Blogger Jaman Now (Seharusnya) Bukan Sekadar Rupiah

Hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya adalah, melalui aktivitas ngeblog, saya diundang menjadi keynote speaker pada sebuah kuliah umum di Program Studi (Prodi) Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada tanggal 24 November lalu. 



Dr. Arnidah Kanata (Kepala Laboratorium Prodi Teknologi Pendidikan) mewakili Ketua Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNM menekankan mengenai pentingnya berkolaborasi. Menurutnya, Indonesia akan sangat maju jika akademisinya mampu berkolaborasi.

Kiri - kanan: Heriadi (ketua panitia), Dr. Pattaufi,
Dr. Arnidah, dan Dr. Chitra.

Sementara itu Dr. Pattaufi – Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FIP menginformasikan mengenai macam-macam perlombaan yang akan diadakan oleh persatuan FIP/JIP seindonesia. Beliau berharap para mahasiswanya bisa mengambil bagian dan dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Well, excited rasanya diundang pada kegiatan bertajuk IT Workshop Let’s Do it Now dengan tema Mandiri dengan IT ini. Saya diminta membawakan materi mengenai pengalaman ngeblog, termasuk bagaimana ngeblog bisa mejadi hobi yang menghasilkan. Senang rasanya diapresiasi sebagai blogger. Ini kesempatan baik untuk makin menyebarluaskan hal-hal baik sehubungan aktivitas blogging. Usai perkenalan, saya menyampaikan beberapa hal namun enggan berfokus kepada "rupiah". Mengapa?


Menyimak sambutan dari Dr. Arnidah Kanata.

Bukan Sekadar Rupiah


Sebab rupiah hanyalah sedikit dibanding manfaat yang bisa diperoleh dari ngeblog. Sebagai personal blogger, kita bisa melakukan banyak hal melalui aktivitas yang sangat menyenangkan ini. Kalau berfokus kepada rupiah, bisa-bisa kita lupa bagaimana memelihara konsistensi dan bagaimana cara membuat ngeblog sebagai kegiatan yang menyenangkan. Juga bisa lupa bahwa begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dan disebarkan melalui blogging ketimbang nominal uang yang diperoleh.

Saya selalu bersemangat berbagi di depan para mahasiswa. Saya pernah berbagi materi ngeblog dengan para penerima beasiswa ETOS Dompet Dhuafa (bisa baca di tulisan Menggugah Semangat Menebar Kebaikan Melalui Blog Kepada Etoser).

Memaknai Kehidupan Melalui Ngeblog


Saya menyampaikan 3 point yang pernah saya sampaikan dalam sebuah wawancara televisi. Yaitu bahwa:
  • Menulis bukan perbuatan yang “sekadarnya” sebab menulis merupakan “pekerjaan hati”.
  • Orang yang menulis bukan sekadar menulis sebab dengan menulis bisa berbagi banyak hal dengan orang lain.
  • Ngeblog itu bukan sekadar menulis sebab dengan ngeblog bisa membantu bisnis dalam hal internet marketing.
Selengkapnya mengenai ketiga point di atas bisa baca di tulisan berjudul Bukan Sekadar Nara Sumber INSPIRASI di Fajar TV.

Memberi makna kepada sekeliling kita melalui menulis adalah sebuah proses yang bisa dijalani sembari terus belajar. Saya menyampaikannya pada kegiatan yang berhubungan dengan mata kuliah Kewirausahaan ini. Kita butuh terus mengasah keterampilan menulis, termasuk memperbaiki cara menulis dengan mempelajari EBI (Ejaan Bahasa Indonesia), banyak membaca, mengasah kepekaan dalam menangkap ide, dan belajar literasi digital.


Apapun latar belakang kita, menulis penting dilakukan apalagi di zaman sekarang. Prof. Rando Kim dari Korea pernah berkata,
“Menulis memerlukan pemikiran yang dalam, logika, dan struktur yang kuat agar bisa mengekspresikan diri lebih persuasif dan berpikir secara lebih logis. Kemampuan ini penting. Apapun jurusan yang kamu ambil, menulis tetaplah penting.”

Kutipan beliau itu saya ambil dari buku berjudul Time of Your Life. Review-nya bisa dibaca di tulisan berjudul Masa Muda Hanya Sekali, Manfaatkan atau Kau Akan Merugi.

