo bisa menjadi pilihan dalam berbusana.

Nara sumber ketiga, Mussadiyah Rauf, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Gowa mengatakan bahwa Gowa akan menjadi “gong” bagi kabupaten lain di tahun-tahun berikut penyelenggaraan FEMME. Konsep “bunga” akan menjadi hal yang menarik nanti dan masih akan dikomunikasikan lagi dengan Ketua Dekranasda Kabupaten Gowa. Akan hadir Putri Bunga dan corak la’ba’ dan corak ca’di’ dalam kain khas Makassar. Yang jelas, Gowa tengah bersiap-siap semaksimal mungkin untuk menghadapi perhelatan ini.


Suasana Press Conference & Launching FEMME & CBFW 2018

Lasta Arimbawa – General Manager Four Points by Sheraton Makassar pun tak kalah dalam memaparkan kesiapan hotel itu dalam menyambut pengunjung dan tetamu yang akan meramaikan FEMME & CBFW 2018 nanti. Belajar dari tahun ke tahun, sejak tahun 2016 yang mana pengunjung semakin ramai, Lasta tak ingin lagi “membuka-tutup” jalan masuk ke area FEMME saking berjubelnya orang. Sudah ada langkah antisipasi yang disiapkan Four Points terkait akses masuk ke hotel dan fasilitas pendukung.

Beauty in Diversity on FEMME & CBFW 2018


Wow, mendengarkan pemaparan mereka berempat, imajinasi saya berkembang, membayangkan keseruan FEMME di bulan depan. Betapa tidak, event ini menargetkan 58 ribu pengunjung dengan aneka pertunjukan seperti fashion show, live music, sejumlah kompetisi, seminar kecantikan dan sebagainya. Event bertema Beauty in Diversity ini disiapkan sedemikian rupa oleh 3Pro Entertainment – event organizer yang sudah bertahun-tahun menyelenggarakan FEMME. Bisa dikatakan mereka sudah makin profesional.

Event ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk menggali kekayaan budaya tenun tekstil tradisional menjadi semakin bernilai di tangan para perancang busana. Usungan warna dan corak akan menambah keindahan dan keberagaman yang memperkaya khazanah Nusantara,” papar Icha.

Para blogger bersama dengan Ibu Ida, Ibu Maya, dan Ibu Icha.
Foto: Zilqiah (www.qiahladkiya.com)

Tak ketinggalan pula, akan ada 30 tenant kuliner bagi para pengunjung dan peserta FEMME, selain tentunya para perancang busana kenamaan, yaitu Didi Budiardjo, Rinaldy Yunardi, Rudy Chandra, Viena KD, Rasyid Salim, Jenny Tjahyawati, Rya Baraba, Kursien Karzai, Chintami Atmanagara, Ayu Dyah Andari, Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Verlita Evelyn, Rika Mule, Sikie Poernomo, Malik Moestaram, Defrico Audy, Hengky Kawilarang, Mayaratih, Nita Seno Adji, Ary Arka, Ridzuan, Mel Ahyar, Erdan, APPMI Sulawesi Selatan, dan IFC Sulawesi Selatan.

Setelah membaca tulisan ini, Anda setuju dengan saya kan kalau event ini luar biasa?

Makassar, 18 Maret 2018




Share :

4 Komentar di "Menuju Perhelatan FEMME & CBFW 2018"

  1. Wah hebat ya. Femme sudah jadi agenda tahunan Pariwisata kota Makassar.daya tarik fashion memang memikat para fashionista di Makassar ditambah konsep yang melibatkan begitu banyak pihak dengan acara-acara yang terkonsep menarik di setiap tahunnya, merupakan suntikan bagi pelaku industri kreatif khususnya ragam busana untuk semakin berkreasi, berinovasi menggali unsur lokal dan semakin produktif. Sukses ya untuk Femme.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak. Luar biasa sudah bisa bertahun selama 13 tahun. Itu sebuah prestasi yang membanggakan.

      Delete
  2. Keren nih, rencana perhelatan akbarnya. Bisa jadi daya tarik tersendiri untuk wisata ke Makasar. Ditunggu ulasan berikutnya tentang acara ini

    ReplyDelete
  3. Liputan yang luar biasa ciamik. Sukses selalu sayang...

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^