Tips Membantu Anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Disclaimer dulu, ya. Bukan karena hebat sehingga menuliskan Tips Membantu Anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh ini. Hanya berbagi cerita dan berharap ada tambahan masukan dari karib/kerabat sekalian berdasarkan pengalaman masing-masing. Siapa tahu bisa saling melengkapi kita. 😇

Dinamika setiap orang tua tentunya berbeda dalam menghadapi pembelajaran daring. Saya yang beranak 3: mahasiswa, SMP kelas 8, dan siswa inklusi SD kelas 4 tentunya berbeda dengan yang lain. Jadi, tulisan ini berdasarkan pengalaman saya, ya.

Pembelajaran Jarak Jauh

Beberapa Masalah yang Muncul dalam Pembelajaran Jarak Jauh

 

Saya mulai dengan kisah yang baru saja terjadi. Saat itu putri saya yang duduk di kelas 8 mendapat tugas IPS. Salah satu soalnya berbunyi demikian:

Berikan contoh bahwa iklim dapat memengaruhi perubahan dan interaksi antar ruang!

Percayalah, tidak sesederhana kalimat ini memahamkan anak kelas 8. Mamak bukan harus membaca buku IPS-nya saja, melainkan juga menggali ingatan di masa sekian tahun silam untuk menemukan jawaban yang pas, lalu membuka berita online saat kejadian bertahun silam itu.

Untuk apa? Ya, biar enak dibaca karena jawabannya tak semua ada di buku cetak!

Mulanya perlu tahu apa itu iklim, apa maksudnya ruang dalam hubungannya dengan negara-negara ASEAN, dan apa yang dibahas media massa pada kebakaran hutan besar pada tahun-tahun lalu.

Kemudian cerita berpindah kepada kebakaran hutan di Riau ketika papa dan mamanya belum nikah, waktu itu calon papanya kerja di Riau dan mengalami dampak kebakaran hutan hebat.

Akhirnya si putri yang hampir setinggi mamaknya ini jadi tahu lagi bagian dari sejarah hidupnya. Seru ya pembelajaran daring itu!

Sampai sekarang, saya masih tak keberatan mendampingi anak tengah yang duduk di bangku SMP ini. Saya masih seperti sedia kala, tidak mementingkan nilai tapi nilai mereka tidak boleh di bawah KKM (kriteria ketuntasan minimal).

Pembelajaran Jarak Jauh 2

Namun standard ini berbeda dengan si bungsu yang masuk sekolah dasarnya jalur inklusi. Untuk pembelajarannya di kelas, saya dibantu oleh seorang guru pendidikan khusus yang memang khusus mendampinginya.

Untuk anak sulung, berbeda lagi. Karena sudah kuliah, dia lebih mandiri sih ketimbang adik-adiknya. Caranya berbeda kalau ingin tahu apakah dia ada masalah dengan mata kuliahnya atau tidak.

Baru beberapa hari yang lalu, ayahnya berhasil mencari tahu masalah apa yang dia hadapi. Anak sulung ini lebih tertutup. Padahal saya pernah mengisyaratkan kalau ada masalah dia cerita saja nanti kami carikan orang-orang yang bisa membantu, tetap saja dia menutup mulut jika menemukan masalah.

Kalau masalah kuliah, saya pikir kami masih bisa membantu mencarikan orang-orang yang mumpuni. Program studinya sama dengan program studi saya dan ayahnya dulu, hanya kami berbeda jurusan dan kampus.

Nah belum lama ini, bapaknya nanya-nanya begitu kan. Dia bilang ada yang tidak mengerti dalam mata kuliah Database. Ayahnya langsung membantu, mencarikan cara memecahkan soal dari dosennya di internet. Padahal sudah pernah ayahnya sampaikan, kalau untuk mata kuliah Database, in syaa Allah masih bisa dibantu. Eh, anaknya ini yang ndak ngomong-ngomong.

Nah berdasarkan kedua pengalaman di atas dan pengalaman-pengalaman lain, saya menyimpulkan ...

Bagaimana Peran Orang Tua Mendampingi Anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh

 

1. Orang tua sebagai pendidik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “mendidik” berarti  memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Ada kaitan antara akhlak dan kecerdasan pikiran dalam aktivitas mendidik.

Mendidik yang mencerdaskan sebenarnya bukan sekadar menyuruh anak menghafal kan ya? Jadi memang lebih rumit. Misalnya untuk memberikan pemahaman mengenai rotasi dan revolusi bumi, akan lebih mudah mempraktikkannya dengan mengelilingi meja membawa benda dan meletakkan benda lain di tengah meja.

Pembelajaran daring

2. Orang tua menjadi role model dalam mecari solusi.

Saya meyakini, masih dalam hal fungsi pendidikan, anak belajar memecahkan masalah keseharian dari orang tuanya. Contohnya seperti yang pernah saya ceritakan dalam tulisan berjudul Drama Ojek Online: Ketika Si Bungsu Dituduh Merusakkan Mobil.

Dalam kisah tersebut, ketiga anak saya bisa mengamati bagaimana saya menghadapi pengemudi ojek mobil ketika putra bungsu kami dituduh merusak bagian mobilnya.

Begitu pun dalam pembelajaran daring. Ketika menyelesaikan tugas membuat video untuk mata pelajaran prakarya, anak bukan sekadar membuat video prakarya pembelajaran daring. Dua kali membuat video, dua kali anak bealajar mencari solusi dari masalah yang muncul ketika tugas sementara dikerjakan.

3. Orang tua adalah “rumah tempat pulang”.

Fungsi keluarga sebagai “rumah”bukanlah sekadar tempat tinggal secara fisik. Sejatinya anak menemukan “orang tua” sebagai tempatnya “pulang untuk mencari kedamaian”. Jika penyelesaian masalah tak bisa segera ditemukan maka minimal, orang tua bisa menjadi tempat mengeluarkan uneg-uneg yang nyaman.

