Istirahat, Tidur, dan Mimpi

Sepuluh hari saya vakum ngeblog, aktivitas yang sebenarnya amat saya sukai. Ada beberapa hal yang terjadi yang amat menguras energi saya sehingga saya tak bisa duduk berlama-lama depan laptop untuk menulis, update blog, dan blog walking. Ditambah dengan koneksi internet yang lambatnya minta ampun maka kloplah peristirahatan saya. Padahal virus-virus sudah dienyahkan. Entah apa yang terjadi. Mungkin juga masih ada virus yang bersembunyi entah di mana di dalam ruang hardisk dan memory yang teramat luas.


Ibarat rutinitas keseharian, saya tidur cukup panjang. Saat terbangun seperti saat ini, saya ingin segera menyapa teman-teman dan berterimakasih kepada yang sudah BW dan meninggalkan komentarnya. Mudah-mudahan bisa saya usahakan berkunjung balik ke blog teman-teman.

Bicara tentang tidur dan mimpi. Ada hal menarik nih yang saya baca dari buku Titik Ba, karya Ahmad Thoha Faz[i]:

Tidur dianggap berharga apabila mampu memulihkan kondisi fisik dan psikis untuk kembali beraktivitas. Tidur memulihkan, meremajakan, dan memberi energi bagi tubuh dan otak.



Sumber: http://parchmentplace.wordpress.com


Mimpi merupakan “fenomena kesadaran” yang didapat saat kita tidur. Freud dalam bukunya tentang penafsiran mimpi mengatakan bahwa mimpi merupakan ekspresi keraksadaran ketika tatkala pintu-pintu kesadaran tidak dapat menyalurkannya. Mimpi merupakan mekanisme kejiwaan seseorang yang merupakan katup untuk mengutarakan pengalaman terpendam atau tidak dimengertinya. Mimpi membuat penyalurann lain tanpa harus bangun sehingga tidur kita dapat dipertahankan.

Mimpi mendapat porsi cukup besar dalam pengalaman religius Islam dan agama serumpun. Selama 6 bulan sebelum turunnya wahyu pertama, Nabi selalu bermimpi dan selalu terbukti kebenarannya. Kisah-kisah al-Qur’an tidak sedikit yang mengaitkan mimpi dengan peristiwa-peristiwa besar. Di antaranya: percobaan penyembelihan Isma’il (QS. 37: 102-103), kemuliaan Yusuf di antara anak-anak Ya’qub, kehancuran Fir’aun, dan penaklukkan Mekkah (QS. 48: 27).

Menurut Nabi, mimpi dibagi dua: al ru’ya yang datangnya dari Allah dan al-hilm yang dari setan. Mimpi yang baik dialami orang saleh adalah satu dari 46 tanda kenabian. Penemuan lokasi dan penggalian kembali mata air Zamzam misalnya, juga diawali oleh mimpi – 3 kali ar-ru’ya yang dialami Abdul Muththalib.

Dalam buku ini dibahas mengenai mimpi sebagai medium pembangkitan kilasan pemecahan. Ketika menghadapi jalan buntu dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, kita sebaiknya mengistirahatkan pikiran (disebut “proses inkubasi”). Proses kemudian dialihkan ke alam bawah sadar. Saat ini – ketika otak rasional mengalami kebuntuan maka otak intuitif mencari jalan. Pada tahap itulah tidur sebagai medium pemunculan mimpi dapat mengambil peran menentukan. Bila masa inkubasi berakhir dengan baik, kita bisa saja mendapat semacam ilham (insight solution).

Inilah contoh beberapa orang lainnya yang mendapatkan solusi melalui mimpi:

  • Ibnu Sina dan Maria Agnesi suka memanfaatkan tidur untuk membantu mendapatkan pemecahan masalah yang pelik.
  • Rene Des Cartes memperoleh ilham cogito ergo sum melalui mimpinya.
  • Niels Bohr menemukan model atom.
  • Mendeleyev menemukan penyusunan hukum periodik unsur-unsur.
  • Friedrich Kekule merumuskan struktur siklis benzena, sebuah konsep penting dalam kimia organik.
  • Melalui mimpi Abdullah bin Zaid al-Anshari dan ‘Umar bin al-Khaththab dipilih azan sebagai tanda masuk waktu shalat.
  • Melalui K. H. Ridwan Abdullah ditetapkan lambang NU.

