Tampilkan postingan dengan label Srikandi Blogger 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Srikandi Blogger 2014. Tampilkan semua postingan

Behind the Scene: Memenuhi Tantangan Srikandi Blogger 2014

Saya mencoba tantangan pemilihan Srikandi Blogger dengan perasaan agak minder. Di Kumpulan Emak Blogger, banyak sekali perempuan blogger yang cerdas dan blognya keren. Tapi akhirnya saya memberanikan diri juga untuk mengirim resume diri dan blog saya.

Resume itu saya abadikan dalam sebuah postingan di blog ini dengan judul Mengapa Saya Ikut Pemilihan Srikandi Blogger. Alhamdulillah dari lebih 100 pendaftar, setelah tulisan itu dan blog saya dinilai oleh dewan juri, saya dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 50 Finalis Srikandi Blogger 2014.

Mengetahui nama-nama yang lolos, mulai keder lagi. Bagaimana tidak, mereka blogger-blogger keren. Tapi sudah kepalang basah, ya mandi sekalian. Tahapan berikutnya harus dihadapi.

Kali ini ada dua tantangan lagi, yaitu mengkampanyekan diri di grup dan mengirimkan tulisan bertopik “Perempuan dan Internet” via e-mail. Panitia mengatur jadwal kampanye masing-masing finalis dan menetapkan tanggal, kapan tulisan yang dikirim via e-mail itu harus dipublikaskan serentak di blog masing-masing finalis.
Baca selengkapnya

Terimakasih … Terimakasih … Terimakasih …

Menjelang hari Penganugerahan Srikandi Blogger 2014 (SB 2014), Maketupan (Mak ketua panitia) SB 2014 mengirim pesan inbox. Mak Haya menanyakan siapa yang akan mewakili saya menerima hadiah pada tanggal 9 Maret soalnya ada kemungkinan saya meraih predikat Srikandi Blogger Favorit.

Waduh …. malu. Malu membicarakan hadiah. Soalnya emak-emak yang memilih masih jauh dari setengah jumlah anggota KEB. Sementara saya tidak siap hendak “mengutus” siapa. Tapi iya sih, memang harus dipikirkan juga.

Setelah cari-cari dan ingat-ingat, siapa kira-kira warga sekitar Jakarta yang bisa direpotkan untuk ini, saya teringat pada Nawir. Nawir itu teman lama saya dan suami. Pada tahun 2005, kami (suami saya, Nawir, dan saya) pernah aktif dalam sebuah kegiatan.  Kebetulan pula Nawir adik kelas kami di kampus. Jauh jaraknya, nyaris beda 10 angkatan dengan saya, tapi kami akrab. Nawir dulu sering main ke rumah, ngobrol dengan kami.
Baca selengkapnya

Menjelang Penganugerahan Srikandi Blogger 2014

Menjelang penganugerahan Srikandi Blogger 2014, saya deg-degan. Pasti seperti ini juga yang dirasakan 9 finalis lainnya. Ini satu tonggak bersejarah bagi saya. Bersaing dengan 50 finalis saja sudah deg-degan karena kekerenan blog-blog mereka, apalagi setelah diciutkan menjadi 10 finalis dan melihat “sepak terjang” kesembilan perempuan hebat dalam tulisan-tulisan dan video-video mereka.

Sayangnya, karena satu dan banyak hal, saya tak bisa ke Jakarta menghadirinya. Padahal susunan acaranya sedemikian keren. Padahal di sana akan banyak teman-teman blogger yang datang. Bukan hanya pada (calon) emak blogger, juga blogger-blogger lain yang hanya sering saya lihat status-status, komentar-komentar, dan foto-foto mereka di dunia maya.

