Pendekatan Fisika untuk Kesehatan: Cahaya Matahari, Sinar Inframerah, dan Gelombang Tera – Sebagaimana tulisan sebelum ini, tulisan ini juga masih bersumber dari pemaparan dr. R. Setiyo Boediprajitno pada webinar kesehatan bertajuk: Minum Obat Tapi Tak Kunjung Sembuh? Bongkar Rahasia Aktivasi Penyembuhan Alami dengan Terapi BioLife pada 17 September lalu. Dalam bidang kesehatan tradisional dan alternatif, kini berkembang pergeseran paradigma dari pendekatan biokimia (konsumsi obat-obatan kimiawi secara rutin) menuju pendekatan fisika yang memanfaatkan spektrum gelombang, cahaya, panas, dan kelistrikan seluler. Pendekatan ini berfokus pada akar masalah berbagai penyakit kronis, yaitu disfungsi endotel dan penyumbatan pembuluh darah.
5 Fakta Menarik Tentang Kesehatan dan Terapi Fisika untuk Penyembuhan
5 Fakta Menarik Tentang Kesehatan dan Terapi Fisika untuk Penyembuhan – Tanggal 17 September lalu, saya mengikuti webinar kesehatan bertajuk: Minum Obat Tapi Tak Kunjung Sembuh? Bongkar Rahasia Aktivasi Penyembuhan Alami dengan Terapi BioLife dengan dr. R. Setiyo Boediprajitno sebagai narasumbernya. Menarik sekali pemaparan Dokter Setiyo pada webinar yang diselenggarakan oleh PT. BASS ini karena membahas aspek fisika dalam terapi kesehatan. Lebih lengkapnya, bisa dibaca dalam catatan berikut:
Terapi Biolife Makassar: Atasi Masalah Pre-Menopause & Kebugaran
Terapi Biolife Makassar: Atasi Masalah Pre-Menopause & Kebugaran – Usia saya ini sudah dalam masa pre menopause. Sudah sejak bertahun-tahun lalu saya bersiap memasuki masa henti haid. Maka saya sudah merasa wajar jika tamu bulanan itu terlambat 2 pekan, bahkan lebih. Sampai suatu ketika, satu hari setelah menjalani terapi gelombang terahertz (sering disebut gelombang THz atau gelombang Tera) … tamu bulanan itu datang tepat waktu! Sangat tidak terduga karena saya baru siap menyambut “sang tamu” 1-2 pekan lagi atau malah kemungkinan tidak menstruasi sama sekali.
Ramadan Sehat dengan Air Murni Bandung, Ginjal Bekerja Lebih Ringan
Ramadan Sehat dengan Air Murni Bandung,Ginjal Bekerja Lebih Ringan – Bulan Maret begini, dahulu kala sebenarnya sudah masuk musim kemarau. Berbeda halnya saat ini, di bulan Maret masih saja ada hujan deras. Cuaca ekstrem, begitu istilahnya saat ini. Tubuh sampai-sampai mengalami kesulitan menyesuaikan diri karena cuaca tak menentu.
Dari Lutut Memar Hingga Ribuan Langkahku: Kisah di Balik Minyak Anoa
Dari Lutut Memar Hingga Ribuan Langkahku: Kisah di Balik Minyak Anoa – Gara-gara mengangkat air seember dan tidak mengukur jarak antara lutut kanan yang menekuk ke arah samping dengan kusen pintu kamar mandi, lutut kanan saya terbentur keras di kusen. Saya harus membengkokkan lutut ke arah samping karena persis di depan kamar mandi ada tanggul kecil. Oleh karena itu, ember yang sudah lepas pegangannya itu cukup berat maka saya harus memindahkannya secara hati-hati melewati tanggul dengan badan membungkuk.
Pentingkah Lasik Penting Bagi Paruh Baya?
Pentingkah Lasik Penting Bagi Paruh Baya? – Saat memasuki usia 40 tahun sekian tahun lalu, saya mengalami penurunan kemampuan penglihatan jarak dekat alias rabun jauh (miopia). Sejak itu pulalah saya menggunakan kacamata (lensa) plus. Hal ini tidak mudah bagi saya yang sebelumnya tidak mengenakan kacamata sama sekali. Kondisi penglihatan jarak jauh saya, alhamdulillah masih bagus. Saya masih bisa membaca tulisan dari jarak cukup jauh. Kalau kata pegawai di sebuah optik, masih normal untuk orang seusia saya.
Mata Kering Bukan Takdir! Panduan Sehat bagi Perempuan Pre-Menopause
Mata Kering Bukan Takdir! Panduan Sehat bagi Perempuan Pre-Menopause – Membaca beberapa kutipan tentang MATA, ingatan saya melayang ke masa 30-an tahun silam. Saat itu seorang kawan, sebut saja namanya Anggrek, baru saja memutuskan mengenakan cadar. Saya pikir takkan ada lagi kawan-kawan kami yang mengenalinya. Betapa kagetnya saya ketika suatu hari seorang kawan laki-laki berkata dia ke kampus naik angkot yang sama dengan Anggrek. “Lho, kenapa bisa kamu kenali dia? Dia kan sudah pakai cadar?” tanya saya pada kawan lelaki – sebut saja namanya Elang. “Saya tahu matanya. Biarpun dia pakai cadar, saya tahu itu dia!” tandas Elang.
Implementasi dan Bukti Ilmiah Pengobatan dengan Al-Qur’an
Implementasi dan Bukti Ilmiah Pengobatan dengan Al-Qur’an – Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menjadi pemateri kedua pada Seminar Ilmiah Al-Qur’an yang berlangsung pada tanggal 8 Februari lalu di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Beliau mempresentasikan materi berjudul Pengobatan dengan Al-Qur’an: Implementasi dan Bukti Ilmiah.