Dalam fungsi ini, orang tua sekaligus mengarahkan anak supaya dalam berkeluh kesah dia proporsional alias tidak lebay. Kemampuan ini penting karena terkait kesehatan mental. Suatu saat di kehidupannya, setiap orang mengalami masalah yang sekilas seperti jalan buntu. Padahal masalah itu bisa terselesaikan jika menemukan orang yang tepat untuk berbagi keluh dan kesah.

4. Orang tua paham bahwa sekolah bukan semata-mata untuk mengejar nilai.

Ngeri ya membaca dan menonton aneka berita tragis terkait pembelajaran jarak jauh? Ada orang tua yang membunuh anaknya karena diajari tak kunjung mengerti. Sedemikian berharganyakah nilai yang dibubuhkan guru pada kumpulan kertas bernama rapor?

Padahal anak-anak kita tak pernah akan bisa disejajarkan dengan nilai-nilai itu. Toh di masa depannya, nilai-nilai itu belum tentu akan membantunya mengarungi kehidupan.

Sesungguhnya yang jauh lebih penting dari sekadar nilai adalah menumbuhkan minat belajar pada anak. Bagaimana supaya anak mau belajar karena keinginannya sendiri, inilah tantangan terbesar kita.

Belajar daring

Saya pernah menuliskan pengalaman dalam
Memaknai Kelulusan, 17 Tahun Kemudian. Begitu lulus kuliah, saya sampai di sebuah titik yang membuat saya stuck. Saya lulus dalam masa kuliah S1 tidak sampai 5 tahun. Saya, sarjana Teknik dari kampus terbaik di daerah saya dengan IPK 3,15. Orang tua saya senang dan bangga.

Lalu, apa yang saya peroleh? Apa maknanya bagi saya? Saya mau apa dengan gelar Sarjana Teknik?

Hal ini menjadi bahan pikiran saya selama bertahun-tahun hingga membuat saya memutuskan bahwa anak-anak saya tak boleh sekadar bangga dengan NILAI. Nilai hanyalah SEKADAR deretan ANGKA. Tak ada artinya angka tanpa kemauan belajar. Tanpa bisa memberikan makna, manfaat, atau berkah bagi diri sendiri apalagi orang lain!

5. Orang tua menyediakan fasilitas.

Fasilitas tidak selalu berupa materi atau barang. Fasilitas berupa kasih sayang dan pengertian juga penting bagi anak. Misalnya tidak memaksa anak ketika tugas yang dihadapinya di luar batas kesanggupannya.  Namun jeli melihat, kalau anak mampu, perlu di-support terus.

Shopee 11 11

Untuk fasilitas berupa buku dan alat tulis-menulis tentunya wajib orang tua sediakan. Berencana untuk beli buku-buku untuk membantu anak belajar? Langsung saja belanja di Shopee karena ada promo
Pasti Diskon 50% spesial Shopee 11.11 Big Sale. Cus, saya ajak tungguin promo Pasti Diskon 50% dalam Shopee 11.11 Big Sale. Jangan sampai ketinggalan!

Makassar, 26 Oktober 2020

 



Share :

154 Komentar di "Tips Membantu Anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh"

  1. Saya setuju banget sama tips nomer 2, yaitu orang tua menjadi role model dalam mecari solusi. Soalnya beberapa waktu lalu miris baca pemberitaan ada siswi bunuh diri lantaran school from home terus. Dia terbebani. Sediiih sekali. Padahal kalo didampingi dengan baik, mungkin kejadian bunuh diri ini tak akan terjadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih ya, Mbak. Masa PJJ ini anak belajar mencari solusi atas masalah kehidupannya. Orang paling dekat yang bisa bantu atau mencarikan bantuan, orang tua.

      Delete
    2. BTW, ini Shopee 11.11 Big Sale bisa jadi tempat kita orang tua buat pilih pilih reward hadiah untuk anak yang udah rajin belajar di rumah ya mba. Hihihi. Lumayan kan semua barang diskon 50 persen.

      Delete
    3. Ini memang sedih banget sih. Di masa pandemi ini saat anak-anak harus PJJ mestinya sekolah dan Kemdikbud menyesuaikan kurikulum supaya anak nggak terbebani. Kalau semua dibebankan ke anak dan orang tua juga susah karena nggak semua orang tua mampu menggantikan peran guru di rumah.

      Delete
  2. Suk banget dengan yang kedua, role model dalam mencari solusi. Kalau kita menyadari ini, anak sebenarnya meniru bagaimana sebenarnya kita berperan dlm keseharian ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Dewi. Secara tidak sadar, anak belajar dari kita dalam keseharian, termasuk dalam mengambil keputusan dan menemukan solusi.

      Delete
  3. Jadi makin berat sih ya kalau anak harus belajar di rumah. Untung soal fasilitas bisa diorder online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya berat buat semuanya sih, Mbak Farida ... tapi harus dihadapi ya hehe.

      Delete
  4. Keren makkk, anak 3. Kadang banyak yg baru anak 1 aja udah ngeluh. Anakku blm usia sekolah sih, tapi suamiku guru jadi paham banget suka duka nya belajar dirumah. Semangat mak

    ReplyDelete
  5. Anak-anak saya tak boleh sekadar bangga dengan NILAI. Nilai hanyalah SEKADAR deretan ANGKA. Tak ada artinya angka tanpa kemauan belajar. Tanpa bisa memberikan makna, manfaat, atau berkah bagi diri sendiri apalagi orang lain!

