Perlunya Kolaborasi Blogger dengan Pelaku UMKM dan Usaha Digital untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah

Pada seminar bertajuk Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital yang dihadiri oleh para pelaku UMKM dan digital startup di Makassar dan sekitarnya pada bulan Maret 2016, sebagai peserta saya mencoba sharing bagaimana blogger membantu para pelaku UMKM dalam berpromosi. Sebuah dompet berwarna hitam yang selalu saya bawa saya tunjukkan kepada hadirin sebagai bukti kerja sama saya dengan sebuah UKM kerajinan tas dan dompet dari Jawa Barat.



Kerja Sama Blogger dengan Pelaku UMKM dan Usaha Digital


Mudagaya – merek dompet yang saya perlihatkan kepada para hadirin saat itu. Saya memiliki beberapa varian produknya, di antaranya tas dalam 3 ukuran dan tempat tablet. Saya menaruh apresiasi tinggi kepada orang di balik ide bekerja sama dengan blogger ini. Saya bukan satu-satunya blogger yang diajak bekerja sama dalam waktu yang sama tapi saya satu-satunya blogger yang tinggal di luar pulau Jawa yang bekerja sama dengan mereka.


Mudagaya varian Nearby, milik saya


Twitter menjadi perjumpaan pertama saya dengan orang yang menghubungi saya pertama kali. Dari Twitter kemudian berlanjut ke email, lantas kami saling balas email. Saya menanyakan berapa harga yang bisa dia berikan untuk review saya dan negosiasi pun berjalan. Seperti juga kebanyakan blogger, saya berusaha untuk sangat kooperatif dengan pelaku UMKM karena saya ingin UMKM di negara ini sukses. Biasanya kami tak mematok bayaran tertentu untuk balas jasa promosi melalui blog dan media-media sosial yang kami lakukan.

Kepada para pelaku UMKM dan digital startup di acara seminar Menjawab Tantangan dan Mengembangkan Produktivitas Para Pelaku UMKM & Digital itu saya blak-blakan menyebutkan soal harga dan kesepakatan yang bisa dilakukan. Kalau saja ada yang menghampiri saya usai acara, akan langsung saya tindaklanjuti. Namun sayangnya, tak ada yang meminta jasa saya. Tak mungkin saya banyak bicara dan berkoar-koar menawarkan lagi karena kesan saya akan jelek di mata mereka.

"Kami tak meminta belas kasihan melalui barang
gratisan!" (Sumbe: giphy.com).

Kalau melakukan itu, saya bisa terlihat seperti orang yang demam barang gratisan. Padahal tak demikian halnya karena saya tulus mau membantu mempromosikan UMKM daerah ini. Sayang kan, saya sudah menulis dan mempromosikan kerajinan dari daerah lain tetapi belum berbuat yang serupa untuk daerah saya sendiri?


Yah, tak ada respon dari para peserta acara itu hingga hari ini. Anggap saja pikiran mereka belum terbuka. Niat membantu UMKM dan digital startup bukan hanya sekali itu saya lontarkan di depan forum. Di dua forum berbeda saya lontarkan lagi. Juga pernah saya katakan kepada seseorang yang punya peranan besar memajukan startup di Makassar. Secara umum tidak ditanggapi dengan baik, kecuali oleh dua pelaku digital startup asal Makassar – mereka merespon baik niat saya. Keduanya membuat aplikasi yang unik, yaitu Tarrasmart dan Tiketbusku.



Tarrasmart mengumpulkan berbagai radio senusantara di dalam sebuah aplikasi sehingga siapapun, di mana pun dia berada bisa mendengarkan siarannya secara streaming. Startup ini sudah meraih beberapa penghargaan di tingkat nasional dan pernah mewakili Indonesia di ajang startup internasional. Sementara Tiketbusku memungkinkan calon penumpang bus antar kota di Sulawesi Selatan memesan tiket secara online. Sebelumnya sistem pemesanan tiket berlaku hanya secara konvensional.

