Mafindo: Memetakan Hoax di Indonesia

Setelah mengecek baik-baik, apakah ada postingan yang seharusnya sudah saya publish tetapi terlewatkan, saya baru menyadari ada satu postingan  penting yang belum saya upload di sini. Kesibukan akhir-akhir ini membuat banyak tulisan saya yang tertunda di-upload maka dari itu kemarin-kemarin saya baru upload catatan kegiatan saya selama School of Influencer yang berlangsung bulan November. Yang saya hampir lupa, ternyata pada 3 November lalu, saya menghadiri acara Mafindo Makassar (Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia) di Kafe Teras Wirano.




Yang Sudah Dilakukan Mafindo Makassar Sepanjang 2018


Pertemuan diawali dengan penyampaian Bu Arnidah Kanata – koordinator wilayah Makassar mengenai kegiatan apa saja yang sudah diselenggarakan Mafindo Makassar selama tahun 2018 ini, yaitu:
  • Literasi Digital Kominfo – POLRI 10 - 13 April.
  • Workshop Aplikasi Online UMKM – PDHI, 28 April 2018, sosialisasi pemanfaatan bisnis online.
  • Festival Literasi Digital Toraja Utara, 28 Juli 2018.
  • Seminar Pendidikan Nasional & Talkshow, PSTP UNM, 22 April.
  • Edufair & Talkshow, 21 April 2018.
  • Trusted Media Summit, Mei 2018.
  • Penyamaan Persepsi dan Bimtek, 2 Juni 2018.
  • Musik Hutan Siberkreasi (Talkshow Santai), 6 Oktober 2018.       
  • Audiensi kantor Sekreariat Kepresidenan – Mafindo, 25 Agustus 2018.
  • Liputan  media Diskusi Ajak Generasi Muda Cegah Hoaks – Fajar.
  • Liputan media Dialog Keummatan dengan MUI Kota Makassar, 22 September.
  • Obrolan Karebosi: Pemuda Anti Hoax, 12 Oktober.


Update (2 Januari 2019), kegiatan-kegiatan Mafindo November – Desember 2018:
  • Sosialisasi Mafindo Makassar oleh Mafindo Millenial (24 November).
  • Aula masjid SMA Islam Athirah (30 November), sesi 2 GPF.
  • Aula FIS B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas (1 Desember), sesi 2 GPF.
  • Aula lantai 3 SMA PGRI 3 (1 Desember), sesi 2 GPF.
  • Aula SMA Mahaputra (1 Desember), sesi 2 GPF.
  • Kemah Integritas #ObatManjur (Orang Jebat Main Jujur), 16 Desember.
  • Pandu Digital, Polwali Mandar (19 Desember).


Pemetaan Hoaks di Indonesia


Selain menyampaikan laporan kegiatan Mafindo Makassar, Ibu Arnidah juga menyampaikan Laporan Pemetaan Hoaks Litbang Mafindo yang dikerjakan oleh Nuril Hidayah,Cahya Suryani, Mizati Dewi Wasdiana, dan disupervisi oleh Santi Indra Astuti. Pilot Project Mafindo ini dirilis pada tanggal 30 September 2018. Pokok-pokok penelitiannya saya share di sini.

Bargaining power di kalangan elit politik adalah hal biasa. Demikian juga, semestinya, kampanye capres dan caleg. Sayangnya, apa yang terjadi di Indonesia tidak seperti ini. Sejak momen Pilpres 2014, peredaran hoaks justru semakin menjadi-jadi. Hoaks membuat proses kampanye menjadi tidak sehat. Yang lebih parah lagi, hoaks menjadi bisnis baru yang mengancam harmoni di tengah masyarakat (Pendahuluan (laporan Litbang Mafindo) Pemetaan Hoaks Di Indonesia).



