Testimoni BrainKing: Mengatasi Keterlambatan Berbicara pada Anak

 Testimoni BrainKing: Mengatasi Keterlambatan Berbicara pada Anak

 “BUNGA,” ucap saya. Saya meminta Afyad menirunya.

“BUNA,” ujar Afyad.

“Bukan, Nak. BUNG … NGA …. BUNGA!” saya mencoba lagi.

Jujur saja, saya tak tahu caranya bagaimana supaya dia bisa mengucapkan kata BUNGA dengan benar selain mengulang-ulanginya. Afyad memang kesulitan mengucapkan fonem NG. Kalau fonem NY, dia sudah bisa.


Dulu saya berulang kali mengajarkannya menyebutkan huruf K dengan cara membunyikan tenggorokan. Mulai dari mengucapkan KH, seperti bunyi huruf Arab  οΊ₯. Senangnya saya ketika kira-kira bulan Desember lalu dia bisa mengucapkan huruf K dengan benar, disusul huruf G. Sebelumnya Afyad menyebut K dengan T dan menyebut G dengan D. Karena cadel yang luar biasa sementara tubuhnya besar, dia pernah diejek saat ikut Athifah mengaji karena memanggil kakaknya dengan “TATA” bukannya KAKAK.

Hal ini bukan masalah sama sekali jika anak yang sedang belajar mengeja masih berusia 2 tahun. Namun bungsu saya sudah duduk di kelas satu sekolah dasar. Usianya sudah 8 tahun. Jadi saat dia berhasil mengucapkan huruf K dan G dengan benar, saya bahagia bukan kepalang karena mengucapkan kedua huruf itu dengan benar merupakan perjuangan panjang bagi kami. Pun ketika bulan Januari lalu dia berhasil mengucap kata BUNGA, saya sangat bersyukur.

Perkembangannya Bicaranya Pesat Sejak Kenal BrainKing


“BUNGA,” saya mengulangi lagi.

“BUNGNGA … BUNGA,” ucap Afyad.

Alhamdulillah. Afyad pintar!” saya bertepuk tangan keras-keras lalu memeluknya. Si bontot bertubuh bongsor ini tertawa senang.

Perkembangan bicara dan motorik bungsu saya ini berkembang pesat sejak tahun 2017. Sejak dia mulai mengonsumsi BrainKing. Di akhir tahun 2016, dia baru bisa mengucapkan 2 – 3 kata untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Alhamdulillah, sekarang dia sudah bisa bercerita berparagraf-paragraf banyaknya.

Bulan lalu dia sudah bisa mengucapkan kalimat panjang secara utuh. “Waktu malam-malam, saya makan sendili,” dia menceritakan kepada Athifah mengenai kegiatannya makan dua piring nasi pada pukul 12 malam beberapa hari sebelumnya. Itu kemajuan yang luar biasa. Karena sebelum-sebelumnya hanya satu kalimat pendek saja yang dia sebutkan, semacam saya mau makan.

Afyad makin sering menanyakan hal-hal seperti: “Kenapa?”, “Supaya?”, “Balu?” (maksudnya setelah melakukan yang diminta, apa lagi) atau “Kalna?” (maksudnya karena). Saya pun sudah bisa memintanya melakukan hal-hal dengan kalimat perintah yang agak panjang. Seperti, “Afyad, bantu Mama susun rantang ini, ya!” atau “Afyad bisa bantu Mama bawakan pakaian ini, taruh di dekat mesin cuci?”, dan lain-lain.

Yang lucu, kemampuannya dalam melontarkan humor ala dirinya meningkat. Dia suka menghubungkan beberapa hal dengan penggalan lagu. Misalnya kalau saya lagi kesal dan menyebut kata: “Ampun, deh, Mama!” Dia tersenyum dan bernyanyi, “Ampunilaaaah. Ampunilaah.” Lalu tertawa sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Penggalan lagu itu berasal dari lagu “Eta Terangkanlah” (yang sumbernya dari lagu Husnul Khatimah).

Afyad tahu juga lagu "Eta Terangkanlah" yang pernah ngehits dan 
mengambil penggalan darinya. Ini sumber Eta Terangkanlah.

Ada beberapa hal yang dijadikannya lucu-lucuan, saya sudah pernah mencatatnya tapi sayang catatannya hilang. Lucu-lucuan ini kreativitasnya sendiri, saya heran juga bagaimana dia bisa punya inisiatif.

