Pengalaman Mengurus Ganti KTP di Kantor Kecamatan Rappocini – Sekitar tahun 2018-2019 saya pernah ke kantor Kecamatan Rappocini untuk mengurus penggantian KTP. Saat itu saya ingin apply untuk online job yang membutuhkan syarat foto KTP (berani-beraninya ya mau daftar hehe). Sebenarnya harus hati-hati sih jika diminta upload foto KTP di zaman sekarang. Saya menyadarinya sehingga berupaya untuk selektif.
Nah, waktu itu, job-nya terpercaya sumbernya
makanya saya mau upload foto KTP. Sayangnya, setiap saya unggah foto KTP,
ditolak terus karena dianggap sudah kadaluwarsa. Sebenarnya secara peraturan,
KTP itu masih berlaku, ada dasar hukum yang menetapkannya tapi kan website
tempat melamar kerjaan itu tidak mengakuinya jadinya harus tetap diurus. Jadilah
saya ke kantor Kecamatan Rappocini
untuk mengurusnya, kurang lebih caranya seperti cara ganti KTP rusak di
kecamatan.
Niat Mengganti KTP di
Kantor Kecamatan Ditolak
Pagi hari itu ruang tunggu kantor
kecamatan sudah mulai dipenuhi warga Rappocini. Saat satu kursi di depan customer
service kosong, saya pun duduk di depan seorang petugas berjilbab. Dari wajahnya,
saya duga usianya hampir paruh baya. Ibu itu duduk, tak mempedulikan saya. Dia
sibuk dengan HP di tangannya. Dari percakapannya dengan seorang laki-laki sejawatnya,
mereka sedang membicarakan tentang posting foto di Instagram.
Saya menunggu selama bermenit-menit.
Awalnya masih sabar, sampai kemudian timbul rasa jengkel karena ibu itu lebih mementingkan
postingan Instagramnya ketimbang melayani saya yang sudah duduk di
depannya pada jam kantor. Mana kakinya diangkat lagi di kursi, seperti di rumah
sendiri, bukannya duduk sopan.
Gondok benar perasaan ini menunggu
dilayani oleh ibu itu. Sepertinya dia tak merasa tugas utamanya adalah sebagai
pelayan masyarakat. Hingga tiba juga giliran saya. Saya menyampaikan keinginan
saya. Ibu itu menolak mengabulkan keinginan saya. Dia lantas menasihati saya.
Bukan hanya dia sendiri, berdua dengan kawan laki-lakinya – mereka menasihati saya.
Saya dinasihati supaya berhati-hati.
Benar sih tapi tidak perlu sampai sebegitunya karena internet
adalah dunia saya sehari-hari selaku blogger dan saya tentunya akan
berhati-hati. Capek juga menghadapi dua orang itu, mereka terus menasihati saya,
meyakinkan saya untuk tidak mengganti KTP dan tidak menerima pekerjaan yang
mengharuskan upload KTP.
Mereka tidak mau membantu mengganti
KTP saya, mungkin memang syarat administrasinya ribet. Sepertinya alasan saya tidak berlaku untuk
melamar pekerjaan online tidak berlaku. Entah harus alasan yang
bagaimana baru bisa digantikan padahal saya butuh pekerjaan itu. Akhirnya saya
pulang dengan tangan hampa. Harapan bisa melamar kerjaan online pun
pupus sudah.
Ganti KTP di Kantor
Kecamatan Rappocini, 2026
Singkat cerita, tahun ini, sekitar 2
bulan lalu, saya kembali ke kantor Kecamatan Rappocini untuk mengurus
penggantian KTP. Alasan saya sama, saya ingin melamar kerjaan online yang
memang membutuhkan foto KTP. Saya tiba di siang itu dengan membawa sedikit
kekhawatiran akan ditolak seperti waktu lalu.
Saat saya tiba di ruang tunggu,
sudah banyak warga menunggu giliran. Saya menunggu giliran, lalu duduk di depan
seorang perempuan berjilbab yang khusus melayani warga yang ingin mengurus KTP.
Menilik wajahnya, usia ibu itu lebih muda daripada saya. Mungkin sekitar 30-an tahun.
“Saya mau Ganti KTP,” kata saya ketika
ibu itu menanyakan maksud kedatangan saya.
Ibu itu tidak merespons dengan
nasihat dan penolakan seperti sejawatnya terdahulu. Dia menginstruksikan saya
untuk menginstalasi aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital), registrasi,
dan mengisi beberapa hal tanpa ribet menyampaikan syarat ganti KTP
kepada saya.
Saya sudah senang saja ketika
diminta untuk berfoto selfie, mungkin saya bisa sekaligus mengganti foto
KTP yang tidak enak dilihat itu. Saat pembuatan KTP elektronik dulu, saya
kebagian giliran malam hari, antre sampai jam 10 malam. Sudah mengantuk,
makanya ekspresi wajah sudah lesu dan pucat. Alhasil foto yang tampak
menimbulkan penyesalan seumur hidup sebab harus saya lihat seumur hidup setiap
melihat KTP.
Setelah proses online dan offline
selesai, petugas kantor Kecamatan Rappocini meminta saya kembali keesokan
harinya untuk mengambil KTP baru. Sempat mikir, sepertinya bisa ya ganti
KTP online kalau melihat prosesnya seperti ini?
Sampai di titik ini, rasanya senang
sekali. Petugas Kecamatan Rappocini sekarang bagus pelayanannya. Tidak ada lagi
petugas yang main Instagram dan tidak mempedulikan masyarakat seperti yang saya
alami dulu. Saya lihat semua petugas yang duduk di meja depan
bersungguh-sungguh menjalankan tugas mereka.
Dengan bersemangat, saya datang lagi keesokan harinya. Tak sabar rasanya melihat KTP baru. Semoga saja fotonya tidak sejelek KTP terdahulu. Sampai akhirnya KTP baru tiba di tangan saya. Saya lihat fotonya … alamak, fotonya sama saja. Melihat foto itu, rasanya ingin tertawa sekaligus sedih. Foto yang dibuat tahun 2011 itu masih ditakdirkan ada di KTP seumur hidup saya. Apa boleh buat, yang penting bisa ganti KTP untuk apply job. 😁
Share :


0 Response to "Pengalaman Mengurus Ganti KTP di Kantor Kecamatan Rappocini"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^