Orang Muda Berhati Mulia di Atas Bus

Orang Muda Berhati Mulia di Atas Bus – Tanggal 17 pagi itu, bersama putriku, kami berangkat pagi-pagi dari rumah ke halte bus K5 di Taman Pakui untuk menunggu datangnya bus Trans Sulsel menuju kampus Unhas Tamalanrea. Hari itu saya hendak menghadiri acara Kompasiana di FEB Unhas, bertepatan putriku ada kuliah pagi.

Bus Trans Sulsel

Putriku mengamati keberadaan  bus melalui aplikasi Trans Sulsel. Sesekali kutanyakan bus terdekat. Sebuah sepeda motor berplat merah berhenti tak jauh dari kami. Ibu yang mengendarai motor menurunkan anak perempuannya di halte. Ibu berpakaian seragam ASN itu tetap di atas sepeda motornya sementara putrinya berdiri di dekat putriku. Kedua ibu dan anak itu berbincang santai sampai bus datang. Saat putrinya mau naik, ibu dan putrinya itu saling melambaikan tangan ... ah, so sweet. Saya selalu saja merasa tersentuh melihat kehangatan antara orang tua, terutama ibu dengan anaknya seperti ini.

Saya beranjak, bergerak ke arah bus. Saya biarkan putri saya naik setelah anak gadis itu, selayaknya naluri seorang ibu - mendahulukan anaknya naik ke atas kendaraan meskipun bisa saja saya berebutan naik karena saya lebih dulu menunggu di halte daripada anak gadis itu.

Usai membayar bus dengan QRIS, saya naik ke arah tempat duduk Terlihat anak gadis itu sudah duduk manis. Tak ada lagi kursi kosong. Saya dan putri saya terpaksa berdiri. "Semoga saya kuat berdiri sampai kampus kalau kayak begini, alamat di kampus baru ada tempat duduk kosong ini," saya membatin. Agak khawatir juga karena kepala saya agak pening.

Saya bergeser ke arah dalam, hendak berdiri dekat anak gadisitu duduk. Tiba-tiba dia itu berdiri dan mempersilakan saya duduk di kursi yang dia duduki tadi.

Halte Bus Trans Sulsel


Masya Allah, senang sekaligus terharu saya. Banyak orang muda yang tidak peduli pada orang tua naik bus. Teman saya pernah cerita, dia pernah berdiri sepanjang perjalanan. Saya juga pernah merasakan berdiri sepanjang 2/3 jarak sampai di halte terakhir. Anak gadis itu, bisa saja dia membiarkan saya berdiri tetapi dia tak demikian, dia rela berdiri dan mempersilakan saya duduk. "Allah, berkahi anak gadis ini," doaku dalam hati.

Muncul inisiatif untuk sedikit menggeser posisi duduk, mengajak anak gadis itu duduk di sebelahku, barangkali kami bisa berbagi tempat duduk. Kutepuk lengannya sembari mengatakan, “Yuk, duduk.” Tangan kananku memberi kode mengajaknya sharing tempat duduk dengan menepuk-nepuk bagian kanan tempat yang kududuki.  Dia tersenyum lalu menggeleng. Dia memilih tetap berdiri. Masya Allah, lagi-lagi terharu.

Sekian jam di kampus hingga acara selesai, saya bergerak ke halte depan Hotel Unhas. Sudah ada sejumlah orang menunggu di sana. Tujuan kami sama, sama-sama menunggu bus terdekat yang bergerak menuju Mal Panakukang. Tak berapa lama, ada bus Trans Sulsel berwarna biru mendekat. Kami semua bergerak menuju pintu bus. Satu per satu penumpang naik. Usai membayar, saya layangkan pandangan. Sama seperti tadi pagi, tak ada kursi kosong ... siap-siap berdiri lagi.

Saya mencari tempat berdiri yang sekiranya nyaman. Hanya sepersekian detik, seorang lelaki muda berdiri dari kursinya, dia mempersilakan saya duduk. Lagi-lagi saya terharu dan berdoa, "Allah, berkahi anak muda ini, dia anak baik."

Di masa ini, tak banyak orang muda yang rela berdiri dan memberikan tempat duduknya kepada orang tua. Kalau ada yang demikian, sungguh mereka orang-orang baik. Tak mengira peristiwa sederhana ini membuatku terharu, sampai mataku berkaca-kaca. Bahagianya ibu mereka jika tahu anak-anak mereka semulia itu hatinya.

Makassar, 20 September 2026



Share :

0 Response to "Orang Muda Berhati Mulia di Atas Bus"

Post a Comment

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^