Ada pula beberapa hal lain yang dia jadikan permainan untuk lucu-lucuan. Salah satunya, dia mendatangi saya dan pura-pura mengancam, “Nangis, Mama! Nangis, Mama!” Maka saya pura-pura menangis lalu dia membujuk-bujuk dengan mengatakan, “Tidak, toh? Tidak, toh?” Ending-nya, saya menggeleng dan dia pun berlalu meninggalkan saya setelah yakin saya tak menangis lagi karena telah berhasil membujuk saya. πŸ˜…πŸ˜†

Yang terakhir ini sebenarnya ndak enak, yah, hehe. Si bungsu ini melakukannya ketika bertengkar dengan kakaknya atau ketika sedang tidak menyukai kelakuan seorang temannya. Kalau sambil bermain, dia lakukan role playing dengan boneka atau kepada saya. Jika kepada saya, ending-nya selalu dengan membujuk-bujuk saya ketika bibir saya monyongkan dan pura-pura menangis tersedu-sedu sembari menatapnya pilu. 😊

Perkembangan Afyad dalam menggunakan aplikasi di HP dan laptop pun berkembang, salah satu pengalaman serunya dengan gadget bisa dibaca di tulisan berjudul Serunya Mengunci Aplikasi Gadget dari Anak: Berhasil Atau Gagal?. Tanpa perlu diajari, dia bisa memindah-mindahkan file dari laptop ke HP atau sebaliknya. Dia juga yang mengajari saya menggunakan aplikasi Photos di laptop dan mengajari kakaknya menggunakan Viva Video di HP. Kedua aplikasi ini untuk membuat video. Kalau saya bertanya, dia cukup paham yang saya maksud lalu menunjukkan langkah-langkahnya hingga saya bisa menggunakan aplikasi Photos. Alhamdulillah, Afyad cepat belajar menggunakan aplikasi di laptop dan HP.

Afyad mengajari saya menggunakan aplikasi Photos di Windows 10
saat membuat video ini. Video tentang kegiatan FEMME bulan depan.

Perkembangan motoriknya juga berkembang bagus. Sebelum masuk sekolah dasar tahun lalu, dia belum bisa berlari. Hanya bisa berjalan cepat. Timbul rasa kasihan kalau melihatnya berlari karena dia mengira dirinya sudah berlari padahal hanya jalan cepat. Sekarang, dia sudah bisa berlari.

Oya, mengapa Afyad seterlambat itu bicaranya? Karena dia dulu pernah mengalami cerebral palsy. Lehernya baru tegak di usia 10 bulan dan baru bisa berjalan di usia 28 bulan. Ada penanganan tersendiri saat itu hingga Afyad bisa berjalan dan beraktivitas tapi saya tidak akan menceritakannya di sini.

Bisa panjang sekali tulisan saya kalau menceritakan semua perkembangannya. Selanjutnya saya mau cerita tentang BrainKing. Alasan mengapa kami memilihnya, sebenarnya sudah ada sejak mendengar tentang produk ini pada tahun 2015 lalu. Seseorang menceritakan mengenai adanya suplemen herbal yang bisa membantu anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebagai orang yang terbiasa dengan herbal (saya dan suami punya banyak sekali pengalaman yang positif dengan herbal dari berbagai produsen), kami sudah tertarik dengan BrainKing Plus.

Namun takdir baru mempertemukan saya dengan distributor yang ada di Makassar – Ibu Nur Erawaty. Qadarullah, beliau ini dosen Kalkulus saya dulu di kampus (tahun 1992). Saya mengingatnya ketika mengetahui identitasnya sebagai istri dari ustadz Sulaiman Gosalam. Suami saya sudah membaca-baca tentang produk ini dan ketika menemukan nomor kontak Bu Nur, kami langsung memesannya. Belum mengonsumsi 2 pak, perkembangan signifikan sudah terlihat pada bungsu kami. Saat ini, tinggal huruf R yang belum bisa diucapkan Afyad dengan benar.


Saya pernah membuat testimoni BrainKing. Bisa dibaca di bagian bawah tulisan ini.

Afyad sempat terhenti mengonsumsi BrainKing ini karena kami menunggu ada kelebihan rezeki lagi baru bisa membelinya. Perkembangannya pesat, seperti yang saya ceritakan di atas. Hingga sekarang kira-kira sudah lebih dari 10 boks yang dia konsumsi. Kalau orang lain mengalami detoksifikasi, misalnya seperti ibu mertua saya yang saya ceritakan di tulisan berjudul Testimoni BrainKing: Membaik Pasca Serangan Jantung Ketiga, sepanjang pengamatan saya – Afyad tak mengalaminya. Mungkin karena memang dia sudah sering kami berikan produk herbal yang aman dan mampu mendetoksifikasi tubuh dari zat-zat racun.

