Review Film Tunggu Aku Sukses Nanti – Apa hanya di Indonesia ya, setiap momen bertemu keluarga besar menjadi tekanan tak menyenangkan pada sebagian orang? Seperti Arga yang diperankan oleh Ardit Erwandha misalnya, setiap momen lebaran sekaligus merupakan momen penuh tekanan baginya ketika bersua keluarga besar, terutama Tante Yuli yang diperankan oleh Sarah Sechan.
Itu Siksaan, Bukan
Perhatian!
Tante Yuli ini mewakili tante-tante yang sok penuh perhatian tetapi mulutnya bak belati.
Kenapa belum kerja? Cari kerja dong! Kamu harus begini/begitu, jangan jadi beban, kasihan orang tuamu. Lihat si anu dan si anu sudah jadi anu di anu, pacarmu itu cocoknya dengan manajer, bukan dengan orang yang belum punya pekerjaan, daaan lain sebagainya.
Bukan hanya saat bertemu muka saja Tante Yuli
menghujaninya dengan todongan kata-kata yang meledak bak senjata api di dalam
dadanya. Tante Yuli juga kerap menerornya melalui WhatsApp dan telepon, sampai-sampai
Arga menghapus semua isi pesan WA tantenya itu padahal belum membacanya dan
mendengar voice note-nya sama sekali saking gerahnya.
Bukan hanya itu, keluarga Arga tak seberuntung
saudara-saudara ayahnya. Keadaan ekonomi keluarganya makin memburuk. Puncaknya
ketika ayahnya di-PHK sementara adiknya harus bayar SPP. Arga semakin dituntut
untuk membebaskan keluarganya dari keterpurukan mengingat posisinya sebagai
anak sulung yang sudah sarjana tetapi belum bekerja.
Tekanan demi tekanan yang dirasakannya membuatnya
sering berada dalam kondisi “nyaris meledak”, bahkan meledak. Luapan emosinya
menimbulkan reaksi-reaksi yang kemudian harus diatasi oleh Arga efeknya.
Menonton film ini, saya ikut terbawa pada perang batin
yang dirasakan oleh Arga melalui akting Ardit Erwandha. Saya sepertinya memahami
mengapa Arga tidak terbuka kepada keluarganya sejak awal mengenai gejolak
perasaannya. Alasannya adalah EGO kelaki-lakiannya ditantang dengan tuntutan
dari keluarga besarnya.
Bukan hanya membantu ekonomi keluarga dengan cara membantu orang tuanya supaya bisa tetap menjalankan usahanya, juga membantu adiknya bisa lulus kuliah – Argas juga harus menenangkan neneknya dari tuntutan untuk menjual rumah warisan dari saudara-saudara ayahnya.
Jangan cabut akar tua dari rumahnya, bisa mati dia! ~ kalimat ini diucapkan nenek Arga yang diperankan oleh Niniek L.Karim dengan setengah berteriak.
Akting Ardit Erwandha
yang Memukau
Saya memuji akting Ardit Erwandha. Setahu saya dia
merupakan seorang stand up comedian, rupanya dia bisa memerankan tokoh
Arga yang dalam dirinya penuh gejolak emosi sebaik ini! Tampak tenang dari luar
padahal bagai menyimpan api dalam sekam di dalam dirinya. Hanya kamar tidur,
kereta, dan dua sahabatnya yang menjadi saksi seperti apa roller coaster emosi
dalam dirinya. Roller coaster emosi itu mempermainkannya antara EGO, TANGGUNG JAWAB, dan kehausan akan VALIDASI
dari keluarga besarnya.
Arga tak sadar telah menjebak dirinya sendiri dalam
tantangan mengumpulkan closing demi closing property mewah di kantor tempatnya bekerja. Arga lupa bahwa sejatinya
keluarga adalah tempatnya pulang, bukan sekadar fisik namun juga secara psikis.
Dia lupa kalau orang tuanya justru tak pernah menuntut apa-apa darinya.
Telinganya seolah pekak dengan celotehan-celotehan dari keluarga besarnya,
khususnya Tante Yuli.
Hingga akhirnya beberapa peristiwa tak terduga terjadi
dan Arga sampai pada titik klimaks yang membawanya kepada jalan kembali kepada
dirinya, juga kembali kepada kehangatan keluarganya.
Rekomendasi Film
Lebaran Tahun 2026
Suka sekali saya dengan film ini! Bukan hanya karena
akting yang memukau dari para pemainnya. Ariyo Wahab, Lulu Tobing, Adzana Ashel,
bahkan Afghan, dan semuanya … mereka berakting dengan sangat baik. Jalan
ceritanya seolah nyata, alurnya begitu wajar dan logis, pun rasanya relate dengan
banyak orang yang saya tahu.
Saya baca di sebuah postingan Instagram yang
mempromosikan film ini, katanya bahkan karakter dari sepupu-sepupu Arga diriset
dan diobservasi dengan seksama. Pantas saja!
Komedi
segar yang
tersebar menjadi salah satu daya tarik kuat film Tunggu Aku Sukses Nanti ini.
Ada Yono Bakri, Soleh Solihun, dan Arie
Kriting muncul dengan humor yang natural, tidak dibuat-buat. Tentu saja
keberadaan Ardit juga penting di sini dengan
latar belakangnya sebagai komika.
Pesan Film Tunggu Aku Sukses
Nanti
Selain menyampaikan tentang dampak
dari mengejar validasi yang membabi-buta, dampak negatif terlalu cerewet pada anggota keluarga lain, pesan penting lainnya dalam film ini adalah:
Jangan Merasa Sendiri
dan Egois
Jangan merasa sendiri dalam berjuang dan menyimpan
tekanan yang dirasakan. Ada saatnya kita perlu berbagi dengan orang yang tepat,
misalnya keluarga atau sahabat. Jangan egois juga dalam menilai diri kita hanya
berjuang sendiri dan melupakan dukungan keluarga dan sahabat. Jangan menutup mata
akan adanya orang-orang yang suportif walau mereka berjarak.
Ungkapkan Jika Perlu
Ada saat-saat Arga tak tahan dan mengungkapkan
kemarahan kepada keluarga besarnya. Dia protes pada perlakuan dan kata-kata
keluarga besarnya kepada dirinya dan orang tuanya. Selama ini kedua orang
tuanya tak pernah protes bahkan marah hingga Arga yang akhirnya melakukannya.
Di sini terlihat bahwa ketika perasaan yang terpendam itu diungkapkan dan pesan
tersebut diterima oleh keluarganya, ternyata mereka mampu kok untuk
mengubah perlakuan dan kata-kata. Justru kalau diam saja, orang-orang malah
mengira tak ada masalah sama sekali dengan perbuatan dan perkataan mereka.
Mengubah Perspektif
Bisa jadi solusi dari masalah besar yang kita rasakan
hanyalah: MENGUBAH PERSPEKTIF. Kita hanya perlu menggeser sudut pandang, jangan
stuck di angle yang sama terus-menerus. Ketika perspektif
berubah, kata-kata dan perlakuan yang sama ternyata efeknya berbeda. Alih-alih
ingin marah dan meledak, kita malah tertawa ringan tanpa beban sama sekali.
Demikian review film Tunggu Aku Sukses Nanti, Gaes.
Pokoknya highly recommended deh film
ini!
Makassar, 23 Maret
2026
Share :


0 Response to "Review Film Tunggu Aku Sukses Nanti"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^