    MasyaALLAH ini menampar saya juga, Kak Niar! Makasiii... aku selalu dapat insight menarik dan friendly reminder yg cihuyy banget saban mampir blog iniiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, jangan sampai tertampar Mbak Nurul ... perih ... :D

      Delete
  6. Wah, salut deh buat para orang tua yang selalu memberikan yang terbaik buat anak terutama pendidikan. Terima kasih sharingnya, ini buat bekal kelak kalo sudah punya anak nanti :))

    ReplyDelete
  7. Setuju dengan tips-tipsnya, dan benar jika sekolah bukan semata-mata cari nilai yang penting proses belajarnya. Maka menyediakan fasilitas wajib hukumnya juga pendampingan ke anak-anak kita.
    Saya bagi tugas dengan suami, si sulung SMA kelas X didampingi Bapaknya, si Bungsu sama saya belajarnya...duh jadi bu guru SD kelas VI saya hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ALhamdulillah, bisa saling berbagi peran ya Mbak ...

      Delete
  8. Waaah keluarga keren ya.. kompak banget ini...belajar jarak jauh ini jadi era baru ya.. mungkin yang sulit kalau ada praktikum.. bagaimana dengan si Sulung? kalau kuliah di electrical engineering mestinya ada praktikumnya kan? apalah tetap lewat on line

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Mbak ... dia di pendidikan vokasi yang praktikumnya 7O% jadinya tetap ke kampus.

      Delete
    2. Oooh jadi tetap praktikum ya.. waaah pasti ibunya deg degan terus ini.. semoga semuanya sehat dan baik baik ya.. sukses untuk si sulung...

      Delete
  9. Ini menyentakkan saya tentang ungkapan bahwa orang tua harus jadi tempat pulang bagi anak yang sejatinya. Sungguh saya belum merasa bisa sebagai orang tua yang demikian, anak cerita tetapi tidak mengungkapkan banyak hal. Sering saat saya sibuk dengan urusan rumah dan pekerjaan, anak sibuk main di luar rumah bersama teman-temannya arau gawai.
    Pandemi sebenarnya mengajarkan orang tua untuk lebih memperhatikan anak, cuma tidak muidah jika pemdampungan pada anak tidak diiringi disiplin dan kerja sama antara orang tua dan anak.
    Syukurnya orang tua masih bisa memberikan yang terbaik untuk bekal anak berupa buku-buku dan alat rulis secara belanja daring.
    Saya sekarang fokus pada memberikan buku untuk Palung baca di rumah karena tidak perlu beli seragam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita belajar banyak dari pandemi ya Mbak?
      Banyak hal yang harus kita persiapkan. Saya masih banyak keterbatasan dan kekurangan juga sih. Semoga bisa melakukan yang terbaik.

      Delete
    2. Sama seperti Teh Rohjati, saya juga suka ungkapan orangtua harus jadi tempat pulang yang aman bagi anak-anak. Apalagi ini saatnya pandemi, anak-anak berarti harus selalu merasa aman dan nyaman saat berada di rumah.

      Delete
  10. Saat menemani anak belajar, kita harus memahami dulu cara belajar dari gurunya juga. Pengalaman saya nemenin PJJ anak, saat mengerjakan soal matematika, beda versi penyelesaian antara saya dan gurunya. Ujung2nya mengikuti guru dulu supaya anak gak bingung. Lucunya lagi saat nemenin si tengah, malah saya yang disuruh ngerjain tugasnya. Praktis saya nggak mau dan harus menjelaskan tujuan belajar sebenernya. Nano nano lah kalo urusan PJJ ini ya, wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya itu juga .... kadang cara penyelesaian gurunya berbeda dengan yang kita ketahui wkwkwk. Nano-nano memang, Mbak.

      Delete
  11. Peran orangtua memang sangat besar ya untuk masa depan anak anak kita, saat pandemi saat ini jadi tambah besar, karena peran guru di sekolah menjadi tugas orangtua juga.. pastikan kebutuhan sekolah anak terpenuhi ya mbak

    ReplyDelete
  12. Orangtua adalah rumah tempat pulang. Tepat sekali kak. Namun untuk mencapai tahap ini banyak orangtua yang gagal sehingga banyak anak yang mencari pelarian di luar sana sebagai tempat nyaman.
    Namun bila orangtua menjadi role model buat anaknya, mudah-mudahan bukan hal yang sulit menjadikan orangtua sebagai rumah tempat pulang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mbak. Semoga kita bisa mengusahakannya ya.

      Delete
    2. Aamiin
      Memang harus banyak learning by doing ya Mba.. soalnya jadi orang tua emang gak ada bangku sekolahnya

      Delete
  13. sejak pandemi dan belajar di rumah, memang kesabaran saya diuji hahaa karena harus membagi waktu dengan pekerjaan kantor :( iya, anak saya dibawa ke kantor sekolah onlinenya karena dirumah ga ada yg jaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih ujian tersendiri itu Mbak Winda hehehe.

      Delete
  14. Tnapa melepaskan peran orang tua dalam mendidik anak, menurut saya ikut bimbel memnag ada manfaatnya. Anak-anak saya juga ikut bimbel. Di saat PJJ ini, malah jadi terbantu karena bimbel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak. Kalau solusinya dengan bimbel, bisa demikian. Tidak selalu orang tua bisa menangani semuanya. Bagaimana mencari solusi di sini, bisa berupa bimbel. Untuk anak saya yang kuliah, saya pernah tawarkan mencarikan orang yang bisa membantunya dalam hal perkuliahan.

      Delete
  15. Memang selama belajar dirumah tuh orangtua harus cari cara agar pelajaran sekolah anak anak tidak ketinggalan ya.. pembelajaran jarak jauh itu kadang membuat orangtua bingung apakah anak anak sudah mengerti dengan pelajarannya.. sharingnya beneran sangat membantu ini

    ReplyDelete
  16. Mamak jadi guru PJJ memang kudu setrong hehe dan sabar, kita jadi lebih dekat dengan anak dan belajar lagi ya biar bisa jelasin ke anak Kak...semangaat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kudu belajar lagi hehehe.