Akan ada 4 Srikandi terpilih nanti. Tiga akan dipilih oleh dewan juri berdasarkan tugas-tugas yang diberikan (bila dihitung sejak pendaftaran, semuanya ada 5 tulisan dan 1 video) dan satu Srikandi dipilih oleh members Kumpulan Emak Blogger (KEB) melalui voting tertutup di grup facebook KEB. Voting masih berlangsung hingga hari ini. Yang memberikan suaranya belum ada sepertiga dari total anggota KEB. Para juri juga belum memberikan suaranya.
Baca selengkapnya

LET’S EMPOWER OUR MEDIA


Ngeblog jadi seperti magnit berdaya tarik besar bagi saya. Awalnya motivasi saya ngeblog adalah untuk mendokumentasikan kehidupan dan renungan, agar bermanfaat bagi saya dan kelak bagi anak-cucu saya. Kemudian berbagai manfaat ngeblog mengalir, yaitu:
  • Mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan yang bisa saya bagikan lagi kepada orang lain.
  • Membuka mata publik mengenai realita dan eksotisme lokal.
  • Mendapatkan banyak kawan dari berbagai belahan dunia, bahkan bisa bertemu dengan beberapa di antaranya dan berbincang akrab seolah-olah sudah pernah bertemu sebelumnya.
  • Mendapatkan materi berupa uang, aneka barang dari hasil memenangkan lomba dan review produk, serta mengikuti beberapa pelatihan.
Dalam perjalanannya, motivasi itu berkembang lagi. Saya mendapatkan kenyataan bahwa tulisan di blog BISA MENGGERAKKAN, seperti:
Baca selengkapnya

Mari Berdayakan Blog

Ini sudah diposting di facebook dan twitter. Saya mengabadikannya di sini, untuk kenang-kenangan bahwa saya sudah pernah sampai ke tahap 10 Finalis SB2014 ... 

Materi Promosi Medsos #10FinalisSB2014

Assalamu ‘alaikum Mak-Mak keren.

Segala kegugupan, kekakuan harus saya cairkan, pagi ini karena dengan berani saya mengambil kesempatan pertama untuk promosi diri selaku #10FinalisSB2014.

Okeh, mudah-mudahan sebagian Emak di sini sudah mengenal saya melalui postingan-postingan saya dari blog hijau – warna favorit saya ini: http://mugniarm.blogspot.com. Sebelumnya, dengan sadar diri, izinkan saya mengakui keterbatasan saya untuk berinteraksi di dunia nyata. Itu membuat saya takut berjanji yang muluk-muluk jika saya terpilih menjadi Srikandi Blogger 2014.
Baca selengkapnya

Menghadapi Tantangan Finalis Srikandi Blogger

Waah sudah berapa hari ya saya tidak update blog? Ini karena sudah beberapa hari ini saya dirundung deg-degan parah. Soalnya disela-sela berita duka meletusnya gunung Kelud, saya mendapatkan berita gembira, nama saya masuk ke dalam 10 Finalis Srikandi Blogger 2014. Alhamdulillah tapi langsung deg-degan dan sulit berpikir karena harus menyelesaikan beberapa tugas:
  • Tulisan untuk promo diri di  media sosial bertema “Andai Aku Jadi Srikandi Blogger”.
  • Tulisan untuk diposting di blog, yang sudah harus dikirim via e-mail ke panitia sebelum tanggal 23 Februari dengan tema yang sama dengan poin di atas.
  • Video, dengan tema yang sama dengan poin di atas
  • Posting serentak tulisan dan video pada tanggal 24 Februari.
Baca selengkapnya

Bahagianya Ngeblog Bagi Seorang Emak

Tulisan ini diikutkan seleksi awal ajang Srikandi Blogger 2014, dikirim via e-mail kepada panitia (sebelum tulisan yang ini dan yang itu, tulisan ini merupakan salah satu pertimbangan hingga ditentukan 50 Finalis Srikandi Blogger 2014).
Nama lengkap saya adalah Mugniar Marakarama. Nama pena saya MUGNIAR. Saya adalah ibu dari tiga orang putra-putri yang amat sreg menjadi seorang blogger. Saya aktif mengasuh blog Mugniar’s Note (http://mugniarm.blogspot.com) sejak permulaan tahun 2011. Passion saya dalam menulis baru benar-benar digeluti sejak dua tahun lalu di saat usia saya menginjak angka 37.