Tentang BrainKing


BrainKing diformulasikan oleh Dokter Irfan Buchori, Ph. D. Dokter Irfan dikaruniai ABK – kategori autisme yang hiperaktif. Keinginan besarnya untuk melihat putranya berkembang lebih baik mengantarnya melanjutkan sekolah dan meracik formula yang mumpuni untuk menjadi nutrisi otak. Sebelumnya, dia mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, dengan puasa dan mengerjakan shalat-shalat sunnah.

Produk formula ini bentuknya cairan diteteskan di bawah lidah.Patut diingat bahwa Brainking Plus adalah NUTRISI bukan obat namun bisa membantu seseorang menjadi sehat. BrainKing Plus merupakan nutrisi otak. Segala permasalahan kesehatan datangnya dari otak. Otak memerintah semua organ tubuh kita. Maka, jika sel dan syaraf otak lelah, rusak atau terganggu, pasti ada beberapa organ tubuh juga terganggu. Tubuh kita tidak memproduksi nutrisi otak sehingga perlu mengasupnya dari luar.


Well, manfaat utama Brainking adalah sebagai brain power, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, detoksifikasi, stamina dan energi, serta anti aging (peremajaan sel). Sedangkan bagi anak, manfaatnya antara lain
  • Meningkatkan kemampuan berbicara
  • Meningkatan konsentrasi
  • Meningkatkan daya ingat
  • Meningkatan kreativitas dan prestasi
  • Meningkatkan daya paham
  • Meningkatkan bakat
  • Menyeimbangkan hormon
  • Membentuk karakter positif
  • Menstabilkan hormon
  • Membantu mengatasi berbagai keluhan anak berkebutuhan khusus (seperti autisme, ADHD, hiperaktif, speech delay, down syndrome)
  • Membantu menyembuhkan micro chephalus
  • Membantu menyembuhkan anak yang sering keluar air liurnya
Cara kerja BrainKing itu ada 2 tahap :
  • Mendetoksifikasi (membuang racun). BrainKing akan mendetoksifikasi (membuang racun) dari dalam tubuh, seperti sel mati, sel rusak, logam berat, termasuk kelenjar yang tumbuh tidak alami di tubuh. Proses detoksifikasi tiap orang tidaklah sama. Ada yang berupa keringat, batuk, pusing, muntah, BAB lebih bau/berwarna hitam, dan lain-lain. Detoksifikasi bisa berlangsung beberapa hari, namun umumnya bersihnya sekitar 2-3 bulan. Oleh karena itu, sebaiknya bagi orang sakit 3 bulan pertama jangan putus mengkonsumsi BrainKing Plus.
  • Meregenerasi sel. BrainKing juga akan meregenerasi sel dengan cara merangsang stem cell (pembelahan sel induk) melakukan peremajaan sel, menutrisi tubuh.


Penghargaan sebagai Best Choice Quality of Health Product tahun lalu

Apa saja kandungan BrainKing Plus ?

BrainKing dibuat dari 100% bahan alami/herbal kualitas grade A (kualitas terbaik). Oleh karena itu dijamin HALAL dan bebas dari efek samping yang buruk dan merugikan (saya sudah membuktikannya sendiri, melalui anak dan ibu mertua saya). Komposisi BrainKing terdiri atas:
1. Centella asiatica (pegagan)* : 70 mg
2. Cinnamomum burmannii (pohon kayu manis) : 70 mg
3. Morinda ( mengkudu) : 60mg
4. Aloe vera (lidah buaya)**: 30 mg
5. Andrographis peniculata ( sambiloto) : 20 mg
6. Solacca edulis fructus extract (ekstrak buah salak): 0,3 ml
7. Pyrus malus extract: sampai 03 ml
8. Mel depuratum (madu murni): sampai 1 ml
9. Lactobasillus acidophylus (bakteri asam laktat) : 0.025ml
10. Serta acidophilus 2 billun U per cc, menstabilkan pencernakan, mencegah tumbuhnya jamur, sorbitol, air murni, dan tanpa pengawet bahan makanan.

Keterangan mengenai kandungan BrainKing:
* Pegagan dalam BrainKing berasal dari Jerman, karena pegagan di Indonesia dan beberapa Negara lain, berdasarkan penelitian/uji laboratorium oleh Dokter Irfan, belumlah memenuhi syarat. Dari Jermanlah yang terbaik.
** Aloe vera yang digunakan adalah jenis khusus dengan tinggi daun minimal 2 meter.

BrainKing sudah mendapatkan izin dari Departemen Kesehatan. Dari observasi selama 2 tahun pemakaian BrainKing, diperoleh data bahwa 80% kasus yang ditangani dapat membaik secara signifikan. Sementara 20%-nya tidak berubah karena sangat berat, terlambat penanganan, orang tua kurang konsisten dalam proses penanganan, atau diet tidak terjaga. Kita tak boleh bergantung sepenuhnya dari apa yang kita konsumsi tanpa memperhatikan konsistensi dan komitmen lainnya, kan?

