Ringkasan Webinar KBGO: Kondisi, Ancaman, dan Lomba Menulis - Tanggal 8 Maret lalu saya menjadi salah satu saksi dari tempat berlangsung webinar Write to Build Solidarity: Stop KBGO, Start the Change di Rumata’ Artspace, Makassar. Dari sini disiarkan webinar yang menghadirkan 3 narasumber yang kompeten di bidang masing-masing.
Ketiga
narasumber tersebut Adalah Sitti Aisyah – Case Worker UPTD PPA Kota
Makassar, Lusia Palulungan – Direktur Rumah Mama Sulsel, dan Daeng Ipul – Kepala
Divisi Kemanan Digital SAFEnet. Dipandu oleh moderator Luna Vidya, ketiga
narasumber memaparkan materinya, disaksikan oleh para wakil kolaborator
penyelenggara secara langsung di Rumata’ dan sekitar 70 peserta melalui Zoom meeting.
Berikut ini ringkasan dari materi para narasumber:
Kekerasan
Berbasis Gender Online (KBGO) adalah segala bentuk kekerasan berbasis
gender yang difasilitasi oleh teknologi digital dengan niat melecehkan korban
berdasarkan gender atau seksualitasnya. Saat ini, ancaman KBGO semakin nyata
dengan peningkatan laporan kasus sebesar 25,23% pada tahun 2025, di mana
kelompok perempuan, remaja putri, dan anak-anak menjadi kelompok yang paling
rentan.
Ancaman KBGO
Beberapa
bentuk ancaman KBGO yang sering terjadi meliputi:
- Penyebaran
Konten Intim Tanpa Izin (NCII - Non-Consensual Intimate Imagery
/ NCDII - Non-Consensual Distribution of Intimate Images): penyebaran
foto atau video intim untuk mengintimidasi korban.
- Pemerasan seksual daring (sextortion): penggunaan konten intim sebagai alat peras.
- Manipulasi digital: seperti morphing (mengubah gambar wajah korban ke konten pornografi) dan penggunaan deepfake.
- Pelanggaran privasi: meliputi doxing (penyebaran data pribadi), cyber stalking (menguntit), dan peretasan akun.
Pemerintah
Indonesia telah menyediakan payung hukum melalui UU TPKS (Nomor 12 Tahun 2022) yang
secara khusus mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) dengan
ancaman pidana penjara dan denda. Selain itu, terdapat lembaga layanan seperti UPTD
PPA yang berfungsi memberikan perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan
psikologis bagi korban.
Rekomendasi Menghadapi Ancaman KBGO
Untuk
menghadapi ancaman ini, diperlukan langkah-langkah preventif dan responsif yang
melibatkan sisi teknis, perilaku, dan hukum:
1. Perkuat Keamanan Digital (Langkah Preventif Teknis)
- Aktifkan 2FA (two-factor authentication): gunakan aplikasi autentikator untuk melindungi akun dari pengambilalihan.
- Kelola kata sandi: gunakan kombinasi unik untuk setiap akun dan manfaatkan password manager
- Praktikkan kebersihan digital: pisahkan email untuk berbagai keperluan, jangan oversharing (seperti mengekspos lokasi real-time atau data pribadi), dan gunakan fitur Secure Folder untuk data sensitif.
- Kontrol privasi media sosial: atur profil ke mode privat, kurasi daftar teman, dan gunakan fitur filter komentar untuk menghindari konten ofensif.
2. Tingkatkan Kesadaran dan Literasi (Langkah Preventif Perilaku)
- Pahami konsen digital: berhati-hatilah saat berbagi konten intim, karena sekali terkirim, Anda kehilangan kendali atas data tersebut.
- Kenali manipulasi psikologis: jangan sembarangan mengeklik tautan asing (phishing) dan jangan percaya 100% pada orang di internet.
- Bangun solidaritas: ikuti kegiatan edukasi seperti webinar atau lomba menulis untuk memperkuat narasi kolektif melawan KBGO dan mengurangi ketimpangan literasi digital.
3. Tindakan Jika Menjadi Korban (Langkah Responsif)
- Dokumentasikan segalanya: segera ambil tangkapan layar (screenshot) sebagai bukti, termasuk URL dan nama pengguna pelaku.
- Putus kontak: blokir pelaku segera dan jangan mencoba berdebat dengannya.
- Gunakan fitur pelaporan: laporkan konten atau akun pelaku ke platform media sosial yang digunakan.
- Cari bantuan profesional: hubungi lembaga bantuan seperti SAFEnet (aduan.safenet.or.id) atau UPTD PPA di kota Anda melalui call center atau layanan pengaduan online untuk mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis.
Lomba Menulis
Kegiatan
webinar tersebut bertema Write to Build Solidarity: Stop KBGO, Start the
Change!” Diselenggarakan oleh Jaringan Gender Indonesia berkolaborasi dengan
Program Studi Jender dan Pembangunan Universitas Hasanuddin, Komunitas Blogger
Anging Mammiri, Kumpulan Emak Blogger, Yayasan Melatis, Kohati Badko Sulsel dan
Pelakita.ID.
Webinar
ini dirangkaikan dengan lomba menulis. Uniknya lomba ini, platform yang
digunakan bebas, tidak terbatas hanya pada blog. Peserta lomba bisa menggunakan
media sosial apa saja. Semua peserta harus menyertakan file naskah lengkap yang
ditulis di media online/blog atau story lain dari postingan media
sosialnya.
Pada
awalnya peserta webinar menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi peserta
namun di tengah waktu pelaksanaan, ada perubahan. Sekarang, siapapun bisa jadi
peserta asalkan menonton rekaman webinar yang bisa diakses via YouTube Fajar
Online.
Berikut
link-link penting yang bisa diakses terkait rekaman webinar dan lomba
menulis:
- Rekaman webinar di YouTube: https://www.youtube.com/live/F-HN3i6xdow atau cari di kanal YouTube @Fajar National Network dengan judul Bersinergi dalam Rangka International Women's Day.
- Akun Instagram Jaringan Gender Indonesia (JGI): https://www.instagram.com/p/DVsnZtNk0Lc/?img_index=1
- Info lengkap lomba ada di bio IG JGI, kami sertakan link-nya: https://taplink.cc/jgi (bisa mendapatkan materi narasumber di link ini).
Yuk,
masih
bisa ikut lombanya. Deadline tanggal 18 Maret. Ditunggu ya, karya
terbaik teman-teman.
Makassar, 15 Maret 2026
Share :


0 Response to "Ringkasan Webinar KBGO: Kondisi, Ancaman, dan Lomba Menulis"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^