Sebelum mengulas Tarrasmart dan Tiketbusku, saya diapresiasi developer game dan video animasi anak-anak dari pulau Jawa (Boci dan Tido) untuk mengulas mereka. Bukan hanya saya, sih, keduanya mengapresiasi blogger-blogger lain yang juga menulis review tentang game yang dimainkan anak-anak mereka. Pengalaman dengan keduanya ini yang membuat saya berkeinginan mengulas kreator dalam bidang digital yang ada di Makassar. Syukurnya, berkat acara Gathering Lintas Komunitas Kreatif (Juli 2016), saya bertemu dengan Christian dan Kasman – founder Tarrasmart dan Tiketbusku.


Video animasi Indahnya Pagi, salah satu video seri
Tido & Friend karya anak bangsa

Memang masih banyak yang belum tahu kalau blogger bisa membantu mempromosikan produk atau jasa kepada publik. Padahal kami juga mempelajari teknik menulis yang baik, berusaha untuk tidak hard selling, sedikit belajar SEO, dan mengoptimasi akun-akun media sosial. Jasa kami sudah sering dipergunakan oleh berbagai brand, khususnya yang memiliki divisi Digital Marketing di dalam perusahaannya. Berbagai agensi sudah mengontak kami melalui alamat email yang kami cantumkan di blog.


Jadikan Invasi Bisnis dari Luar Sebagai Tantangan di Dunia Digital


Tidak semua pelaku UMKM yang menolak bekerja sama dengan blogger, sih. Beberapa kawan yang punya usaha kuliner sudah pernah bekerja sama dengan saya. Dua di antaranya saya abadikan di blog ini melalui tulisan berjudul Twins Pizza, Pizza Rumahan yang Sehat dan Enak di Makassar, Sophie’s Cake: Nikmatnya Sensasi Rasa Permen Buah dan Cokelat, dan Fabya, Abon Ikan Lezat Tanpa 3P Buatan.


Yang tak paham dunia internet hanya bisa nyinyir ketika bisnis kuliner besar menginvasi Makassar dari pulau Jawa dan jor-joran beriklan di internet, termasuk menggunakan jasa para blogger Makassar.


Padahal, ketimbang nyinyir mendingan menjadikan hal ini sebagai tantangan dengan mempelajari cara-cara berpromosi di internet. Teman-teman blogger Makassar pun banyak yang bersedia kooperatif dalam hal barter jasa menulisnya. Komunitas blogger Makassar pernah menunjukkan itikad baiknya dengan bekerja sama dengan komunitas pelaku UMKM kuliner.

Cara-cara berpromosi di internet sekarang tidak bisa dihindari. Naif sekali jika hanya bisa nyinyir terhadap bisnis kuliner besar. Kelak bukan hanya bisnis dari Jawa yang menginvasi Makassar, namun juga dari negara-negara lain di kawasan ASEAN. Bukankan sekarang sudah eranya perdagangan bebas dengan negara-negara Asia Tenggara?


Peluang Rezeki Ibu Rumah Tangga dalam Dunia Blogging dan Ekonomi Digital


Saya beruntung sekali mengenal dunia blogging, memutuskan serius dan belajar banyak hal sejak tahun 2011. Pada awalnya saya mengira hanya bisa menjadikan blog sebagai prasasti sejarah saja. Seiring berjalannya waktu saya pun menyadari adanya pintu-pintu rezeki yang terbuka dalam aktivitas blogging.

Sebagian kecil mamak blogger Makassar di sebuah
acara yang diselenggarakan oleh sebuah brand pembersih organ kewanitaan

Saya pun mengenal jenis-jenis kerja sama di blog dan media sosial seperti review (endorsment), content placement, link placement, dan buzzing. Sebenarnya ada juga penempatan AdSense di body atau widget blog tetapi saya belum menjalankannya karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. Seiring dengan usaha untuk konsisten menulis, saya bisa berbahagia karena hampir setiap pekan ada saja tawaran kerja sama yang masuk, baik melalui email maupun melalui grup-grup di media sosial.


"Ekonomi digital punya potensi mendorong pertumbuhan ekonomi, menolong transaksi berjalan dari defisit. Jadi kita bisa menolong produk-produk Indonesia sehingga bisa tumbuh," ucap Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan[1]. Nah kan, apa yang dikatakan Pak Junanto sejalan dengan yang saya sampaikan di sini.