Dari laporan mengenai pemetaan hoaks ini terlihat pemetaan hoaks yang beredar di tengah masyarakat dari kategori hoaks, tema/konten, media, dan saluran peredaran hoaks di Indonesia, mendapatkan Peta Sebaran hoaks terhadap para capres dalam Pemilu 2019 paska deklarasi (Capres), dan mendapatkan komparasi mengenai eskalasi hoaks dalam periode waktu tertentu[1].

Hoaks atau informasi sesat yang digunakan sebagai konsumsi hoaks selama tiga bulan hasil tangkapan fact checkers Mafindo menjadi objek Pilot Project ini, dengan komposisi sebagai berikut:
  • Bulan 1 (Juli 2018) sebanyak 65 postingan.
  • Bulan 2 (Agustus 2018) sebanyak 79 postingan.
  • Bulan 3 (September 2018) sebanyak 86 postingan (per 25 September 2018).

Konstruksi Kategori


Berdasarkan bahasan terkait hoaks, serta praktik operasional di lapangan yang telah berlangsung selama ini dalam membongkar hoaks, maka terdapat 4 konstruksi kategori yang digunakan sesuai keperluan penelitian.


Kategori Hoaks/Misleading Information.

Terdapat berbagai modus yang digunakan untuk membuat hoaks dan misleading information. Disinformation terjadi ketika informasi yang disebarluaskan didistorsi sedemikian rupa dengan mengurangi bagian-bagiannya, sehingga menggiring khalayak pada kesimpulan tertentu, yang menyesatkan. Fake news adalah informasi yang sepenuhnya menggunakan fakta-fakta palsu. Misinformation adalah informasi yang keliru. Tidak diniatkan pada awalnya sebagai hoaks, namun tetap menyesatkan karena menggiring publik pada persepsi yang keliru. Untuk penelitian ini, kategorisasi hoaks sebagai misleading information dirumuskan mengacu pada panduan operasional @FAFHH (Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax), yang membagi menjadi hoaks dan misinformation.

Sesuai dengan konteks penelitian, konstruksi kategori hoaks terbagi menjadi:

  • Hoaks atau hoax (pemberitaan palsu), adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat-buat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, maupun April Mop (https://goo.gl/uGBnHX).
  • Disinformasi: penyampaian informasi yang slah (dengan sengaja) untuk membingungkan orang lain (https://goo.gl/pNzTsn).


Jenis Konten

Konten hoaks mengacu pada topik atau tema-tema berikut ini.
1. Agama
Konten yang memuat segala hal yang berkaitan dengan ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan yang maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
2. Politik
Konten yang memuat segala hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara, pembagian kekuasaan, berupa kebijakan atau cara-cara mempertahankan kekuasaan.
3. Etnis
Konten yang berkaitan dengan segala hal mengenai kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.
4. Kesehatan
Konten yang memuat segala hal yang berkaitan keadaan sehat jasmani maupun rohani.
5. Bisnis
Konten yang memuat segala tentang usaha komersial.
6. Penipuan
Konten yang memuat segala hal yang berkaitan dengan upaya mengecoh yang mengakibatkan kerugian di pihak yang dikecoh baik berupa uang atau data pribadi.
7. Bencana Alam
Konten yang memuat hal-hal yang terkait kejadian alam yang memakan korban.
8. Kriminalitas
Konten yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan tindak kejahatan.
9. Lalu Lintas
Konten yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas baik itu berupa kebijakan atau insiden.
10. Peristiwa Ajaib
Konten yang memuat kejadian yang tidak lazim dan mustahil.
11. Lain-lain
Konten yang tidak termasuk dalam kesepuluh kategori lain.