      Delete
    2. Iya harus sabar ya. Soalnya aku pernah denger berita ibu yang sampai mukulin anaknya sampai meninggal. Ya Allah ngeri aku

      Delete
    3. ngeri banget kalau emosi sampai seperti itu ... na'udzubillah.

      Delete
  17. Jadi nyesel aku mba terlalu keras pada anak keduaku di pelajaran matematika. Kok ya kebetulan kedua anakku tuh nggak ada yang suka pelajaran yang satu ini. Menurun banget dari ibunya hehehe... Gitu kok anak dipaksa untuk bisa padahal dia ga suka yaaa.. enggak ingat jaman dulu kayak gimana aja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman dulu gak suka juga dipaksa-paksa ya Mbak Uniek hehehe.

      Delete
    2. Ga suka mba, tapi emang kalau jaman dulu kan kebanyakan orangtua tuh galak hehee... jam 7 malam udah harus standby belajar ga boleh ngapa-ngapain :))

      Delete
    3. Saya juga jadi anak rumahan karena jarang bisa keluar-keluar hehehe.

      Delete
  18. wah mendengar banyak masalah dalam belajar pjj , kebayang emak2 ya. aku gak kena dampaknya krn dua anakku sdh bekerja semua. mereka kena dampak ya wfh

    ReplyDelete
  19. Tips nya mantuul sekali Kak, insya Allah tips berdasarkan pengalaman pribadi ini bermanfaat besar bagi pembacanya

    Terima kasih, Kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga demikian, Mbak Tanti. Aamiin. Makasih.

      Delete
  20. Nah diinget sama mba Niar noh klo siap2 menyambut 11 11 di Shopee nanti hahaha.
    Kebutuhan anak utk belajarpun di masa pandemi ini mmg mendingan dicari di olshop aja ya... Shopee biasanya promonya gila2an nih

    ReplyDelete
  21. Tidak hanya anak-anak ya, kita saja sebagai orang dewasa butuh pendamping agar tidak stress dan kelelahan karena kelas virtual yang bertubi-tubi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya nih..pendamping PJJ mesti benar2 pertimbangkan faktor tekanan kpd anak saat PJJ ya..agar materi dpt terserap secara optimal

      Delete
    2. Ujian buat semuanya ya Mbak. Ya buat guru, buat anak, dan orang tua juga. Tapi kebutuhan anak adalah hal paling penting yang harus diperhatikan.

      Delete
  22. Setuju banget sama peran orang tua yang nomor tiga, Kak Niar... orang tua sebagai rumah tempat pulang ya. Sejalan dengan ibu sebagai sekolah pertama dan utama ya. Ayah kepala sekolahnya. Bermanfaat sekali tipsnya kak... makasih yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak Mia. Sebagai tempat pulang, harus diusahakan teduh ya.

      Delete
  23. Betul baget, pendidikan bukan semata-mata soal nilai. Tapi bagaimana menumbuhkan minat anak untuk selalu belajar dan dapat menyelesaikan persoalan hidupnya kelak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia sebenarnya tantangan terbesarnya, Mbak.

      Delete
  24. alhamdulillah anakku udah aku latih belajar mandiri namun tetap di bawah pengawasan aku, karena seringnya dia skip sama tugas-tugas dari mata pelajaran seperti agama islam, PJOK, dan bahasa inggris

    ReplyDelete
  25. Aku sih sebenarnya kepengen beli tablet gtu buat anak daring haha.
    Tp blm cukup uangnya. Yawda sementara pakai gadget yg ada di rumah :D
    Bener nih pandemi hikmahnya anak kembali pd ortu masing2 ya, khususnya dalam hal belajar. Yaa dinikmati aja, kapan lg bisa sering2 sama anak, nanti kalau masuk sekolah mereka bakalan sibuk deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benaar. Saya juga mikirnya begitu. Terus di masa pandemi begini kalau anak di luar, kitanya juga yang waswas kan ya.

      Delete
  26. Orang fua memang punya peran penting terhadap pendidilan anak, apalagi saat pandemi begini, semoga makin tangguh para guru dan oarngtua mengajari anak2nya di masa pandemi ini. Dan dari beberapa penjelasannya membuat saya jadi banyak belajar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ya Mbak, jadi makin banyak belajar semuanya.

      Delete
  27. Adeeem baca artikel ini kak. Trimakasiih sharingnya. PJJ ini memang banyak menimbulkan drama antara ortu dan anak. Saya juga masih sering nggak sabar. Seringnya Karna ibu ingin anak mengerjakan cepat supaya ibu bisa mengerjakan hal lain, tapi si anak belum bisa diajak cepat (setidaknya jangan banyakan berhenti hihihi).
    Satu sisi saya syukuri sbg sarana melatih kesabaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. bersyukur bbrp hari ini bisa ngobrol lamaa sama anak saya dan dia kembali menemukan motivasinua utk belajar. Ngobrol dalaaam sama bocah mmg perluu banget

      Delete
    2. Menyenangkan ya Mbak Lisdha jika bisa ngobrol panjang sama anak. ^__^

      Delete
  28. Mendampingi anak-anak belajar memang sejatinya kita sendiri tengah belajar ulang ya, Kak. Anak-anakku masih usia SD. Mata pelajaran mereka bisa dibilang lebih mudah ya dibandingkan tingkatan lain, tapi sejarah saat dulu belajar mata pelajaran di sini juga jauh lebih lama. Aku harus membaca dulu, atau mencari tahu bersama-sama dengan anak. Menyenangkan banget sih sebenarnya.

