Showing posts with label Mengomentari Media. Show all posts
Showing posts with label Mengomentari Media. Show all posts

Pentingnya Literasi Digital dan Cara Mengatasi Hoax

Ketika mengetahui dari Ibu Chitra Rosalyn mengenai seminar dan talkshow bertajuk Technology for Education & Education for Technology: Literasi Penggunaan Medsos  untuk Indonesia Tanpa Hoax ini, saya langsung tertarik. Bagaimana tidak, salah satu panelisnya – Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman adalah salah satu dari sedikit orang yang dengan takzim akan saya simak kata per katanya ketika berbagi pengalaman. Pengalamannya sebagai jurnalis, sebagai orang di balik layar dari aneka acara televisi, kegiatan sosialnya, hingga sebagai penulis berbagai buku yang senantiasa berkeliling Indonesia selalu saja menarik dan inspiratif untuk didengarkan. Dan inilah catatan kedua saya, mengenai pentingnya literasi digital dan cara mengatasi hoax.
Baca selengkapnya

7 Macam Konten Hoax yang Harus Diwaspadai

Saking banyaknya kabar tak jelas beredar di dunia maya, melalui berbagai platform media sosial maupun berita online, saya malah tak bisa segera menjawab ketika Geril Dwira – salah seorang fasilitator pada Half Day Basic Workshop “Hoax Busting and Digital Hygiene” bertanya tentang berita hoax seperti apa yang pernah saya lihat.
Baca selengkapnya

Lakukan Sesuatu untuk Hentikan Gaya Menulis Cabul

Twit apresiasi kepada Hipwee segera saya layangkan usai membaca tulisan yang saya protes sudah berubah menjadi lebih baik. Sebelumnya, tulisan berjudul Meski Sudah Mengaku Salah, Pelecehan Seksual oleh Perawat pada Pasiennya Ini Nggak Bisa Diterima! saya protes di kolom komentar post tersebut dan di Twitter. Di Twitter saya mention akun Hipwee dan ditanggapi oleh puluhan orang.
Baca selengkapnya

4 Alasan untuk Nonton Televisi

Di zaman yang serba internet ini, televisi masih menjadi primadona. Itu menurut saya. Ada hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh internet melalui gadget ataupun laptop dalam menggunakan televisi. Dari keempat alasan mengapa masih memerlukan televisi, ada satu alasan yang tidak bisa digantikan oleh gadget mana pun dan masih banyak orang yang mencari kenikmatan ala-ala nonton di bioskop (bioskop masih tetap ramai, kan?). Nah, karena ukuran layar gadget, ataupun yang laptop yang terbatas. Sementara televisi memiliki ukuran layar yang jauh lebih besar. Untuk ruang nonton yang cukup besar, masih memungkinkan sekeluarga nonton televisi bersama.
Baca selengkapnya

Menganalisa Berita yang Sensitif Gender dan Peduli Anak

Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari tulisan berjudul KPPPA, Tentang Partisipasi Media dalam Menulis Isu Perempuan dan Anak,  Menuju Jurnalisme Berperspektif Gender dan Anti Kekerasan, Bagaimana Media Memahami Gender, dan Jurnalisme Sensitif Gender dan Peduli Anak yang merupakan catatan dari Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi Jurnalis dan Blogger. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), bekerja sama dengan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan pada tanggal 21 – 22 April lalu di hotel Aryaduta.
Baca selengkapnya

Jurnalisme Sensitif Gender dan Peduli Anak

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan berjudul KPPPA, Tentang Partisipasi Media dalam Menulis Isu Perempuan dan Anak,  Menuju Jurnalisme Berperspektif Gender dan Anti Kekerasan, dan Bagaimana MediaMemahami Gender yang merupakan catatan dari Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi Jurnalis dan Blogger. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), bekerja sama dengan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan pada tanggal 21 – 22 April lalu di hotel Aryaduta.
Baca selengkapnya

Bagaimana Media Memahami Gender

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan berjudul KPPPA, Tentang Partisipasi Media dalam Menulis Isu Perempuan dan Anak dan Menuju Jurnalisme Berperspektif Gender dan Anti Kekerasan yang merupakan catatan dari Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi Jurnalis dan Blogger. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), bekerja sama dengan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan pada tanggal 21 – 22 April lalu di hotel Aryaduta.
Baca selengkapnya