Apa kira-kira yang terjadi jika pelecehan seksual dalam grup chat oleh belasan mahasiswa FHUI tidak ketahuan dan mereka dibiarkan bebas? Apa kemungkinan yang terjadi 10 tahun ke depan, jika mereka menjadi pejabat dan orang yang memiliki relasi kuasa? Apa potensi bahaya yang mereka timbulkan? Pertanyaan ini timbul di benakku setelah beberapa hari ini menyimak kasus yang menggemparkan Indonesia.
Mengapa pertanyaan-pertanyaan itu timbul di benakku?
Jawabannya adalah karena saya melihat komentar-komentar yang membela pelaku.
Ada yang bilang lebay, katanya masih banyak kasus yang lebih besar yang
perlu diurus. Ada juga yang mengatakan obrolan seperti anak-anak FHUI itu biasa
saja di kalangan cowok-cowok.
Hari ini, saya mencari tahu, kasus besar apa yang terjadi
dari kebiasaan yang awalnya “hanya” berupa “bercandaan” tak senonoh di dalam
grup karena saya ingat, sekian tahun lalu pernah lihat berita tentang kasus sosok
selebriti di Korea yang tersandung kasus kejahatan seksual.
Namun demikian, sebelum saya cerita hasil temuan saya,
buat kalian yang menganggap apa yang dipercakapkan di grup oleh belasan anak
muda itu “BIASA”, tolong simak ini:
Apakah menurut
kalian biasa dan pantas jika:
- Percakapan didominasi urusan syahwat semata? Setiap saat, setiap waktu yang dibahas adalah – maaf – payudara, pantat, dan vagina perempuan plus bagaimana menyenangkan birahi dan kemaluan mereka?
- Menyebutkan nama teman-teman perempuan yang ada di kampus, termasuk nama dosen-dosen perempuan menjadi bahan fantasi dan olok-olok cabul?
- Memotret bagian tertentu dari tubuh perempuan (yang ada dalam poin 1 di atas), share ke grup dan menjadikannya “bahan diskusi” alias bahan fantasi atau olok-olok?
- Satu grup itu berisi tokoh-tokoh kampus yang cukup berpengaruh di dalam lembaga kemahasiswaan?
- Grup cabul itu juga melecehkan kakak perempuan salah seorang anggota grup!
- Semua poin di atas dilakukan oleh mahasiswa kampus ternama, calon pemimpin dan calon ahli hukum ternama di negeri ini secara sadar, tidak sedang mabuk? Tahu kan kehebatan kampus dan fakultas ini?
Buat yang jawab "ADA": Otak kalian ditaruh di mana, heh? Kalian itu
bagian dari mereka yang otaknya rusak oleh pornografi?
Coba pikirkan, seberapa sedikitnya kalian di antara netizen
yang jengkel, geram, bahkan marah kepada para pelaku dan hal-hal yang telah
terjadi? Terus kalian yang sedikit itu normal, kami yang abnormal, gitu?
Satu hal yang saya syukuri dari reaksi netizen Indonesia
atas kasus pelecehan seksual ini adalah: masih sangat banyak orang Indonesia
yang pikirannya waras dan menganggap pelecehan seksual dalam grup itu tidak
wajar. Apa jadinya kalau banyak yang menormalisasi grup cabul demikian?
Menganggap bercandaan seksis itu lucu? Apa jadinya kalau jauh lebih banyak yang
mengatakan belasan mahasiswa itu normal, yang tak normal yang merasa geram
dengan kelakuan mereka? Astaghfirullah, untungnya tidak demikian.
Tahu tidak, dengan terbongkarnya kasus belasan mahasiswa
FH ini, itu berarti mereka diselamatkan dari kemungkinan kejahatan besar yang berpotensi
terjadi jika percakapan cabul terus dinormalisasi di dalam grup. Potensi kejahatan
macam apa yang mungkin terjadi? Nanti kalian baca di tulisan saya setelah ini. Oh
ya, selain “diselamatkan” dari kemungkinan kejahatan besar, juga diberi
kesempatan lebih cepat untuk bertobat, mumpung masih muda kan. Baiklah
... terima kasih telah membaca ungkapan uneg-uneg saya sampai selesai.
Makassar, 17 April 2026
BERSAMBUNG
Share :

0 Response to "Tentang Kasus Pelecehan Kolektif di Grup Chat"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^