    Selama orangtua nggak terpaku sama angka, PJJ bisa menjadi momen menyenangkan, kok. Memang terkadang jadi momen memusingkan tatkala harus berbenturan dengan jadwal kerja kantoranku, wkwkwk ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, menyenangkannya karena bisa belajar juga kitanya wkwkwk. Dan memang kalau pas berbenturan begitu bisa bikin pusyiiing wkwkwk.

      Delete
  29. Aduhh iya nih mbak, aku yg liat ga tega. Di masa anak2 ini malah jadi ala versi macem kerja ayahnya. Pake online seret kuota ga kuat aku🤣🤣 kapan ini berakhir

    ReplyDelete
  30. pembelajaran jarak jauh ini kayak rollercoster...
    banyak up and down nya.
    tapi ya mw gmn lagi tetap harus dinikmati ya mbak

    ReplyDelete
  31. Tips nya lumayan membantu nih mba hehe. Masa masa pandemi dan membantu anak belajar daring ini bakal dikenang kalo udah masuk sekolah lagi, jadi pengalaman yang tidak terlupakan tentunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget ... bakal jadi pengalaman yang takkan pernah terlupakan pernah melalui masa pandemi ya.

      Delete
  32. Saya terfokus sama pertanyaan "Berikan contoh bahwa iklim dapat memengaruhi perubahan dan interaksi antar ruang!" --> Astaga ini kalimat pertanyaannya abstrak sekali dan tidak mudah dipahami ya. Padahal untuk murid kelas 8. Saya jadi berpikir ini yang membuat pertanyaan apakah tidak memahami sudut pandang siswa ketika membuat soal. Jadi gemas, ahahaha.

    Saya suka sekali dengan cara-cara yang Mbak Mugniar terapkan dalam mendampingi proses belajar anak-anaknya. Anak-anak memang butuh tempat yang nyaman. Apalagi masa pandemi begini, mereka tidak leluasa keluar rumah dan berkegiatan dengan teman-temannya. Jadi orangtualah yang jadi tempat andalan.

    Terima kasih sudah berbagi ceritanya, Mbak Mugniar. Sekalipun saya belum berkeluarga, suka menyimak artikel semacam ini. Sejak mahasiswa, pemimpin agama saya suka mengajak anak-anak mudanya ikut workshop parenting dan konseling pernikahan agar mendapat pemahaman bahwa menikah dan berkeluarga itu tidak seindah cerita Cinderella, tapi butuh komitmen dan usaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. BEnar banget Mbak Nieke. Jangan sampai kaget pas nikah, bukan cerita ala Cinderella yang hanya bahagia di ending-nya saja. Eh tapi kita pun tak tahu ya kisah Cinderella seutuhnya setelah menikah, mana tahu ada masa-masa stresnya juga, secara dia orang biasa menikah dengan pangeran hahaha.

      Delete
  33. hihi sama banget mba, aku juga kejar Shopee Sale 11:11.. Lumayan banget diskonnya yah.. Mba aku setuju kata mba, nilai anak di sekolah bukan berarti menggambarkan nilai diri anak seutuhnya.. Masi banyak nilai lain ya mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mbak . .
      banyak hal yg jadi tolok ukur
      tak sebatas nilai di sekolah

      Delete
    2. Yes, nilai di buku dan rapor hanya sekadar angka.. Anak kita jauh lebih bernilai daripada itu semua, Mbak. Makasih Mbak Inovaa. Makasih Mbak Diaan.

      Delete
  34. Setuju mom, orang tua gak sekedar mendampingi dan mrmberi fasilitas PJJ tuk anak, tp jg jd role model dlm mencari solusi. Nice share 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pjj bener² bikin semua berubah ya. Gak cuma dampingin, ortu pun seringkali hrs berperan sbg guru

      Delete
  35. Si sulung ambil jurusan teknik juga nampaknya ya, Mbak? Sinergitas dan kekompakan menjadi pendamping anak2 belajar memang penting banget. Paling anak2 merasa bahwa orang tua selalu ada untuk mereka.

    ReplyDelete
  36. Cara mbak Mugniar mendampingi anak-anak keren banget. Aku yang masih PR tuh kesabaran, Mbak. Anak sulungku juga sama tipenya sama sulungnya Mbak Niar. Harus ditanya-tanya dulu baru mau minta bantuan. Kadang sampai kesal sendiri huhuhu.

    ReplyDelete
  37. Sharing menemani anak selama PJJ tetap selalu dibutuhkan seperti nya. Karena bisa jadi pengalaman mba Niar dan suami bisa jadi rujukan orang tua lain nya

    ReplyDelete
  38. pjj anakku sebenarnya ga terlalu banyak mak. tapi bagaimanapun kita kudu fasilitasi dengan baik ya mak. waaah mak niar anak teknik, aku kedokteran hewan tapi ya gini2 aja. semoga anak-anak bisa mengikuti baik pjj ini ya mba

    ReplyDelete
  39. Kalau kondisi SFH nya kondusif, anak juga nggak beban belajar kan. Ada peran ortu yang nolong banget buat mereka menunaikan pelajarannya.