Junanto Herdiawan. Sumber gambar: https://theworldnews.net

Mengusung tema Ekonomi Digital dan Perlindungan Konsumen, pada tahun kelima ini Bank Indonesia mengedukasi  generasi milenial mengenai pentingnya penerapan ekonomi digital. Tema tersebut dikemas apik melalui road show BI Goes to Campus di Malang, Palembang, Ambon, dan Bandung seiring berkembangnya teknologi dan komunikasi secara digital. Selain itu, BI juga memaparkan pentingnya perlindungan konsumen pada era ekonomi digital[2].


Perkembangan teknologi kini memungkinkan saya dan juga mamak-mamak blogger di seluruh Indonesia untuk memiliki sumber penghasilan sendiri dan terlibat langsung dengan ekonomi digital. Perkembangan teknologi perbankan tak sulit menjangkau kami asalkan kami punya akses ke bank. Sering kali, begitu tulisan dipublikasi, tahu-tahu uang lelah sudah masuk saja ke dalam rekening kami. Mengeceknya tak sulit karena kami pun punya akses melalui internet banking.

Mamak-mamak blogger Makassar sedang menyimak
penuturan nara sumber di sebuah parenting workshop
yang diselenggarakan sebuah brand susu baru-baru ini.

Aktivitas menulis mengantarkan saya mengenal sebuah profesi baru: mystery shopper. Walau kantor pusatnya di luar negeri (di Belgia dan Singapura), saya tidak kesulitan bekerja sama dengan dua perusahaan yang menyewa jasa mystery shopper di kota saya. Pekerjaan ini memerlukan keterampilan menulis karena harus deskriptif dan detail dalam menuliskan laporan.


Pada waktu yang ditentukan, fee meluncur ke rekening bank saya. Saya hanya perlu membuka akun di website yang menawarkan jasa pembayaran secara elektronik antar negara seperti Skrill dan PayPal saja. Tak sulit mempelajari cara kerjanya karena di jaman now sudah banyak yang menuliskan prosesnya – mulai dari proses pendaftaran dan penarikan dana di intenet. Kita tinggal browsing saja dengan kata kunci yang tepat.

Oya, saya juga pernah bekerja sama dengan beberapa orang dari luar negeri untuk pekerjaan di blog ini. Salah satunya memberi bayaran yang membuat saya takjub. Saya tak menentukan harga. Begitu saya tanyakan berapa tawaran dia untuk saya, dia menyebutkan angka yang sangat tinggi untuk pekerjaan kecil yang dia minta. Tanpa pikir panjang lagi, pekerjaan yang dia tawarkan langsung saya ambil.


Para mamak dan gadis blogger Makassar diundang
menghadiri pembukaan sebuah gerai yang menjual
perlengkapan rumah. Foto: Farah Djamal.


Di sini saya makin yakin dan percaya diri bahwa blog memang harus dirawat dan blog yang terawat bisa tinggi sekali nilainya. Tantangannya adalah di dalam negeri, kadang-kadang penghargaannya tidak seperti di luar negeri. Masih ada saja yang berusaha menawar semurah mungkin jasa yang blogger berikan.


Peluang Besar Sinergi dengan UMKM/Digital Startup Untuk Kecilkan Kesenjangan Ekonomi Makassar Melalui Ekonomi dan Promosi Digital


Dr. H. Syamsu Rizal MI, S.Sos, M.Si (Wakil Walikota Makassar) pada Penyamaan Persepsi Materi Edukasi dan Bimtek Fact Checking yang diselenggarakan oleh Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Makassar pada tanggal 1 Juni lalu menyampaikan mengenai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan uang yang berputar di Makassar. Pada tahun ini, APBD Makassar adalah sebesar 4,4 triliun rupiah. Sementara uang yang berputar tidak kurang dari 145 triliun rupiah.

Pada tahun lalu, APBD Makassar adalah 3,7 triliun rupiah dan jumlah uang yang beredar di Makassar adalah sebesar 120 triliun rupiah. Pada tahun Sebelumnya (2016), APBD Kota Makassar adalah sebesar 2,7 triliun rupiah sementara uang yang berputar sebesar 86 triliun rupiah!

Daeng Ical, Wakil Walikotamadya Makassar

Ini berarti bahwa semakin lama semakin kurang peran pemerintah dalam men-drive kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menjadi “sekadar regulator” supaya semua orang berada dalam koridor yang sama. Pada saat-saat tertentu, pemerintah “hanya” menjadi fasilitator atau motivator, atau justru “hanya” menjadi provokator. Seperti itulah pergeseran peran pemerintah sekarang.