Saya sendiri pernah mengalami mimpi yang baik dan buruk. Mimpi yang baik pernah menunjukkan kepada saya seseorang yang pernah melakukan tindakan-tindakan tak baik kepada kami sekeluarga. Bukan hanya satu kali, mimpi itu terjadi berkali-kali. Mimpi yang buruk pun pernah. Benar-benar mengerikan. Na’udzu billah. Ini memberi peringatan kepada saya untuk tak lalai berdo’a sebelum tidur.

Ada hadits-hadits yang berkenaan dengan mimpi yang patut kita perhatikan[ii]:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka seakan-akan ia benar-benar melihat aku pada waktu terjaga, karena setan tak dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. Bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila ada seseorang di antara kamu bermimpi dan impian itu disukainya maka sesungguhnya impian itu dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu hendaknya ia memuji kepada Allah dan menceritakannya kepada orang lain.”
Dalam riwayat lain dikatakan:
“Janganlah ia menceritakan impian itu kepada orang-orang yang disukainya.” Dan apabila ia bermimpi yang tidak disukainya maka sesungguhnya impian itu datangnya dari setan, maka hendaklah ia berlindung diri dari kejelekan impiannya. Dan janganlah ia menceritakan impiannya itu kepada siapa pun karena impian itu tidak akan membahayakan dirinya. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Qatadah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Impian yang baik-baik dari Allah, dan impian yang buruk itu dari setan. Oleh karena itu barang siapa yang bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia meniupkan sebelah kiri tiga kali, dan hendaklah ia berlindung diri dari setan (membaca ta’awwudz – yaitu A’UUDZU BILLAHI MINASYSYAITHAANIR RAJIIM); sesungguhnya impian itu tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimana dengan Anda? Punya pengalaman dengan istirahat, tidur, dan mimpi? J

Makassar, 30 Oktober 2012


Oya, ikutan giveaway ‘Coz Friendship Never Ends’-nya jeng Santi Artanti yuk. Batas waktunya sampai besok. Cek di http://dreamyhollic.blogspot.com. Hadiahnya; 3 buah buku keren karya jeng Santi yang berjudul Friendship Never Ends.


Silakan dibaca juga:






[i] Ahmad Thoha Faz, “Titik Ba – Paradigma Revolusioner dalam Kehidupan dan Pembelajaran”, Mizan, 2007.
[ii] Imam Nawawi, “Terjemah Riyadus Shalihin” Jilid 2, Pustaka Amani Jakarta, 1996.


Share :

19 Komentar di "Istirahat, Tidur, dan Mimpi"

  1. nah karena alasan tidur jadi beberapa hari gak bisa onlie mbak :)

    ReplyDelete
  2. kalau aku seminggu belakang ini malah hunting buku2 jadul mba,melelahkan tp seru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru itu hunting buku. Mo bku baru, buku jadul, sama serunya. Bagi2 ke saya dong :)

      Delete
  3. Mimpi... pernah juga sih mimpi buruk, tapi ga sampai mengganggu pikiran.

    ReplyDelete
  4. mimpi itu indah mbak kalo mimpinya baik, hehe

    kalo mimpi buruk bisa bisa bangun tidur nangis atau malah malah merinding karena mimpi ketemu hantu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong... mimpi baik is a beautiful dream :)

      Delete
  5. Ini diikutkan dalam giveawaynya.Semoga bisa menang sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh bukan yang ini ikut GA. Tulisan terakhir itu hanya pengingat saja, membantu kawan yang lagi menyelenggarakan GA. Tulisan saya yang ikut GA itu judulnya "Saudariku Sahabatku". Terimakasih yaa

      Delete
  6. istirahat, tidur, dan mimpi lalu kemudian bangun dan mulailah bersemangat kejar impian dan harapan :)

    ReplyDelete
  7. buatku mimpi juga sangat berarti
    khususnya mimpi basah
    hahaha pisss

    ReplyDelete
  8. padahal cuma sepuluh hari k, saya biasa berbulan-bulan..faktor M*malas*
    Bagaimana caranya biar bisa konsisten nulis kayak kita di'?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat saya, menulis itu refreshing Ismi. Sementara sehari2nya saya butuh refreshing berkali2. Bisa stres saya kalo ndak menulis. Kadang2 ada jenuhnya juga tapi sebenarnya dalam kejenuhan itu teringat terus. Jadi ya mesti balik nulis lagi. Selain itu juga, banyak hal yang mau sy dokumentasikan dengan menulis :)

      Delete
    2. k, ada akun FB atau twitterta'? siapa tau bisa kontak2, mau belajar dan tanya2 tentang menulis ^^

      Delete
  9. kl mimpi buruk kadang begitu bangun juga bikin kita cape hati..

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^