Saya bermaksud mendorong para mahasiswa yang menjadi peserta ini untuk menulis. Terlebih karena mereka akan bergerak dalam dunia pendidikan nantinya. Terlatih menulis akan membantu mereka untuk lebih mudah mengungkapkan pikiran dan transfer ilmu kepada anak didik mereka nantinya.

Seseorang yang suka menulis biasanya tergerak untuk terus belajar, terlepas dari apakah dia menerima bayaran ataupun tidak dari kegiatan menulisnya. Pendidik yang terus belajar akan sangat berpengaruh positif bagi generasi penerus bangsa kita.


Ngeblog untuk Kabarkan dan Sebarkan Hal/Gerakan Baik


Selain itu, para peserta yang terdiri atas anak-anak muda berpeluang besar menebar kebaikan melalui aktivitas ngeblog. Informasi misalnya. Dengan mengabarkan apa saja hal-hal baik di daerah kita, orang akan semakin mengenal daerah kita. Misalnya mengenalkan hal-hal baik di Makassar dan Indonesia timur. Tidak menguatkan opini yang pernah dibentuk media sekian tahun lalu bahwa Makassar atau Indonesia timur itu kasar.

Walaupun sebenarnya hanya diperlukan logika sederhana bahwa orang berwatak kasar ada di semua wilayah, tidak mungkin terkonsentrasi di sebuah wilayah saja, tetap saja banyak yang berpikiran konyol dan termakan dengan isu yang menyebar sekian tahun lalu (bisa baca di tulisan saya yang berjudul Tentu Saja Makassar Tidak Kasar).

Seperti juga kegiatan yang panitianya adalah para mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNM ini.  Mengabarkan kepada khalayak melalui blog mengenainya dan bercerita bahwa pesertanya sebagian besar merupakan mahasiswa di program studi yang sama dengan panitianya namun ada juga dari kampus-kampus lain di Makassar hingga kabupaten lain bisa menjadi salah satu cara mengabarkan hal baik dari daerah kita. Akan lebih banyak orang yang tahu mengenai prodi ini.

Selain itu, gerakan-gerakan positif yang bisa membantu orang lain atau menggerakkan orang lain untuk bergerak bersama juga bisa dilakukan melalui tulisan di blog. Yah, minimal agar orang tahu mengenai informasi yang kita punyai, seperti yang pernah saya tuliskan tentang Peduli Sahabat, Mafindo, BaKTI, Siberkreasi, dan sebagainya.


Berbagai manfaat menulis dan ngeblog saya paparkan kepada para peserta dan bagaimana potensi mereka membagikan hal-hal baik di jaman now. Dengan media sosial saja begitu banyak hal yang bisa dibagikan, apatah lagi melalui blog dan membagikan tautannya. Saya juga menyampaikan hal-hal yang senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Arnidah dan Bapak Pattaufi, mengenai kolaborasi dan memberikan  manfaat yang sangat bisa dilakukan oleh blogger jaman now. Semoga saja banyak peserta yang tergerak, tidak sekadar hadir dan menjadikannya syarat memperoleh nilai untuk mata kuliah bersangkutan.

Makassar, 15 Januari 2019

Keterangan foto:
Foto-foto berasal dari dokumentasi pribadi, panitia, dan Ibu Chitra Rosalyn

Silakan baca beberapa hal/gerakan baik yang pernah saya tulis:


Share :

55 Komentar di "Blogger Jaman Now (Seharusnya) Bukan Sekadar Rupiah"

  1. Terima kasih inspirasinya bunda

    ReplyDelete
  2. Terima kasih informasinya, sangat membantu :)

    ReplyDelete
  3. Terima kasih, saya jadi termotivasi bunda :)

    ReplyDelete
  4. saya setuju kak, kita ngeblog untuk sharing bukan semata-mata karena duit ya walaupun butuh juga.. hehehehe.. Tapi kita menulis juga kan karena passion awal mulanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, akan ada jalannya rezeki masuk kalau kita konsisten.

      Delete
  5. setuju kak.. bagi saya ngeblog itu lebih ke berbagi hal atau sesuatu yang baik. rupiah itu hadir sebagai bonus saja, kalau ada..

    ReplyDelete
  6. Betul sekali kak. Awal mulanya saya aktif ngeblog itu tujuanku cuma ingin berbagi pengalamanku sama orang lain. Lagian mungkin kalau kita berorientasi uang sisi "menyenangkan"nya ngeblog itu mungkin sudah nda ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau orientasinya HANYA UANG akan mudah bosan, sepertinya tidak semenyenangkan kalau menulis dengan hati, mau dibayar ataupun tidak, ya Afni.

