Mengunjungi Butik Haflah Bersama Kasih Palestina

Kurang update banget saya. Saya pikir kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juni lalu hanya kegiatan bagi para mitra Haflah Wedding/ Haflah Butik Pengantin. Ternyata kegiatan ini merupakan Grand Lauching Kasih Palestina, sebuah lembaga dan gerakan yang berfokus kepada “kepalestinaan”.


Tak sulit menemukan lokasi tempat acara yang sekarang menjadi butik Haflah – di Kompleks Minasa Upa Blok J6 No. 12 karena rumah mertua adik saya di dekat situ. Di depan rumah itu, di luar pagar terpasang tenda. Di bawah tenda berjejer barisan kursi. Beberapa lelaki duduk di situ.

Di teras, sejumlah perempuan berjilbab sedang menyiapkan konsumsi. Saya menyalami mereka setelah bertemu dengan Liza Nurkhalisahbrand owner dari Haflah, sekaligus penggagas Kasih Palestina di Makassar.

Liza sedang berbicara

Liza mempersilakan saya masuk ke dalam ruangan serupa paviliun di sisi kiri depan rumah. Di situ terpanjang pakaian-pakaian pengantin milik Haflah. Saya menyalami 3 perempuan yang sedang duduk di dalam ruangan itu.

Dari website Kasih Palestina, saya peroleh keterangan mengenai visi Kasih Palestina, yaitu menjadi lembaga kemanusiaan internasional yang peduli terhadap Palestina dan Al Aqsha. Pada sambutannya, Liza menjelaskan, mengapa butik pengantin ada di sini.

Kegiatan sosial itu harus ditopang oleh kegiatan ekonomi sehingga kita tidak selalu berharap kepada donatur,” Liza menjelaskan bagaimana agar kita berdaya dan mampu menghasilkan kegiatan ekonomi yang halal yang in syaa Allah dari situ rezeki dari Allah senantiasa terbuka.

Prof. Veni Hadju (berdiri)
Lembaga Kasih Paletina memang fokus menyalurkan bantuan untuk isu kemanusiaan di Palestina, donasi akan disalurkan secara langsung kepada korban perang di Palestina. Mohon doanya agar lembaga Kasih Palestina bisa terus eksis, bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas,” imbuh Liza.

Ada 3 misi gerakan Kasih Palestina di Indonesia, yaitu: berperan aktif untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, menjalin kerja sama positif perorangan dan lembaga untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Palestina, dan memberikan edukasi seputar permasalahan Palestina dan Al Aqsha .

Sejak Januari berkegiatan di Sulawesi Selatan, Kasih Palestina telah menghimpun donasi di atas 500 juta rupiah (dari 2 kali berkegiatan). Liza optimis, target dana 2 miliar bisa terpenuhi atas izin Allah. Selain butik pengantin, di Makassar, ada “Dapur Kekasih Palestina” dengan layanan catering yang sebagian keuntungannya untuk donasi kemanusiaan.

Bulan Ramadhan lalu, Dapur Kekasih Palestina menyalurkan 2000 snack box dan 2000 porsi nasi kotak selama 20 hari. Lima ribu rupiah dari keuntungan per kotaknya disisihkan untuk Palestina. Nah, bagi yang mau beramal untuk Palestina bisa memesan di Dapur Kekasih Palestina.

Foto: Liza

Prof. dr. Veni Hadju memberikan tausiyah mengenai pentingnya mencintai semua makhluk ciptaan Allah, apalagi yang seiman. “Mengapa Palestina menjadi tujuan? Karena kita diciptakan Allah bukan saja memikirkan diri sendiri dan keluarga kita tetapi memikirkan masyarakat Islam di seluruh muka bumi,” ucap Prof. Veni.

Prof. Veni, mengingatkan doa Nabi Ibrahim - “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS. Ibrahim; 41). Nabi Ibrahim berdoa bukan untuk dirinya sendiri, juga bukan untuk keluarganya saja tapi untuk seluruh muslim.

Kenapa mendoakan seperti itu? Karena kita memang dianjurkan untuk melihat secara keseluruhan. Kita itu diberi kemampuan untuk memberi kasih sayang kepada seluruh umat manusia di muka bumi,” ucap Prof. Veni.

Selanjutnya Prof. Veni menjelaskan mengenai otak manusia yang mempunyai 100 miliar sel. Sel-sel itu membuat otak kita luar biasa ketika diberdayakan. “Namun kekuatan hati kita lebih luar biasa lagi. Hati bisa mencintai semua makhluk yang ada di muka bumi. Sebaliknya juga bisa membenci semua orang yang ada di muka bumi ini,” ungkapnya.

Makhluk Allah yang kita cintai di muka bumi ini, baik itu hewan maupun tumbuhan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kita. Efek kasih sayang kita kepada tumbuhan saja bisa dirasakan tumbuhan tersebut.

Contohnya seperti yang dialami oleh seorang kawan dari Prof. Veni yang seorang pecinta bunga. Kawannya itu senantiasa bercengkrama dengan anggrek-anggreknya. Menyapa bebungaan itu dengan penuh kasih dan menyiramnya. Hingga pada suatu waktu dia kena penyakit kanker dan harus dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit.

Prof. Veni Hadju (kiri). Foto: Liza

Seperti ada hubungan batin dengan bebungaan peliharaannya, anggrek-anggreknya layu padahal asistennya di rumah tetap merawatnya dengan baik. Pada kenyataannya, sama-sama dirawat tetapi hubungan kasih sayang yang selama ini diperoleh bebungaannya tak ada lagi. Tak ada sapaan, teguran, dan ekspresi kasih sayang dari yang merawatnya.

Kasih Palestina ini membangkitkan isu kasih sayang. Seberapa besar kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita dan memberikan perhatian,” Prof. Veni mengajak hadirin untuk senantiasa melantunkan doa kepada saudara-saudari seiman.

Doa yang dilantunkan untuk semua orang akan kembali kepada kita. Kita sehat, dilindungi Allah, diberi kemudahan, diberi petunjuk, adalah tanda doa sampai kembali kepada kita,” ucap Prof. Veni.

Di samping ajakan mencintai saudara seiman, Prof Veni juga mengajak mencintai hewan. Karena seyogianya kita hidup bersama dengan hewan di bumi ini dan hendaknya hidup harmoni. Jika terpaksa membunuh jangan dengan amarah.

Foto: Liza

Terakhir, disampaikannya ajakan mendukung gerakan Kasih Palestina. Jika Anda di Makassar/sekitarnya dan berminat berdonasi secara langsung, melalui gaun pengantin atau box kue/makanan, bisa kontak nomor ini: 0853-4365-2626, ya.

Makassar, 11 Juli 2019

Baca juga:

Gaun Pengantin Muslimah Gratis dari Haflah Wedding



Share :

3 Komentar di "Mengunjungi Butik Haflah Bersama Kasih Palestina"

  1. Inspiratif. Saya pernah baca kalau ingin ditolong orang hendaknya suka menolong orang, & kalau ingin didoakan banyak orang baiknya suka mendoakan banyak orang, apalagi ini seiman..

    ReplyDelete
  2. wah semoga lembaga seperti ini selalu eksis dan kian bertambah ya, memang kita belum bisa meredakan konflik yang ada disana, paling tidak turut membantu dalam isu-isu kemanusiaan melalui lembaga2 seperti ini

    ReplyDelete
  3. Oh Palestina ku sampai kapan terus dalam ketiak penjajahan. Semoga segera dibebaskan oleh generasi-generasi Muh.Alfatih mendatang.Aamiin.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^