Tips for Who Dares to Change

Bruno Hasson, sosok ini menggetarkan seisi ruangan ketika tampil memotivasi semua yang hadir pada bulan November 2017 lalu. Founder sekaligus CEO Sophie Paris ini membawakan materi motivasinya dengan sangat bersemangat. Maka tak heran ketika menghadiri Regional Conference Sophie Paris di Hotel Sahid pada tanggal 8 September lalu, Pak Bruno adalah sosok yang paling saya nantikan dalam acara ini. Selain beliau, berbagai hal menarik lainnya yang bisa saya temui di sini, termasuk teman-teman yang sudah lama tak bersua.


Regional Conference 2018 merupakan seminar terbesar sekaligus rekognisi bagi lebih dari 100 member yang telah mencapai program Sophie Leaders Club (SLC). Sophie selama ini concern terhadap pelatihan, dalam hal kepemimpinan, fashion, dan kecantikan karena perkembangan para anggotanya sama pentingnya dengan pertumbuhan perusahaan.

“Siapa yang mau sukses? Siapa yang mau sukses?” kalimat ini berkali-kali diteriakkan oleh Pak Bruno sembari berlari-lari menjangkau hadirin yang duduk di bagian depan, dalam ruang Maraja Ballroom. Tak sedikit yang berusaha menjangkau telapak tangan Pak Bruno dan menepukkannya. Banyak juga yang cukup meneriakkan kata, “SAYA!” sebagai jawabannya.


Yes, siapa sih yang tak ingin sukses? Kita semua pastinya ingin sukses, meskipun kita punya definisi yang berbeda-beda tentang SUKSES itu sendiri. Tapi di sini, mari kita fokus dengan kesuksesan dalam perspektif Sophie Paris, ya kawan. Teruskan saja membaca tulisan ini karena siapapun bisa koq menerapkannya.

Definisi SUKSES dan ruh dari tema Dare to Change ini tidak lengkap jika hanya menyaksikan presentasi Pak Bruno. Sebelumnya ada penyampaian dari Gregory Fauvet (EVP Sales & Marketing) dan Deasy Rahayu (VP Sales & Training).


Berkat Teknologi Sophie Paris Kini 100% Online!

Gregory menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para member yang membantu mendorong terlaksananya penyelenggaraan Sophie Paris secara online yang sekarang sudah mencapai 100%. Pencapaian yang luar biasa. Bulan November lalu, Pak Bruno mengatakan peralihan ke dalam sistem online ini masih bertahap. Kalau sekarang sudah bisa 100% berarti training Sophie kepada para member-nya berjalan baik, ya kan Gaes.

Nah, mengapa harus online?

“Indonesia berubah. Sekarang masanya digitalized. GoJek yang berdiri tahun 2010 sekarang telah menjadi perusahaan unicorn terbesar di Asia Tenggara,” tutur Pak Gregory.

Nah, nah sampai di sini jangan bingung dengan istilah unicorn, yah. Ini saya berikan penjelasan tentang istilah itu:

Unicorn adalah sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dollar AS atau setara Rp 15 triliun dalam mata uang dollar saat ini[1].

Gregory, MC, dan Deasy

“Siapa yang tahu ya, ada perubahan besar-besaran terjadi di Indonesia. Perubahan yang terjadi dengan mudah ini juga sangat diperlukan,” imbuh Pak Gregory.

Di layar, muncul video mengenai kegiatan yang berlangsung dalam sebuah gudang perusahaan ecommerce di China. Di video itu terlihat robot-robot sedang menyortir paket. Jumlah paket yang disortir sebanyak 200 ribu per hari. Tenaga kerjanya sudah banyak menggunakan robot, perusahaan itu hanya mempekerjakan 25 manusia. “Bisa saja kelak hal seperti itu terjadi di Indonesia,” tandas Gregory.

Berikutnya Mbak Deasy Rahayu menjelaskan mengenai QR code yang sudah diterapkan di Sophie Paris. QR code ini hal yang baru. Seingat saya, tahun lalu Sophie Paris belum menerapkannya kepada para member.

Belajar QR code

Buat yang belum ngeh apa itu QR code, saya jelaskan dulu, ya. QR code itu adalah penghubung secara cepat konten daring (online) dan konten luring (offline). Kehadiran kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efisien dan efektif.

Fungsinya adalah sebagai hipertaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, juga nomor telepon, teks, dan SMS yang dapat digunakan pada berbagai media[2]. Dengan QR code, di Sophie Paris bisa rekrut member baru[3]. “Tidak semua perusahaan direct selling pakai teknologi seperti Sophie,” Mbak Deasy menjelaskan salah satu kelebihan Sophie Paris.


Oya, selain menggunakan QR code, Sophie masih menggunakan SMS sebagai cara lain untuk merekrut member baru. Tinggal pilih saja mana yang lebih mudah. Mbak Deasy lalu menantang hadirin, siapa yang bekerja online dan mampu menunjukkan kepadanya melalui ponsel, akan diberi hadiah berupa tas dan dompet baru dari Sophie. Ada yang memenuhinya, lho. Kan banyak hadirin hari ini yang memang sudah pada menerapkan kerja online.