Alat/Tools yang Memuat Hoaks

1. Narasi
2. Gambar/Foto
3. Video
4. Meme
5. Media Massa

Saluran/Channel

1. Facebook
2. WhatsApp
3. Twitter
4. IG
5. Telegram
6. Open Source
7. Lain-lain (via Line, YouTube, atau yang tidak tercantum di sini)

Pemetaan Hoaks Juli – September 2018








Kesimpulan Pemetaan Hoaks Juli – September 2018


Anda bisa melihat gambaran data pemetaan hoaks yang diperoleh tim Mafindo selama Juli – September 2018 dari gambar-gambar yang saya share di atas. Kesimpulan dari data tersebut adalah:
Kesimpulan Keseluruhan:
  • Didominasi oleh disinformasi (66.96%). Disinformasi di sini contohnya fakta yang dibelokkan dan kemudian sengaja disebarkan.
  • Didominasi oleh konten politik (58.70%).
  • Hoaks sebagian besar tersusun dari gabungan narasi dan foto (50.43%).
  • .FB menjadi media sosial yang sangat dominan dalam menyebarluaskan hoaks (47.83%), disusul Twitter (12.17%) dan WA (11.74%).

Ibu Arnidah - Korwil Mafindo Makassar (duduk di depan,
ketiga dari kanan) bersama warga Mafindo Makassar.

Nah, apakah mau menjadi penyumbang angka-angka di atas hingga masa pemilihan presiden dan calon legislatif? Setelah mengetahui hal ini, sepertinya konyol, ya jika kita terlibat dalam penyebaran hoaks. Terlalu fanatik bisa menyebabkan orang menjadi cinta buta. Yang baik hanyalah pilihannya, yang tidak baik pasti di pihak lain. Padahal manusia, mana ada yang sempurna? Manusia setengah dewa pun tetap saja manusia kan?

Jadi, ya … sebaiknya kita bersama-sama menjaga perdamaian. Pahami saja kalau perbedaan itu sebuah keniscayaan. Kalau kita punya pandangan, orang lain pun punya. Diskusi sih boleh-boleh saja tapi kalau kalau sampai berdebat kusir, tinggalkan saja. Bagaimana?

Makassar, 2 Januari 2019

Disclaimer: 
Semua keterangan data seputar pemetaan fakta berasal dari PEMETAAN HOAKS DI INDONESIA, PILOT PROJECT MAFINDO yang DIRILIS  30 SEPTEMBER 2018.



Baca juga seputar Mafindo:

Baca juga seputar literasi anti hoax:



[1] Pilot Project mengambil data objek selama 3 (tiga) bulan, yaitu Juli, Agustus dan September 2018. Sumber data primer berasal dari hasil debunking hoaks tim Fact Checker MAFINDO yang disebarluaskan melalui akun FB Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoaks (@https://www.facebook.com/groups/fafhh/). Pemetaan menggunakan konstruksi kategori yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian.



Share :

24 Komentar di "Mafindo: Memetakan Hoax di Indonesia"

  1. Ngeri sih emang kalo hoax udah jadi ladang bisnis bagi kelompok tertentu. Kabarnya juga menggiurkan, sebab 'konsumennya' sudah ada dan masif.

    ReplyDelete
  2. Perang melawan hoaks akan semakin kencang tahun ini. Terima kasih sudah menuliskan isu ini kak.

    ReplyDelete
  3. Setuju tuh kak di bagian akhirnya, kalau hanya ingin berdebat mending di sudahi saja. Apalagi jika pandangan kita sudah fix dan tidak bisa diubah. Penyebaran berita hoax ini sangat mengkhawatirkan ya kak. Soalnya bisa menimbulkan kerugian di ebberapa situasi. Semoga kita tidak menambah angka hoax ini ya kak.

    ReplyDelete
  4. krn hoax sdh merajalela sy jdnya tiap dapat info apa apa kadang suka mikir ini benar nd yah, soalny sudah pernh dan hampir kena tipu, alhamdulillah masih dlindungi Allah

    ReplyDelete
  5. selalu saja ada orang-orang yang menggunakan berbagai macam cara untuk mencapai tujuannya. semoga kita semua sadar dan menyaring berita yang sampai ke pribadi masing-masing agar tidak ikut menjadi mata rantai penyebaran hoax

    ReplyDelete
  6. Jelang Pemilu sepertinya hoax makin banyak beredar ya kak.
    Selain itu yang masih laris manis sebagai berita hoax adalah tentang peristiwa gaib yang dibumbui dengan unsur agama. Yang lucunya banyak orang yang percaya hal-hal seperti itu yaa, hahaha..