Menulis amat menyenangkan bagi saya karena merupakan kegiatan dokumentasi kehidupan yang senantiasa saya potret dan simpan di blog untuk bekal anak dan keturunan saya kelak, juga sebagai refreshing dari segala kepenatan hidup sehari-hari. Saya pun berharap blog bisa menjadi salah satu ladang amal jariyah di masa mendatang. Sebagai ibu rumahtangga tanpa asisten, ngeblog amat membantu menjalani hari-hari saya dalam melewati fase-fase jenuh dan stres keseharian.
Baca selengkapnya

50 Perempuan Keren yang Memanfaatkan Internet

Hadiah, kadang-kadang memang menjadi penyemangat dalam berlomba, termasuk dalam lomba blog dan lomba menulis. Tapi itu bukan yang terpenting buat saya. Saya bisa ikut lomba yang hadiahnya besar bisa juga ikut yang hadiahnya buku saja. Atau ikut yang tidak ada hadiahnya. Tidak ada hadiah? Hehehe bisa saja, untuk proyek amal, misalnya.

Buat saya, menulis itu butuh kenyamanan dan kepuasan. Kalau nyaman dan puas, hadiah bukan masalah. Hadiah itu "efek samping", bukan fokus utama.

Ikut pemilihan Srikandi Blogger, saya pun tak tahu akan diberi hadiah apa jika menang. Tak pernah ada iming-iming hadiah. Tahun lalu memang ada hadiah bagi mereka yang terpilih. Tahun ini? Jujur saja, sejak awal tak ada iming-iming hadiah dari KEB. Bisa saja ada, bisa saja sedikit. Tapi saya tak mementingkan hadiah. Kalau banyak yang mendaftar, itu karena mereka nyaman berada di KEB yang hangat dan ramah.
Baca selengkapnya

Merasa Nyaman Itu Pilihan

Banyak perempuan yang siap tak siap memasuki dunia rumahtangga. Awalnya memang bertekad bulat hendak menikah. Namun kenyataannya, setelah menikah dan mendapati berbagai problema hidup berumahtangga, berbagai rasa tak enak menggoda dan menyerang.

Dimaklumi saja karena dunia para gadis begitu mandiri, minim beban pula. Sementara pernikahan menuntut beragam tanggung jawab yang tak ringan. Tak jarang seorang perempuan harus menjalani peran ganda bahkan beban ganda karenanya.

Perempuan yang dengan sadar memilih berperan “hanya” sebagai ibu rumahtangga pun tak luput dari deraan godaan perasaan galau pascapernikahan. Rutinitas yang itu-itu saja dari pagi hingga pagi lagi tidaklah ringan untuk dilalui. Sungguh, dunia pascapernikahan itu tak sama dengan sebelumnya!
Baca selengkapnya

Mengapa Saya Ikut Pemilihan Srikandi Blogger

Temukan 57 perbedaan dari kedua gambar di bawah ini. Hahaha. Bukan … bukan … ini bukan tebak-tebakan gambar. Jadi ceritanya, saya coba-coba buat kartun di sebuah website (diajari mak Pungky – panggilan “mak” ini khas dalam KEB). Karena waktunya mepet, harus cerita tentang saya dan KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) maka yang terbentuk adalah gambar amatir itu.

Saya pernah bertemu seorang ibu yang memaki batitanya hanya karena batitanya tak sengaja menumpahkan air. Saya melihat sosok ibu yang galau di diri ibu itu. Ibu rumahtangga itu memang tak lepas dari galau. Salah satu cara yang asyik dalam menjalani hari-hari adalah dengan mempunya me time. Nah me time yang asyik itu ngeblog lalu gabung dengan KEB. Tidak perlu kemampuan tinggi dalam teknis menulis, siapa pun bisa memulai ngeblog.

Saya amat bersemangat ngeblog karena bagi saya ngeblog itu seperti membangun prasasti sejarah saya sendiri. Saya suka mengkhayalkan, sekian puluh tahun ke depan di saat saya sudah tak ada di dunia ini, anak-cucu saya masih bisa membaca goresan-goresan saya di dalam blog dan bisa mengambil hikmah di dalamnya.  Ah, indahnya.
Baca selengkapnya