Untuk Sukses Harus Punya Kiat

Usai pemaparan dari Mbak Deasy, Pak Bruno mengisi wawasan para peserta dengan kisah inspirasi dan motivasinya. Penuturannya bukanlah karangan atau bualan semata karena perjalanan bisnisnya mulai dia rintis dari nol. Dengan modal hanya 5 tas dan pernah mengalami penolakan, sekarang sudah 3,5 juta member Sophie Paris yang merasakan manfaat bergabung dengan barisan Sophie Paris setelah 20 tahun. Selama ini, Sophie Paris sudah berhasil menjual sebanyak lebih dari 50 juta tas!

“SIAPA MAU SUKSES?” berulang kali Pak Bruno mendengungkan kalimat tanya ini dengan lantang.

Kata Pak Bruno, sukses itu bagaikan paradigma gunung es. Yang terlihat adalah bagian atas gunung yang tegak menjulang. Sementara, di bagian bawahnya – yang besarannya jauh lebih besar lagi, ada begitu banyak hal yang tak dilihat dan diketahui orang.


Mau tahu apa itu?

Nah, di bagian bawah “gunung es kesuksesan” itu ada sikap/perilaku/perasaan: fokus, kerja keras, kebiasaan baik, kecewa, dan sebagainya. Mau sukses? Bersiaplah menghadapi kekecewaan. Mau sukses? Bersiaplah belajar menghadapi perubahan teknologi yang begitu pesat.

Mau sukses? Bersiaplah untuk memusatkan diri pada 3 hal ini: FOKUS, PIKIRAN POSITIF, dan TERUS BELAJAR!

Lalu, setelah itu ingatlah 3 kunci sukses ini: percaya diri bisa sukses, jadi duta Sophie, dan aktif dengan teknologi.

3 dari sekian varian parfum keluaran Sophie Paris

Oya, tahu kan tiga hal yang membuat Sophie bisa bertahan selama lebih dari 20 tahun adalah brand, quality, dan creativity. Kalau mengamati, Anda pasti tahu ketiga hal ini terlihat dalam varian-varian unik berdesain Perancis dalam tas, dompet, jam tangan, aksesoris, kosmetik, sepatu, dan produk Sunday.

Peluang bagi yang ingin bergabung makin besar karena kini Sophie menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah seorang member Sophie Paris yang bertempat tinggal di kota kecil Mojoagung bisa beromzet jutaan rupiah dalam sebulannya bahkan bisa menjual hingga ke kota dan negara lain menggunakan media sosial.

Gregory, Bruno, dan Deasy di press conference

Well, seperti yang saya duga, inspirasi dan motivasi saya saksikan lagi di acara Sophie Paris ini. Para peserta bukan hanya mendapatkan suntikan semangat, acara ini juga membagikan banyak hadiah kepada hadirin.

Salah seorang teman blogger yang berdiri di bagian belakang para peserta mendapatkan satu hadiah melalui lemparan jarak jauh dari Pak Zony. Teman blogger yang lain mendapatkan door prize berupa tas cantik Sophie. Para member yang berprestasi mendapatkan hadiah pula pada sesi Recognition. Seperti yang lalu-lalu, acara Sophie Paris kali ini seru, inspiratif, dan bermanfaat. Ikut bangga bisa menyaksikannya!

Bersama para blogger dan selebgram Makassar.
Foto dari Awie www.fillyawie.com

Makassar, 11 September 2018

Baca juga:


Catatan kaki:


[1] Definisi istilah unicorn ini saya ambil di artikel yang tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Unicorn Muncul di Indonesia?" https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/12/104408026/kenapa-unicorn-muncul-di-indonesia.
Penulis : Erlangga Djumena Editor : Erlangga Djumena

[2] Wikipedia

[3] Kalau mash bingung, bisa browsing video tutorialnya di akun You Tube Sophie Paris.



Share :

15 Komentar di "Tips for Who Dares to Change"

  1. Keren memang Bruno Hasson, nda heran Sophie Paris bisa terkenal dan bertahan sampe 20 tahun 😎

    ReplyDelete
  2. pokoknya harus semangat dan kerja keras yah mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak wkwkwk. Deh Indah, biasanya juga bilang Kak wkwkwk

      Delete
  3. Aku suka sama tipsnya Brunno Hasson, applicable untuk semua orang.

    ReplyDelete
  4. Udah lama banget ya Sophie ini.
    Seingatku dulu namanya Sophie Martin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang nama Sophie Martin jadi salah satu brand di Sophie Paris, Mami

      Delete
  5. Wah, Motivasi dr Pak Bruno bikin semangat. Dulu aku member sophie martin, sempet jualan juga, produknya ampe sekarang pada awet, sukaaa...
    Mak Niaar, pa kabaar, lama ga main sini. Moga sehat selalu yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mak Nchie. Ayo aktif lagi, Sophie sudah online lho hehe

      Delete
  6. Sophie sudah familiar bagi emak-emak, murah meriah tetapi tetap berkualitas

    ReplyDelete
  7. Hai Mbak Niar, produk apa dari Sophie Paris yang sekarang Mbak Niar pakai? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Vicky. Macam². Ada tas, sepatu, pressure cooker, wajar, Dompet, lipstik, bedak, baju, dan pakaian dalam 😍

      Delete
  8. Halo Mutia. Priduk bagus, pelatihan menginspirasi Ay aktif lagi

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^