    ReplyDelete
  40. sejak PJJ aku pun jadi rajin beajar lagi nih mba biar bisa membantu anak - anak dengan baik.. Seruuu juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak serasa kitah jadi anak sekolah lagi ya..padahal tiap hari saya mah biasa pegang sapu ama panci ehh belajar lagi deh pelajaran sekolah hehehe

      Delete
  41. Sekarang bnyk ortu berperan jadi guru ya mbak..karena anak2 pasti nanya segala sesuatu dengan ortu, jadinya si ortu harus belajar juga nih hehehe

    ReplyDelete
  42. jadi keinget adik adik sendiri, mereka semua udah kuliah dan SMA, mungkin kalau yang kuliah udah paham gimana cara belajarnya secara mandiri via online.. untuk adik yang SMA ini masih agak susah dan malah dia berpikir nyantai banget, mumpung nggak ketemu langsung sama gurunya gitu, kadang waktu belajar pun dia masih sempet wara wiri :D

    ReplyDelete
  43. Kadang aku merasa pandemi in ada baiknya juga ya, karena bikin orang tua involve lagi ama pendidikan formal anak2nya. Jadi nggak semata nyerahin semua ke sekolah gitu

    ReplyDelete
  44. Iya kak Niar...
    Ngeri kalau lihat berita ada orangtua yang stres hingga menghabisi anaknya.
    Ini pentingnya tetap ikut kajian...kalo aku. Karena sebenarnya yang memberi pemahaman atas ilmu adalah Allah.
    Manusia cuma berusaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini salah satu hikmah pandemi ya....
      Semakin di dekatkan hubungan dengan anak, bukan malah menjauh dan bikin stres.
      Semoga senantiasa diberi kemudahan sama Allah.

      Delete
    2. Kka Niar, aku juga kerasa banget pas pandemi ngajarin anak-anak.
      Terus cari refrensi dari google kaan...eh, jawabannya sering gak pas sama mauku...padahal soalnya sama plek-ketiplek.

      Ternyata memahamkan anak-anak sesuai usianya ini butuh effort lagi.
      Huhuu~

      Delete
  45. Duh maap ya mbak aku kok fokusnya malah ke Big Sale 11.11, ya ampun siap-siap bentar lagi nih hahaha! Kalau aku belum punya anak, dan di rumah yang PJJ adikku udah kelas 3 SMK, dia kayaknya lebih suka belajar sendiri sih.

    ReplyDelete
  46. semangat terus buat para orang tua yang lagi mendampingi anak anaknya belajar jarak jauh hihihi, temen2ku juga suka curhaaat karena jadi nggak punya waktu buat yang lain katanyaaa hihi

    ReplyDelete
  47. Beberapa bulan terakhir sudah dengar banyak banget cerita bagaimana dramanya PJJ ini. Ternyata ada kesulitan tersendiri, ya dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah. Sampai-sampai ada kasus yang mengerikan itu terjadi gara-gara PJJ. Huhu. Memang saat ini kita harus berbesar hari untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah. Menjadi role model dan selalu menjadi tempat pulangnya anak-anak. Terima kasih tipsnya, Mbak. Berguna banget buat saya.

    ReplyDelete
  48. Anakku msh cilik blm ngerasin pjj. Tp ngebayangin aja psti ruwet. Salut sih sama orgtua yg dampingin anak PJJ skligus beresin rmh, trs wfh jg. Hebat

    ReplyDelete
  49. Terimakasih infonya sangat penting banget nih buat bekal menemani sekolah daring. Orangtua harus bisa mendampingi anak dengan menggunakan ilmu, tidak sebatas menemani belajar dan menyediakan fasilitas belajar. Lebih pentingnya adalah terlibat!!! Menjadi PR banget buat kita sebagai orang tua. Semoga pandemi ini segera berlalu.

    ReplyDelete
  50. makasih banyak tipsnya mba, aku juga makin hari makin stress ngajarin anak sementara pelajaran nya jg makin susah

    ReplyDelete
  51. wahh ada bigsale ya..set alarm reminder ah biar gak ketinggalan..haha...PJJ ini emang tantangan banget ya buat ortu kak..

    ReplyDelete
  52. Nah iya, aku juga salfoknya ke Big Sale 11.11 itu. Kudu siap-siap nih segala diincar. Termasuk keperluan belajar anak ya. Dilist dari sekarang ah butuhnya apa aja

    ReplyDelete
  53. Sebenernya pandemi gini ada + nya jadi orang tua mau gamau ikut belajar juga karena harus mengajari anaknya yang waktunya lebih banyak dirumah 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak hanya saja stok sabar ortu sepertinya beda dengan stok sabar bu dan pak guru deh.. soalnya banyak yang emosian mendidik anak hehehe

      Delete
  54. Masha Allah keren banget mbak. Aku jadi banyak belajar nih masalah parenting sama mbak buat persiapan rumah tangga cuss baca artikel ini deh.b

    ReplyDelete
  55. Aku sendiri kadang emang ngerasa berat nih Mba ngedampingin anak belajar di rumah. Kadang capek duluan hehhee.. tapi aku setuju bagian memahami bahwa pendidikan anak gak melulu soal nilai bagus. Semangat kitaaaa

    ReplyDelete
  56. Keren kok Mbak menuliskan tips kayak gini Apalagi yang sudah menjalaninya sendiri Semoga bermanfaat buat ibu-ibu yang mendampingi anaknya pjj di rumah

    ReplyDelete
  57. Aku nunggu nih 11.11 tapi gak dapet kemarin kalah cepet sih hehe, memang kudu mantengi aplikasinya pas hari itu

    ReplyDelete
  58. Saya jadi belajar banyak terkait peran orang tua apalagi dalam mendampingi anak belajar...

    ReplyDelete
  59. Meski ga ada anak usia sekolah di rumah tapi sering ikut webinar juga kadang pusing apalagi anakanak ya bun. semangat mendampingi. Aku lagi balik di kendal ini ketemu ibuk rasanya ayem.

    ReplyDelete
  60. Karena kami berdua kerja, anak saya malah melakukan PJJ sendiri saja. Tapi memang saya awasi dari jauh dari kantor. Cuma mengecek apakah ia menemukan kesulitan atau tidak. Sejauh ini lancar saja, Alhamdulillah.

    ReplyDelete
  61. Pembelajaran jarak jauh otomatis membutuhkan beberapa instrument yang berbeda dibanding saat sekolah seperti biasanya, ditambah lagi dengan kondisi seperti sekarang, baiknya menghindari kerumunan, paling aman ya belanja online, seperti yang mbak bilang di e-commerce pilihan yang terpercaya.