    ReplyDelete
  7. Kita harus saring sebelum sharing.. Jadilah influencer yg inspiratif dgn menghindari segala bentuk hoax.. Overall, tulisannya amat bermanfaat skli ibu..

    ReplyDelete
  8. Ngeri juga ya di mana-mana ada berita hoax

    ReplyDelete
  9. Sebaiknya jangan menyebarkan berita hoax deh

    ReplyDelete
  10. Terima kasih kak informasinya :)

    ReplyDelete
  11. Berita hoax memang harus diperangi agar tidak merugikan orang lain

    ReplyDelete
  12. Mau apapun jenis konten nya, merebaknya hoax belakangan ini sungguh sangat memprihatinkan. Memecah belah persatuan yang selama ini sudah susah payah dibangun. Sepertinya ada suatu grand design dibalik merebaknya berbagai hoax yang muncul di tahun-tahun ini

    ReplyDelete
  13. hoax itu udah kayak virus ya mba... kadang kalo gak jeli, kita gak tau ini benar atau enggak. seharusnya memang di tiap daerah ada keg seperti ini, utk menangkal hoax dan jangan membuat hoax terutama anak2 muda, yg mudah terprovokasi

    ReplyDelete
  14. Miris ya Mak berita Hoax dimana-mana dan makin meningkat pupa angka2nya.
    Semoga kita termasuk orang yang bisa memilah konten2 mana yg layak dishare di sosmed.
    Dan semoga penuh dengan kedamaiaan meski ada perbedaan. Aamiin.

    ReplyDelete
  15. Duh, parah sih. Berharap banget di tahun 2019 ini intensitasnya bisa agak menurun. Capek banget baca hoax dan kawan2nya. Huhu

    ReplyDelete
  16. Rajinya Kak Niar ikut acara begini 😍 andalanku memang! Ia Hoax ini betul-betul menyesatkan. Apa lagi akses internet mulai meluas dimana-mana, tapi yang mengaksesnya tidak semuanya memiliki, hmmmm... antivirus (?) sehingga gampang terpercaya dan menyebarkan hoax itu.

    ReplyDelete
  17. Hoax sangat berpengaruh dampak negatif dan tidak sepantasnya membuat konten yang tidak jelas dan sangat merugikan

    ReplyDelete
  18. Dari pemetaan hoaks yg di paparkan diatas paling tinggimi itu disinformasi di? Fakta yang sengaja di belokkan. Deh... haruski pintar2 menyaring info, saat ini boax ada dimana mana. Waspadalah....

    ReplyDelete
  19. hoax betul betul melambung tinggi setiap bulan, padahal menyebar hoax sebenarnya dosa. astagfirullah

    ReplyDelete
  20. saya sedih sekali kenapa ya zaman sekarang hoax dan disinformasi begitu gencar dilakukan bahkan dijadikan ladang bisnis oleh orang2 tidak bertanggung jawab... apalagi terkait politik...

    dari itu saya ga pernah bantu memviralkan berita yg saya terima , karena ga yakin beritanya benar atau ga.

    saya harap lebih banyak Mafindo ini untuk mengedukasi masyaralt ttg kebenaran berita

    ReplyDelete
  21. Perlu banget ada sosialisi anti hoax ya kak, tapi ada tong itu nah orang yang sebenarnya dia tau Hoax tapi sengaja sebarkan ki.. adaa... 😅

    ReplyDelete
  22. Menjelang pilpres, masyarakat sangat sensitif. Ada berita yang menyinggung junjungannya sedikit, langsung terbakar emosi, tanpa mengecek lebih dulu kebenarannya. Baguslah kalo ada komunitas seperti ini untuk meminimalisir berita-berita hoax

    ReplyDelete
  23. fb isi hoax? unfriend aja.
    hehehe. lebih tenang main fb.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^