Kopdar Akhir Tahun IIDN Makassar: Penuh Ujian dan Banjir Hadiah

Sudah lama tak bertemu teman-teman komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis. Makanya saat Abby mengajak dan mengatakan Edotel (Education Hotel) SMKN 6 bersedia mensponsori tempat, saya langsung mengiyakan. Kami pun mendapatkan beberapa sponsor lagi untuk pertemuan bertajuk Ngeblog di Hari Ibu yang akan diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 2018.

Hari yang Penuh Ujian


Qadarullah, situasi dan kondisi menjelang waktu pertemuan kami sangat tidak mendukung. Di mana-mana jalanan luar biasa macet bahkan ke arah Maros dan di Sungguminasa pun macet. Bukan hanya di ruas-ruas jalan protokol atau jalanan lebar, bahkan dari lorong (gang) rumah saya saja sudah macet termasuk di jalan-jalan tikus menuju ke lokasi acara kami.

Jarak yang hanya 3,2 kilo meter dari rumah saya ditempuh dalam jangka waktu hampir 2 jam. “Mendingan jalan kaki,” kata orang-orang. Haha iya, mendingan jalan kaki kalau tidak hujan dan tidak ada barang yang dibawa. Saya terpaksa naik ojek mobil online karena 2 situasi dan kondisi itu: hujan dan barang yang dibawa cukup banyak.

Untungnya waktu saya memesan ojol (ojek online), tarifnya masih normal jadi keuangan saya di hari itu tak terganggu. Biasanya di jam-jam macet, tarif ojol naik hingga 4 kali lipat, bahkan bisa lebih. Yang kasihan driver-nya, mana perutnya keroncongan karena belum makan, belum shalat zuhur, dan anaknya sedang sakit pula.

Barang-barang yang saya bawa, dari Aminah Akil Silk,
Sengkang (Kak Ida Sulawati).

Hei ini kenapa jadi bahas ojol, ya hahaha. Lanjuuut. Jadi, singkat cerita saya pun tiba dengan selamat sentosa di Edotel – hotel tempat praktik siswa-siswi SMKN 6 Makassar. Saya langsung menuju pintu yang saya duga sebagai ruang pertemuan. Di sana sudah ada Abby.

Satu per satu teman-teman bermunculan. Mereka sama seperti saya, harus penuh perjuangan untuk sampai ke lokasi. Sebagian kawan yang berencana hadir terpaksa membatalkan karena situasi dan kondisi mereka memang sangat tak memungkinkan. Ina dan Chiko dari Sophie Paris ETC Makassar  

Barang-barang yang saya bawa – kain-kain dari Aminah Akil Silk (Kak Ida Sulawati) sudah saya letakkan di atas meja. Sembari menunggu teman-teman lain yang bersedia hadir dan sementara berjuang menuju lokasi, Ina dan Chiko memperagakan kepada kami pemakaian peralatan make up Sophie Paris. Ada yang belajar memakai maskara, membentuk alis, cushion powder, dan tata cara pemakaian bedak dengan menggunakan kuas. Sayangnya, Ina dan Chiko tak bersama kami, mereka sudah harus balik ke kantor cabang Sophie Paris di jalan Veteran Utara, daerah Lariang Bangi.

Sebagian dari display produk Sophie Paris di
Kopdar IIDN Makassar.


Kami berpindah ke agenda utama. Walaupun tidak bisa sepenuhnya “Ngeblog on the Spot”, kami saling sharing tentang kegiatan ngeblog:

Buang Rasa Tak Percaya Diri


Saya membaca dengan cepat tulisan Misrawaty. Ibu satu ini mengaku malu upload link blognya. “Puisi ji, Kak … Tulisan tidak penting ji, Kak,” ucapnya. Padahal menurut saya tulisannya bagus. Saya tak melihat “kekakuan” yang dikatakannya. Tulisannya sudah mengalir.

Hal tidak penting yang dikatakannya, justru menurut saya bisa menjadi bacaan menarik bagi banyak orang karena seperti yang saya alami sendiri, saya senang membaca tulisan ringan yang berasal dari kehidupan pribadi yang di-share teman-teman blogger karena sering kali saya justru mendapatkan pencerahan atau hiburan dari tulisan-tulisan ringan itu.

Satu lagi, puisinya juga bagus-bagus. Tidak banyak kan orang yang bisa membuat puisi. Saya selalu mengagumi kemampuan teman-teman yang jago bikin puisi jadi menurut saya Ibu Misra ini keren. Masalah terbesar ibu ini hanyalah rasa tidak percaya diri. Itu saja. 😊

Foto: A. Bunga.

