My Journey to TOP 20 Link Women Indonesia

My Journey to TOP 20 Link Women Indonesia - perjalanan dengan beragam rasa  - Pernahkah kalian merasa bahwa hidup terkadang mempertemukan kita dengan hal-hal baru di saat yang paling tidak terduga? Bagi saya, perjalanan menuju Top 20 Link Women Indonesia adalah sebuah petualangan emosional yang mengajarkan satu hal penting: tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan harapan selalu ada di sela-sela ujian kehidupan.

Top 20 Link Women 2026

Hai pembaca blog mugniar.com, ini cerita perjalanan panjang yang bagiku rasanya campur aduk—ada rasa penasaran, lelah yang luar biasa, rasa tidak percaya diri, duka, hingga akhirnya berujung pada rasa haru yang hangat. Ini adalah ceritaku menuju Top 20 Link Women Indonesia Batch 2.

Bermula dari Rasa "Kepincut" yang Iseng

Semuanya berawal dari sebuah kebetulan yang manis. Hari itu, jempolku sedang asyik bergulir membaca pesan di sebuah grup WhatsApp sampai akhirnya saya menemukan sebuah informasi menarik. Karena penasaran, saya telusuri terus sampai ke akun Instagram BaKTI @infobakti.

Di sana, terpampang informasi mengenai sebuah program belajar AI. Dan tahu apa yang membuat mata saya langsung berbinar? Tak ada syarat usia! Seketika ada letupan semangat kecil di dadaku. Kebetulan, saya memang lagi penasaran-penasarannya dengan dunia AI. Tak pikir panjang lagi, saya langsung mendaftar.

Link Women adalah program kolaborasi antara UN Women, LinkedIn, dan Markoding yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan memberdayakan perempuan di Indonesia. Tujuan program ini adalah: menjembatani kesenjangan gender di dunia kerja; meningkatkan keterampilan digital dan kesiapan karier perempuan; dan membuka akses yang setara terhadap peluang kerja berkualitas.

LMS Skilvul: Ruang Bernapas di Sela Rasa Lelah

Perjalanan Link Women ini resmi dimulai pada bulan Mei 2026. Tapi, jujur saja, bulan itu bukanlah bulan yang mudah untukku. Suami tercinta harus masuk rumah sakit di awal Mei dan memulai masa pemulihan yang cukup panjang—bahkan hingga detik ini kami masih berjuang dalam proses pemulihan tersebut.

Menjadi seorang caregiver (pendamping) bagi orang sakit itu menguras emosi dan tenaga yang tidak sedikit. Di tengah rasa khawatir dan lelah yang terus membayangi, membuka modul belajar di platform LMS Skilvul justru menjadi ruang bernapas bagiku. Belajar hal baru yang menarik dan menantang ini menjadi semacam stress release – sebuah jeda sejenak di mana saya bisa fokus pada diri sendiri dan menuntaskan rasa penasaran.

Ada 3 kelas yang harus saya simak: Memulai Perjalanan: Mengapa Literasi AI Itu Penting (22 materi), Kesetaraan Gender: Perspektif & Praktik di Tempat Kerja (25 materi), dan Persiapan Karir: Membangun Perjalanan Karir dan Kehidupan (31 materi). Banyak tugas  dan mini project yang harus diselesaikan dan semuanya memicu adrenalinku. Ketika semua materi selesai kupelajari dan semua tugas kukirimkan, rasanya lega sekali. Dan begitu tahu saya lolos masuk Top 200 dari sekitar 3.000 peserta, rasanya bahagia luar biasa!

Sempat Ciut di Antara Anak-anak Muda

Namun demikian, kegembiraan itu segera disusul oleh rasa cemas yang perlahan merayap ketika tantangan menuju Top 20 dimulai. Di sekeliling saya, sebagian besar peserta lainnya masih sangat muda, bahkan banyak yang seusia dengan anak-anakku sendiri!

Ada suara kecil di dalam hati yang sempat berbisik ragu: “Bisa tidak ya saya bersaing dengan anak-anak muda yang otaknya masih encer itu? Mampukah saya yang sudah berumur kepala 5 ini mengembangkan potensi lagi? Bisakah saya menangkap ilmu baru yang bahkan belum lahir saat saya kuliah dulu?”

Dulu sekali, saat saya kuliah di Teknik Elektro, saya memang sempat belajar programming. Pengalaman singkat itu sudah cukup membuatku yakin kalau saya tidak mau menyentuh dunia coding lagi. Masih ingat dulu, bila menemui error, susahnya menelusuri di bagian mana error terjadi padahal semua langkah rasanya sudah tepat.