Kenyataan lain menunjukkan bahwa tahun 2018 ini pertumbuhan ekonomi Makassar adalah sebesar 8,2%. Pendapatan per kapita Makassar sebesar Rp. 87 juta per tahun per orang – berdasarkan statistik yang sudah terverifikasi (berdasarkan penuturan Daeng Ical). Di sisi lain, kesenjangan juga besar. Untuk Makassar, gini ratio yang menunjukkan kesenjangan ini 0,4. Ya, kita bisa melihat data terkini dari BPJS pada tabel yang saya lampirkan. Makassar mempunyai jumlah penduduk miskin terbesar di antara kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Data jumlah penduduk miskin Sulawesi Selatan.
Sumber: BPJS 2018

Mau tidak mau masyarakat harus mengambil peran aktif. “Jangan ragu. Ini tahapan untuk mengambil peran,” ujar lelaki yang akrab disapa Daeng Ical waktu itu. Yes, di sini saya melihat ada peluang besar bagi blogger dalam bekerja sama dengan para pelaku UMKM dan digital startup untuk sama-sama memajukan ekonomi dengan mengecilkan angka kesenjangan ekonomi.


Apa yang disampaikan Daeng Ical itu sebenarnya untuk menyatakan dukungan terhadap Mafindo dalam memberantas hoax tetapi ungkapannya bisa diterapkan dalam bahasan peran dalam meningkatkan perekonomian di era digital ini.

Kolaborasi itu keputusan yang baik.
Sumber: giphy.com

Luar biasa, ya perkembangan hingga hari ini. Saya beharap bisa konsisten dan berkelanjutan dalam bidang ini. Besar pula harapan saya agar bisa berkolaborasi dengan para pelaku UMKM dan digital startup di Makassar dan sekitarnya. Akan lebih baik jika pemerintah mendukung dengan cara yang tepat dan bijak sebagai sesama partner. Kolaborasi yang baik saya kira akan menimbulkan sinergisme yang mantap demi kemajuan bersama. Semoga blogger bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam membantu peningkatan ekonomi daerah.

Makassar, 5 Desember 2018

#ECODIGI


Tulisan ini diikutkan lomba blog Bank Indonesia

Catatan:
Beberapa komunitas blogger selain komunitas blogger Anging Mammiri sudah melakukan kerja sama dengan pelaku UMKM. Harapan saya ada inisiatif lebih besar lagi dari pelaku UMKM dan usaha digital untuk membuatnya berkelanjutan.



[1] Sumber: http://news.metrotvnews.com/daerah/nN9MDLjN-calon-pelaku-ekonomi-digital-di-palembang-padati-bi-goes-to-campus-2018

[2] Sumber: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/nbwqdEmK-bi-goes-to-campus-kunjungi-mahasiswa-di-4-universitas



Share :

41 Komentar di "Perlunya Kolaborasi Blogger dengan Pelaku UMKM dan Usaha Digital untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah"

  1. Betul banget Mbak. Zaman sekarang serba digital. Makanya, perekonomian pun harus didigitalisasi. UMKM harus dibranding secara digital. Salah satu caranya adalah melalui bloger, selain melalui iklan di sosial media dan pemanfaatan start up digital tentunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, bisa diteruskan dengan membuat startup digital ya Mbak.
      Dengan blogger, kita bisa bantu supaya punya jejak sejarah di internet.

      Delete
  2. Blogger punya peranan juga ya memajukan UMKM di daerah supaya mereka pada melek digital untuk memajukan bisnisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya usahanya dikenal lebih luas lagi, Mbak. Bisa punya jejak lama di internet.

      Delete
  3. Seru banget ya Blogger Makassar punya banyak kegiatan yang bermanfaat. Aku setuju banget kalau blogger ikut serta memajukan UMKM.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya tidak berlanjut lagi, sih. Seandainya berlanjut lagi, akan bagus, ya.

      Delete
  4. Kolaborasi UMKM daerah dengan blogger tentunya akan memberi dampak positif dalam peningkatan bisnis pelaku UMKM, selain juga lewat social media tentunya.