Beberapa Masalah Teknis Terpecahkan


Awalnya saya berpikir belajar benar-benar bisa secara online karena seperti itulah yang saya terapkan selama ini. Kalau tidak diingatkan oleh Andi Bunga Tongeng, saya mungkin tidak bisa menerima alasan kalau belajar murni secara online itu tak bisa.

Bunga beberapa kali mengatakan, “Ada memang-memang orang-orang yang harus ketemu pi baru bisa belajar.” Lalu beberapa pertemuan menunjukkan kenyataan itu kepada saya. Akhirnya saya pun bersedia sesekali kami ketemuan dan membahas hal-hal teknis mendasar dalam dunia blogging.

Dari pertemuan ini pulalah muncul ide bahwa kami in syaa Allah akan sering-sering membuat pertemuan Ngeblog on the Spot agar makin banyak lagi ibu di Makassar yang bisa ngeblog. Pasti akan bahagia rasanya jikalau makin banyak ibu yang bisa mengungkapkan isi hati dan pikirannya dengan lebih baik melalui blog.

Teman-teman sempat belajar make up mata bersama Ina dari Sophie Paris

Mengapa Ngeblog Penting Bagi Ibu Rumah Tangga


Salah satu yang saya pikir mengapa kegiatan ngeblog bagus dilakukan oleh ibu rumah tangga adalah agar si ibu bisa belajar mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan cara baik. Dengan demikian si ibu juga bisa mengajarkan anaknya mengemukakan pendapatnya dengan cara yang baik pula.

Berdasarkan pengalaman saya pula, kegiatan ngeblog mendorong saya belajar banyak hal. Yang paling utama adalah bisa lebih terstruktur dalam berkomunikasi baik melalui tulisan maupun lisan. Di samping itu juga bisa membuka wawasan mengenai banyak hal karena mau tidak mau, blogger harus banyak membaca dan update pengetahuan.

Selain itu, masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh apalagi jika bergabung dan aktif dalam banyak komunitas. Apa saja manfaatnya bisa dibaca di tulisan-tulisan ini: Ngeblog, Me Time yang Bukan Sekadar Refreshing, Berbagi Hal Positif tentang Blogging di PPG SM-3T UNM, 16 Alasan Kenapa Saya Jadi Blogger, dan Perempuan dan Blog.


Akhir kata, terima kasih kepada semua yang sudah menyempatkan hadir dan kepada semua sponsor Kopdar akhir tahun:
  • Edotel, SMKN 6 Makassar (terkhusus kepada Bapak Drs. Amar Bakti).
  • Aminah Akil Silk (terkhusus kepada Kak Ida Sulawati).
  • Sophie Paris ETC Makassar (terkhusus kepada Ina dan Chiko yang sudah rela menembus kemacetan).
  • Nunu Amir (untuk buku Membuat Blog dengan 3 Platform-nya yang sedang dalam perjalanan menuju Makassar).
  • Kamummu (terkhusus kepada Andi Bunga Tongeng).
  • Abby Onety Collection (terkhusus kepada my dearest Abby Onety).


Semoga pertemuan kali ini bermanfaat dan mendatangkan berkah bagi semua yang hadir. Semoga kita semua semakin konsisten menulis, semoga bisa segera menyelenggarakan pertemuan berikutnya, dan semoga di pertemuan berikut lebih banyak yang hadir.

Makassar, 27 Desember 2018


Share :

7 Komentar di "Kopdar Akhir Tahun IIDN Makassar: Penuh Ujian dan Banjir Hadiah"

  1. Ibu-ibu hebat masih mau melanjutkan menulis blognya. Terus sharing ya ibu-ibu biar bisa saling berbagi penglaman

    ReplyDelete
  2. Waaahh salut deh pada ibu-ibu :)

    ReplyDelete
  3. Bunda semuanya saja , kalian hebat. Saya salut deh

    ReplyDelete
  4. Benar sekali bunda buang rasa tidak percaya diri, karena itu akan menghambat jalan kita Bunda. Tetap semangat Bunda

    ReplyDelete
  5. Hebat deh bunda-bunda disini. Terus berkarya bunda :)

    ReplyDelete
  6. Berharap diawal tahun nanti kita bisa kopdar lagi yang lebih fun dan lebih berkualitas baik waktu, tempat, maupun outputx.

    ReplyDelete
  7. hari ini.. baru benar2 kuluangkan waktu u.BW. Setelah kopdar yg kemarin itu sy smakin di semangatkan oleh semua anggota grup... makasih semua kakak2 senior... :)

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^