BBM Langka? Siapa yang Panic Buying? - Tidak habis pikir dengan adanya seruan untuk tidak “panic buying” BBM. Yang panic buying siapa? Setahu saya, semua terman saya yang bercerita tentang antrean bensin selama berjam-jam itu karena memang benar-benar membutuhkan, bukan karena panik lantas penyen nyetok bensin! Yang benar-benar butuh, kendaraannya itu-itu saja kok. Sebagaimana anak saya ketika beli BBM, motornya hanya satu, itu-itu saja. Ini yang panik siapa? Kalau sampai panik, kenapa panik? Ada apa? Serius nanya!
Kata beberapa orang, memang ada yang menggunakan
jeriken membeli BBM tapi apakah banyaknya sama dengan banyaknya orang yang
memang antre BBM dengan kendaraannya dan hendak mengisi bahan bakar kendaraannya
saja? Berapa banyak sih orang yang menimbun BBM yang membuat seruan itu
berlaku untuk semua orang?
Perkiraan saya sih, sama seperti jumlah orang
super kaya di negeri ini yang menyebabkan angka pendapatan per kapita tinggi
tetapi hanya berlaku atas segelintir orang! SEGELINTIR ORANG SAJA! Lalu kepada
semua anggota masyarakat yang terdampak diserukan untuk tidak panic buying. Yang benar saja!
Antrean panjang parah BBM di SPBU berlangsung sejak sekitar 4 hari lalu
hingga hari ini. Dua hari yang lalu anak saya antre sekitar 3 jam. Entah apa
yang ada di dalam pikirannya sehingga dia memutuskan pergi ke pom bensin jam 12
malam padahal kan jam segitu tak menjamin antrean berkurang.
Buktinya, terjadi pada dirinya.
Pertamina klaim stok BBM aman ~ pengen bilang
PREEET. Kalau aman, tidak akan sekacau ini. Kalau aman mah, situasi
normal seperti sebelumnya yang kapan kita mau isi bensin, always available.
Orang-orang sampai meninggalkan kendaraan mereka di SPBU. Bahkan dibiarkan
menginap, untuk menunggu buka keesokan harinya atau beberapa jam setelahnya
setelah dinyatakan bensin habis atau SPBU tutup lalu antre ulang.
HALOOO … KALAU MEMANG STOK AMAN, kenapa antrean
mengular sejauh sekian kilometer selama berjam-jam seperti ini!
Apa yang sesungguhnya terjadi, dear pejabat berwenang?
Betulan nih stok
aman? Atau ada masalah teknis yang tidak dibuka? Atau masalah politis?
Payahnya,
situasi seperti ini rentan mengaduk-aduk emosi. Kemarin saya diperlihatkan
oleh anak saya, postingan Instagram seorang perempuan yang mengatakan
bahwa ada bapak-bapak yang hampir dipukul ketika antre bensin karena bapak itu menggunakan
motor listrik. Kenapa hampir dipukul? Toh bisa saja si bapak lupa atau
benar-benar tak tahu kalau motor yang dikendarainya murni menggunakan Listrik,
bukannya bensin.
![]() |
| Antrean SPBU Makassar. Sumber: rakyatsulsel.fajar.co.id |
Ada lagi yang bilang: “Kalau ada yang antre bensin dan hanya bayar sebelas ribu rupiah, kupukul orang itu!” Heh! Orang bayar hanya Rp11.000 itu kan karena hanya bawa uang cash segitu! Kenapa sampai mau dipukul?
Aneh kan?
Waspada saja, antre berjam-jam di tengah kondisi Kota
Makassar yang sedang kemarau bisa bikin orang emosi jiwa!
Masyarakat kota ini sedang dalam ujian yang tidak
main-main. Mati lampu masih bisa terjadi sewaktu-waktu setelah beberapa hari
yang lalu berlangsung setiap hari. Sudah begitu gas melon langka. Di beberapa
tempat, sulit air di masa kemarau panjang ini, ditambah lagi beberapa kasus kebakaran. Masih beruntung kita tidak
mengalami erupsi gunung berapi atau gempa bumi.
Buat saudara-saudara yang berada di wilayah erupsi dan
gempa bumi, turut prihatin ya. Semoga keadaan secepatnya membaik. Buat warga kotaku
tercinta, nikmati dulu sistem plat nomor ganjil-genap dalam pengisian BBM
setiap harinya saat ini. Semoga kita tidak kehilangan harapan situasi akan
membaik.
Makassar, 13
September 2026
Share :


0 Response to "BBM Langka? Siapa yang Panic Buying?"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^