      Delete
  7. Yup betul kak, saya pribadi kenapa menulis karena ada hal hal yg indah kadan jika sudah ditahun tahun berikutnya, lupa detailnya seperti apa. Terutama juga memberi informasi kepada yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kita mudah lupa makanya ditaruh di blog ya Gadis, itu juga salah satu manfaatnya :)

      Delete
  8. Yes, sepakat sekali kak. menulis adalah pekerjaan hatiii, kalau hati gak mood entah kenapa menulisku juga jadi gak mood yahh kak :( ada tips gak kak ??? huhuhuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut Saya, kalau motivasi kuat, tak ada kata mood-moodan 😂

      Delete
  9. Saya setuju kalau dibilang blog bukan hanya tentang rupiah
    bahkan seharusnya itu yang didahulukan
    soal ada rupiah yang datang, itu bonus
    karena di balik itu masih ada keuntungan yang sangat besar dari aktivitas blogging

    ReplyDelete
  10. Saya senang sekali, sekarang banyak orang yang semakin suka menulis, khususnya menulis diblog. Demi menyebarkan hal baik. Yang awal mulanya blog yang dianggap hal remeh, karena didominan oleh esek-esek dan hoaks, kini semakin banyak tulisan atau artikel yang berkualitas. Dari hal yang menyenangkan, lambat laun bisa menghasilkan rupiahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin banyak konten positif, ya Mas. Jadi memperkaya khazanah dunia maya.

      Delete
  11. Benar Bun. Bahwa ngeblog bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, namun pula bertanggungjawab atas informasi yang diberikan.

    Banyak belajar banget memang dari menjadi personal blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Cha. Bukan uang prioritasnya karena menulis pekerjaan hati.

      Delete
  12. Wow,, amazing ibu, ,mantap ...inilah blogger andalan gue..tahun 2017 ,saya pernah menyelenggarakan satu kegiatan yang mengundang para blogger.Slah satu Peserta yang hadir termasuk Ibu Mugniar..Saya sempat membaca tulisan beliau tentang kegiatan yang kami adakan..Di situ awal mulanya saya melirik-lirik dunia menulis dari blog ini..Akhirnya, tahun 2018 kemarin, saya mulai ngeblog juga. .Terus semangat dalam menulis dan menginspirasi, blogger andalan gue slalu. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata kita' yang bercakap dengan saya di page FB yah hehe.
      Terima kasih, Daeng. Kita' potensial, kita' pembelajar cepat. Saya Kira memang sudah lama ki' ngeblog. Sukses ki'

      Delete
  13. Dari awal ngeblog sy nda mikir untuk cari uang, tapi kalau ada yah jadi bonus, menulis lebih kepada mengasah kemampuan diri. Menulis tenryata melatih kita berpikir sistematis, bagi saya sebagai dosen menulis akhirnya membuat saya berusaha meng”awam”kan kalimat2 yang agak sudah utk org awam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, you got the point.
      Menyenangkannya membaca blog seorang profesional seperti blog Iyan, saya lebih bisa memahami dunia medis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Keep writing, Pak Dosen.

      Delete
  14. Cocok sekali kak Niar sebagai narasumber untuk topik penulisan dan blog. Karya dan pengalaman kak Niar itu udah banyak banget dan semuanya berharga.

    Teruslah menginspirasi dan berbagi kak! 😘

    ReplyDelete
  15. jleb banget, ngeblog bukan hanya sekedar rupiah namun, pekerjaan hati. Makasih kak sudah diingatkan. Fell like bak to home. Btw ini workshopnya yang terlewat kemarin yah huhu sedih rasanya, tapi untunglah lagi-lagi kak niar merekapnya di blog, jadi berasa sudah ikut juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang disampaikan di acara ini jauh lebih banyak, sih Aini. Yang saya tulis cuma sebagian kecil hehe.

      Yang pasti, tetap berbagi melalui tulisan, jangan semata merupiahkan blog.