Menariknya, AI zaman sekarang justru menawarkan keajaiban baru: automasi tanpa perlu mengetik baris kode (no-coding). Tantangan ini rasanya terlalu manis untuk dilewatkan. Rasa penasaranku mengalahkan rasa khawatir. Saya pun memantapkan diri untuk terus maju. Inilah kesempatan untuk menantang kemauan dan kemampuan belajarku. Akan menjadi lompatan besar dalam portofolioku jika berhasil tembus Top 20!

Perjalanan Menuju Top 20 Link Women

Juli yang Menguji Batas Kemampuan diri

Lalu tibalah bulan Juli, puncak dari segala ujian fisik dan emosional dalam hidupku. Di satu sisi, kesehatan ibu mertua yang tinggal bersama kami menurun drastis. Di sisi lain, saya harus menyelesaikan final project.

Bayangkan saja, saya harus membagi pikiran dan raga: merawat ibu mertua yang sakit Bersama suami sekaligus mendampingi suami yang masih dalam masa pemulihan, juga harus memeras otak di depan laptop demi menyelesaikan proyek akhir. Rasanya tubuh ini seperti dipaksa berjalan dengan sisa-sisa energi terakhir.

Dengan tekad bulat dan keyakinan, saya berusaha menyelesaikan proyek itu secepat mungkin. Saya bahkan memulai mengerjakan tugas sebelum diinstruksikan oleh mentor. Bagaimana bisa? Melalui materi yang ada di LMS, di dalamnya ada Gambaran tugas akhir seperti apa yang harus diselesaikan. Saya memilih fokus lalu mencoba mengerjakan. Jika pun misalnya tugasnya ternyata bukan itu, toh saya sudah belajar banyak jadi bisa secepatnya mengubah fokus. Alhamdulillah, tanggal 19 Juli siang menjelang sore, saya berhasil mengirimkan final project tersebut – enam hari lebih awal dari tenggat waktu tanggal 25 Juli!

Ternyata, itu adalah cara Allah menyelamatkan draf kerjaku. Hanya berselang beberapa jam setelah saya mengumpulkan tugas, tepatnya tanggal 19 Juli pukul 7 malam, ibu mertua harus dilarikan ke IGD rumah sakit. Pukul 2.30 dini hari baru ibu mertua masuk kamar dengan dikawal oleh suami, saya, dan ketiga anak kami. Suami dan anak  bungsu menginap di rumah sakit, saya dan kedua anak lainnya pulang ke rumah. Kami baru tiba di rumah pukul setengah empat dini hari, tanggal 20 Juli.

Kesehatan ibu mertua ternyata perlahan makin memburuk. Saya harus bolak-balik rumah-rumah sakit untuk mengurus berbagai hal, seperti memasakkan suami yang tidak boleh lagi makan sembarang dan mencucikan pakaian kotor ibu mertua.

Dua hari kemudian, pada tanggal 22 Juli, ibu mertua mengembuskan napas terakhirnya. Kami semua diselimuti duka mendalam. Qadarullah, kondisi fisikku kelelahan dan drop parah sepulang dari pemakaman ibu mertua di kampung beliau di Kabupaten Pinrang.

Online meeting Link Women 2026

Pelukan Hangat di Tanggal 6 Agustus

Hari-hari setelah kepergian ibu mertua terasa begitu sunyi dan melelahkan. Stamina tubuhku benar-benar berada di titik terendah. Sampai saat ini pun stamina belum benar-benar kembali fit. Hingga akhirnya, tanggal 6 Agustus tiba. Ketika saya melihat pengumuman bahwa namaku masuk sebagai salah satu peserta TOP 20 Link Women Batch 2, air mataku menitik. Rasanya luar biasa haru.

Kabar baik itu bukan sekadar pencapaian di atas kertas tapi terasa seperti sebuah pelukan hangat yang menepuk pundakku perlahan, membisikkan kata: "Masya Allah ... Kamu sudah berjuang dengan sangat baik." Kabar tersebut benar-benar menjadi pelipur lara yang mendongkrak kembali semangat dan staminaku yang sempat merosot.

Perjalanan ini memang penuh warna dan rasa. Ada cemas, duka yang mendalam, lelah yang mendera, tapi di atas semuanya, ada rasa syukur yang tak terhingga kepada Sang Pencipta. Dari perjalanan ini saya belajar, bahwa aktivitas belajar itu sejatinya tak berbatas usia, dan kekuatan terbaik kita sering kali justru muncul di saat kita sedang diuji dengan sangat hebat.

Makassar, 22 Agustus 2026


Terima kasih yang tak terhingga buat Tim Link Women - terkhusus Kak Michele dan Kak Alifa, segenap mentor - terkhusus buat Kak Shella, Kak Mazi, Kak Anda (Gahayu H), juga tentunya buat Markoding, dan UN Women Indonesia atas kesempatan belajar yang luar biasa.



Share :

0 Response to "My Journey to TOP 20 Link Women Indonesia"

Post a Comment

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^