    ReplyDelete
  5. Setuju mba..saya akan senang hati membantu mengabarkan kiprah UMKM di daerah saya. Karena kebiasaan saya menulis ya melalui hal inilah saya ingin berpartisipasi pada kemajuan daerah saya, salah satunya dalam pengembangan UMKM. Semoga gayung bersambut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, begitu juga keinginan saya. Namun kita harus atur ya dengan deadline lain :D

      Delete
  6. Saya kebetulan bekerja di ranah startup dan UMKM juga Kak. Kalau boleh usul, kakak ajukan data pada saat ngobrol dengan mereka. Misalnya, blognya dalam sehari pembacanya berapa, berdasarkan blog review UKM yang sudah ada berapa % dari pembaca yang klik link nya, akun socmed nya follower nya berapa, tingkat like & komennya berapa % follower, dll. Soalnya kami di industri ini memang cenderung suka data Kak. Kalau datanya oke, kami nggak akan keberatan kerjasama. Semoga membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jarang dapat kesempatan ngobrol lama, Mbak. Nah yang mau saya tulis, startup itu sudah tahu blog saya. Pas saya sebut blog saya, dia langsung bilang oiya, tahu. Tahu traffic-nya, gitu.

      Seringnya cuma sempat ngobrol sebentar, belum masuk ke data sih. Soalnya mau lihat reaksinya dulu. Kalo reaksinya belum ada, saya tidak lanjut lagi. Tapi andaikan antusias atau penuh perhatian saat mendengar, mungkin saya lanjutkan dengan data (noted ya sarannya, Mbak).

      Yang susah kalau cuma dengar sekilas terus topik dipindahkan sama yang diajak bicara kan? :D

      Soalnya, yang saya hindari kalau terlalu bersemangat, kami yang disangka mengharap produk gratisan padahal sebenarnya UMKM perlu promosi kan, ya. Kadang-kadang pembicaraan awal situasinya tidak terlalu pas. Berbeda dengan situasi yang saya temui saat dua anak muda - dari startup digital itu ada, mereka langsung menyambut niat saya.

      Terima kasih, Mbak. Ini akan menjadi masukan. Besok-besok bisa saya arahkan ke data kalo dapat pembicaraan yang tepat.

      Delete
  7. saling menguntungkan,
    semoga sukses lombanya

    ReplyDelete
  8. makasih sharingnya , suatu kolaborasi akan saling memperkuat ya

    ReplyDelete
  9. Blogger dan pelaku UMKM kalau bersinergi mmg saling menguntungkan ya mba, info promosi produk bisa menyebar tanpa batasan ruang dan waktu

    ReplyDelete
  10. aku sering dengar bloger ikut mempromosikan UMKM tanpa mematok harga. Semoga UMKM Indonesia makin terus maju ya

    ReplyDelete
  11. Ehmm
    Makasar nih kota di timur Indonesia yg kemajuanny superpesat y Mb
    Selain jd transit2 kalau mo ke Papua dll dr Indonesia barat jg emng apdet bgt masalah teknologi
    Keren

    ReplyDelete
  12. Walaupun saya ngeblog belum selama dek Niar tetapi sudah sering menikmati indahnya ngeblog. Rahasianya? Dekat-dekat sama blogger senior seperti dirimu. Hahaha...

    ReplyDelete
  13. Wah aku belum sampai ikut mempromosikan UMKM sih mba masih berkutat sama job yang mba sebutin hehhee btw yg mystery shopper aku pernah loh pas masih kerja di ritel ternyata ada juga profesi ini jadi tertarik :)

    ReplyDelete
  14. Selalu tercerahkan saat baca tulisan tulisan bunda Mugniar. Memang jasa blogger tidak seharusnya dipandang sebelah mata lagi ya. Sayangnya saya belum sempat berguru langsung ke bunda Niar.

    ReplyDelete
  15. Keren tulisannya mba Mugniar, memang benar ya kolaborasi blogger dengan UMKM bisa jaid peluang besar untuk semua pihak bahkan bagi ibu rumah tangga

    ReplyDelete
  16. sekarang memang jaman digital ekonomi yaaa Mba...semuanya lewat app dan berbagai websites yang sangat bermanfaat dan praktis

    ReplyDelete
  17. Saya juga senang sekali kalau bisa membantu mempromosikan UMKM. Di blog saya juga pernah mengulas bisnis kuliner emak-emak pebisnis di Bandung. Semoga kolaborasi antara blogger dan pelaku UMKM bisa meningkatkan perekonomian masyarakat ya...