      Delete
  16. Saya setuju kak. Alangkah aneh rasanya kalo motivasi utama menulis hanya karena rupiah. Walaupun tidak bisa dipungkiri seiring berjalannya waktu hal tersebut akan datang. Tapi tujuan utama ngeblog adalh untuk membagikan dan memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyye. Pekerjaan hati yang sebenarnya tidak bisa selalu dirupiahkan meski memang bisa menghasilkan. Terlalu naif kalo fokusnya ke rupiah saja.

      Delete
  17. Betul sekali. Sejatinya blogger adalah menyebar hal positif kepada orang lain melalui tulisan dengan ikhlas. Kalaupun ada yang berbayar, itu hanyalah bonus semata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Setuju.
      Penting buat Kita untuk meletakkan sesuai proporsinya.

      Delete
  18. Saya setuju sekali kak. Toh awal mula kita blogging karena passion kita di dunia menulis serta keinginan untuk berbagi yang besar. Kejar rupiah boleh tapi jangan sampai melupakan niat ta memulai blogging.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, santai saja juga, jangan terlalu dikejar 😘

      Delete
  19. Kerennya tawwa Kak Niar bisa jadi narasumber di sana dan menginspirasi banyak peserta.

    Tulisan ini cukup menohok saya, yang belakangan jadi fokus ke nominal rupiah. Hahahha. Padahal ingat sekali bagaimana ajaibnya tulisan-tulisan di blog dulu. Salah satunya yang membuat saya dikontak langsung oleh anak seorang dokter. Dimana saya pernah membuat tulisan tentang ayahnya (dokter tersebut), tentang bagaimana cekatannya beliau menangani saya saat mengidap TBC. Sang anak sedang googling nama ayahnya dan menemukan tulisan saya. Dia senang sekaligus sedih saat membacanya, karena ayahnya sedang sakit keras pada waktu itu.

    Tidak lama setelah membaca tulisan itu, dia berhasil menghubungi saya. Rencananya ingin mengundang saya untuk membacakan tulisan tadi saat perayaan ultah ke-80 sang ayah. Sayangnya saya tidak bisa hadir karena sudah berada di Lombok kala itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah. Dokter Sedja.
      Keajaiban seperti itu, ketika tulisan Kita ditemukan itu bikin bahagia yang tidak bisa diukur dengan yang, ya Tutut.

      Keep writing and sharing 😘

      Delete
  20. Sebab rupiah hanyalah sedikit dibanding manfaat yang bisa diperoleh dari ngeblog.

    Setuju swkali dengan pernyataan ini. Mulailah ngeblog dengan niat berbagi, bukan demi rupiah. Kalau rupiah nda kunjung datang, ngeblog jadi gak menarik lagi.

    ReplyDelete
  21. sama mbak, di artikelku kalo sudah menyinggung dunia blogging, dan mengajak sebaya untuk jadi Blogger, aku selalu tekankan untuk jangan berorientasi pada materi saja. hehehehehe #jejakbiru

    ReplyDelete
  22. Keren sekali, main-main ke Bandung Mba. Pengen belajar jadi blogger

    ReplyDelete
  23. Terkarang terlalu money oriented sih

    ReplyDelete
  24. Keren.
    Dengan ngeblog kita menularkan virus-virus positif, hehe..

    ReplyDelete
  25. Kak Niar ini sosok inspiratif banget *lovelove*

    ReplyDelete
  26. bener mba, mendapatkan uang dari blog itu hanya merupakan manfaat. Saya pun tetap menulis jika belum ada yang ajak kerja sama hehehe ngeblog itu sudah menjadi me time saya

    ReplyDelete
  27. Wah keren banget, Mbak. Senangnya kalau hobi justru bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Keep writing, keep inspiring mbak 🙂

    ReplyDelete
  28. sangat menarik ceritanya.. satup
    poin yang saya dapat tangkap yakni menjadi seorang penulis akan selalu tergerak untuk belajar.. terimakasih telah menginspirasi..

    ReplyDelete
  29. Salut!
    Saya tak meragukan konsistensi Mbak dalam hal ngeblog. Jadi tak salah panitia mengundang Mbak sbg keynote speaker.
    Tentang yg berhubungan dg uang, saya pribadi bukan itu tujuan ngeblog. Hanya untuk berbagi, siapa tahu bisa menginspirasi.

    Sukses selalu ya Mbak.

    Salam dari saya di Sukabumi.

    ReplyDelete
  30. seharunys seperti itu, namun banyak dari mereka asal ngeblog saja dan hanya mengejar uang saja

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^