Dalam tulisan yang dimuat di Harian
Fajar pada Hari Kartini ini, saya menulis
tentang Kartini, tentang Colli' Pujie - pahlawan aksara Bugis, tentang makna
menulis bagi perempuan, juga memperkenalkan KEB dan IIDN. Mudah-mudahan makin
membuka mata perempuan Sulawesi Selatan tentang menulis.
Untuk semua perempuan
Indonesia ... Selamat Hari Kartini.
Menulis
membuat Kartini abadi. Perempuan Jawa penggemar membaca ini menuangkan kritik
dan pandangan-pandangannya tentang kesetaraan gender, sosial, budaya, agama,
bahkan korupsi
melalui surat-surat kepada kawan-kawannya di Eropa.
Tuan
J.H. Abendanon menyusun surat-surat Kartini. Ia membukukannya ke dalam bahasa
Belanda pada tahun 1911, tujuh tahun setelah Kartini wafat pada usia 25 tahun.
Buku itu terbit dengan judul Door
Duisternis tot Licht yang berarti "Dari Kegelapan Menuju Cahaya".
Buah pikiran Kartini itu kemudian mengubah pandangan masyarakat Belanda
terhadap perempuan pribumi di Jawa di masa itu.