Pemakaian selama ini memperlihatkan tidak adanya efek samping pada Afyad dan ibu mertua saya. Produk ini asli nutrisi herbal, bukan obat kimiawi sehingga 100% aman. Namun hati-hati dengan produk palsu yang tawaran harganya hanya 50% dari harga yang asli, ya. Produk palsu itu. Saya pun punya pengalaman dengan ini, akan saya tuliskan nanti. Tulisan ini khusus mengenai testimoni bungsu saya konsumsi BrainKing. Semoga bermanfaat.

Makassar, 21 Maret 2018

Baca juga:




Testimoni seorang bapak yang memberi BrainKing kepada anaknya 
yang terlambat berbicara


Jika Anda berminat:
Bisa hubungi saya secara pribadi di akun media sosial mana pun yang saya miliki (Facebook: Mugniar's Note, Twitter/IG: @mugniar), atau email ke mugniarmarakama@gmail.com

Catatan:


Testimoni saya tahun lalu, saat Afyad baru konsumsi BrainKing:
Kira-kira 1 pekan lagi, anak saya Afyad (7 tahun) genap 2 bulan mengonsumsi Brain King (BK). Selama ini, alhamdulillah ada kemajuan.Afyad sudah bisa menyebutkan huruf Z dengan jelas, makin ceriwis, makin sering mengucapkan kalimat panjang, dan mulai menyimpulkan dua peristiwa yang berkaitan.Sebelumnya, dia tidak pernah menyimpulkan dua peristiwa secara verbal.Saat itu, ayahnya memakai handuk kakak Afyad, untuk menutupi bagian pinggang ke bawah. Si bapak ini memang suka main sambar handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya untuk ke kamar mandi.Si kakak protes, “Kenapa Papa pakai handukku?”Afyad yang semula asyik main di dekat kakaknya tiba-tiba nyeletuk dengan kecadelannya seperti biasa, “Pintam Tata, hantu’ Papa basah!” (pinjam Kakak, handuk Papa basah, Afyad belum bisa menyebutkan dengan jelas beberapa huruf).Selama ini biasanya kalau ada yang seperti itu, dia cuek saja.Saat Afyad sakit beberapa minggu lalu, mencret dan muntah, saya menambahkan dosis Brain King. Dari yang 2 kali sehari naik menjadi 4 hingga 6 kali sehari.Alhamdulillah, bersamaan dengan pemberian nutrisi alami lainnya dan obat penurun panas saja, Afyad sembuh, juga sembuh dari batuk-flu yang kemudian menyerangnya.Saat itu kami sama sekali tak membawanya ke dokter. Alhamdulillah.Terima kasih BK.




Share :

13 Komentar di "Testimoni BrainKing: Mengatasi Keterlambatan Berbicara pada Anak"

  1. Wah baru tau ada brain king ini mbak mo ku rekomendasikan ama kakakku ah anaknya juga agak lambat bicaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan, Mbak. Boleh hubungi saya lagi, ya :)

      Delete
  2. Mantap, BK adalah suatu ikhtiar yg mulia. nice share kakaa

    ReplyDelete
  3. Ke 3 anakku nggak ada yang mengalami kelambatan bicara, cuma yang tengah, sampe TK susah ngomong huruf R, alhamdulillah masuk SD bisa ngomong R .. hehe. Btw tks infonya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  4. Produk rekomendasi neh, nanti saya tularkannpada tetangga dan keluarga

    ReplyDelete
  5. Baru tau soal Brain King ini...
    Btw cerdik juga main sama bundanya dengan role play :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Terima kasih ya sudah mampir, Mbak

      Delete
  6. Saya jg pernah memberikan brainking ini utk anak sy.. Hasilnya blm terlihat, krn anak sy jd mudah emosi dan temperamental. Mau melanjutkan lg sy trauma dgn kondisi psikologis nya itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa kemungkinan, Mbak.
      Kemungkinan pertama, sedang dalam proses detoksifikasi di mana badannya merasa tidak enak. Karena saya pernah menonton testimoni yang anaknya mengalami hal itu dulu sebelum membaik.

      Kemungkinan kedua, mudah2an bukan itu, sih soalnya tidak enak. Tapi mudah2an bukan - yaitu produknya palsu. Tapi kalau belinya di tempat yang semestinya, in syaa Allah asli.

      Delete
    2. Say jg pernah berikan ini bu..anak saya jg cepat emosi tantrum. Jadi saya hentikan say beli 1 buah harganya yg sesuai pasaran pada umumnya..bukan yg murah atau separuh harga.. jd mau pakai takut kejadian lagi.

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^