    ReplyDelete
  18. Saat ini sudah memasuki era economy digital makanya maubtidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bersaing dengan yang lain. Semoga saja ya UMKM bisa lebih melek digital dan semoga saja kolaborasi ini bisa lancar dan sukses juga saling menguntungkan.

    ReplyDelete
  19. Iya sih era digital ini peluang banget sebenarnya untuk menambah penghasilan, dari pada nyinyir di sosmed ya mbak :)

    ReplyDelete
  20. Saya baru tau kalo ada anak Makassar yang bikin aplikasi start up. Keren ya kak!

    ReplyDelete
  21. UMKM sudah terbukti sebagai usaha yang tangguh di situasi apapun. Sayangnya masih banya UMKM yang belum mengikuti perkembangan zaman khususnya dunia digital. Peran blogger jadi bisa masuk di sini untuk membantu mempromosikan UMKM

    ReplyDelete
  22. Sekarang jumlah pengusaha kecil menengah semakin bertambah. Ini juga didukung oleh pemerintah yg ingin masyarakat bisa hidup mandiri, salah satunya dengan buka usaha :)

    ReplyDelete
  23. Ngomongin UMKM, aku jadi ingat kalo ada yang minta dibantu promosi di Ig ku. Besok aku tanyakan lagi ah. Aku senang mba, kalo bisa support pelaku usaha mikro gini. Cuma memang gak banyak yg punya kesadaran untuk ngenalin produk mereka via online

    ReplyDelete
  24. Belum semua umkm ngerti ya, kadang kalau produknya bagus bgt ya saya promosiin gratis, meski produknya beli sendiri hihihi...

    ReplyDelete
  25. Bener banget kak, kalau UMKM gak bekerja sama dengan pelaku digital khususnya Blogger bakal kurang dikenal di dunia digital, padahal digital ekonomi sangat menguntungkan pelaku UMKM

    ReplyDelete
  26. Semoga UMKM di Indoensia dapat berkembang sesuai yang diharapkan ya mbak, ekonomu kreatif juga berkembang baik

    ReplyDelete
  27. aku salfok.. itu belanja apaan sih sampe gede banget kantong plastiknya

    ReplyDelete
  28. setuju Niar, peranan blogger memang sebaiknya ikut membantu gaung dari sebuah UMKM

    ReplyDelete
  29. Memang harus kita sendiri yang mendukung UMKM ya. Kita belanja dan bantu memperkenalkannya ke seluruh Indonesia.

    ReplyDelete
  30. Suka lihat video Tido and Friends...nanti mau aku download, aku tunjukkin ke anak-anak aah~
    Sederhana tapi tampil dengan warna menarik.

    Mudagaya,
    Asa pernah denger...jangan-jangan ini punya temen sekolah anak aku, mba Niar.

    ReplyDelete
  31. Sudah sedemikian terbukanya ya mba promosi melalui internet. Tinggal masyarakat saja yang secara langsung harus berinteraksi dengan internet ketika ingin mempromosikan usaha yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  32. Makasi sharingnya Mba. Meski belum ada acara begini di Bandar Lampung, tapi saya sudah punya blog khusus untuk menulis tentang produk dan usaha usaha di Lampung. Mudah2an bisa kontribusi terhadap kemajuan umkm di Lampung

    ReplyDelete
  33. Seru ya Bunda kalau sinergitas selalu dalam hal positif
    UMKM di Surabaya banyak sekali. Setiap bulan muncul puluhan sampai ratusan yang daftar katanya

    ReplyDelete
  34. Sepakat kak, menulis blog untuk kesenangan dan kalau bisa membantu orang lain melalui tulisan mengapa enggak? :) Semangat kak

    ReplyDelete
  35. Lengkap ulasannya ttg umkm/ukm. Jika saja para pelaku UMKM tanggap blogger, maka mereka bisa menjemput peluang melalui tulisan yang bisa menjangkau lebih banyak org.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^