    ReplyDelete
  62. Saya mulai keteteran nih dampingi pjj karena malah sibuk sendiri ini itu. Efek jenuh juga nih kayaknya lg meluruskan niat lagi ini untuk konsisten sm anak2

    ReplyDelete
  63. Adaptasi ke pembalajaran dengan metode jarak jauh ini memang bakal beraaaatttt banget kalau dari keluarga nggak ikut mendukung. Kita yang dewasa aja suka lelah kalo kebanyakan meeting. Nha ini anak disuruh belajar tanpa tatap muka langsung plus masih dikasih tugas yang bejubel, yha mesti stress banget! Semoga makin banyak yang aware dan bisa saling support satu sama lain selama pembelajaran online masih berlangsung ya Mak

    ReplyDelete
  64. Betul banget Mba, setuju kalau kita sekolah bukan sekedar mengejar nilai tapi bagaimana menumbuhkan minat belajar

    ReplyDelete
  65. Wah untung anak masih pada kecil belum sekolah semangat selalu ya

    ReplyDelete
  66. Semoga tetap semangat para orang tua untuk menemani anak2nya selama PSJJ ya, karena ortu yang pny anak sekolah lebih dari 1, kepayahan mengatur waktu dan gadgetnya untuk sekolah online.

    ReplyDelete
  67. Sebagai orang tua memang wajib memberikan dukungan dan support pada belajar jarak jauh.

    ReplyDelete
  68. Kuncinya adalah kesabaran ini menurutku dan yang terpenting memang orang tua harus menyediakan fasilitas untuk anaknya selama pembelajaran di rumah. Kalau aku memisahkan gadget anakku dengan orangtuanya.

    ReplyDelete
  69. Benar mba, walaupun anak sudah belajar dari guru tapi tetap saja orangtua berperan mendidik anak di rumah, memberi solusi dan menjadi penyemangat anak dalam belajar :)

    ReplyDelete
  70. yang oasti kalau aku jadi ikutan beajar sama - anak - anak karena banyak yang harus kita pahami duu sebelum bisa membantu mereka

    ReplyDelete
  71. setuju dengan tipsnya, terutama nomor 4, orang tua paham bahwa sekolah bukan sekedar nilai.

    Semoga makin banyak orang tua yang memahami hal ini, tak lagi memarahi anak-anaknya gara-gara mendapat nilai jelek di sekolah tanpa mau tahu apa penyebabnya.

    ReplyDelete
  72. Saya juga cukup mengalami kendala saat mendampingi anak belajar jarak jauh. Utamanya adalah untuk mendisiplinkan waktu belajar. Terkadang hal ini bikin emosi naik. Tapi saya sadarkan lagi diri saya bahwa saya harus sabar mendampingi mereka. Saya ingatkan kembali mengenai peran saya sebagai orang tua yang harus bisa mendidik dan membimbing mereka. Bicara soal nilai saya juga sudah tidak berpatokan bahwa nilainya harus tinggi semua. Karena saya paham bahwa kemampuan anak beda-beda. Mereka mau menyelesaikan tugasnya tepat waktu saja saya sudah senang. Sebab dari hal itu mereka sudah belajar mengenai kedisiplinan

    ReplyDelete
  73. MasyAllah mba ibu yang hebat. Paham tujuan anak belajar itu untuk apa. Saya setuju bahwa yang terpenting itu bukan nilainya tapi bagaimana menumbuhkan minat belajar itu pada anak. Ngomong -ngomong saya suka belanja juga di shopee. Tapi apa yang dijual di promo atas cuma buku sekolah aja mba? Apa ada buku cerita jugakah buat anak usia dini?

    ReplyDelete
  74. Setuju banget dengan point bahwa sekolah atau belajar bukan untuk mengejar nilai. Wah samaan kita mba, aku juga s1 nya Teknik 😁, pas s2 banying setir jadi ilmu sosial. Betul kadang nilai ipk tinggi bikin kita beban juga ya mba. Artikelnya bermanfaat banget buat saya yang calin ibu, bisa menerapkan pemikiran2 mba saat ke anak saya nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen tos sama mbak Mei. Bener saya juga suka banget dengan poin kalau sekolah dan belajar itu bukan untuk mengejar nilai. Nanti ujung-ujungnya jadi kompetisi dan malah menimbulkan perasaan insecure.

      Delete
    2. Setuju banget mba Mei dan mba Nieke, kadang kompetisi itu malah bikin anak jadi minder itulah kenapa di jaman sekarang tidak ada rangking lagi.

      Delete
  75. Saya setuju nih, Mba. Belajar itu bukan mengejar nilai atau angka2 dalam rapot. Saya juga kasih pemahaman begitu. Tapi lebih bagaimana dia bertanggung jawab akan tugas yg diberikan. Urusan hasil itu ya tergantung dari apa yg dikerjakan.

    ReplyDelete
  76. Iya, belajar bukan untuk nilai tapi semoga anak-anak mendapat ilmu pengetahuan baru yang bisa diaplikasikannya dalam kehisupan ya Kak..semangat!

    ReplyDelete
  77. Pas banget lagi perlu cari buku dan stationary buat anak-anak bikin wishlist ah di Shopee biar nanti pas 11.11 bisa langsung checkout.

    ReplyDelete
  78. Bulan apa ini, kok ada diskon alat tulis gini... wah, pandemi ini membuat banyak anomali. Tapi pas juga sih, mulai minggu ini anak-anak sudah full sekolah luring. Butuh buku, sepatu dkk

    ReplyDelete
  79. Thank you for your experience, mba, it was very useful for me to deal with children who want to enter high school

    ReplyDelete
  80. kunci utamanya orang tua ya bun saat belajar di rumah, jadi enggak cuma guru yang kudu kreatif dan inovatif. Kolaborasi keduanya akan lebih membuat anak merasa nyaman saat belajar di rumah

    ReplyDelete
  81. Tantangan terberat waktu pandemi ini sebagai ibu harus bisa atur waktu buat mendampingi anak belajar via daring, disamping menyelesaikan pekerjaan rumah.

    Manfaatnya bonding orang tua dan anak makin erat. Sering diskusi.

    ReplyDelete
  82. terkadang masih ada ortu yang belajar untuk mengejar nilai. Padahal nilai tidak menjadi patokan atau keharusan ya, mbak.
    Terima kasih untuk sharingnya ya :)

    ReplyDelete
  83. Makasih mba infonya. Pembelajaran jarak jauh memang hal baru buat aku. Apalagi anakku usia yg masih blm bisa 100% fokus.

    ReplyDelete
  84. Aku ga kebayang perjuangan anak, ortu, dan guru selama masa pjj ini. Aku yg ga punya anak sekolah aja pusing

    ReplyDelete
  85. setuju banget dengan tulisannya mba, salah satu point yang menarik betul banget, orang tua harus jadi tempat anak-anak untuk pulang dalam segala hal apalagi di masa kecil. hal ini juga akan membangun kedekatan secara mental antara orang tua dan anak-anaknya. saya merasakan sekali sudah besar seperti ini pun saat ada masalah, meski saya memilih mana yang harus diceritakan mana yang enggak ke orang tua, pasti akan mencari orangtua untuk menenangkan pikiran

    ReplyDelete
  86. Di saat pandemi korona, sistem pembelajaran anak mengalami perubahan karena serba online. Bukan hanya guru dan murid, tapi juga orangtua dipaksa beradaptasi. Semuanya bergantung gadget, tentu harus ada jeda karena kejenuhan dan mata lelah. Orangtua bukan sekedar pendidik tapi juga penghibur saat anak jenuh dengan kegiatan belajar online nya

    ReplyDelete
  87. Terimakasih banyak tips-tipsnya ya mbak, salut banget dengan orang tua yang demikian gigihnya mengajari anak-anaknya dengan begitu semangat.

    ReplyDelete
  88. Keponakan saya yah lagi daring selalu mencari jawaban soal-soal yang diberikan di google, kalau Waktunya matematika, bahasa Arab dan bahasa Inggris baru deh dia datang mendekat buat minta tolong.

    ReplyDelete
  89. Saat belajar dari rumah ini ya peran mamak penting banget, pengen ngeluh tapi mau gimana lagi semua orang tua merasakan capek, mana harus beberes rumah,juga harus ikut belajar tentang pelajaran anak sekolah, semoga para orang tua diberikan kekuatan dan kesabaran lebih deh biar tetap bisa jadi pendamping setia anak anak dalam belajarnya

    ReplyDelete
  90. Meskipun tidak pembelajaran jarak jauh mom, menurutku yang utama adalah orangtua ya tentang mendidik anak, karena orangtua khususnya Ibu adlh madrasah pertama bagi anaknya ya mom?

    ReplyDelete
  91. Setuju, orang tua sebagai tempat untuk pulang. Jangan sampai anak pulang dan bahkan merasa damai pada orang lain apalagi yang tidak ketahuan baik tidaknya. Memang mesti jadi fokus utama kita membantu anak di saat PJJ ini ya, Mbak

    ReplyDelete
  92. Saya pusing dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Apalagi ank sy masih kls 2 baru pindah lg. Tau2 dikash tugas yg banyak. Anak jd terbebani jd malas belajar. Sy pun repot menjaga bayi

    ReplyDelete
  93. mendampigi dan memberikan pelajaran pada anak memang harus tarik ulur ya mbak..
    saya juga demikian.
    tidak boleh terlalu memaksa, tapi juga gak bisa longgar.
    lihat situasi dan kondisi.
    walau saya tak jarang kebablasan juga, ngomel2, padahal tau itu kurang baik.
    haizz...

    ReplyDelete
  94. selama masa pembelajaran jarak jauh emang jadi pr tambahan buat orang tua jadi mentor dan sekaligus guru ya mba, harus sabar juga hehe. aku sendiri ngalamin belajar jarak jauh dan butuh penyesuaian

    ReplyDelete
  95. Asyik... bentar lagi promo 11.11. Bisa cari ATK anak, nih. Kebetulan mereka mulai masuk sekolah.
    Punya kebiasaan seperti saya, masukkan target belanja tapi check outnya nunggu promo atau free ongkir? Hihihi

    ReplyDelete
  96. Tipsnya betul betul mantap mba, terutama tips yang nomor dua. Orang tua memang role model bagi anak-anaknya. Sebab memberikan contoh kebaikan tidak bisa secara teoritis. Anak perlu melihat mana yang benar lewat aplikasi nyata

    ReplyDelete
  97. Wkwkwkk ini aku banget, anaknya yang ditanya, aku yang ribet nyari kalimat, aku googlr sana sini sementara yang bersangkutan malah dengan cueknya copas dari brainly!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadidaw wkwkwk.
      Brainly itu kayak suhu anak2 jaman now ya, Mbak Tanti. Anakku juga suka buka Brainly.😒

      Delete
  98. Hihi,kitanya udah lupa ya mba,ingetnya resep masak,tapi mau gimana lagi,harus keep fighting demi keberhasilan ananda.

    ReplyDelete
  99. Mantap, aku ga sanggup euy nemenin anak belajar, so, aku tetap cari guru les yg menetapkan protokol kesehatan nih, emosi ku blm stabil 😂

    ReplyDelete
  100. Setuju banget bun kalau ortu juga harus jadi pengajar, roll model, dan penyedia fasilitas untuk anak. Gimanapun sekolah itu harusnya peran nomor dua, nah nomor satunya ya ortu. 😁

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^